NovelToon NovelToon
Sistem: Peluang 100%

Sistem: Peluang 100%

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Action / Naik Kelas
Popularitas:6.6k
Nilai: 5
Nama Author: UrLeonard

Dihina mandor, ditagih hutang, dan ditinggalkan pacar membuat hidup Fais berada di titik terendah.
Sampai sebuah sistem misterius muncul di hadapannya.

[Peluang keberhasilan pengguna meningkat menjadi 100%]

Dari taruhan, bisnis, hingga misi berbahaya; semua yang dilakukan Fais selalu berhasil. Hidupnya berubah drastis dari kuli miskin menjadi sosok yang membuat banyak orang iri dan takut.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon UrLeonard, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 24: 100%

Bau mesiu yang menempel di sofa Wawan sudah lama menguap.

Digantikan oleh debu. Keringat. Dan oli mesin gergaji.

Sudah beberapa minggu berlalu sejak engsel pintu baja ganda itu tertutup. Fais tidak lagi berada di ruang pengap penuh moncong senapan otomatis. Ia berada di dunianya.

Gudang logistik itu kini bernapas. Benar-benar hidup.

Jalur pelabuhan memuntahkan kargo. Roda-roda troli berdecit menggesek lantai beton. Bunyinya melengking. Mengiritasi telinga.

Udara malam yang menyusup masuk lewat ventilasi terasa dingin menusuk leher. Bikin kuduk merinding kaku. Namun tidak ada yang peduli. Distribusi berjalan tanpa henti. Klien-klien lama yang sempat lari bersembunyi kini merayap kembali membawa kontrak baru.

Operasional stabil. Sangat stabil.

Di lantai dasar, Sri Arsila memegang papan jalan. Blus kerjanya sudah lenyap. Diganti kemeja lapangan yang lengannya digulung asal-asalan.

"Bawa palet itu ke sektor tiga! Anda tuli atau lambat?!" teriak Sri. Suaranya membelah kebisingan mesin forklift.

Jaringan lama yang sempat mati kini berdenyut kencang. Tenaga lapangan Wawan menjadi bahan bakar murni untuk mesin kapitalis ini.

Pria-pria bertubuh gempal yang sedang dimaki oleh Sri itu dulunya adalah anjing pelacak. Tukang jagal jalanan. Tangan kasar mereka lebih terbiasa mematahkan lutut orang daripada membaca daftar inventaris.

Sekarang? Mereka memegang lakban. Pemindai palet.

Sangat konyol. Sangat absurd. Fais hampir bisa melihat krisis identitas menguar dari keringat para preman itu. Tapi mereka menurut. Mereka bekerja. Dan bajingan-bajingan itu menghasilkan uang untuknya.

Efeknya tumpah ke jalanan. Merembes seperti cat tumpah di kanvas kota.

Teror hutang di lima distrik mendadak anjlok drastis. Rentenir kelas teri kehilangan gigi taring mereka. Bos besar mereka menolak mengirim pasukan patah tulang hanya demi tagihan receh warga pinggiran.

Jalur berdarah Wawan dikuras habis. Berubah haluan.

Fokus Wawan kini murni untuk keamanan distribusi logistik, suplai tenaga kerja kasar, dan pengamanan rute pelabuhan. Metode ancaman fisik diganti dengan metode lembur bongkar muat. Preman jalanan berevolusi menjadi kuli berseragam.

Fais mengawasi semua itu dari lantai mezanin.

Debu gudang masuk ke rongga hidungnya. Bikin kerongkongannya gatal. Ia menggaruk lehernya pelan.

Ia tidak peduli pada perubahan moralitas Wawan. Ia tidak peduli jika kota ini menjadi sedikit lebih aman malam ini. Itu cuma residu. Efek samping dari mesin profit yang baru saja ia rakit.

Waktu merangkak lambat. Jam pergantian shift tiba.

Malam semakin larut dan gudang perlahan sepi. Truk terakhir baru saja mengaum keluar dari gerbang besi. Meninggalkan dengung lampu neon langit-langit yang saling bersahutan.

Dengung. Dengung. Dan sepi.

Fais masuk ke ruang kantor kecilnya yang berdinding kaca buram. Menjatuhkan diri ke atas kursi beroda.

Tiba-tiba napasnya tertahan.

Ada tekanan ganjil di dadanya. Sesak. Seolah paru-parunya dikosongkan paksa oleh mesin penyedot. Sensasi dingin merayap dari tulang belakangnya, naik ke pangkal kepala.

Lalu warna biru itu datang.

Menelan retinanya mentah-mentah. Menyingkirkan realita gudang di depannya.

[Ding!]

Lonceng digital itu membelah kepalanya. Teks neon mengambang di udara kosong.

[Misi Passive Income selesai.]

[Progress: 100%]

Selesai. Seratus persen.

Angka itu sempurna. Angka itu final.

Layar antarmuka berkedip cepat. Rentetan kalimat baru muntah di depan matanya. Berbaris rapi mengoyak kegelapan ruangan.

[Hadiah: Fragmen Probabilitas (+20%)]

[Item Langka: Jam Tangan Penyembuh]

[Efek: Menyembuhkan target 3x sehari.]

[Membuka Fitur Masa Depan: Prediksi Jalur]

Fais terdiam. Matanya memindai huruf-huruf itu. Rahangnya kaku.

Sesaknya perlahan luruh. Digantikan oleh detak jantung yang memompa darah lebih keras ke pelipisnya. Kalkulasi panel hadiah menyusul di sudut kiri bawah pandangannya.

[Persentase kemajuan Probabilitas: 25,6%.]

[Persentase uang anda akan bertambah perbulan: Rp.120.000.000]

Kemudian.

Uang di ponselnya: Rp.734.754.000

Seratus dua puluh juta.

Setiap bulan. Masuk tanpa perlu ia mengangkat satu jari pun. Uang itu akan mengalir terus menerus. Menenggelamkan rekeningnya.

Fais merogoh saku kemejanya. Ponselnya bergetar. Notifikasi perbankan mencetak angka tujuh ratus juta itu dengan jelas. Angka itu nyata.

Tapi bukan deretan nol itu yang mengunci kesadarannya malam ini.

Pandangannya jatuh pada objek yang kini tergeletak bisu di atas meja kayunya. Objek yang baru saja dimuntahkan dari udara kosong.

Sebuah jam tangan.

Bentuknya sederhana. Warnanya gelap pekat tanpa pantulan cahaya. Layaknya sepotong malam yang dibekukan menjadi logam berat.

Fais mengulurkan tangannya. Jari telunjuknya menyentuh permukaan kaca jam tersebut. Dingin. Dingin yang asing.

Ia mengambilnya. Menggenggamnya erat di telapak tangan.

Otaknya memproses fungsi benda itu berulang kali. Bukan untuk mematahkan leher Wawan. Bukan untuk menghindari peluru. Bukan kalkulasi ruang untuk membantai lawan.

[Jam tangan Penyembuh: Pemakaian harian 3/3]

Untuk pertama kalinya, Fais merasakan sesuatu yang aneh berdesir di dadanya.

Hadiah sistem kali ini benar-benar masuk akal. Benar-benar berguna untuk kehidupan nyata yang sesungguhnya. Bukan sekadar fantasi perang atau permainan monopoli berdarah di pelabuhan.

Ini bukan senjata. Ini penangkal.

Napas Fais mengudara pelan. Hembusan napas yang panjang dan sarat akan kelelahan.

Ia menatap jam tangan hitam itu lama. Garis-garis jarum jamnya tidak berdetik. Diam. Mengunci waktu.

Dan untuk pertama kalinya sejak ia berdiri menginjakkan kaki di atas rantai makanan kota ini...

Pikirannya langsung tertuju pada raut wajah kedua orang tuanya.

1
ghost
novel ga jelas...ga usah di baca
Ironside: Terima kasih /Joyful/, kalau boleh tahu. Apa yang perlu aku perbaiki?
total 1 replies
ghost
novel tolol
Ironside: Oke /Smile/
total 1 replies
Cecilia
up heii, udh nunggu agak lama masih 25 chapter. 200 chapter lah kakk
Ironside: Apa-apaan kamu Kak /Curse/. Aku sedang revisi /Scream/
total 2 replies
Gege
kan bisa turun di ruangan fitness apartemen, lari diatas tritmil Thor...🤣🤣
Ironside: Iya sih /Facepalm/
total 1 replies
Gege
pelit bener systemnya Thor...dimana mana ada system buat memudahkan, dan banyak cheat..hiburan harapan dalam bentuk tulisan yang mengalir ringan..🤣
Ironside: Untuk perkembangan sifat MC juga, karena pengalamannya sebatas tukang bangunan aja 😆.
total 1 replies
Cecilia
mana Insectnya kak
Ironside: Tidak ada /Scream/
total 1 replies
Yui
Akhirnya setelah 3x bulan purnama, author ini bikin nopel yang ada insectnya /Proud//Proud/
Ironside: Sembarangan /Curse//Curse//Curse/, tidak ada insect di sini /Grievance/
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!