menceritakan tentang kekaisaran yang berjaya serta sangat gila kuasa
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ahmad Rio, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
membangun kekaisaran
Pasukan yaboath terus maju menuju pusat kota erdonia hampir seluruh rakyat barvat menghancurkan pasukan erdon rakyatnya sampai panik berlarian semuanya di bakar hingga hangus, kota kota erdonia di jarah semua toko di hancurkan raja erdonia yang mendengar tentang kotanya di serang pun segera mengobarkan perang serta segera untuk mengerahkan pasukan dan mengevakuasi warga serta para bangsawan dia memerintahkan jendralnya untuk menurunkan semua pasukan, di tempat lain para raksasa dan pasukan barvat memaksa warga dan pasukan erdon yang ditawan untuk makan roti milik raja yaboath serta mengucapkan sumpah untuk kesetiaan warga yang takut pun memakannya pasukan barvat pun berkata "berjanjilah kalian untuk setia kepada yang mulia kaisar yaboath" mereka pun seketika tunduk pasukan barvat pun memerintahkan mereka semua untuk berdiri angkat senjata serta menyerang Kerajaan erdon untuk menggulingkan raja mereka sendiri mereka segera melakukannya membawa senjata seadanya seperti tombak cangkul pedang serta trisula beberapa membawa obor mereka semua segera menuju pusat ibu kota erdonia, pasukan erdonia segera menuju pasukan rombongan tersebut para pasukan barvat serta warga barvat yang ikut invasi dan warga erdonia yang terpengaruh pun berkumpul sekitar 2 juta orang berkumpul sedangkan pasukan erdonia hanya sekitar 200 ribu pasukan pun melongo melihatnya "mereka banyak sekali beberapa adalah warga kita sendiri bagaimana ini" ucap salah satu prajurit erdon lantas beberapa jenderal erdonia pun menegur mereka serta berkata "jangan takut ayo kita maju jangan takut serang saja" para pasukan pun maju segera menyerang kerumunan warga sipil yang sudah terpengaruh pun tetap maju menyerang tanpa takut serta brutal seolah mereka sudah biasa berperang, para raksasa pun maju pasukan erdonia segera mundur namun tetap di kejar para jenderal mereka di tusuk oleh warga Mereka sendiri lalu di cincang hingga putus pasukan barvat pun menyerang mengejar mereka pasukan yang kabur, beberapa pasukan erdonia pun menyerah karena kalah jumlah serta pasukan barvat pun menyisir wilayah lainnya untuk mencari apakah masih ada yang berani melawan yang masih melawan segera dilucuti.
Para pasukan erdonia yang menyerah pun di arak segera menuju istana raja erdonia lalu mengancam istana untuk segera menyerah sang raja yang melihat pasukannya keok pun akhirnya menyerah lalu para warga mengarak raja yang sudah tak berdaya "sang raja pun mengira dirinya akan dieksekusi setelahnya raja pun menangis dia di kumpulkan bersama bangsawan lainnya serta warga ibu kota disuruh untuk membuat roti buatan peri roti serta melaksanakan sumpah setia kepada kaisar baru, di barvat yaboath yang mendengar keberhasilan invasi ke ekhillith dan erdonia pun merasa senang peri roti mengingatkan kalau dia tidak boleh merasa senang dulu serta tidak boleh membantai banyak orang ,melihat wilayahnya sudah membesar yaboath pun berinisiatif untuk membuka perdagangan dengan kerajaan lainnya dia pun tetap kembali melakukan invasi kali ini kepada negara bornia yaboath memerintahkan kepada 500 raksasa dari dalam hutan untuk segera melakukan invasi serta tambahan pasukan 10.000 orang Mereka pun menuju bornia alasan yaboath menginvasi bornia karena mereka memiliki akses ke laut.
Para pasukannya segera menuju perbatasan bornia lalu langsung menantang perang dengan berani mereka sempat di hadang pasukan perbatasan bornia yang sombong kalau pasukan barvat cuma 10.000 maka kami penjaga perbatasan ada 100.000 orang berjejer membentuk pertahanan hal itu bukan cuma gertakan mereka pun hadir pasukan bornia tidak tahu soal raksasa di belakangnya hingga mereka pun langsung maju menyerang lalu melompatlah para raksasa dari kejauhan menginjak injak pasukan bornia lalu menendangnya ke benteng hingga tubuh mereka hancur setelah itu mereka membalas dengan meriam para raksasa akhirnya kesakitan pasukan barvat segera membantu menembak anak panah ke arah pasukan meriam bornia raksasa lainnya pun segera mendobrak benteng perbatasan hingga hancur pasukan pasukan bornia yang lainnya mati setelah kalah terinjak-injak
Selanjutnya mereka segera menuju pusat kota pasukan barvat yang mampir ke desa desa pun segera memberikan roti kepada para warga dan melakukan sumpah setia kepada yaboath lalu diancam agar tidak berkhianat mereka pun diajak untuk menggulingkan raja bornia mereka menurut bersikap seperti orang biasa tak ada gejala aneh hanya saja tiba tiba mereka seperti orang yang berubah pikiran mereka menurut untuk perang seolah olah sudah di zolimi oleh sang raja warga desa serta pasukan barvat menuju pusat kota mereka yang sampai di setiap desa dan kota akan membagikan roti namun roti mereka berkurang seiring waktu karna di bagikan akhirnya pasukan barvat pun mengirimkan utusan untuk meminta persediaan roti lagi,
Yaboath yang mendengar pasukannya membutuhkan roti akhirnya segera mengirimkannya dalam jumlah banyak serta menambah pasukannya karena berbahaya invasi kerajaan besar dengan pasukan sedikit mereka segera bergegas,
Pasukan barvat yang lainnya pun akhirnya sedikit sampai di kota terakhir sebelum ke ibu kota mereka di serang ribuan anak panah serta meriam mereka tetap maju dengan nekat warga bornia yang terpengaruh tentara bornia yang melihatnya pun tidak jadi lagi menembak komandan bornia menolak melakukan serangan-serangan kepada warga negaranya namun tak di sangka para warga maju mereka seolah di Tawan para prajurit bornia yang tak tahu pun ingin menolong para tawanan maju dengan ancaman pedang prajurit barvat di leher mereka saat menuju posisi pasukan bornia, bornia menegur pasukan barvat untuk tidak melibatkan warga sipil lalu pasukan barvat melepaskan para warga bornia, warga bornia yang di Tawan pun lari menuju pasukan dan menusukkan pisau yang mereka sembunyikan di balik baju dan menembakkan pistol kecil mereka banyak pasukan bornia mati para warga pun memasuki pos pasukan bornia lalu membakar mereka segera menghancurkan semuanya pasukan bornia akhirnya menyerah karena serangan akhirnya mereka hancur raja yang mendengarnya pun akhirnya memutuskan untuk kabur dari negaranya pergi bersama keluarganya segera menuju pelabuhan dengan kereta kuda dia pun berlari dengan beberapa pasukan pengawalnya namun pada saat sebelum sampai di pelabuhan sang raja di khianati dia di bunuh bersama anak istrinya alasannya karena Kerajaan sudah hampir runtuh dan pengawalnya merasa belum di bayar sang raja tewas mengenaskan hancur para warga yang berada dekat dengan lokasi menemukan mayatnya namun hartanya tidak di temukan
Di tempat lain pasukan barvat serta para warga dan pasukan bornia yang sudah terpengaruh segera menuju istana tetapi istana kosong mereka akhirnya berhasil dan merayakan mengirimkan utusan kepada yaboath untuk memberitahukan keberhasilan mereka setelah mendengar hal tersebut yaboath merasa senang dan ingin segera mengangkat dirinya sebagai kaisar setelah nya beberapa kerajaan kecil serta negara kota perdagangan di sekitarnya pun mengirimkan upeti sebagai tanda damai untuk tidak di serang yaboath pun menerimanya dengan senang hati.