"Anak ku hilaaaaang, kemana anak ku pergi?"
Beberapa waktu terakhir ini banyak anak anak dan juga orang tua mati tenggelam, mereka di temukan bila sudah empat atau tiga hari di dalam air sehingga keadaan tubuh sudah mengembung.
Sebelum tenggelam ada yang bilang bahwa mereka berjalan dengan pandangan kosong, mereka tidak di makan buaya karena tidak ada gigitan di tubuh mereka.
Apa yang membawa mereka kedalam air?
mungkin kah ada sebuah misteri sehingga mereka semua meninggal di dalam air?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 5. Hilang lagi
"Jadi kau membantu mereka mencari mayat Maya?" Purnama menatap adik bungsu nya.
"Ya, aku membantu karena mereka semua sudah sibuk." angguk Nolan sambil memakan nasi.
"Kau membantu karena mereka sibuk atau karena naksir seseorang?" tanya Arya pula.
"Aku punya belas kasih ya, yang harus kalian tau adalah tanjung sembilan itu punya aura yang sangat kuat." tegas Nolan pula.
"Ada penunggu Tanjung itu?" Purnama bertanya penasaran.
"Ya, tapi aku tidak tau secara pasti karena dia tidak mau menampakan diri." jelas Nolan pula.
"Tapi bukankah bisa di bilang baik bila dia memang penunggu tempat itu, sebab selama ini orang yang tenggelam maka selalu di temukan pada Tanjung sembilan." ujar Arya pula.
Nolan tampak berpikir mendengar ucapan Arya karena memang selama ini orang yang mati tenggelam maka mereka akan di temukan pada Tanjung sembilan itu, sehingga bisa diartikan bahwa Tanjung sembilan sedikit memberi bantuan kepada manusia karena mayat ketemu di sana tanpa harus terbawa arus yang lebih jauh lagi.
Sebab bila sudah melewati Tanjung sembilan maka pasti nanti akan sampai di laut lepas karena itu adalah perbatasan antara sungai dan juga laut, sudah sampai laut maka dapat dipastikan mayat tidak akan pernah bisa untuk ditemukan lagi secara utuh karena banyak ikan yang ada di laut itu.
Jadi kesimpulan Arya ada benarnya juga bahwa penunggu yang ada di Tanjung sembilan mungkin saja memiliki sedikit kebaikan sehingga dia menahan para mayat yang akan segera hanyut, tapi tidak bisa mereka juga langsung mengatakan bahwa itu benar karena takut nanti ternyata penunggu itu memiliki maksud yang lain di dalam hati.
Yang jelas Nolan memang merasakan ada penunggu kuat di Tanjung itu, tapi dia tidak bisa menebak itu iblis jenis apa dan bagaimana bentuk nya, yang dia rasakan saat itu hanya aura nya saja dan bentuk masih belom bisa di pastikan dengan benar karena dia tidak mau menampakan diri.
"Aku curiga sih kalau dia bisa saja penunggu yang jahat." Maharani datang menyambung.
"Ah sok tau, kau saja belum pernah kok ketemu sama iblis itu." Nolan langsung tidak terima.
"Heh sialan, aku ini menebak karena tidak mungkin juga iblis baik yang mau menampung mayat!" bentak Maharani langsung naik darah.
Nolan seketika terdiam karena memang jarang ada iblis yang mau menampung mayat manusia, kecuali dia punya maksud tertentu maka pasti dia akan mau menerima karena dia punya tujuan sendiri, Maharani sudah hapal dengan tabiat iblis yang seperti itu karena dia juga adalah mantan iblis jahat ketika masih jadi kuntilanak kemarin.
"Sudah lah tidak usah debat masalah itu karena kita juga tidak ada urusan." cegah Purnama.
"Kakak tidak mau menyelidiki soal tanjung sembilan?" tanya Nolan lagi.
"Tidak dulu, aku sudah tidak ada niat untuk mencari masalah yang tidak jelas." tolak Purnama langsung.
"Aku ingin istirahat dan tidak mau cari masalah, sudah istirahat saja dulu aku lelah ini." Arya juga menolak.
Nolan hanya bisa menarik nafas berat karena memang teman pun sudah tidak ada yang mau untuk diajak kerjasama untuk menyelidiki tentang Tanjung sembilan itu, dia juga tidak akan pernah mau bila hanya bekerja sendiri karena nanti yang ada hanya akan sengsara dan Purnama pasti akan lepas tangan.
"Sudah lah tidak usah kau pikirkan soal itu karena belum tentu juga penunggu Tanjung sembilan yang membuat para manusia tenggelam." Purnama berkata sambil melangkah pergi.
"Ya sudah kalau begitu aku tidak akan memikirkan hal itu lagi, aku kira kalian mau menyelidiki tentang Tanjung sembilan itu." angguk Nolan pelan.
"Jangan mencari masalah bila kita sedang senggang seperti ini karena aku juga lelah untuk terus mencari masalah dengan para iblis." Arya berkata serius.
Nolan menganggap paham dengan ucapan mereka berdua, kalau mereka sudah mengatakan tidak maka Nolan juga tidak bisa bersikeras untuk tetap kekeh mencari tahu tentang Tanjung sembilan itu karena apa yang ada di pikiran dia belum pasti juga apa memang ada penghuni atau hanya firasat semata.
Sebab Nolan juga tidak melihat secara langsung tentang penunggu yang ada di Tanjung sembilan sehingga tidak bisa mengatakan kepada Purnama tentang wujud iblis itu, sehingga sekarang sudah pasti Purnama menolak untuk ikut campur dalam urusan yang tidak pasti.
...****************...
"Rezaaaaa, Reza kamu di mana?" teriak Bu Witri ketika tidak menemukan sang anak yang berusia sepuluh tahun.
"Di kandang kambing juga tidak ada, Bu." ujar Rehan anak pertama Bu Witri.
"Ya Allah jadi kemana adik mu ini pergi, Han?!" Bu Witri cemas sekali.
"Aku takut nya dia hilang sudah sejak semalam, kok kita bangun dia sudah tidak ada lagi." ujar Rehan sangat cemas.
"Kemana lagi kita mencari, padahal Ibu tadi malam juga melihat dia tidur kok." Bu Witri sudah menangis.
"Ibu yang tenang dulu ya karena aku akan meminta tolong pada teman agar membantu mencari Reza." ucap Rehan segera pergi.
Bu Witri hanya bisa mengangguk sambil menangis dan dia juga tidak tinggal diam karena harus menemukan keberadaan Reza saat ini, rasa cemas yang begitu besar karena anak yang hilang mendadak saja membuat dia tidak bisa untuk berpikir jernih karena belakangan ini banyak orang yang kehilangan anak.
Kasus penculikan bukan hanya ada di kota saja tapi juga ada beberapa kasus di desa dan sebagai orang tua maka sudah pasti ada rasa cemas di dalam hati mereka semua, tapi sejauh ini di desa belum ada yang namanya penculikan secara nyata sehingga hanya gosip belaka.
"Kenapa kok buru buru begitu, Mbak?" tegur Kinan.
"Reza hilang, Nan! apa kamu melihat dia?" tanya Witri.
"Enggak ada, masih shubuh begini loh." Kinan juga kaget.
"Tadi aku mencoba untuk membangunkan dia tapi ternyata dia sudah tidak ada di dalam kamar, padahal tadi malam ada dan dia tertidur." jelas Witri.
"Ayo aku bantu mencari Reza sekarang!" Kinan juga kasihan melihat Witri yang terus menangis seperti itu.
"Aku takut kalau dia emang ngigau dan berjalan keluar dari dalam rumah, sebab Reza sangat suka mengigau bila sedang tidur terlalu lelah." ujar Witri.
"Tenang dulu, kita cari perlahan saja dan kamu jangan menangis terus." Kinan berjalan sambil membawa senter.
Sebab sekarang masih pukul lima pagi dan cuaca juga tidak seberapa bagus karena sejak tadi malam hujan turun begitu deras, sampai subuh pun masih ada juga rintik yang membasahi bumi sehingga mereka harus berhati-hati karena bisa saja terpeleset akibat genangan air yang menumpuk di jalanan.
Selamat malam Besti, jangan lupa like dan komen kalian ya.
ap kopsah jdi ketua hantu air aja..cockk kayanya
udh insaf kan...
mantan kk ipar ku sekrang istriku...
nah gitu dong Pur jgn emosi dulu SM member Krn yg mereka lakukan Krn mrk peduli dan ga mau ratu kenapa2😌