NovelToon NovelToon
Arumi Gadis Pemetik Teh

Arumi Gadis Pemetik Teh

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Mengubah Takdir / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:6.3k
Nilai: 5
Nama Author: feby_mb

Arumi Kurnia Ningsih seorang gadis berusia dua puluh tahun. Dia bercita-cita ingin menjadi desainer terkenal. Namun harapan itu pupus ketika sang ayah menjodohkannya dengan anak juragan teh.

Bagaimanakah hari-hari yang dijalani Arumi setelah menikah, akankah bahagia atau menderita. Yuk segera baca🤗🤗

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon feby_mb, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 5

Warga sudah mulai berdatangan. Mereka ingin melihat film yang akan diputarkan nanti. Dulu layar tancap cuma memutarkan tentang kesehatan. Tapi sekarang sudah tidak lagi. Sekarang sudah banyak film yang di putar kan.

Anak-anak tidak tertarik dengan film yang akan diputarkan nanti. Mereka lebih tertarik dengan jajanan yang ada di sana. Begitu banyak macam jenis makanan yang ada di sana.

Arumi dan Rani sudah mulai menyusun dagangan mereka. Nanti kalau ada yang beli, mereka tinggal goreng.

Banyak pilihan jajanan yang ada di sana. Jadi anak-anak dan juga orang tua bisa memilih jajanan yang mereka inginkan.

" Aku senang kalau ada layar tancap kaya gini"

" Iya, ibu-ibu bisa cari uang tambahan"

" Nggak cuma ibu-ibu aja Rum, anak muda seperti kita juga bisa jualan"

" Kamu benar Ran. Tapi mereka pusing nggak ya pilih jajanannya"

" Pusing sih, soalnya banyak pilihannya. Semoga dagangan kita laris manis"

" Aamiin"

Beberapa anak-anak mulai mendatangi lapak dagangan Arumi.

" Kakak, aku mau beli telur gulungnya lima"

" Kalau aku sosis tiga, telur gulung dua"

" Sebentar ya"

Arumi membuatkan pesanan telur gulung adik-adik itu. Dan Rani menggoreng sosis. Jadi adik-adik itu tidak menunggu lama.

Aroma wangi mulai tercium saat Arumi memasukkan adonan telur gulungnya. Aroma itu pun memanggil pembeli yang lain.

" Sosisnya mau pake saus nggak Dek?"

" Nggak Kak, kecap aja"

Rani memberikan kecap ke sosis yang sudah di masukkan kedalam plastik. Setelah itu ia memasukkan dua telur gulung lagi.

" Berapa Kak "

" Lima ribu saja "

Adik itupun memberikan uang kertas lima ribu kepada Rani. Teman adik itupun juga membayar telur gulung pesanannya pada Arumi. Setelah itu mereka pergi dari sana.

" Alhamdulillah Ran, dapat penglaris pertama "

" Iya Rum, semoga penglaris berikutnya segera datang "

" Aamiin "

Tak butuh waktu lama, beberapa anak-anak datang lagi kelapak dagangan kedua gadis cantik itu. Dengan senang hati Arumi dan Rani menyambut pembeli mereka.

Pembeli terus berdatangan ke tempat jualan Arumi dan Rani. Bahkan mereka rela mengantre untuk bisa mendapatkan telur gulung dan juga sosis.

" Sayang di sana rame banget sama bocil-bocil" kata Anita.

" Iya sayang, mereka antre apaan ya"

" Coba kita lihat kesana, siapa tau mereka antre jajanan enak"

Anita dan kekasihnya pun pergi ke tempat bocil-bocil mengantre. Sampai di sana alangkah kagetnya dia melihat siapa pedagang yang menjual makanan itu.

" Rumi!"

Arumi yang mendengar namanya dipanggil pun menoleh ke arah suara. Berbeda dengan ekspresi Anita, Arumi terlihat biasa saja.

" Ngapain kamu disini?!"

" Jualan "

" Kamu itu ya, bikin malu aja"

" Sejak kapan berjualan itu sesuatu hal yang memalukan"

" Kamu itu membuat malu mbak "

" Kalau mbak merasa malu, anggap aja mbak nggak kenal sama aku"

Arumi melanjutkan pekerjaannya, ia tidak ingin membuat pembelinya menunggu lama. Sedangkan Anita kesal karena Arumi tidak menghiraukan ucapannya.

" Kenapa kamu marah-marah sayang, Arumi kan cuma berjualan"

" Dia bikin aku malu sama kamu. Apa nanti kata orang tua kamu kalau melihat Arumi berjualan"

" Nggak masalah sayang, toh Arumi berjualan. Jadi kenapa kamu harus malu. Justru kamu harus bangga sama adik kamu"

" Iya sayang"

Ardi terus menatap kearah Arumi. Entah kenapa laki-laki itu terus memandangi wajah Arumi.

" Kamu nggak mau beli dagangan adik kamu sayang"

" Nggak sayang, aku nggak biasa makan jajanan kaya gitu. Kita ke tempat yang lain aja"

" Baiklah"

Anita tidak ingin berlama-lama di sana. Karena kalau dia masih di sana, rasa kesalnya semakin meningkat pada Arumi.

" Mbak kamu kenapa?" tanya Rani saat pembeli sudah mulai berkurang.

" Nggak tau, tiba-tiba aja ngomong begitu "

" Kesambet setan apa dia pas mau kesini"

" Mungkin kehabisan uang, makanya dia tantrum kaya gitu"

" Sabar banget ya kamu Rum. Kalau aku jadi kamu, udah ku amuk balik mbak mu"

Arumi tersenyum mendengar ucapan sahabatnya. Arumi juga pengen marah, tapi kalau dia juga ikut marah, orangtuanya pasti akan memarahinya karena sudah membuat anak kesayangan mereka sedih.

Makin malam suasana di balai desa semakin ramai. Layar berukuran besar yang ada di tengah-tengah balai desa mulai menyala, itu pertanda film yang akan di tonton akan segera di putar.

Ibu-ibu dan juga bapak-bapak mulai fokus menatap layar besar itu. Mereka sangat penasaran dengan film yang akan diputarkan oleh petugasnya.

Gambar sudah muncul di layar besar itu. Semua mata pun fokus melihat layar besar yang ada di depan mereka. Film yang di putar kan tentang seorang gadis yang berjuang untuk cita-citanya.

Arumi juga ikut menonton film yang sedang di putar. Tanpa terasa air mata Arumi keluar begitu saja saat melihat filmnya. Kisah gadis itu sama seperti dirinya sekarang ini.

" Rum, kamu kenapa nangis?"

" Nggak apa-apa Ran, aku tersentuh aja melihat perjuangan gadis itu"

" Iya, tapi kisah hidupnya sama seperti kamu. Bedanya dia tidak punya orang tua, hanya punya seorang kakak. Sifat kakaknya sama lagi kaya mbak kamu. Apa jangan-jangan orang yang buat film ini terinspirasi dengan kamu"

" Ngaco kamu. Mana mungkin mereka kenal sama aku"

" Iya sih, tapi kisahnya hampir mirip lho dengan kehidupan kamu"

" Mungkin kebetulan aja Ran. Dan lagi itu bukan cerita nyata"

" Bener, tapi kalau kisah kamu nyata"

Arumi berharap bisa seperti gadis yang ada di film itu. Ia bisa menggapai cita-citanya untuk membangun butiknya sendiri. Ia ingin hasil karyanya banyak di pakai orang.

" Jangan sedih lagi, aku doakan kamu bisa menggapai mimpi kamu Rum"

" Aamiin, makasih Ran. Seandainya aku punya butik sendiri, pasti kamu orang yang pertama yang akan aku ajak untuk ikut bergabung di butik ku"

" Kamu yakin mau ngajak aku, aku makannya banyak lho"

" Yakin Ran, sekalipun makan kamu banyak dan ngabisin beras sekarung, aku akan tetap ngajak kamu. Karena kamu sahabat terbaikku"

" Kok ucapan kamu mengandung bawang gini sih"

Rani terharu mendengar ucapan sahabatnya. Perkataan Arumi memang selalu membuatnya terharu.

" Kalau kamu menikah nanti aku akan buatkan gaun untuk kamu"

" Tunggu!, kenapa jadi bahas pernikahan. Kamu kan tau kalau aku jomblo"

" Nanti kalau kamu udah ketemu sama jodohmu"

" Jodohku masih nyangkut di pohon bayam Rum. Jadi aku bakal lama ketemu jodohnya. Sekarang aku mau fokus cari uang dulu"

" Iya, sekarang kita memang harus fokus bekerja"

Obrolan kedua gadis cantik ini terputus karena ada pembeli. Arumi dan Rani pun menghentikan obrolan mereka, dan mulai melayani para pembeli.

Alhamdulillah dagangan yang dibawa sama Arumi dan Rani laris manis. Semua dagangan mereka habis tak bersisa. Kedua gadis cantik itu sangat senang karena dagangan mereka laku.

" Alhamdulillah Ran, semua dagangan kita ludes terjual "

" Iya Rum. Pak kades harus sering-sering nih ngadain acara seperti ini. Jadi kita bisa jualan lagi"

" Semoga kedepannya makin banyak acara di desa kita "

Arumi dan Rani menyusun box-box tempat jualan mereka. Kalau filmnya sudah habis mereka juga bisa pulang.

to be continued.

Happy reading guys 🤗 🤗

1
Harniati Rifqy
Lanjut lagi
Sari Supriyanti
Semangat thooor up nya...cerita bagus,no typo typo...👍👍semangat...semangaaaaat 💪💪💪
AsLan 🦁
jadi ke mantu wae, terus sekolah ke ben si Usman kambi bojoe nyesel
Sulastri Mawardi.87
kk feby sy setuju jika Arumi di jadikan anak angkat sm tuan kusuma..
AsLan 🦁
semoga yang denger pak Kusuma,
Sulastri Mawardi.87
pasti Arumi ini bukan anak kandung nya mungkin...yg sllu di pedulikan hanya si nita aja..
Marie Louis AK
dasar ibu tdk punya akhlak. karma baru tahu rasa. kasihan Arumi.
sunshine wings
Sialan.. ups kelepasan makinya..
ibuk macam apa itu pilih kasih..
Arumi diruh itu ini diambik lagi gajinya..
sunshine wings
Tinggalkan mereka Arumi biar tau rasa..
Memeras aja kerjanya.. huh..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!