NovelToon NovelToon
Lelaki Yang Terbuang

Lelaki Yang Terbuang

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda
Popularitas:260
Nilai: 5
Nama Author: Mbak Cun

namanya Mahesa Kalandra, seorang duda yang bangkrut hingga istrinya membuangnya dengar seorang anak gadis yang masih berumur lima tahun, istrinya lari dengan boss nya dan lebih nelangsanya lagi ketika orang tuanya menfitnah dengan meminjam uang di suatu pinjaman online dengan mengatas namakan identitasnya, kini dia lari di kejar rentenir hingga hidupnya nyaris berakhir, mampukah dia bangun dari keterpurukan ini?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mbak Cun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

mukjizat

Mahendra berusaha duduk meski kesulitan dan akhirnya berhasil duduk, lalu mengambil bubur di mangkuk dan di letakkan di pangkuannya, dengan susah payah dia menyuapkan bubur itu sesuap demi sesuap meski kececeran, akhirnya perutnya terisi juga lalu mengembalikan lagi mangkok nya sekarang mengambil air putih di gelas plastik, dia mengambil obat yang tadi belum sempat di minumnya, pil ada di tangannya tapi dia tak jadi meminumnya dan di lempar nya beberapa pil yang ada di tangannya itu ke segala arah.

"percuma aku meminumnya toh aku tak bakalan sembuh, apa lebih baik hidup ini ku akhiri saja ya". Bisikan demi bisikan terus bergema di otak Mahendra.

"astaghfirullah ya Allah apa yang harus hamba lakukan? Jika hidup ini dilanjutkan aku sungguh tak mampu ya Allah, terserah engkau akan menempatkan ku di neraka aku benar benar tak sanggup menjalani hidup ini". Mahendra menjambak rambut nya dengan tangan kanan, sementara tangan kirinya kini benar benar tak bisa di gerakkan sama sekali, tetapi kakinya masih bisa meskipun harus dengan di seret, detik demi detik menit demi menit serasa malam ini sangat panjang sekali, sementara putrinya tidur dengan pulas nya.

Mahendra memandang putri kecilnya jika dia di tinggal dia akan menderita dan hidup sendirian di dunia ini, Mahendra sungguh lupa bahwa tiap makluk hidup sudah di jamin rezekinya, dia sungguh tak tega meninggalkan putrinya seorang diri.

Tepat jam 1.30 pagi Mahendra dengan nekat karena bujukan setan berusaha menggendong putrinya menggunakan selendang batik berwarna merah khas gendongan orang Jawa jaman dulu, susah payah dengan satu tangan dia melilitkan ujung selendang itu ke belakang, dan berhasil, dengan ikatan kuat dia berhasil menggendong putrinya, lalu membawanya ke belakang rumah, yang ternyata adalah jurang yang sangat curam di sisi jembatan peler yang sempit tapi sangat curam itu tentu saja jika mereka jatuh tak seorangpun yang bisa mengevakuasi jasad mereka.

Mahendra memejamkan mata, dia berdoa sebelum terjun sambil memejamkan matanya (apa ada orang mau bunuh diri berdoa dulu, entahlah saya tak tahu).

Ketika Mahendra benar-benar sudah terjun ke jurang putrinya terbangun dan menangis, sekitar lima meter dia terjatuh Mahendra yang pingsan tapi putrinya tersadar.

Tiba tiba tubuh mereka melayang keatas Checill melihat ada lelaki tua berjubah putih bersorban putih dengan kumis dan jenggot putihnya membawanya kembali keatas tidak hanya keatas tetapi menidurkan Mahendra kembali ketempat tidur.

"kamu juga bobo ya nak, biarkan ayah istirahat nanti kakek akan selalu mengawasi kalian". Ucap si pria tua berkharisma itu sambil mengusap kepala Mahendra dilihat dengan jelas oleh Checill tangan kakek itu mengeluarkan cahaya dan asap putih, kemudian masuk ke dalam tubuh ayahnya lewat ubun ubun nya, Mahendra tidak sadar sama sekali lalu kakek itu mengarahkan kedua jarinya kearah mata Checill dua jari itu mengeluarkan sinar dan masuk ke mata Checill seketika Checill merasa silau dan menutup matanya tapi sinar itu sudah keburu masuk, Checill merasa sangat mengantuk lalu tidur di sisi ayahnya.

Keesokan harinya mereka bangun jam 8 tanpa sholat subuh karena benar benar tak bisa bangun saking lelapnya.

Seperti biasa mbak Imah datang mengantar makanan sambil mencari Checill untuk di mandikan dan di temani makan, Checill sekecil itu sudah bisa makan sendiri gadis kecil yang sangat mandiri.

"Assalamualaikum mas Hendra, sudah bangun belum?" suara dari luar dan untuk ketiga kalinya mbak Imah ucap salam tapi tetap saja tak ada jawaban karena merasa curiga ada apa apa dengan ayah dan anak itu maka tanpa di bukakan pintu mbak Imah masuk dan begitu lega karena keduanya lagi mendengkur halus.

"mas, mas Hendra bangun sudah siang". Mbak Imah menggoyangkan kaki Mahendra dan membuat lelaki itu terbangun dan segera duduk, anehnya dia merasa tubuhnya sangat bugar tanpa kurang suatu apapun bahkan lebih bugar dari sebelum terkena stroke.

" mas, itu matanya sudah bisa melek ". Mbak Imah ikut merasa bahagia dan ternyata setelahnya Mahendra berdiri dengan melompat lompat sambil mengayunkan kedua tangannya, dia sehat dia sembuh, seketika dia ingat kejadian semalam dan merenung panjang .

"mbak berhubung aku sudah sembuh biarkan Checill tidur sampai dia terbangun karena aku sudah bisa merawat dan memandikannya mohon maaf bisa kan mbak Imah meninggalkan kami, dan makasih banyak sarapannya". Mahendra memohon dan berterimakasih tak terhingga atas pengorbanan wanita berhati malaikat itu, mbak Imah lalu pergi undur diri pulang, sebenarnya agak kecewa karena tak bisa membawa si Checill bersamanya.

Sementara di dalam kamar sempitnya Mahendra terus berfikir.

"apakah semalam dia hanya bermimpi untuk bunuh diri karena fikirannya yang sumpek, ataukah kejadian itu nyata?" fikir nya di selimuti penasaran yang sangat besar.

disaat Mahendra makan roti dan minum susu pemberian mbak Imah, putrinya terbangun lalu dengan cerianya memeluk sang ayah dengan menciuminya, Mahendra yang merasa geli lalu memencet hidung putrinya hingga sang putri meringis kesakitan.

"udah bangun putri ayah?" sapa Mahendra.

"udah ayah, semalam kita seru sekali ya ayah?" ucap Checill.

"seru apanya?" tanya Mahendra penasaran.

"masa ayah nggak ingat, ayah membawa Checill terjun di jurang belakang rumah lalu ketika tengah terjun ayah tidur tapi Checill terbangun karena takut, tiba tiba ada kakek dengan jilbab ( Checill tidak bisa membedakan mana jilbab mana sorban) putih bajunya panjang juga berwarna putih terus jenggot dan brengos (kumis) nya panjang juga putih pokoknya semua putih mengajak kita terbang keatas dan menggendong kita ke kamar, lalu menidurkan kan ayah dan memasukkan asap putih ke kepala ayah dan juga ke mata Checill dan kakek itu berkata akan mendampingi kita jadi kita harus tetap semangat ". Cerita si kecil dengan gamblang dan serius Mahendra hanya melongo mendengarkan cerita putrinya sepertinya sulit di percaya, terbayang niatnya semalam benar-benar dilakukan.

"astaghfirullah haladzim ". Mahendra terus beristigfar, setan mana yang telah benar-benar mampu menghasutnya hingga sampai melakukan hal tercela itu dan siapa kakek itu?" Mahendra jadi kebingungan sendiri dan juga dia berfikir bagaimana mengatasi supaya si Checill tak menceritakan pengalamannya itu pada temannya atau kepada Mbak Imah.

"Checill tahu nggak apa itu rahasia?" tanya sang ayah, dan Checill menggeleng.

"rahasia itu adalah sesuatu yang tidak boleh di ceritakan pada siapapun, itu hanya antara ayah Checill dan kakek, jadi jangan di ceritakan pada orang lain ya meski itu pada Mak Imah, takutnya ntar kakek itu marah dan membawa ayah pergi lalu Checill sama siapa kalau ayah di bawa pergi, mengerti nak?" pesan Mahendra ngasal hanya supaya putrinya tidak menceritakan kejadian yang di luar nalar itu, mana ada orang percaya, orang mengiranya Checill lagi bermimpi.

☺️☺️☺️☺️

1
Kristiana Subekti
ayo Karina,,,, selidiki tuh si Ririn sm suami mu sewa detektif sekalian 😁
Mbak Cun: tunggu aja kejutan selanjutnya BESTie, terimakasih telah mampir
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!