NovelToon NovelToon
LENTERA SERAPHINE

LENTERA SERAPHINE

Status: sedang berlangsung
Genre:Obsesi / Diam-Diam Cinta / Cinta pada Pandangan Pertama / Percintaan Konglomerat / Anak Genius / Cintapertama
Popularitas:70
Nilai: 5
Nama Author: pupybear

Dunia terlalu kejam untuk dia yang hanya terus menangis.
Bumi ini sangat jahat untuk wanita yang hanya mengandalkan dirinya sendiri, berbekalkan keberanian dan tekad untuk bisa bertahan hidup di tengah tengah gempuran kesulitan.

Haeyla Seraphine layak mendapatkan kemenangan atas hidup nya, cinta dan ketulusan layak untuk dia menangkan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon pupybear, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bagian 5.

Malam yang seharusnya menjadi malam yang asik dan bahagia untuk Haeyla berubah menjadi malam yang paling dia benci.

Aku harus datang ke rumah Cila, aku harus jelasin semua ke dia, aku gak akan biarin dia salah paham soal semua ini, kita gak boleh seperti ini Cil, kamu satu satunya sahabat yang aku punya Cila.

Haeyla berjalan sambil menangis menuju rumah Cila.

Rumah Cila pukul 23:00

" Cila buka pintunya ini aku, aku Haeyla, buka Cil, kita harus bicara, kamu harus dengerin penjelasan aku Cil, aku mohon Cil. " Teriak Haeyla sambil mengetuk pintu Cila.

Apaan banget sih tu orang, sumpah gue gak akan mau pernah temenan sama orang kaya lo lagi La, gak nyangka gue lo munafik La, sampe kapan juga gue gak akan bukain pintu buat lo.

Hujan turun sangat deras malam itu, namun Haeyla masih menunggu Cila membukakan pintu untuk nya, namun Cila tak kunjung keluar untuk menemui dirinya.

" Ayo pulang La, nanti lo sakit. " Divo memegang tangan Haeyla untuk mengajak nya pulang.

" Enggak, kamu ngapain disini?, ini bukan urusan kamu, aku gak akan pergi sebelum Cila buka pintu. "

" Ayo pulang, kalau dia memang sahabat lo, dan dia sayang sama lo, dia pasti akan dengar penjelasan dari lo, biarin dia sendiri dulu, ayo gue anter lo pulang. "

" Pergi Divo, kamu gak akan ngerti kondisi ini."

Tanpa izin dan basa basi Divo langsung menggendong Haeyla untuk masuk ke dalam mobil milikknya.

" Apa yang kamu lakuin?, kamu udah gila ya? "

" Gue gila karena lo Haeyla. " Divo menyalakan mobilnya dan kemudian melaju menuju rumah Haeyla.

Sepanjang jalan Haeyla hanya menangis dan melamun.

" Kalau memang lo berdua sahabat, pasti lo berdua bakal baikan, kalau dia sayang sama lo dia pasti akan dengar penjelasan lo, dia juga gak akan bisa lama lama diem dieman sama lo, percaya sama gue, gak perlu lo nangis bombay begini. "

Haeyla hanya diam setelah mendengar kata kata Divo barusan, seluruh tubuh Haeyla basah karena air hujan yang sangat deras.

Rumah Haeyla pukul 01:00

Divo hendak menggendong Haeyla kembali namun di tolak oleh Haeyla.

" Aku bisa sendiri, makasih udah antar aku sampe depan rumah. "

" Simpan air mata lo untuk kebahagian, bukan kesedihan Haeyla. " Divo berlalu pergi meninggalkan rumah Haeyla.

Ma aku kangen sama mama, aku pengen peluk mama rasanya, aku juga kangen sama papa, aku benar benar merasa sendiri sekarang ma, pa.

Haeyla ingin menelpon mama nya namun tidak tersambung terus menerus.

Mama kemana ma?, aku lagi butuh mama untuk tempat aku cerita, ma aku capek ma, aku mau di peluk sama mama.

Kesedihan Haeyla kali ini benar benar nyata, dia sangat sayang dengan Cila, dia sudah anggap Cila seperti keluarga nya sendiri, tapi hanya karena sebuah kesalah pahaman semua jadi berantakan seperti ini.

Pukul 06:30

Mata aku sembab banget, ini pasti karena nangis tadi malam deh, gimana cara nutupin nya ya?, yaudalah biarin aja, gak bisa di apa apain juga.

Warung Bu Atih.

" Pagi mbak. Mbakl lagi sakit ya?, atau habis nangis?, matanya sembab begitu? "

" Enggak papa kok bu, begadang nonton film tadi malam. " alasan Haeyla.

Sarapan pagi ini rasanya seperti menelan duri, apapun yang di telan terasa begitu sakit, sama sekali tidak ada kenikmatan.

" Bu, maaf kayanya saya gak habis nasi nya, maaf ya bu. "

" Oh iya mbak, gapapa. "

" Itu uang nya bu, saya pergi dulu. "

Setelah sarapan Haeyla langsung menuju sekolah nya, dia berharap hari ini Cila mau mendengarkan nya.

Semoga Cila mau mendengar penjelasan aku kali ini, kalau engga yasudah, aku cuma bisa nunggu dia tau yang sebenarnya.

" Jiji banget ya kalau punya temen yang munafik, kalian pernah gak punya temen begitu? " ucap Cila menyindir Haeyla yang sedang berjalan di depan nya.

" Cila, aku mau bicara. "

" Gak sudi gue, pergi lo sana. " mendengar itu Haeyla hanya berlalu pergi meninggalkan Cila dan teman teman lainnya.

Sepertinya dia belum mau mendengarkan penjelasan dari aku, yasudah kalau begitu, biar nanti Cila tahu sendiri alasan yang sebenarnya.

" La, tunggu. " Haeyla tahu benar itu suara Arbian, jadi dia hanya berlalu pergi.

" Tunggu La, kamu boleh marah sama aku, kamu boleh pukul aku, tapi jangan suruh aku jauhin kamu. "

" Aku buru buru, mau ke perpustakaan. "

" Dengar La, kita gak bisa begini, ini bukan salah kamu dan ini salah aku, jadi biar aku yang beresin semuanya, tapi tolong jangan suruh aku jauhin kamu. "

" Arbian please, biarin aku sendiri, please. "

Arbian pun melepas tangan Haeyla dan membiarkan nya pergi.

Loteng sekolah.

Aku capek banget tuhan, tolong segera akhiri semua ini, apa sekali aja aku gak pantes untuk bahagia?.

" Kamu pantas La. " Suara berat itu lagi.

" Divo, kamu ngapain disini? "

" Aku tau kamu pasti akan ke loteng untuk nenangin diri. "

" Tinggalin aku sendiri please. "

" Enggak, nanti kamu bunuh diri lagi. "

Entahlah rasanya sudah tidak ada energi untuk meladeni Divo lagi.

Haeyla hanya duduk memandangi langit yang cerah pagi itu, matanya tampak sayu dan tak berbinar seperti biasanya, senyum manis nya bahkan sama sekali tidak terlihat pagi ini.

" Mau cabut La? "

" Apaan kamu? "

" Ayo, biar kamu tenang. "

" Aku gak perlu hal hal yang seperti itu. "

Hampir 20 menit Haeyla dan Divo berada di loteng dan hanya berdiam diri.

" Kamu pergi aja sana. "

" Ini tempat umum, semua orang bebas ada disini. "

" Oke. "

Kasihan kamu La, wajah indah dan cantik itu lagi lagi hanya menampilkan kesedihan, tuhan kalau boleh aku minta tolong buat wanita satu ini segera mendapatkan kebahagian nya. ( batin Divo).

" Aku mau ke kelas dulu. "

Haeyla pergi meninggalkan Divo .

Baru saja Haeyla ingin masuk ke kelas, tempat duduk nya sudah di tukar oleh Cila, sekarang Haeyla duduk di belakang seoranf diri.

" Lo duduk di belakang, gue gak sudi duduk sama orang munafik kaya lo. "

" Oke. "

Haeyla hanya menjawab seadanya, karena apapun yang dia katakan Cila tetap tidak akan mendengarkan.

" Muka tembok banget lo ya! " ucap salah satu murid

" Lo yang muka tembok cebol, lo gak tau kejadian nya jangan nge bacot. " sahut Bento.

" Udah jangan di perpanjang Ben. "

Arbian datang ke kelas Haeyla untuk memastikan keadaan Haeyla.

" Haeyla, kamu duduk di belakang? "

" Bener kan yang gue bilang, emang aslinya begini. "

" Stop ya Cila, ini udah keterlaluan, kalau mau marah kamu bisa marah sama aku buka Haeyla. "

" Cocok kalian udah, sama sama munafik."

" Cut of Cila La, bukan temen yang baik dia, gak pantes jadi sahabat lo. " Bento menyela pembicaraan Arbian dan Cila.

Bersambung.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!