NovelToon NovelToon
Senandung Malam Yang Menghancurkan

Senandung Malam Yang Menghancurkan

Status: sedang berlangsung
Genre:Kehidupan di Sekolah/Kampus / Pelakor / One Night Stand / Selingkuh / Romansa / Playboy
Popularitas:860
Nilai: 5
Nama Author: Siti yulia Saroh

Felix yang kecewa karena kekasihnya berselingkuh dengan orang lain, menghabiskan malam penuh gairah bersama seorang gadis penyanyi bar.

Syerly adalah seorang penyanyi bar yang cantik. Suara Syerly membuat Felix terpesona.

tetapi, semuanya berubah ketika Felix mengetahui kebenarannya.

Syerly ternyata sudah memiliki kekasih, dan kekasih Syerly adalah orang yang berselingkuh dengan pacarnya sendiri.

"Mengapa kau pura-pura tidak mengenaliku? Apa kau takut, pacarmu tahu?" Felix mendorong tubuh Syerly ke dinding.

Syerly hanya tertawa kecil, sambil menatap Felix.

"Kita hanya cinta satu malam. Mengapa kau menganggap serius? Atau... "
Syerly menarik kerah Felix dan wajah mereka sangat dekat.

"Kau mulai ketagihan denganku." Senyum kecil dari bibir Syerly membuat jantung Felix berdetak kencang.

"Ya." Felix tidak menyangkal. dia berbisik didekat telinga Syerly.

"Bahkan suara desahanmu masih aku ingat dengan jelas."

Hubungan mereka makin rumit dan berbahaya. Dan menja

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siti yulia Saroh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

5

Syerly berjalan dengan langkah panjang. Ketika ia masuk kedalam ruangan pribadi bersama teman-temannya, Syerly mengambil botol alkohol didepannya dan menuangkan kedalam gelasnya, ia lalu meminumnya dengan tegukan besar.

  Teman-temannya mencoba menghentikannya, tapi Syerly tidak perduli. Gadis itu terus menuangkan semua isi botol kedalam gelasnya lalu meminumnya tanpa sisa.

  Syerly ingin minum,ia ingin mabuk.

  Syerly berharap alkohol dapat membantunya untuk melupakan perasaan tidak nyaman yang ia rasakan saat ini.

  Syerly membenci terikat dengan seseorang, tapi kedatangan Felix telah menyentuh batasnya.

  Sentuhan laki-laki itu, meski Syerly ingin melupakannya, tapi ia sulit melupakannya.

  Seperti beberapa waktu lalu, Felix menciumnya, membuat jantungnya berdebar kencang dan ia hampir kehilangan kendalinya.

  Syerly selalu menghadapi semua hal didalam hidupnya dengan tenang. Bahkan dengan sebuah hubungan, Syerly menganggapnya santai dan tidak ingin memiliki hubungan yang terikat dan rumit.

  Tapi, kedatangan Felix, membuat Syerly lepas kendali. Perasaan ini, Syerly tidak menyukainya.

  Syerly terus meminum semua alkohol diatas meja sampai habis.

  "Syer! Kau mau pergi kemana?"

  Teman-temannya mulai khawatir ketika melihat Syerly tiba-tiba berdiri.

  "Aku mau pulang." Jawab Syerly sambil berdiri dengan goyah.

  "Kau tidak menunggu Shayna datang." Salah satu temannya mencoba untuk membantu Syerly berdiri.

  "Tidak." Syerly mencoba menepis tangan salah satu temannya.

  "Aku bisa pulang sendiri." Katanya lagi. Lalu Syerly keluar dari Bar dengan langkah kaki goyah.

  Felix yang memperhatikan Syerly yang sedang muntah-muntah didepan Bar, mengambil ponselnya dengan santai. Lalu memutar nomor seseorang.

  "Halo, Thea." Suara Felix terdengar lembut tapi tatapannya tidak lepas dari sosok Syerly.

  "Sepertinya malam ini aku tidak bisa kembali..."

  Ada suara di seberang, Felix diam beberapa detik.

  Tidak ada penjelasan panjang, dan Felix hanya berkata,

  "Maaf."

  "Selamat malam."

  Dengan tersenyum tipis, Felix menutup ponselnya.

  Felix berjalan perlahan dan menghampiri Syerly yang terlihat mabuk.

  "Kau terlihat mabuk, apa kau butuh tumpangan, Syer?" Kata Felix sambil tersenyum kecil.

  Syerly menegakkan tubuhnya dengan susah payah, dan menatap Felix dengan dingin.

  "Ke kamarmu yang berantakan itu?" Syerly sedikit mengernyit seolah jijik.

  Felix mengangkat satu alisnya, sambil terkekeh pelan.

  "Ada apa? Apa kau tidak menyukainya?"

  "Kamarmu sangat bau dengan mantan-mantanmu itu." Kata Syerly sambil mengernyitkan hidungnya.

  "Dan berhenti memanggil namaku! Kita tidak sedekat itu." Kata Syerly dengan tajam untuk memperingatkan Felix.

  Tapi Felix tidak tersinggung, laki-laki itu masih tersenyum lembut sambil menatap gadis mabuk didepannya.

  "Baiklah. Aku mengerti." Kata Felix.

  Angin malam sangat dingin.

  Felix masih menatap Syerly dengan senyum lembut.

  "Jadi... apa kau mau ikut?" Tanya Felix kembali, kali ini ia sedikit membujuk dan memohon.

  "Apa kau juga akan menyuruhku menyetir?"

  Syerly menatapnya penuh curiga.

  Felix tertawa pelan, mendengar pertanyaan itu.

  "Tentu saja tidak." Kata Felix sambil tersenyum.

  Syerly masih terlihat cemberut. Ia membenci perasaan terikat seperti ini. Tapi Felix terus membobol tembok yang telah ia pasang tinggi-tinggi secara perlahan-lahan.

  "Kau sangat menyebalkan."

  Lalu Syerly mendorong Felix dengan frustasi, tapi Felix tidak bergerak.

  Sebaliknya Falix menahan tubuh Syerly agar tidak jatuh. Tatapan mereka bertemu. Dalam jarak sedekat itu, Felix menundukkan wajahnya sedikit.

  Syerly tidak menjauh ketika Felix menyentuh bibirnya dengan pelan.

  Syerly merasakan detak jantungnya berdebar kencang.

  Dan di antara rasa pahit alkohol dan dinginnya udara malam…

  Ciuman itu terasa berbahaya dan terlalu enak dan sayang untuk dihentikan.

  Didalam sebuah kamar, Felix mendorong Syerly dan menciumnya dengan ganas.

  "Sialan!" Syerly mendesis kesakitan, ketika Felix menggigit bibirnya. "Bersikaplah lembut!"

  Felix terkekeh pelan, dan berbisik ditelinga Syerly.

  "Panggil namaku Felix! Aku akan bersikap lembut kepadamu."

  Syerly tidak menjawab tapi tangannya tidak berhenti membuka kancing Felix dengan senyum menggoda.

  Felix melemparkan Syerly diatas kasur dan mulai membuat gadis itu mengerang dengan keras sambil memanggil namanya.

  Beberapa jam kemudian mereka berhenti. Meski Syerly mabuk, tapi ingatannya tidak kacau. Ia melihat kekacauan yang telah mereka lakukan didalam kamar Felix.

  Diam-diam Syerly mendesah pelan, lalu mengangkat selimutnya dan turun dari ranjang.

  Tapi, Felix menahan Syerly dan memeluk gadis itu untuk kembali tidur.

  Syerly menoleh pelan.

  Felix masih setengah tertidur, rambutnya berantakan, tapi senyum kecil muncul di wajahnya.

  "Tunggu dulu!" suaranya rendah.

  "Jangan pergi!" bisiknya pelan, hampir seperti permohonan.

  Tangannya memeluk pinggang Syerly lebih erat.

  "Ayo tidur lagi, sambil berpelukan!"

  Felix mencium kening Syerly dengan lembut.

  Kecupan sederhana itu membuat dada Syerly terasa aneh, seperti ada sesuatu yang memanas dan menekan dari dalam.

  Lengan Felix yang mengelilinginya terasa nyaman. Syerly menyembunyikan wajahnya di dada Felix.

  Mereka menutup matanya lagi dengan senyum yang belum hilang.

  Didalam sebuah kamar yang berantakan, mereka tampak damai.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!