Naima, seorang gadis cantik yang hidup sederhana di desa terpencil, harus menghadapi kenyataan pahit saat ayahnya yang buta. meninggal dunia dan ibunya mengalami depresi berat hingga harus dirawat di rumah sakit jiwa. Di tengah keterpurukannya, takdir justru mempertemukannya dengan Sean, seorang pria kaya raya yang memiliki kepribadian dingin.
Akankah pertemuan ini menjadi awal kebahagiaan baru bagi Naima, atau justru membawanya ke dalam lika-liku kehidupan yang lebih rumit?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon i'm gresya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
clarissa sama seperti naima
sean melepaskan tangannya dari dagu naima, dan terkejut melihat Claudia ada disana. begitu juga dengan mikael.
claudia berjalan ke arah mereka dan menatap ganti gantian ke arah naima dan sean.
tapi pandangan Claudia tidak lepas dari naima yang sedang menangis.
"sean kenapa kau disini, bukankah kau ada di Australia? " ucap claudia.
sean yang menahan amarahnya segera pergi dari situ, dan akan berurusan dengan naima lagi. tapi tangannya langsung di tahan oleh claudia.
"kau belum menjawab pertanyaan ku sean" ucap claudia lagi.
sean memutarkan badanya, dan menatap claudia.
"bukan urusan mu claudia, sekarang aku kembalikan kata katamu ke kamu claudia. sedang apa kau disini, kau mengikuti ku. aku sudah pernah bilangkan jangan ganggu aku lagi" jawab sean.
"aku tinggal disini, bersama nenekku, di rumah besar didepan sana. aku tidak pernah mengikuti mu, aku juga sudah katakan. aku akan kembali menjadi yang terbaik. lalu untuk apa aku melakukan itu" ucap claudia.
sean tidak peduli dengan ucapan claudia, pandangan sean kini tertuju pada naima yang dari tadi menangis, claudia yang melihat pandangan sean ke naima, segera menaruh curiga pada naima.
sean pergi dari sana diikuti oleh mikael. setelah sean pergi, claudia langsung menghampiri naima.
"apa hubunganmu dengan pria tadi, dan apa kau tau siapa dia? " ucap claudia sambil meremas kantong plastik yang isinya kue paw untuk naima dari neneknya claudia.
naima menggelengkan kepalanya dan menatap claudia dengan wajah yang memerah akibat tamparan tadi.
"lalu kenapa dia datang ke rumahmu. dan melukai mu. apa kau wanita jalangnya yang pernah tidur dengannya" ucap claudia ceplas-ceplos ke naima.
naima memundurkan langkahnya, claudia tidak boleh tau bahwa dia sedang hamil akibat kesalahan satu malam itu, bersama sean.
"aku tidak kenal dengan dia. dan juga aku bukan siapa siapanya atau memiliki ikatan dengannya, kau pulanglah aku ingin istirahat"
claudia yang diusir merasa tidak senang hati di perilakukan seperti itu. dia segera menahan pintu rumah naima yang akan di tutup oleh naima dengan kakinya lalu mencampakkan kue paw itu ke wajah naima.
"maaf, tapi nenekku yang memberikannya padamu" ucap claudia lalu pergi.
naima menutup pintu rumahnya rapat rapat dan menjatuhkan dirinya di lantai. begitu miris hidupnya, dia di perilakukan layaknya bukan manusia. dia menatap kue paw yang sudah terjatuh ke lantai dan segera mengambilnya..
naima ingat dengan kue paw itu, dulu waktu di desa. dia selalu melihat tetangganya yang habis belanja dari kota memakan makanan itu. dan naima menginginkannya. naima memberitahu kepada ibunya kalau tetangga habis belanja dari kota dan anak mereka memakan sesuatu yang bulat bewarna putih.
ibunya yang tidak mengerti kue yang dimaksud naima.ibunya hanya mengangguk paham. dan keesokan paginya, ibunya membuat kue tapi tidak percis dengan kue yang naima inginkan. naima jadi marah dan tidak mau memakannya.
ibunya mendekati naima yang lagi kesal. dan berkata lirih, saat naima menolak kue hasil buatan ibunya.
"nak.. jika kau ingin sesuatu yang membuat mu menjadi penasaran, lebih baik buang pikiran seperti itu. karna orang yang penasaran dengan rasa sesuatu yang belum mereka coba, akan menjadi menyesal di kemudian hari. karna semua itu letak dari penasaran nak, jika kita merasakannya dan tidak cocok dengan kita. bagaimana kita bisa kita memuntahkan rasa itu dan mengubahnya menjadi semula. tidak bisa kan.., itu sebabnya ibu katakan. lebih baik ubah rasa penasaran itu dengan yang lain. pasti rasa yang lain lebih enak daripada rasa penasaran itu.. " ucap ibunya menatap naima kecil dihadapanya.
naima menangis sambil mengambil kue paw itu. dia merindukan ibunya dan ingin pulang, supaya ibunya selalu memasakkan ya sesuatu. dia berdiri dari sana tapi perutnya tiba tiba sakit. dia kembali duduk di lantai itu sambil memegangi perutnya yang lumayan buncit.
"nak kau harus bertahan demi ibu. kau harus kuat nak.. " lirih naima sambil memegangi perutnya.
...
Australia Victoria, Queensland,
keesokan paginya, setelah mengecek ayahnya dirumah sakit. Clarissa pergi lebih awal ke perusahaan karna tadi mark menghubunginya harus membantu sesuatu tentang rapat penting nanti.
setelah sampai ke kemejanya, clarissa segera merapikan sedikit pakaiannya lalu setelah itu masuk ke ruangan sean yang sekarang menjadi milik mark sementara sean tidak ada disana.
"selamat pagi pak.. " sapa clarissa kepada mark yang sedang menulis sesuatu di sana.
"hmm.. " jawab mark dengan singkat.
clarissa segera berjalan ke arah mark dan membantu mark mengecek sesuatu di semua kertas dokumen itu.
"pak, apa yang sedang bapak cari. saya tidak mengerti pak" ucap clarissa merasa bigung dengan mark.
mark menatap clarissa, dan itu membuat clarissa segera menundukkan pandangannya. karna takut pada tatapan mark.
"dimana dokumen penting, atas nama klien pak dion. kau tau kan kita akan meeting penting dengannya nanti. " ucap dingin mark pada clarissa.
"maaf Pak.. saya sebelumnya sudah berikan kepada pak sean sebelum beliau pergi" jawab clarissa masih menunduk.
mark menjatuhkan dokumen yang ada di tangannya di meja. dan itu membuat clarissa terkejut.
"pak sean, baru saja mengirim email padaku, kalau pak sean tidak menyimpannya. dan pak sean memberikannya kepada mu. " bentak mark di kepada clarissa.
clarissa segera mengingat ingat dimana ia meletakkan dan menyimpan dokumen penting itu. tapi seingatnya dia memang memberikannya kepada sean waktu itu.
tapi saat melihat tatapan tajam mark, membuat nyali clarissa ciut untuk mengatakan kalau dokumennya dia berikan kepada sean.
clarissa menunduk dan memegang dadanya saat mark berjalan mendekat ke arahnya.
clarissa terus berjalan mundur, dan punggungnya bertabrakan oleh dinding.
kini mark sudah berdiri tepat dihadapan clarissa, sangat dekat bahkan nafas mark terhembus di pipi clarissa. dan aroma parfum mark melintas masuk ke dalam hidung clarissa.
"p... pak" ucap clarissa gugup.
"dimana kau meletakkan dokumennya, kau tau masalah kecil seperti itu jika tuan sean tau. siapa yang akan terkena masalah, aku.. karna aku menggantikan posisinya. " ucap mark yang sangat dekat dengan clarissa bahkan sangat intens.
clarissa yang tidak nyaman dengan posisi seperti itu. segera bergerak tapi tangan clarissa langsung di pegang oleh mark dan mengunci posisi mereka.
"pak.. aku jujur, aku memberikannya kepada pak sean waktu itu" ucap clarissa sambil menahan tangisnya.
"lalu maksudmu pak sean berbohong. untuk apa tuan sean melakukan itu. kau sekretaris baru yang melakukan kesalahan." tuduh mark.
clarissa tidak tahan lagi, dia menjatuhkan air matanya atas tuduhan mark padanya.
mark seorang lelaki, saat merasakan dadanya clarissa menempel di tubuhnya membuat gairahnya yang sudah lama tertidur menjadi terbangun.
dia makin memojokkan clarissa di dinding dan makin merasakan dada clarissa yang kenyal makin menempel pada tubuhnya. dan saat ini mark sedang memakai koas legan panjang dengan berbahan tipis.
clarissa memukul mukul dada bilang mark yang sudah sangat dekat dengannya. air matanya yang sudah jatuh dari tadi. tidak membuat mark melepaskannya.
"pak.. kumohon jangan seperti ini. " ucap clarissa sambil terus menjauhkan tubuh mark dari tubuhnya.
tapi mark tidak peduli, sekarang pikiran sudah berubah menjadi sesuatu yang lebih menyenangkan bagi mark. tanpa aba aba, mark memegang benda kenyal itu perlahan lalu menekanya dengan kasar. sehingga membuat clarissa menangis dan memukul tangan mark supaya tidak menyentuh bagian itu.
"sakit... hiks.. hiks.. " tangis clarissa, tapi mark tidak menghiraukan suara itu.
"pak kuhomon, lepaskan aku.. hiks.. hiks" sambung clarissa tapi tetap tidak di gubris oleh mark.
dengan kasar mark malah membuka paksa baju clarissa, clarissa menahannya. tapi tetap saja kekuatan clarissa tidak sepedan dengan mark..
mark dengan tega memperlakukan clarissa seperti itu. sekretaris sean malah menjadi budak asisten dari bosnya..
~