NovelToon NovelToon
Diam-diam Hamil Anak Mantan

Diam-diam Hamil Anak Mantan

Status: sedang berlangsung
Genre:One Night Stand / Hamil di luar nikah / Peran wanita dan peran pria sama-sama hebat / Mantan / Romansa / Cintapertama
Popularitas:6.1k
Nilai: 5
Nama Author: Puji170

Karena cinta tak direstui orang tuanya, Sonya merelakan keperawanannya untuk Yudha, lelaki yang sangat ia cintai. Namun hubungan itu harus berakhir karena Sonya akan segera dijodohkan dengan Reza.

Setelah malam panas itu, Sonya justru diusir dari rumah dan berakhir hamil anak Yudha. Ia ingin kembali pada Yudha, tetapi lelaki itu sudah pergi ke luar negeri.

Saat Sonya bertekad membesarkan anak itu seorang diri, takdir kembali mempermainkannya. Anak tersebut menderita kanker darah dan membutuhkan donor sumsum tulang belakang dari ayah kandungnya.

Apa yang akan dilakukan Sonya. Kembali pada Yudha demi kesembuhan sang anak, atau pergi ketika Yudha kembali ke Indonesia dengan seorang anak laki laki dan calon istrinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Puji170, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 29

“Jadi, ini alasan kamu selama ini menolakku?” Pertanyaan itu meluncur dari bibir Reza dengan suara serak. Tatapannya kosong, menyimpan kepedihan yang tak terucap, seolah sedang berbicara dengan dirinya sendiri.

Keduanya duduk di salah satu bangku sudut taman dekat kantor Yandex Corp. Angin sore menerpa lembut, membawa aroma dedaunan basah setelah hujan. Sonya memalingkan wajah, tak sanggup menatap kedua mata Reza yang tajam, seperti menguliti setiap lapisan pertahanannya. Ia hanya menatap lurus ke depan, mencoba mengabaikan kegelisahan yang mulai merambat di tubuhnya.

Sonya tahu, setelah perjodohan mereka batal bertahun-tahun lalu, Reza terus mencarinya. Hingga, tiga tahun lalu, mereka bertemu kembali secara kebetulan. Namun, semuanya sudah berubah. Ia tak mampu menerima perasaan Reza lagi.

“Reza…” Sonya akhirnya membuka suara. Suaranya lirih, hampir tak terdengar. “Kamu lelaki baik. Aku percaya, kamu akan menemukan wanita yang jauh lebih baik dariku.”

Reza tertawa kecil, getir. “Itu alasan yang terlalu klise, Son.”

Sonya terdiam, meremas ujung bajunya untuk menahan gemetar di tangannya. Napasnya berat, seperti ada beban yang menyesakkan dadanya. Akhirnya, ia menoleh sedikit, sekilas saja, cukup untuk menangkap raut wajah Reza yang penuh luka.

“Lalu apa yang harus aku katakan, Za?” ucapnya pelan, nyaris seperti bisikan. “Keluarga Rafael juga ingin menantu yang sepadan. Kamu lihat aku sekarang?” Ia menunjuk dirinya sendiri dengan senyum getir. “Aku bukan Sonya yang dulu. Bahkan jika kamu bilang setiap orang punya masa lalu, tetap saja… hubungan kita, kalau diteruskan, hanya akan memperbesar jurang antara kita dan keluarga. Kamu tahu aku sudah menghancurkan keluargaku dulu. Apa kamu ingin aku menghancurkan keluargamu juga sekarang?”

Reza tak menjawab. Hanya tatapannya yang mengeras. Namun, di balik itu, ada kepedihan yang dalam. Sonya menggigit bibirnya, berusaha menahan air mata yang menggenang di pelupuk matanya.

“Kamu mungkin bisa bilang kamu siap mengorbankan semuanya untuk aku. Tapi aku…” suaranya pecah, bergetar. “Aku tidak pantas untuk itu, Za. Aku tidak ingin jadi alasan kamu kehilangan semua yang penting dalam hidupmu.”

Reza menunduk, menghela napas panjang. Ia ingin membantah, ingin berteriak bahwa ia tidak peduli, bahwa ia hanya ingin bersamanya. Namun, kata-kata itu tertahan di tenggorokannya. Sebaliknya, ia hanya berdiri di sana, diam, membiarkan keheningan menyelimuti mereka.

Sonya bangkit dari bangku yang sejak tadi menjadi sandaran kegundahannya. Dengan tarikan napas panjang, ia mengumpulkan sisa keberanian untuk melangkah pergi sebelum semuanya menjadi semakin sulit. “Maaf, Za,” ucapnya pelan, hampir tak terdengar. Namun, kata-kata itu cukup untuk menusuk hati Reza.

Tanpa menunggu jawaban, Sonya berbalik dan mulai melangkah menjauh. Namun, baru beberapa langkah, suara Reza menghentikannya.

“Jadi, Yudha adalah—”

“Dia mantanku,” potong Sonya tanpa menoleh sedikit pun. Suaranya tegas, tetapi ada kepedihan yang sulit disembunyikan. “Cinta pertama… hingga saat ini.”

Reza terpaku, tubuhnya mulai menegang. Nama itu tak lain Yudha. Rekan kerjanya. Orang yang selama ini ia hormati. Pria yang meninggalkan Sonya di tengah beban hidup yang berat. Yudha, yang membiarkan Sonya berjuang sendiri, bahkan menanggung biaya pengobatan anak mereka hingga hampir menguras segalanya.

Jari-jari Reza mengepal erat, kemarahan mengalir ke setiap pori-porinya. Tanpa banyak bicara, ia berbalik, melangkah lebar-lebar dengan tekad bulat, ia harus menemui Yudha dan memberinya peringatan yang pantas.

Namun, langkahnya terhenti tiba-tiba. Di depannya, seorang wanita berdiri santai, asyik memainkan kuku-kukunya yang berkilau.

“Apa kamu akan menemui calon suamiku?” tanya wanita itu, nadanya datar, tapi penuh sindiran.

“Minggir,” perintah Reza dingin, tanpa basa-basi.

Wanita itu mengangkat alis, masih sibuk dengan kukunya. “Hanya karena wanita itu, kamu akan membuat Yudha marah?” tanyanya dengan nada menggoda. Rupanya, ia telah memergoki percakapan di taman tadi, entah secara kebetulan atau memang disengaja.

Reza menahan napas, emosinya perlahan mereda ketika kata-kata wanita itu mulai merasuk pikirannya. Calon suami?

“Kamu calon istri Yudha?” tanyanya. Nada suaranya penuh ketidakpercayaan.

Wanita itu, yang ternyata bernama Serly, mengangkat bahu santai. “Kenapa? Kamu nggak percaya?”

“Kamu tahu calon suamimu punya hubungan dengan wanita lain, dan kamu masih asyik dengan kukumu itu?” tanya Reza tajam, frustrasi mulai merayap dalam nada suaranya.

“Lalu aku harus apa?” Serly tersenyum tipis, hampir seperti mengejek. “Tenang saja. Kak Yudha cuma main-main. Setelah rasa penasarannya hilang, dia pasti akan meninggalkan mantannya. Kamu tahu, kan, bagaimana cara memungut sampah?”

Reza menegang. “Kamu—”

Serly menarik sudut bibirnya, senyumnya semakin licik. Ia tahu caranya memanfaatkan emosi seseorang. Reza, yang sudah berada di puncak amarah, kini seperti api yang disiram bensin.

“Pergilah,” lanjut Serly dengan nada licik. “Lindungi dia. Jadilah perisainya. Kalau tidak, mungkin Sonya akan merasakan sakit yang lebih parah. Kamu nggak mau itu terjadi, kan?”

Dada Reza naik turun setelah mendengar kalimat demi kalimat yang diucapkan Serly. Ia pun tidak lagi meladeni Serly dan bergegas menuju ruang kerja Yudha. Sementara itu, Serly menatap punggung lebar itu yang semakin menjauh sambil melambaikan tangan kecilnya.

“Aku tidak perlu membuat banyak pergerakan, cukup memanfaatkan situasi dan menunggu pertunanganku segera terlaksana,” ucap Serly. Lalu, ia melangkah pergi sambil berteriak, “Arya!”

***

Reza mendorong pintu ruang kerja Yudha dengan keras, hingga daun pintu itu membentur dinding. Napasnya berat, dadanya naik turun menahan amarah yang siap meledak. Di balik meja kerja, Yudha hanya melirik sekilas dengan wajah santai, seolah tidak terganggu sama sekali oleh kehadiran Reza yang penuh emosi.

“Pak Reza, ada yang bisa saya bantu?” tanyanya tenang, bahkan dengan sedikit senyum di sudut bibirnya.

Reza mengepalkan tangannya di sisi tubuh, berusaha keras menahan diri. “Tidak perlu basa-basi. Kamu tahu kedatanganku ke sini bukan untuk membahas pekerjaan.”

“Oh?” Yudha menyandarkan punggungnya di kursi, melipat tangan di dada. “Maksud Pak Reza ingin membahas… masalah pribadi?” Ia berhenti sejenak, menatap Reza tajam, lalu menambahkan dengan nada santai, “Sonya?”

Nama itu, diucapkan begitu enteng, seperti sengaja menyulut bara. Mata Reza membara. Ia melangkah maju, tangannya mengepal sempurna. Rasa marah bercampur dengan rasa terluka yang mendalam membuatnya sulit berpikir jernih.

“Kamu jangan mempermainkan dia!” suara Reza menggema di ruangan itu, penuh dengan nada peringatan.

Namun Yudha hanya tersenyum tipis, seperti seseorang yang tahu dia memegang kendali. “Mempermainkan?” ujarnya ringan. “Sonya sendiri yang lebih suka permainan, Pak Reza. Kamu tahu itu. Ah, ini mengingatkanku pada sebuah definisi. Akhirnya, yang serius selalu kalah dengan yang main-main.”

“Yudha!” suara Reza meledak, penuh amarah, hampir seperti raungan.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!