NovelToon NovelToon
Istri Cerdik Pak Kades

Istri Cerdik Pak Kades

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa pedesaan
Popularitas:4.5k
Nilai: 5
Nama Author: habbah

Arum, seorang sarjana ekonomi yang cerdas dan taktis, terpaksa menikah dengan Baskara, Kepala Desa muda yang idealis namun terlalu kaku. Di balik ketenangan Desa Makmur Jaya, tersimpan carut-marut birokrasi, manipulasi dana desa oleh perangkat yang culas, hingga jeratan tengkulak yang mencekik petani.

Baskara sering kali terjebak dalam politik "muka dua" bawahannya. Arum tidak tinggal diam. Dengan kecerdikan mengolah data, memanfaatkan jaringan gosip ibu-ibu PKK sebagai intelijen, dan strategi ekonomi yang berani, ia mulai membersihkan desa dari para parasit. Sambil menata desa, Arum juga harus menata hatinya untuk memenangkan cinta Baskara di tengah gangguan mantan kekasih dan tekanan mertua.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon habbah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 25: Audit dari Kegelapan

Dini hari di sebuah atol terpencil di Kepulauan Seribu. Kapal Navasari-01 bersandar di balik tebing karang yang curam, tersembunyi dari jangkauan radar konvensional. Di dalam perut kapal yang kini remang-remang, Arum bekerja dalam kesunyian yang mencekam. Ia bukan lagi Arum sang Istri Kades; ia adalah entitas tanpa nama yang menghuni ruang-ruang kosong di antara baris kode dunia.

"Rum, tim Navasari di darat sudah menerima sinyal enkripsi kita," Baskara berbisik, seolah-olah suara keras bisa memicu deteksi satelit. "Mereka bergerak di bawah radar. Marno sudah mengamankan server fisik di Balai Desa sebelum agen pemerintah datang menyita."

Arum mengangguk tanpa mengalihkan pandangan dari monitor. "Bagus. Karena 'Protokol Reset' bukan sekadar rencana. Ini adalah bom waktu digital. Lihat ini, Mas."

Arum menunjukkan arsitektur serangan yang disiapkan oleh The Infinite 00. Mereka tidak menyerang dengan virus tradisional. Mereka menyuntikkan "Audit Beracun" ke dalam sistem kliring bank sentral dunia. Sistem ini dirancang untuk membuat setiap transaksi yang sah terlihat seperti pencucian uang, memicu pemblokiran otomatis secara masif di seluruh planet.

"Jika ini aktif, dalam 24 jam, seluruh perdagangan dunia akan macet. ATM akan mati, gaji tidak bisa dibayar, dan rantai pasokan makanan akan putus," jelas Arum. "Di tengah kekacauan itu, Abyssal Corp akan muncul sebagai 'penyelamat' dengan mata uang digital mereka sendiri yang sudah mereka kontrol penuh."

"Kita harus menghentikannya sebelum trigger-nya ditekan," Baskara mengepalkan tangan. "Tapi bagaimana? Kita bahkan tidak punya identitas untuk masuk ke sistem pemerintahan."

"Kita tidak masuk lewat pintu depan, Mas," Arum menyeringai tipis. "Kita akan melakukan Audit Inversi. Selama ini auditor mencari kesalahan di dalam sistem. Sekarang, aku akan memasukkan kesalahan yang begitu besar ke dalam algoritma The Infinite 00 sehingga mereka terpaksa melakukan reboot pada sistem mereka sendiri."

Arum mulai menyusun strategi "Hantu dalam Mesin". Ia menggunakan identitas digital dari para pejabat korup yang ia curi di bab sebelumnya. Dengan identitas itu, ia memicu rangkaian "transaksi bunuh diri" di dalam dompet kripto Abyssal Corp.

"Aku sedang membakar uang mereka, Mas. Dan dalam dunia mereka, uang adalah oksigen. Saat mereka sibuk memadamkan api di dompet mereka, mereka akan membuka celah di protokol keamanan 'Reset' untuk menyelamatkan aset mereka."

Tiba-tiba, monitor Arum bergetar. Sebuah pesan video muncul. Bukan teks, melainkan visualisasi wajah yang terus berubah—gabungan dari ribuan wajah manusia yang dihasilkan oleh AI.

"Arum... kau adalah variabel yang tidak terduga. Kau memilih untuk menjadi hantu daripada menjadi menteri. Tapi hantu tetap membutuhkan rumah. Kami baru saja mengirimkan koordinat kapal ini ke armada pembersih. Kau punya sisa waktu sepuluh menit sebelum tempat ini menjadi abu."

Arum tidak panik. Ia justru tertawa kecil. "Sepuluh menit? Itu waktu yang terlalu lama bagi seorang auditor yang sudah tahu hasil akhirnya."

Arum menekan tombol Enter terakhir. Ia tidak mencoba lari. Sebaliknya, ia menyambungkan koneksi satelit kapal langsung ke stasiun televisi nasional yang sedang menyiarkan berita pagi.

"Mas, siapkan kamera. Jika kita harus hilang, pastikan dunia melihat siapa yang menghapus kita."

Arum berdiri di depan kamera kecil di laptopnya. Wajahnya yang kelelahan namun tegas muncul di jutaan layar televisi di seluruh Indonesia, memotong siaran berita.

"Nama saya Arum. Saya tidak lagi memiliki catatan sipil, tapi saya memiliki bukti. Apa yang Anda lihat di layar di samping saya adalah daftar orang-orang yang sedang bersiap mematikan tabungan Anda besok pagi..."

Wajah Arum yang terpampang di jutaan layar televisi dan ponsel di seluruh negeri menciptakan keheningan massal. Di pasar-pasar, di gedung perkantoran, hingga di dalam angkutan umum, orang-orang terpaku melihat seorang wanita dengan latar belakang ruang mesin kapal yang remang-remang, membongkar anatomi kiamat finansial yang sedang mengintai mereka.

"Mereka menyebutnya 'Protokol Reset'," suara Arum terdengar jernih tanpa getaran. "Besok pagi, Anda akan bangun dan menemukan saldo bank Anda nol atau akun Anda dibekukan. Mereka akan menyalahkan kegagalan sistem, tapi sebenarnya, itu adalah pencurian terstruktur untuk mengganti kedaulatan ekonomi kita dengan kendali korporasi global."

Di layar sebelah Arum, data mengalir dengan kecepatan tinggi: nama-nama perusahaan cangkang, nomor rekening rahasia, dan kode perintah eksekusi yang dijadwalkan aktif pada pukul 08.00 pagi esok hari.

"Rum, tiga menit lagi!" Baskara berseru dari kursi navigator. Radar menunjukkan tiga titik panas meluncur cepat dari arah Utara. Rudal kendali udara-ke-permukaan.

Arum tidak bergeming. Jari-jarinya masih menari di atas keyboard, melakukan apa yang ia sebut sebagai Audit Penghancuran Diri (Self-Destruct Audit). Ia tidak mencoba menghapus virus musuh; ia justru mempercepat prosesnya namun mengalihkan targetnya.

"Jika kalian ingin melakukan reset, mari kita lakukan dengan adil," gumam Arum.

Ia menyuntikkan perintah balik yang mengunci seluruh aset digital milik The Infinite 00 ke dalam deposit yang tidak bisa dicairkan selama 99 tahun. Arum mengubah "bom waktu" mereka menjadi "penjara waktu" bagi harta mereka sendiri.

"Arum, lepaskan koneksinya! Kita harus melompat!" Baskara menarik lengan Arum tepat saat suara desingan rudal mulai memecah udara.

"Tunggu, satu detik lagi... Sent!"

Arum mengirimkan paket data terakhir bukan ke media, melainkan ke sistem kendali satelit militer yang telah ia retas celah keamanannya. Ia memaksa satelit tersebut untuk melakukan pengambilan gambar resolusi tinggi di koordinat kapal mereka saat ini.

BOOM!

Ledakan pertama menghantam sisi tebing atol, mengirimkan hujan batu ke geladak Navasari-01. Arum dan Baskara melompat ke laut tepat saat rudal kedua menghantam ruang mesin kapal.

Dari dalam air yang dingin dan gelap, Arum melihat kapal kebanggaannya meledak menjadi bola api raksasa. Namun, di atas sana, di orbit bumi, satelit yang ia "perintah" telah merekam segalanya: identitas pesawat penyerang, koordinat peluncuran, dan bukti bahwa otoritas tertentu telah menyerang warga sipil di wilayahnya sendiri.

Arum muncul ke permukaan, terengah-engah di samping Baskara yang mendekap tas kedap air berisi cadangan data terakhir. Mereka terapung di tengah samudra yang gelap, menyaksikan sisa-sisa kapal mereka tenggelam ke dasar laut.

"Rum... identitas kita hilang, kapal kita hancur," bisik Baskara di tengah deburan ombak. "Apa kita masih punya sesuatu?"

Arum menyeka air laut dari wajahnya. Di pergelangan tangannya, sebuah jam tangan pintar khusus berkedip hijau. Transmisi ke TV nasional tadi tidak terputus karena ledakan; ia telah memindahkannya ke protokol relay otomatis.

"Kita punya suara rakyat sekarang, Mas," jawab Arum. "Dan di dunia yang digitalnya sedang hancur, suara manusia adalah satu-satunya audit yang tidak bisa dipalsukan."

Di daratan, gelombang protes mulai pecah. Orang-orang mulai mendatangi bank dan kantor pemerintahan, bukan untuk merusak, tapi untuk menuntut penjelasan atas data yang dibongkar Arum. "Protokol Reset" yang seharusnya menjadi senjata musuh, kini menjadi bumerang yang menghancurkan kredibilitas para penguasa bayangan tersebut.

Arum dan Baskara berenang menuju daratan kecil yang tak jauh dari sana. Mereka mungkin hantu di dalam sistem, tapi mereka adalah hantu yang baru saja menyalakan lampu di ruangan yang paling gelap.

1
Wanita Aries
keren thor
Wanita Aries
seruu dan menegangkan
Wanita Aries
keren thorr
Wanita Aries
seruuu thor
Wanita Aries
mampir thorrr
Chelviana Poethree
ijin mampir thor
piah
bagus ..
menegangkan ..
Agustina Fauzan
ceritanya seru dan d
Agustina Fauzan
ceritanya seruuu...tegang...

lanjut thor..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!