NovelToon NovelToon
Pesona Antagonis Novel

Pesona Antagonis Novel

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi
Popularitas:10.4k
Nilai: 5
Nama Author: mejiku

Asha, seorang gadis SMA yang gemar membaca, tanpa sengaja menemukan sebuah novel romantis bergenre dark yang langsung menarik perhatiannya. Awalnya hanya iseng, ia mulai membaca kisah kelam penuh obsesi, cinta yang beracun, dan tokoh antagonis yang kejam namun memikat. Tanpa sadar, ia terbawa suasana hingga larut malam.
Namun saat ia terbangun, dunia di sekelilingnya terasa asing.
Asha terkejut ketika menyadari bahwa dirinya bukan lagi berada di dunianya sendiri, melainkan masuk ke dalam novel yang semalam ia baca. Lebih buruk lagi, ia bukan tokoh utama yang memiliki perlindungan plot, juga bukan antagonis yang berkuasa melainkan hanya seorang figuran.
Seorang figuran yang dalam cerita aslinya dikenal karena satu hal: tergila-gila pada sang antagonis.
Dan yang paling mengerikan, Asha tahu persis bagaimana akhir dari karakter itu nasib paling mengenaskan yang bahkan tak layak disebut sebagai akhir bahagia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mejiku, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

31

Pukul tujuh pagi tepat, sebuah motor besar sudah terparkir gagah di depan gerbang. Kaisar melirik jam tangannya, lalu beralih ke layar ponsel. Panggilan ke-15, dan masih belum ada jawaban dari Melody.

​"Ck, beneran minta dijemput ke kamar," gumam Kaisar dingin.

​Karena gerbang hanya dikunci selot biasa, Kaisar dengan santainya masuk. Ia mendapati pintu depan tidak terkunci rapat—kebiasaan buruk Melody yang tinggal sendirian semalam. Dengan langkah berat yang bergema di lantai rumah yang sepi, Kaisar menuju lantai dua dan langsung membuka pintu kamar yang tidak dikunci itu.

​"Melody, bangun."

​Pemandangan di depannya benar-benar jauh dari kata "bidadari". Melody tidur melintang dengan separuh badan hampir merosot dari kasur, rambutnya mekar kayak singa habis tawuran, dan bau minyak kayu putih menyengat di seluruh ruangan.

​Kaisar menarik selimut yang menutupi wajah Melody. "Bangun. Sudah jam tujuh lewat dua menit."

​"Eunggh... lima abad lagi, Ma... Melody lagi rapat sama Lee Min Ho..." gumam Melody ngasal, matanya masih terpejam rapat. Ia justru menarik ujung jaket kulit Kaisar yang berdiri di samping kasurnya, mengiranya sebagai bantal guling.

​"Gue bukan Lee Min Ho. Bangun atau gue seret ke kamar mandi sekarang," suara berat Kaisar membuat Melody tersentak.

​Melody membuka satu matanya, lalu mengerjap berkali-kali. Begitu sadar ada sosok tinggi besar yang menatapnya datar di samping tempat tidur, ia langsung berteriak.

​"AYAM COPOT! KAISAR?! Kok lo bisa di sini?! Mesum ya lo?!" teriak Melody sambil menarik selimut menutupi badannya yang masih memakai piyama gambar kucing.

​"Pintu lo nggak dikunci. Cepat mandi, kita telat," jawab Kaisar tanpa ekspresi, padahal dalam hati dia sedikit menahan tawa melihat muka bantal Melody.

​Melody langsung teringat kejadian semalam. Perutnya memang sudah tidak bergejolak, tapi badannya terasa lemas kayak jelly. Ia kembali menjatuhkan kepalanya ke bantal dengan dramatis.

​"Aduh... aduh Kai... aduh perut gue... kayaknya gue kena kutukan seblak semalam deh," rintih Melody sambil memegangi perutnya, aktingnya mulai jalan. "Aduh, pusing banget... badan gue nggak enak, kayaknya gue mau tipus, atau... atau gejala amnesia? Aduh, lo siapa ya? Kok ganteng tapi serem?"

​Kaisar tidak tertipu. Ia membungkuk, menempelkan punggung tangannya ke dahi Melody. "Nggak panas."

​"Panasnya di dalem, Kai! Di dalem jiwa!" sahut Melody cepat. "Sumpah ya, semalam gue bolak-balik kamar mandi udah kayak setrikaan. Sekarang gue lemes banget, buat napas aja capek. Lo berangkat sendiri aja deh, titip absen ya. Bilang aja Melody lagi dalam masa pemulihan trauma lambung."

​Kaisar justru menarik tangan Melody, memaksanya duduk. "Nggak ada bolos. Mandi sekarang, atau gue yang mandiin?"

​Mata Melody langsung melotot sempurna. "HEH! Mulut lo ya, bener-bener minta disekolahin di pesantren! Oke, oke! Gue mandi! Tapi lo keluar! Hus... hus!"

​"Gue tunggu di bawah. Sepuluh menit. Kalau belum turun, gue balik ke sini dan gue gendong lo ke sekolah pake piyama itu," ancam Kaisar mutlak sebelum berbalik keluar kamar.

​"DASAR DIKTATOR! KULKAS RUSAK! PEMAKSA!" teriak Melody sambil melempar bantal ke arah pintu yang sudah tertutup. Ia menghentakkan kakinya kesal sambil menuju kamar mandi. "Gara-gara seblak sialan, reputasi gue sebagai bidadari mager hancur di tangan si es batu itu!"

Melody keluar kamar dengan langkah gontai, mengenakan seragam yang sedikit berantakan karena terburu-buru. Wajahnya yang biasa ceria kini tampak agak pucat, tapi mulutnya tetap tidak bisa diam.

​"Nih! Liat nih! Puas lo?!" semprot Melody begitu sampai di ruang tamu, tempat Kaisar sedang duduk tenang sambil memainkan kunci motor. "Gue mandi secepat kilat, bahkan daki gue belum sempet pamitan udah gue guyur! Puas?!"

​Kaisar berdiri, matanya memindai penampilan Melody dari atas ke bawah. "Seragam lo miring. Berantakan."

​"Ya elo pikir aja sendiri! Mandi sepuluh menit itu cuma buat simulasi lomba lari, bukan buat dandan estetik!" Melody menghentakkan kakinya. "Lagian lo tuh ya, nggak ada empati-empatinya sama orang sakit perut. Lambung gue ini habis perang dunia ketiga semalam, Kai! Harusnya lo bawain gue bubur kek, atau karangan bunga 'Turut Berduka Cita atas Gugurnya Cabe Seblak', bukan malah ditodong berangkat!"

​"Banyak bicara berarti masih hidup," balas Kaisar datar sambil berjalan menuju pintu. "Ayo cepat."

​"Iihh! Nyebelin banget!" Melody mengekor di belakang sambil misuh-misuh. "Awas ya kalau di tengah jalan gue pingsan, gue bakal hantuin lo tujuh turunan!"

​Mereka sampai di depan motor besar Kaisar. Kaisar sudah naik dan memasang helmnya, menunggu Melody naik ke jok belakang.

​"Ayo naik," perintah Kaisar.

​Melody memegang pundak Kaisar untuk tumpuan. Namun, saat ia baru saja mengangkat satu kakinya, tiba-tiba dunia di sekitarnya terasa berputar hebat. Rasa pening yang tajam menghantam kepalanya, dan pandangannya mendadak buram dengan bintik-bintik hitam.

​"Aduh... kok..." gumam Melody lirih. Tangannya yang memegang pundak Kaisar mendadak melemas dan gemetar.

​Kaisar yang merasakan pegangan Melody tidak stabil langsung menoleh dengan cepat. "Melody?"

​"Kai... bentar... kok tiba-tiba gue liat ada dua Kaisar ya? Mana dua-duanya mukanya jutek lagi..." Suara Melody mengecil. Tubuhnya limbung ke arah samping.

​"Melody!" Dengan sigap, Kaisar turun dari motor dan menangkap tubuh Melody sebelum gadis itu mencium aspal.

​Wajah Kaisar yang tadinya datar tanpa ekspresi, kini berubah total menjadi panik. Ia menahan kepala Melody agar tidak jatuh. "Wajah lo pucat banget. Mel, buka mata lo!"

​"Pusing banget, Kai... kayaknya... jiwa gue beneran lagi mau transmigrasi balik deh..." bisik Melody lemah sebelum akhirnya matanya terpejam sepenuhnya, tak sadarkan diri di pelukan Kaisar.

​Kaisar mengumpat pelan dalam hati, menyesali keputusannya yang memaksanya berangkat tadi. Tanpa pikir panjang, ia langsung menggendong tubuh mungil Melody masuk kembali ke dalam rumah.

1
emalia
Lanjut kak 🤭🤭
Irsyad layla
lagi dong thor masa cuma 1
Nazia wafa abqura
kak novel ny bagus banget. aq tunggu up ny y kak. 💪
Irsyad layla
thor up lagi dong hari ni nggak cukup 1 bab perhari
Natasya
👌
Wahyuningsih
😅😅😅 drama korea ada aja nih melo
Wahyuningsih
thor buat asha aka melodi badaz abiz biar mkin seru bla perlu dpt bonus ruang dimensi atau sistem yg srba bisa 💪💪💪 thor
Wahyuningsih
mampir q thor
**Maulina**
lanjut thor semangat💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!