NovelToon NovelToon
Benih Satu Malam Tuan Cassanova

Benih Satu Malam Tuan Cassanova

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Cinta Seiring Waktu / Diam-Diam Cinta
Popularitas:36.5k
Nilai: 5
Nama Author: Nita.P

Bayu Rangga Alexander, seorang pengacara handal yang banyak memenangkan kasus persidangna di usianya yang masih terbilang muda. Semuanya terlihat sangat sempurna, jika saja dia bukan seorang cassanova.

Bermain wanita hanya untuk kepuasan semalam sudah biasa dia lakukan. Alasannya hanya satu, dia tidak pernah mau terikat dengan siapapun. Menganggap jika semua wanita hanya akan menginginkan hartanya, Bayu tidak percaya akan ketulusan cinta.

Hingga suatu malam seorang wanita beranjak naik ke atas ranjangnya, menemani malamnya, memuaskannya, tapi sama sekali tidak meminta bayaran, hal yang membuat Bayu merasa aneh hingga dia cukup penasaran.

Wanita bernama Viona itu menolak kehadirannya, menolak keras untuk tidur kembali dengan Bayu meski pria itu akan membayarnya mahal. Dia memilih untuk pergi dan tidak berurusan dengan Bayu lagi.

"Aku tidak meminta bayaran, karena aku sengaja memanfaatkanmu untuk tidur denganku. Jangan ganggu aku lagi!"

"Sial wanita itu berani sekali menolakku!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nita.P, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tidak Bisa Melupakan

Ketika sampai di depan Perusahaan tempatnya bekerja, Viona ingin segera turun. Tapi tangannya di tahan oleh Bayu, membuatnya menoleh dan menatap pria itu. Bola mata cokelat yang sama persis dengan bola mata milik anaknya, tatapan Bayu yang begitu lekat membuatnya sedikit tidak nyaman.

"Jangan pernah lagi biarkan dirimu dalam bahaya!"

"Iya"

Viona segera turun dari mobil, segera melangkah masuk ke Perusahaan. Semua sikap Bayu padanya benar-benar membuat Viona bingung. Bahkan mereka tidak ada hubungan yang serius, bahkan untuk di sebuah sebagai teman pun rasanya tidak. Tapi sikap Bayu melebihi dari sekadar seorang teman.

"Sebenarnya dia ini kenapa? Kenapa harus memberikan setitik perhatian padaku. Tidak..." Viona langsung menggelengkan kepalanya sendiri, mengusir pikirannya itu. "Itu bukan perhatian Viona, berhenti berharap pada pria seperti dia"

Hari ini cukup melelahkan, bukan hanya tentang pekerjaan saja. Tapi dia yang bertemu Bayu, lalu dia yang harus mendengar cerita anaknya tentang acara sekolah yang harus bersama Ayahnya. Semuanya itu membuat pikiran Viona lelah.

Saat kembali ke rumah, dia hanya diam di sofa sambil menjaga anaknya yang mewarnai buku gambarnya. Pikirannya masih tertuju pada ucapan Velia tentang acara di sekolahnya. Viona tahu jika mungkin guru juga tidak akan memaksa jika memang tidak ada Ayah, bukan hanya anak seperti Velia, tapi mungkin anak yang Ayahnya bekerja jauh juga mungkin tidak akan bisa hadir. Tapi, posisi seperti Velia lebih menyakitkan. Karena dia harus melihat orang lain bersama Ayahnya, sementara dia sendiri tidak tahu dimana Ayahnya.

Viona menatap anaknya dengan mengusap kasar sudut mata yang berair. Sekarang Viona bisa merasakan bagaimana sakitnya menjadi Ibu tunggal yang ternyata tetap tidak mampu menggantikan peran Ayah yang sebenarnya.

"Ibu, kata Sherly Mamanya mau ketemu sama Ibu"

Viona mengerjap pelan, dia menoleh pada anaknya. Cukup tertegun dengan ucapan anaknya itu. "Ma-mau apa Mamanya Sherly bertemu dengan Ibu?"

Viona paling takut jika Tari akan membicarakan hal yang tidak seharusnya pada anaknya. Sementara Viona selama ini selalu menjaga Velia agar tidak tahu tentang masa lalunya. Viona hanya tidak ingin anaknya sedih.

"Vei tidak tahu, tapi kata Mamanya Sherly Ibu berteman dengan Mamanya Sherly"

"Teman?" Viona tersenyum sinis mendengar kata teman. Mungkin dulu dia akan begitu bangga mengakui tentang pertemanan itu. Tapi setelah tahu apa yang Tari lakukan, tentu kata teman itu sudah tidak pantas ada lagi diantara mereka berdua. "Tidak Nak, Ibu tidak berteman dengan Mamanya Sherly. Dan Ibu juga tidak bisa bertemu dengan Mamanya Sherly, Ibu sibuk bekerja. Kamu bilang saja begitu ya"

Beruntung anaknya tidak lagi banyak bertanya, dia hanya mengangguk mengiyakan saja. Viona menghembuskan napas kasar, kembali menatap langit-langit dengan pikiran yang menerawang. Kejadian tadi siang, juga cukup membuatnya kepikiran. Sikap Bayu, setiap kata yang terucap, nada penuh penekanannya itu, semuanya masih teringat jelas bagi Viona. Dan dia masih mempertanyakan kenapa Bayu bersikap seperti itu.

*

Berada Klub Malam, Bayu hanya sibuk minum dan menikmati minumannya. Ranti yang kali ini menemaninya bersama Byan, karena teman-teman Bayu yang lain sudah banyak urusan dengan keluarga mereka.

"Tumben tidak pesan wanita, Bay?" tanya Byan.

Beberapa saat lalu sudah datang seorang wanita dengan pakaian yang seksi membentuk lekuk tubuhnya menghampiri Bayu, namun dengan tegas Bayu menolaknya. Bahkan dia menepis tangan wanita itu yang memegang bahunya. Hal itu tentu membuat Byan maupun Ranti sangat terkejut. Tidak pernah melihat Bayu menolak wanita seperti itu, karena dia adalah pria yang butuh kepuasan semalam, dan berakhir dengan uang tanpa adanya keterikatan apapun. Tapi malam ini, Bayu terlihat berbeda.

"Entahlah, seperti sudah tidak selera lagi"

Byan dan Ranti saling menatap, lalu keduanya tersenyum. Byan langsung mendekat pada Bayu, menepuk bahunya.

"Kau mau berubah? Aku senang jika itu benar terjadi, meski ini akan seperti keajaiban dunia sih. Tapi memang sudah saat kau menemukan keseriusan dalam hidupmu, jangan hanya bermain-main dengan wanita bayaran saja"

Bayu kembali menenggak satu gelas kecil minuman di atas meja, rasa panas membakar terasa di tenggorokannya, tapi menimbulkan candu untuk terus meminumnya.

"Sudah lebih dari 5 tahun, dan aku pikir seharusnya semua kembali seperti semula. Aku yang tidak pernah mengingat lagi wanita yang pernah tidur denganku. Semuanya mutlak hanya kepuasan semalam dan berakhir dengan uang tanpa keterikatan. Tapi ... dia berhasil mematahkan semua itu"

Byan dan Ranti kembali saling melempar senyum, seperti keduanya senang melihat Bayu seperti ini. Melihat sahabat mereka yang mulai menemukan titik terang dalam perjalanan hidupnya.

"Setelah hampir 6 tahun, dan kau masih tidak bisa melupakannya. Itu artinya kau dan dia bukan hanya tidur untuk sebuah kepuasan saja Rangga. Lihatlah, biasanya kau tidak pernah mengingat lagi wajah wanita yang sudah tidur denganmu, tapi dengan dia bahkan ingat sampai bertahun-tahun" ucap Ranti.

Bayu mengangguk pelan, semakin hari dia semakin memikirkan perasaannya sendiri. Seperti semuanya sudah terlanjur terjadi, dia tidak bisa melupakan Viona, meski sudah sering berusaha. Hampir 6 tahun adalah bukti jika dia tidak sepenuhnya bisa melupakan.

"Jadi, sekarang saatnya kau berhenti bermain wanita dan pastikan perasaanmu terhadap dia. Kalau memang kalian mempunyai perasaan yang sama, maka kau harus membuat dia mau menerimamu yang ya... kau paham sendiri bagaimana masa lalu kamu tidak mudah di terima setiap orang" ucap Byan.

Bayu kembali mengambil segelas minuman, meminumnya. "Sial, kenapa wanita itu mengganggu sekali pikiranku?"

"Dia yang berhasil mematahkan kepercayaanmu tentang wanita. Karena tidak semua wanita sama" ucap Ranti.

Dan Bayu hanya terus minum, tidak banyak berpikir lagi karena sudah mulai lelah mencoba melupakan apa yang ingin dia lupakan. Tapi akhirnya malah tetap saja dia tidak bisa melupakan Viona.

*

Pagi ini Viona sengaja mengantar anaknya ke sekolah, sekalian dia ingin berbicara dengan Guru Velia tentang acara minggu depan itu.

"Tidak papa Mam, kalau memang Papanya Velia tidak bisa hadir, bisa kok Mam saja yang datang"

Viona tersenyum, sebenarnya dia hanya berbohong jika Ayahnya Velia bekerja jauh. Karena Viona juga tidak mungkin menjelaskan yang sebenarnya.

"Baik Bu, terima kasih"

Viona mulai merasa lega, dia pergi keluar sekolah. Menunggu taksi yang dia pesan, memang sengaja datang paling pagi agar bisa berbicara dulu dengan Guru.

Lalu, sebuah mobil berhenti di dekatnya, seorang anak perempuan turun dari mobil itu. Viona sudah ingin pergi karena tahu jika Sherly yang turun dari mobil itu, maka di dalamnya juga pasti ada Tari.

"Hallo Ibunya Velia"

Baru saja Viona ingin melangkah pergi, tapi sapaan sopan dan penuh ceria dari anak kecil tidak berdosa itu membuatnya urung untuk pergi. Viona tidak bisa membenci anak yang tidak berdosa ini, meski sebenarnya orang tua anak ini adalah sumber kehancurannya.

"Iya Nak"

"Hari ini aku di antar Papa"

"Papa?" Dada Viona langsung bergemuruh, menatap ke arah pria yang baru saja turun dari mobil. "Mas Dani?"

"Viona?"

Bersambung

Mohon bersabar Readers yang budiman.. Ada waktunya Bayu bertemu dengan Velia. Yang sabar dong, orang sabar di sayang author..Eh, di sayang Tuhan.

1
Ihda Rozi
lanjut 💪
olyv
lanjut thor
Isna Wati
Bayu falling love
Nurul
kyknya kudanil
anonim
yang di tunggu2 velia ketemu bayu
Nessa
semoga yang muncul itu bayu ayah mu vei 🤭🙏🏼
Nessa
Wkwkwk vio vio kalo kamu tau siapa pemilik restoran mahal itu auto shock g tuh 😂🤭
Nessa
anakmu dari hongkong dani 🙄🤣
Mita Paramita
lanjut Thor double up 🔥🔥🔥
please
Sri Widiyarti
aduh kak jadi penasaran ...
MamDeyh
Dih ngapain loe ngaku2 jd bpknya Vei... Gk malu😒
Oma Gavin
akhirnya ketemu juga bayu sama velia dan viona ngga bisa ngeles bayu lebih pinter dan berkuasa dari pada velia diambil darimu lebih baik manut saja
Bu Dewi
penasaran suara siapa itu..? 😍😍😍😍
up lagi donk kk🙏
olyv
Wkwkwk mantan auto syok liat vio sudah punya anakan
Rahmat Zakaria
dah mas Bayu si paling uhuy dr mas Dani
Indriani Kartini
lama bngt Thor ketemunya sama bayu
Nessa
jangan lama2 y thor udah 6 tahun lohh.. ingin secepatnya vio dan velia bahagia
Oma Gavin
malah ketemu mantan lucknut nasibmu viona semoga bayi kebetulan juga lewat situ biar tambah seru
Ihda Rozi
lanjut
Atik R@hma
lama kok ka,cpetsn di pertemukan papa bayu🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!