NovelToon NovelToon
Jalan Pedang Xiao Chen

Jalan Pedang Xiao Chen

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Mengubah Takdir / Fantasi
Popularitas:9.3k
Nilai: 5
Nama Author: Agen one

Di tengah kehidupan yang penuh hinaan dan kesulitan, Xiao Chen kecil hanya memiliki satu mimpi—menjadi pendekar pedang terhebat di dunia.

Tanpa bakat luar biasa maupun latar belakang kuat, ia menapaki jalan pedang dengan tekad yang tak pernah padam. Bagi Xiao Chen, pedang bukan sekadar senjata, melainkan guru yang mengajarkannya tentang rasa sakit, pengorbanan, dan arti kehidupan.

Namun di dunia tempat kekuatan menentukan segalanya, mampukah seorang anak dari keluarga buruk mengukir namanya hingga mengguncang langit dan bumi?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agen one, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 35: Perintah untuk Han Gu

​Han Gu membaca baris demi baris tulisan di atas kertas perkamen itu dengan napas yang tertahan.

​"Anak bernama Xiao Chen tidak boleh dipromosikan menjadi murid dalam seperti penyintas lainnya. Aku memerintahkanmu untuk membawa dan membimbing anak itu secara pribadi, tempa kultivasinya, asah mentalnya, dan luruskan jalan pedangnya..."

​Han Gu menghentikan bacaannya sejenak, menatap Pemimpin sekte di depannya dengan dahi berkerut dalam. "Kenapa tiba-tiba sekali? Mengapa Patriark memberikan pengecualian sebesar ini untuk seorang murid luar?"

​Ia kembali menurunkan pandangannya pada surat tersebut, membaca kelanjutan titah sang penguasa tertinggi sekte:

​"...Dia mungkin sudah menembus tingkat Ahli Pedang melalui pertarungan maut itu, tetapi fondasi jiwanya belum selesai ditempa. Jika dipaksa naik ke tingkat yang lebih tinggi terlalu cepat, Xiao Chen hanya akan menjadi sebilah pedang tajam yang rapuh dan mudah patah, sama seperti pewaris-pewaris Pedang Iblis Surgawi sebelum dirinya. Anak itu telah melihat dan mencicipi kematian terlalu dini.

​Jika benih kebencian di dalam hatinya tumbuh lebih cepat daripada pemahamannya tentang kehidupan, dia akan berakhir tragis di dalam kegelapan yang sama seperti mereka."

​Setelah menyelesaikan baris terakhir, Han Gu terdiam seribu bahasa. Gulungan surat itu perlahan ia gulung kembali, meninggalkan rasa heran dan bingung yang bergejolak di benaknya atas sikap Patriark yang tidak biasa ini.

​"Apa sebenarnya yang sedang Beliau rencanakan?" gumam Han Gu, memijat pelipisnya yang terasa pening. "Xiao Chen memang menunjukkan bakat pedang yang mengesankan. Tapi... bakat kultivasinya secara keseluruhan sangat biasa-biasa saja. Menempanya secara khusus hanya akan memakan sumber daya spiritual yang jauh lebih banyak daripada murid jenius lainnya."

​Ia mengembuskan napas panjang, menatap langit-langit paviliun yang sepi. "Ah, sudahlah. Aku tidak akan pernah bisa menebak apa yang ada di dalam isi pikiran Patriark." Pada akhirnya, sebagai seorang instruktur yang setia, Han Gu memilih untuk patuh dan menjalankan perintah tersebut.

​Beberapa hari kemudian, atmosfer di Aula Utama sekte terasa begitu megah dan agung. Hari perayaan promosi murid dalam akhirnya diadakan.

Seluruh penyintas dari tragedi berdarah Lembah Seribu Roh dipanggil untuk berdiri di tengah aula, disaksikan oleh ratusan murid luar yang memenuhi podium penonton.

​Tetua Agung maju ke depan altar, suaranya yang dilapisi Qi bergema keras membelah ruangan.

​"Kalian tidak hanya berhasil melewati ujian tersulit sekte, tetapi kalian juga telah membuktikan garis pertahanan mental yang luar biasa di tengah kepungan maut! Majulah... Gu Tian, Qian'er, Bao Hu, dan Lin Hao! Selamat, dengan ini kalian resmi diangkat menjadi Murid Dalam Sekte!"

​Sang Patriark yang duduk di kursi tertinggi tersenyum puas, memberikan anggukan restu yang berwibawa.

​Gemuruh tepuk tangan langsung pecah dari barisan murid luar.

Mereka membungkuk dalam, memberikan penghormatan penuh rasa kagum kepada para penyintas. "Selamat atas promosi kalian, Senior! Semoga jalur kultivasi kalian semakin tinggi!"

​Namun, di tengah riuh rendah perayaan itu, sebuah kejanggalan perlahan disadari oleh banyak orang.

Nama satu orang yang paling krusial sama sekali tidak disebutkan hingga akhir pengumuman. Suara kasak-kusuk pun mulai terdengar, memecah keheningan di sudut-sudut aula.

​Tetua Agung kembali mengangkat tangannya, menenangkan massa sebelum melanjutkan dengan nada datar. "Sementara itu, untuk murid bernama Xiao Chen... karena beberapa pertimbangan khusus dari petinggi sekte, ia masih akan menjalani masa pembinaan dan pelatihan intensif di area murid luar."

​DEG.

1
Maul
👍👍
Maul
latihan keras 😢
Maul
/Panic//Panic/
Maul
/Scare//Scare/
Maul
kenapa nih🤔
Maul
Benar-benar membingungkan Patriark itu🤭
Maul
/Smile/
Maul
Sepertinya Patriark baik🤔
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Jlebz 🌽🔥
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Iyeeeees 🌽🔥
Agen One
Bab 37 sabar guys/Sleep/
Agen One
Kakek roh/Whimper/
Agen One
jadi juga murid dalam/Frown/
Agen One
🤕🤔
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Iyeeeees boos 🌽🔥
Maul
keputusan apa ituh
Maul
takut itu wajar Qianer
Maul
/Frown/
Agen One
selamat Idul Adha ya semuanya/Smile//Pray/
Agen One
Bab 35 sabar ya/Smile/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!