NovelToon NovelToon
Milik Sang Mafia Seutuhnya

Milik Sang Mafia Seutuhnya

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Action / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:4.1k
Nilai: 5
Nama Author: riri-can

Akibat tuntutan menikah dari kedua orangtuanya, Yorinka memilih jalan pintas dengan cara menghabiskan malam panas dengan seorang pria misterius.

Yorinka berpikir dengan dirinya hamil, maka kedua orangtuanya tidak akan menyinggung soal pernikahan lagi. Tetapi yang ada Yorinka malah di usir karena hamil tanpa adanya seorang kekasih atau calon suami, pada akhirnya Yorinka memilih untuk hidup berdua dengan bayi yang dikandungnya.

Tetapi pria yang menghabiskan malam panas dengannya tiba-tiba datang ke apartemennya dan menuduhnya telah membawa milik pria itu, lebih parah lagi pria itu adalah seorang Mafia dari klan Cyrillus.

Cyrillus, adalah salah satu klan mafia terbesar saat ini dan tentunya semua tunduk padanya, apa jadinya Yorinka mengandung dari anak dari seorang mafia kejam.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riri-can, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kehangatan yang Dirindukan

Zeus masih senantiasa memeluk tubuh mungil Yorinka, enggan melepaskannya barang se centi pun setelah sekian lama terpisah jarak yang begitu jauh. Bibir Zeus terus-menerus mendaratkan ciuman dalam dan menuntut pada bibir ranum Yorinka, berulang kali tanpa memberikan jeda yang cukup, hingga akhirnya bibir Yorinka terasa sangat kebas dan memerah. Napas Yorinka memburu, tangannya meremas kemeja hitam Zeus untuk mencari pegangan di tengah dominasi pria itu.

​Sepertinya Zeus tengah sekuat tenaga menahan diri untuk tidak menyerang dan melahap istrinya saat ini juga di atas ranjang. Dengan matanya yang tajam seperti mata elang, Zeus menatap lekuk tubuh Yorinka yang semakin berisi karena hamil tua dengan pandangan lapar. Pria itu sedang mesum parah pada Yorinka saat ini, mengagumi setiap inci kulit istrinya yang terasa begitu halus di bawah telapak tangannya yang kapalan. Namun, biar bagaimanapun, Zeus terpaksa menahan gairahnya.

Sebelum masuk ke kamar ini, dokter Vlad sudah memperingatkannya dengan sangat tegas bahwa dalam waktu dekat Yorinka akan segera melahirkan. Wanita itu akan membutuhkan banyak tenaga ekstra untuk mengeluarkan bayi di dalam sana, bukan kehabisan energi karena melayani hasrat suaminya.

​Sedangkan Yorinka sama sekali tidak menolak sentuhan-sentuhan kecil bernada intim di tubuhnya. Baginya, bisa kembali berada di dalam dekapan hangat Zeus adalah momen paling berharga yang paling dia tunggu-tunggu selama hampir dua bulan ini. Sebenarnya, ada banyak sekali hal yang ingin dia ceritakan kepada suaminya. Namun, melihat ada lingkaran hitam tipis di bawah mata elang milik Zeus, Yorinka memilih menahan sebagian ceritanya karena merasa jika sang suami sangat kelelahan setelah menempuh perjalanan jauh dari Eropa Barat.

​Suasana di luar kamar pun terasa sangat sunyi. Sepertinya seluruh manusia di mansion ini mulai dari Vlad, bi Maria, hingga para penjaga sengaja tidak mau mengganggu keduanya. Mereka seolah memberikan waktu dan ruang seluas-luasnya bagi sepasang suami istri itu untuk bermesraan setelah sekian lama terpisah oleh situasi klan yang mencekam.

​"Mas mafia" panggil Yorinka pelan, menggunakan panggilan kesayangannya untuk Zeus yang selalu berhasil membuat sudut bibir pria kejam itu terangkat

​"Iya, sayang? Ada apa?" jawab Zeus, suaranya terdengar serak, sarat akan gairah yang tertahan. Tangannya beralih mengelus pipi Yorinka yang merona

​"Mas tahu tidak? Sebenarnya aku sangat suka tinggal di sini" ujar Yorinka dengan nada ceria yang kembali terpancar di wajah manisnya

"Di luar sana sering sekali ada kelinci salju yang lewat di dekat jendela. Mereka sangat lucu dan menggemaskan!" ucapnya riang

​Zeus terkekeh rendah, menundukkan kepalanya untuk mengecup hidung mungil Yorinka.

"Oh ya? Berarti keputusanku mengirimmu ke sini tidak sepenuhnya salah, kan?" tanya Zeus lembut

​"Tentu saja. Dan ada satu hal lagi yang luar biasa, mas mafia! Aku sekarang sudah bisa merajut, lho" ucap Yorinka dengan bangga, membusungkan dadanya yang langsung membuat mata elang Zeus berkedip fokus pada area tersebut

"Aku belajar merajut berkat bantuan dari Pamela dan Lizz. Mereka berdua sangat sabar mengajariku meskipun aku sering kali membuat benangnya kusut" Yorinka tertawa kecil mengingat betapa hebohnya kedua pelayan itu saat mengajarinya merajut

​Zeus mendengarkan setiap kalimat yang keluar dari bibir Yorinka sambil terus menatap lekat wajah istrinya saat bercerita. Pandangan matanya yang biasanya sedingin es kini meleleh, memancarkan binar cinta yang sepenuhnya mendalam. Pria kejam yang ditakuti dunia bawah itu telah jatuh cinta seutuhnya pada wanita manis di depannya.

​Mendengar nama Pamela dan Lizz disebut, Zeus tentu saja langsung tahu siapa mereka. Zeus tahu jika Pamela dan Lizz adalah bagian dari badan intelijen, sekaligus bawahan terpercaya dokter Vlad yang sengaja ditugaskan berpura-pura menjadi pelayan di mansion ini demi memberikan proteksi tingkat tertinggi untuk Yorinka.

​"Baguslah jika mereka berguna untuk menghiburmu" kata Zeus, tangannya kini turun perlahan, mengelus permukaan perut buncit Yorinka yang tertutup gaun tidur tipis

"Lalu, bagaimana dengan rajutannya? Sudah jadi?" tanyanya mengecup pipi Yorinka

​"Belum selesai sepenuhnya, sih. Tapi aku sedang membuatkan sepasang kaos kaki kecil untuk si Gendut di dalam sini" jawab Yorinka dengan frontal dan jahil, menepuk pelan perutnya sendiri

​Zeus mengernyitkan alisnya, menatap perut istrinya dengan pandangan tak terima.

"Si Gendut? Dari kemarin-kemarin aku penasaran soal itu sayang, kamu memanggil calon penerus klan Cyrillus dengan sebutan si Gendut, Yorinka?" tanyanya tidak percaya

​"Habisnya dia sangat besar di dalam sini, mas mafia! Pasti pipinya nanti sangat tembam seperti bakpao" sahut Yorinka sambil tertawa renyah

​Mengingat sesuatu, Zeus tiba-tiba mendekatkan wajahnya ke arah perut Yorinka. Atas saran dari dokter Vlad siang tadi sebelum dia masuk ke kamar ini, Zeus diminta untuk beberapa kali mengajak bicara bayi di dalam kandungan. Vlad berkata jika stimulasi suara dari sang ayah sangat bagus untuk tumbuh kembang mental dan responsitas bayi, apalagi garis keturunan mereka dikenal memiliki kepekaan yang tinggi sejak dini.

​Zeus berdehem pelan, menempelkan sebelah pipinya di perut hangat Yorinka.

"Hei, jagoan. Ini daddy di sini. Jangan nakal di dalam sana, mengerti?" ujar Zeus dengan nada dingin yang dipaksakan, mencoba terdengar berwibawa di depan anaknya sendiri

​Ajaibnya, seolah memahami ucapan sang ayah, bayi di dalam sana langsung memberikan respons yang sangat kuat. Perut Yorinka tampak bergerak, dan detik berikutnya, sebuah tendangan keras mendarat tepat dari dalam rahim, disusul oleh tendangan-tendangan berulang kali yang cukup bertenaga.

​"Ah! Duh..." Yorinka seketika meringis kesakitan, memegangi bagian samping perutnya yang terasa diregangkan dengan paksa oleh gerakan mendadak si kecil

"Aduh, mas... si Gendut menendang kuat sekali. Sakit..." ringis Yorinka

​Melihat istrinya meringis dengan wajah menahan nyeri, Zeus seketika langsung panik. Naluri protektif dan dominannya langsung bangkit. Dia segera menjauhkan wajahnya dari perut Yorinka, lalu menatap perut buncit itu dengan pandangan tajam, seolah-olah sedang mengintimidasi musuh klan di ruang interogasi.

​"Hei! Berani-beraninya kau menendang ibumu seperti itu?!" omel Zeus dengan nada ketat, mengarahkan telunjuknya ke depan perut Yorinka

"Jangan membuat istriku kesakitan, Gendut! Jika kau keluar nanti dan masih bersikap kasar pada ibumu, daddy tidak akan segan-segan menghukum mu berlatih menembak di tengah badai salju!" ancan Zeus

​Yorinka yang awalnya meringis, seketika malah tertawa terbahak-bahak mendengar omelan suaminya yang sangat tidak masuk akal itu. Bagaimana bisa seorang mafia kejam mengancam bayi yang bahkan belum lahir ke dunia dengan latihan militer.

​"Mas mafia, dia itu masih di dalam perut! Mana bisa mendengar ancaman seram mu itu" kata Yorinka sambil mencubit gemas lengan kekar Zeus

​"Dia harus belajar disiplin sejak dini, sayang. Dia tidak boleh menyakitimu, bahkan dalam bentuk tendangan sekalipun" sahut Zeus posesif, kembali menarik Yorinka ke dalam pelukannya, meredam tawa istrinya dengan sebuah ciuman hangat lainnya di puncak kepala

Yorinka menyipitkan matanya menatap sinis Zeus, tidak boleh menyakitinya sedikitpun? Apa Zeus tidak mengingat perbuatannya dulu saat menghukumnya? Tetapi Yorinka tidak mau membahas itu, dia sangat merindukan Zeus saat ini. Di tengah dinginnya salju Saint Petersburg, kehangatan sejati mereka akhirnya telah kembali utuh.

🔪🔪🔪

Sepertinya akan menjadi like father like son ya? Ga kebayang sih kalau anaknya seperti Zeus juga, author bingung.

1
223
suka
Jessica Xie
Tolong thu istrinya disembuhkan dari masa traumanya biar ngak terus kepikiran ucapan si tunangan palsunya mas Zeus
Jessica Xie
jujur sama yorinka baru ada gunanya
gak perlu jujur sama yang lain
menguras waktumu az Zeus
Jessica Xie
si Dom ini suruh Zeus jangan bersikap lembut malah dia yang bersikap lembut ke Yorinka🙄
Jessica Xie
si Dom keqnya menyamar jadi sekutu ngak sih
padahal sebanarnya dia lah musuh yang sebenarnya
Jessica Xie
yang kubaca koq nampaknya si Dom keq manipulatif banget sih
Potatoes 🥔
Licik banget mas mafia 🤣 ada2 aja 🤣
Potatoes 🥔
Takut diculik sama kamu Domi🤭
Potatoes 🥔
Kejam banget hukumannya
Sumawita
yorinka di lawan👍👍👍
Sumawita
suka bangett dengan peran wanita nya
Sumawita: pasti suka kak
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!