NovelToon NovelToon
GODAANKU

GODAANKU

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Cintapertama / CEO
Popularitas:20.6k
Nilai: 5
Nama Author: wiwi

Selly, gadis berusia 19 tahun, adalah putri kesayangan keluarga terkaya nomor dua di negara ini. Sejak kecil ia hidup dalam pelukan kasih sayang yang luar biasa—dimanja ayah, disayang ibu, dan dijaga mati-matian oleh kakak laki-lakinya, Rian, yang posesifnya level dewa.

Namun, ada satu hal yang selalu Selly inginkan namun sulit ia dapatkan: Hati seorang Darren Wijaya.

Darren, pria dingin berusia 32 tahun yang merupakan raja bisnis dan orang terkaya nomor satu. Luka masa lalu akibat pengkhianatan mantan kekasihnya, Natasha, membuat pria itu menutup hatinya rapat-rapat. Selama bertahun-tahun Selly mengejar, memberi perhatian, dan mencoba menembus tembok dingin itu, namun yang ia dapatkan hanyalah sikap acuh tak acuh dan penolakan.

Hingga suatu hari, rasa lelah dan sakit hati membuat Selly sadar. Ia tidak bisa terus memaksakan diri.

"Cukup, Om... Aku menyerah."

Selly memutuskan berhenti. Ia mulai fokus kuliah, bergaya lebih dewasa, dan mencoba membuka hati untuk Aron

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon wiwi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 19

Suara teriakan penuh amarah dan perlindungan yang meledak dari mulut Papa Andre itu seakan menjadi guntur besar yang memecah mendung gelap dan pekat yang selama bertahun-tahun menaungi hidup Selly Adhitama.

Di dalam pelukan hangat ayahnya, di tengah dukungan penuh kasih sayang yang meluap dari Mama dan Kak Rian yang selalu siap sedia menjaganya... sesuatu yang sangat besar dan penting mulai berubah di dalam diri gadis itu.

Bukan berubah menjadi rasa benci, bukan berubah menjadi rasa dendam yang menyakitkan... tapi berubah menjadi sebuah KESADARAN yang begitu jernih, begitu terang, dan begitu membebaskan jiwa.

Selly perlahan mengangkat wajahnya yang sembab, merah padam, dan terlihat sangat lelah itu.

Matanya yang tadinya bengkak dan penuh air mata... kini mulai terbuka lebar. Masih terlihat sayu dan lelah, tapi ada sesuatu yang sangat berbeda berkilau di sana.

Ada kilatan tekad yang bulat. Ada kilatan keputusan yang sudah tidak bisa diganggu gugat lagi.

Dengan jari telunjuknya yang gemetar namun terasa sangat pasti dan kuat, Selly mulai mengusap air mata yang masih menetes di pipi kanannya.

Usap...

Lalu mengusap pipi kirinya.

Usap...

Seakan-akan dengan gerakan sederhana itu, ia tidak hanya mengusap air mata, tapi ia juga ikut mengusap jauh-jauh rasa sedih, rasa bodoh, rasa malu, dan rasa rendah diri yang selama ini menempel tebal di dirinya dan menghantuinya setiap hari.

Selly menarik napas panjang sekali, sangat panjang, mengisi seluruh rongga paru-parunya dengan udara segar dan bersih, lalu menghembuskannya pelan-pelan dengan berat... seakan membuang semua racun, semua kepahitan, dan semua rasa sakit yang ada di dalam tubuh dan jiwanya keluar bersamaan dengan hembusan napas itu.

Pandangannya yang tadi sempat kosong melompong dan hampa... kini perlahan memantul dan tertuju pada pantulan dirinya sendiri di cermin besar lemari pakaian yang ada di seberang kamar itu.

Gadis itu menatap bayangannya sendiri lekat-lekat, sangat lekat, seakan baru pertama kali kali ini ia melihat dirinya sendiri dengan mata yang terbuka penuh.

'Itu aku... Selly Adhitama.' batinnya berbicara mulai jernih dan tenang kembali.

'Lihat diri kamu baik-baik, Selly... lihat siapa kamu sebenarnya.'

Di cermin itu, terlihat jelas sosok seorang gadis muda yang sangat cantik jelita. Wajahnya yang mulus dan berbentuk, matanya yang mancung dan indah, hidungnya yang mancung, dan senyumnya yang dulu selalu cerah dan memikat hati siapa saja yang melihatnya.

Selly sadar sepenuhnya sekarang. Dia itu cantik. Sangat cantik dan sangat mempesona.

Banyak orang yang memuji, banyak orang yang mengagumi, banyak teman yang menyayangi, dan bahkan tidak sedikit pria-pria lain yang jauh lebih tampan, jauh lebih kaya, dan jauh lebih baik yang berharap bisa mendapatkan sedikit saja perhatian darinya, yang berharap bisa menjadi pendampingnya.

Dia juga pintar. Pintar bergaul, pintar mengurus orang lain, punya banyak bakat, dan punya kemampuan yang luar biasa yang tidak dimiliki oleh sembarang orang.

Dan yang paling penting, yang paling berharga, dan yang paling membuatnya merasa kuat saat ini...

Dia punya keluarga yang sangat menyayanginya setengah mati. Papa, Mama, Kak Rian... mereka semua rela melakukan apa saja, rela mengorbankan apa saja demi melihat Selly bahagia dan tersenyum kembali. Mereka menganggap Selly adalah permata paling berharga, putri paling berharga di dunia ini yang tidak boleh disakiti oleh siapapun.

'Terus... kenapa? Kenapa selama ini aku bisa sebegitu bodohnya dan sebegitu tololnya?' tanya hati Selly pada dirinya sendiri perlahan, penuh dengan penyesalan yang mendalam namun juga penuh pencerahan.

'Kenapa selama ini aku bisa membuang-buang waktu berhargaku bertahun-tahun lamanya? Kenapa aku bisa membuang-buang air mata yang berharga? Kenapa aku bisa membuang-buang harga diriku sendiri cuma demi mengejar satu orang yang bahkan dari awal sampai akhir tidak pernah peduli sama sekali?'

'Kenapa aku harus berlari kencang sampai kaki berdarah-darah mengejar orang yang bahkan tidak sudi berjalan mundur sedikit pun buat nyamperin aku?'

'Kenapa aku harus merasa kecil, merasa tidak berharga, dan merasa murahan cuma karena satu orang yang buta mata dan buta hati yang tidak bisa melihat nilai lebih yang ada di dalam diriku?'

Pertanyaan-pertanyaan besar itu muncul satu per satu menghantam kepala Selly, dan jawabannya kini terlihat begitu jelas, begitu terang benderang, dan begitu masuk akal sampai ia heran kenapa dulu ia tidak bisa memikirkannya semudah ini.

Selly tersenyum tipis. Senyum yang datar, tenang, tapi penuh dengan arti yang sangat dalam.

'Iya ya... benar sekali...' batinnya berbisik yakin.

'Aku kan cantik. Aku kan pintar. Aku kan baik hati. Keluarga aku sayang banget sama aku. Dunia itu luas sekali, masih banyak hal indah di luar sana yang menunggu aku.'

'Terus kenapa sih aku harus pusing tujuh keliling dan nangis kerancuan cuma gara-gara satu laki-laki yang tidak tahu diri dan tidak punya hati?'

'Kenapa aku harus ngejar orang yang jelas-jelas gak peduli sama aku? Kenapa aku harus memohon-mohon kasih sayang dari orang yang hatinya tertutup rapat dan terkunci mati buat aku?'

Selly sadar sekarang. Sangat sadar.

Cinta itu tidak seharusnya menyakitkan. Cinta itu tidak seharusnya membuat kita menangis setiap malam. Cinta itu tidak seharusnya membuat kita merasa kecil dan tidak pantas.

Dan mencintai orang yang bahkan tidak bisa melihat betapa berharganya kita, orang yang bahkan tidak bisa menghargai ketulusan kita... itu namanya bukan setia... itu namanya MENYIKSA DIRI SENDIRI.

"Sudah cukup..." bisik Selly pelan, tapi suaranya terdengar sangat tegas, sangat dingin, sangat mantap, dan sangat final.

Tidak ada getar, tidak ada isak tangis, tidak ada keraguan sedikitpun di sana.

"Mulai detik ini... mulai hari ini... Selly resmi berhenti. Selly berhenti mengejar. Selly berhenti berharap. Selly berhenti menyiksa diri sendiri, dan Selly berhenti merendahkan diri sendiri."

"Darren Wijaya... silakan kamu bahagia dengan duniamu sendiri. Silakan kamu hidup dengan egomu yang tinggi dan hatimu yang beku. Silakan kamu menyesal nanti saat sadar sudah kehilangan orang yang paling sayang sama kamu."

"Tapi Selly... Selly punya hidup sendiri yang jauh lebih berharga. Selly mau bahagia lagi. Selly mau senyum lagi kayak dulu. Selly mau bersinar lagi. Dan Selly gak akan pernah lagi membuang waktu dan tenaga buat orang yang gak bisa lihat betapa berharganya aku."

Selly menatap pantulan dirinya di cermin itu lagi, kali ini dengan kepala yang lebih tegak, bahu yang lebih terbuka, dan pandangan yang lebih tajam dan berani.

"Kamu itu berharga, Selly. Sangat berharga. Jangan biarin siapapun bikin kamu merasa kecil dan tidak berarti lagi," ucapnya pada dirinya sendiri penuh penekanan dan cinta diri.

Hari itu... di dalam kamar yang penuh dengan kasih sayang keluarga itu... Selly Adhitama yang dulu yang lemah, yang penuh air mata, dan yang penuh keraguan... resmi mati dan terkubur dalam-dalam.

Dan lahirlah sosok Selly yang baru. Sosok yang jauh lebih kuat, jauh lebih tegas, jauh lebih mandiri, dan yang paling penting... sosok yang sangat mencintai dirinya sendiri.

 

(Bersambung...)

1
Ilfa Yarni
udahlah rian biari aja kenapa siihereka saling cinta ga bakal bisa dipisahin km hanya akan capek doang
Ilfa Yarni
udah rian restui aja km ga bakal bisa pisahin mereka klo dulu mgkn bisa to sleep Darren udah sadar klo dia jg cinta sama selly
Ilfa Yarni
k. gabakal bisa pisahin mereka rian mereka sama2 saling cinta
fafifufefo
SELLY KAMU KAYA TAPI KALAU UDAH MENYANGKUT HATI SIAPA YANG BISA MELAWAN
Ilfa Yarni
ya udah klo udah begini menikahlah segera drpd nanti kebablasan
Ariany Sudjana
Aron kemana? kok ga muncul lagi?
Ilfa Yarni
Aaaaa selly akhirnya luluh jg hadeeh knp ga tahan sedikit sih biar om darrennya ngejar kejer begitu
wiwi: udah terlanjur cinta sih bun🤭
total 1 replies
falea sezi
situ merasa ganteng ya 🤣 perjaka tua
falea sezi
mau kasih hadiah jd males MC nya oon🤣 cwek. lacur murahan
falea sezi
kn bnrr🤣 lu murahan 🤣 aneh lu
falea sezi
masih mahalan lacur mahal karena di bayar nah selly murahan🤣 pantes daren g mau bodoh bgt ngejar cowok kayak g laku aja lacur aja neh ya di cari pelanggan pas butuh lah selly g dicari dteng sendiri lebih. murah dr lacur
Ilfa Yarni
waduh bahaya orang seperti Darren ini klo udah merasa memilik orang lain bisa celaka klo iseng sedikit saja sama wanitanya
Erna Riyanto
kok Selly jdi gitu...apa GK ingat perlakuan Darren bertahun" kyk apa...gampangan banget...terus Aron jg gmn...hahhh ..GK jelas bgt..
wiwi: sabar sabar😄😄
total 1 replies
Ariany Sudjana
bodoh kamu Selly, mudah sekali percaya dengan omongan Darren
wiwi: 🤣🤣🤣🤣 iya
total 1 replies
Ilfa Yarni
Aaaaa jgn lululh secepat itu selly lawan trus godaa Darren jgn luluh dulu ya
wiwi: sabar🤣
total 1 replies
Ilfa Yarni
jgn pg lululh selly biarkan Darren mati2anemgejarmy seperti yg km lakukan dululibat sampe dmn kegigihannya mendapatkan km kembali
Istrinya Tamon 🥰😍
dasar daren sesat kocak
Istrinya Tamon 🥰😍
milik lu apanya, udah lu sia sia in juga kesetiaan selly sekarang lu berharap apa kocak
Ilfa Yarni
waduh bahaya obsesinya liat skali akan menerjang apapun knp skr kau berubah ada apa dgnmu darren pas slellyudah menyerah mengejarmu km ga Terima emang selly apaan bagimu
wiwi: iya kak🤭
total 1 replies
Ariany Sudjana
itulah hukum tabur tuai Darren, kan dulu kamu sendiri yang minta Selly jangan kekanak-kanakan, ya sekarang tercapai keinginan kamu, jalani saja yah hidup kamu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!