NovelToon NovelToon
Bangkitnya Darah Serigala

Bangkitnya Darah Serigala

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Identitas Tersembunyi / Manusia Serigala / Romansa Fantasi / Anak Genius / Balas Dendam
Popularitas:59.2k
Nilai: 4.9
Nama Author: hofi03

Kehidupan Jasmine sebagai pemimpin tunggal wilayah Alistair berubah drastis saat dia menyadari keganjilan pada pertumbuhan putra kembarnya, Lucian dan Leo. Di balik wajah mungil mereka, tersimpan kekuatan dan insting yang tidak manusiawi.

Tabir rahasia akhirnya tersingkap saat Nyonya Kimberly mengungkap jati dirinya yang sebenarnya, sebuah garis keturunan manusia serigala yang selama ini bersembunyi di balik gelar bangsawan.

Di tengah pergolakan batin Jasmine menerima kenyataan tersebut, sebuah harapan sekaligus luka baru muncul, fakta bahwa Lucas Alistair ternyata masih hidup dan tengah berada di tangan musuh.

Jasmine harus berdiri tegak di atas dua pilihan sulit, menyembunyikan rahasia darah putra-putranya dari kejaran para pemburu, atau mempertaruhkan segalanya untuk menjemput kembali sang suami.

"Darah Alistair tidak pernah benar-benar padam, dan kini sang Alpha telah terbangun untuk menuntut balas."

Akankah perjuangan ini berakhir dengan kebahagiaan abadi sebagai garis finis?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon hofi03, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

SENJATA MEMATIKAN

"Mark, kau punya kekuatan lemparan yang luar biasa," ucap Jasmine menyerahkan bola logam itu kepada Mark.

"Lemparkan bola ini tepat ke tengah barikade batu itu. Begitu bola itu pecah, Leo... kau tahu tugasmu?" lanjut Jasmine, melirik Putra bungsu nya.

Leo mengangguk mantap, tangannya sudah mulai mengeluarkan percikan api merah kecil.

"Bakar gasnya, kan, Bu?" jawab Leo, dengan binar mata penuh semangat.

"Tepat. Mark, sekarang!" perintah Jasmine, keras.

Mark menarik napas, otot lengannya yang kekar menegang, lalu dia melemparkan bola logam itu dengan kecepatan peluru.

Wush

PRANG

Bola itu hancur berkeping-keping saat menghantam batu, seketika, kabut berwarna perak keunguan meledak keluar, menyelimuti seluruh barikade.

"Leo, sekarang!" perintah Jasmine, keras.

Leo menjentikkan jarinya, mengirimkan bola api kecil ke tengah kabut itu.

DUARRRR

Ledakan hebat mengguncang seluruh halaman kediaman Alistair.

Api berwarna biru kehijauan menjulang tinggi, melalap batu-batu padat itu seolah-olah mereka adalah kertas kering, panasnya bahkan terasa sampai ke barisan ksatria meskipun mereka sudah menjaga jarak.

Ketty dan Peter sampai harus menutup mata mereka karena silaunya ledakan itu.

Saat asap mulai menipis, barikade batu yang tadinya kokoh kini telah hancur berkeping-keping, dan sisa-sisanya masih terus terbakar oleh api yang tak kunjung padam.

Keheningan total menyelimuti lapangan, Mark menatap tangannya sendiri, lalu menatap Jasmine dengan pandangan yang benar-benar baru, sebuah kombinasi antara rasa takut dan pemujaan.

"I-ini, jika kita membawa ini ke benteng hitam..." ucap Mark menelan ludah, dengan suara tercekat.

"Kita tidak hanya akan menyelamatkan Lucas, Mark, tapi kita akan memastikan bahwa siapa pun yang berani menyentuh keluargaku akan menyesal karena pernah dilahirkan ke dunia ini," ucap Jasmine dingin, wajahnya diterangi oleh sisa-sisa api biru di depannya

"Unit Serigala Hitam! Klan Perak! Mulai detik ini, kalian adalah pembawa kehancuran!" ucap Jasmine berbalik menghadap seluruh pasukannya.

"Mark dan timnya akan menjadi pengirim senjata ini ke titik-titik vital musuh, dan ksatria Ethan akan memastikan tidak ada satu pun musuh yang lolos dari perimeter api ini!" lanjut Jasmine, tegas.

"SIAP, YANG MULIA!"

Teriak sepuluh ksatria dan tiga serigala liar itu serempak, suara mereka menggetarkan langit pagi.

 "Ibu, Ayah pasti akan bangga melihat Ibu menjadi jenderal seperti ini," ucap Lucian memegang tangan ibunya, menatap api itu dengan senyum kecil yang dingin.

Jasmine hanya mengusap rambut Lucian, matanya tetap menatap tajam ke arah utara, di dalam hatinya, dia bisa merasakan getaran dari lencana Lucas yang selalu dia bawa dibalik pakaian nya.

Jasmine tahu, suaminya sudah merasakan bahwa kematian bagi musuh-musuhnya sudah semakin dekat.

Semua orang masih melongo melihat bongkahan batu besar tadi sekarang sudah jadi debu dan apinya masih menyala biru, cantik tapi ngeri.

"Yang Mulia, ini bukan sihir, tapi kenapa lebih ngeri dari sihir hitam?" tanya Mark, penasaran dengan penemuan yang baru saja dia lihat.

"Bahkan aku sangat yakin, Serigala seperti kami pun, belum tentu akan selamat dari penemuan Anda ini," lanjut Mark, di angguki Peter dan Ketty.

"Benar! Ini benar-benar luar biasa Yang Mulia," sahut Ketty, tidak bisa menyembunyikan rasa kekaguman nya.

Jasmine hanya tersenyum tipis, dia membersihkan debu di tangannya.

"Ini namanya ilmu pengetahuan, yang pernah aku pelajari dulu. Sihir bisa habis energinya, tapi kalau campuran kimia ini, selama bahannya ada, ledakannya tidak akan berhenti," ucap Jasmine, sedikit menjelaskan.

Mark, Ketty, dan Peter langsung saling pandang, mereka yang tadinya merasa paling hebat karena punya kekuatan serigala, sekarang sadar kalau manusia di depan mereka ini punya otak yang jauh lebih berbahaya dari taring mana pun.

"Paman Mark! Hebat kan buatan Ibu?" seru Leo sambil melompat-lompat senang.

"Nanti Leo yang akan kasih api ke semua bola logam itu biar musuhnya kaget!"ucap Leo, membusungkan dada nya, bangga.

"Iya, Tuan Muda. Paman sekarang jadi paham kenapa Ibu kalian begitu percaya diri," jawab Mark tertawa kecil, dia mengacak rambut Leo.

"Ibu, memang sangat hebat, Paman," sahut Lucian, memuji kehebatan ibu nya.

"Iya"

"Kalian berdua juga hebat," jawab Mark, tersenyum samar.

Mark yang merupakan serigala paling besar dan paling beringas, dia harus mengakui bahwa kehebatan Jasmine, jauh lebih hebat dari pada kekuatan serigala yang dia miliki.

Jasmine kembali ke depan pasukannya, dia tidak ingin mereka jadi sombong karena senjata baru ini.

"Dengar semuanya! Senjata ini hebat, tapi jangan sampai kalian teledor! Satu botol kecil saja pecah di saku kalian, kalian sendiri yang akan jadi abu. Mengerti?" teriak Jasmine, memberikan peringatan keras.

"Mengerti, Yang Mulia!" jawab para ksatria serempak.

"Ethan," panggil Jasmine.

"Ya, Yang Mulia?" jawab Ethan maju dengan sikap tegap.

"Tugas ksatria bukan cuma bertarung sekarang, tapi kalian harus belajar cara membawa bahan-bahan ini dengan aman. Kita akan pasang tas khusus di zirah kalian yang tahan guncangan!" perintah Jasmine, suaranya memenuhi lapangan.

"Dan Mark," ucap Jasmine beralih ke pria raksasa itu.

"Ya, Pelatih?" jawab Mark, sekarang sudah otomatis memanggil Jasmine dengan sebutan Pelatih.

"Kalian bertiga, klan serigala, adalah senjata mautnya, karena kalian cepat dan tidak terlihat, kalian yang akan menyelinap ke tembok benteng dan menaruh bahan peledak ini di sana. Bisakah kalian melakukannya?" tanya Jasmine, menatap tajam pada Mark, Peter dan Ketty.

"Sangat bisa, kami akan jadi bayangan yang membawa neraka untuk mereka," jawab Mark menyeringai liar, menunjukkan taringnya.

Di tengah kesibukan itu, Lucian menarik ujung baju Jasmine.

"Ibu, apa Ayah juga akan terluka kalau kita ledakkan benteng itu?" tanya Lucian, mengungkap ke khawatiran nya.

"Itulah kenapa Lucian punya tugas paling penting, Lucian harus gunakan telinga Lucian untuk mencari di mana posisi Ayah di dalam benteng, kita tidak akan meledakkan area tempat Ayah dikurung," jawab Jasmine berjongkok agar tingginya sejajar dengan putra sulungnya.

"Lucian akan dengar setiap detak jantung di sana, Bu, Lucian tidak akan biarkan Ayah terluka," ucap Lucian mengangguk mantap, dia merasa punya tanggung jawab besar sekarang.

"Leo, juga akan bekerja dengan keras," ucap Leo, tidak mau kalah.

Cup

Cup

"Kalian berdua adalah kesatria yang paling hebat," ucap Jasmine mencium kening kedua anaknya.

Pagi itu, di halaman latihan yang masih berasap, Jasmine tidak lagi melihat ksatria dan serigala sebagai dua kubu yang berbeda. Dia melihat satu pasukan yang sudah siap mati demi satu tujuan.

"Persiapan kita hampir selesai," gumam Jasmine sambil menatap lencana Lucas yang terasa semakin hangat di dadanya.

"Besok, kita mulai bergerak ke Utara," ucap Jasmine, pelan.

"Duke akan pulang, Yang Mulia, Saya jamin itu dengan nyawa saya," ucap Mark yang berdiri di samping Jasmine, mengepalkan tangannya kuat.

1
Annida Annida
lanjut tor
Annida Annida
💪
beautyroses
ya allahh ga sabarrr nunggu extraaa selanjutnyaaaa 😍😍
Jas Merah
semangat lagi thor💪💪
Retno Palupi
semoga Lucas selamat dapat berkumpul dg keluarga
Nurhasanah
tegang nya bisa kebawa sampe besok ini 😭😭😭 ... semangatt thor di tunggu lanjutan nya 💪💪💪💪😍😍😍
Libra
ka tmbah lagi , penasaran bgt kelanjutannya
Ari Peny
aduh thor /Sob//Sob//Sob/
Silla Okta
deg deg an akunya Thor,,,, sungguh menguras emosi,,,,, lanjutkan Thor
Kusii Yaati
paling tidak enak pas lagi tegang" nya bersambung /Sob//Sob//Sob/
Fitri Bawono
lanjut thor... makin seru 📹📹📹📹📹
TriAileen
kau membuatku penasaran Thor. kau cut di saat menengangkan
Wulan Sari
ia ayo jangan buat nerves semua yg baca Thor itu pasti bs di buka semangat 💪
Ulufi Dewi
kukirim vote biar smangat nulisnya dan dobel up.....
Wulan Sari
semangat lanjuuuut bacaaa❤️
Kavina
Deg²an gw baca nya njirr 🥺
Ulufi Dewi
apakah lucas berubah menjadi srigala manusia seperti mark❓
Wulan Sari
semoga semuanya bisa teratasi dan mendapat kemenangan sampai serius bacanya eh episodenya habis, ayo Thor lanjut lg seru2 nih semangat
Rahma Sari
sangat sangat bagus....lanjut tour...
kaylla salsabella
semoga berhasil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!