NovelToon NovelToon
Cahaya Cinta

Cahaya Cinta

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Diam-Diam Cinta / Dikelilingi wanita cantik
Popularitas:2.3k
Nilai: 5
Nama Author: Saidah_noor

Dihari ulang tahun pernikahannya yang ke 3 tahun, Cahaya harus terkejut melihat perselingkuhan Fery dengan wanita lain yang masih satu rekan kerja dengan suaminya.
Karena patah hatinya ia mengajak sahabatnya untuk minum dan menginap dihotel, namun sahabatnya tak bisa menemaninya karena adiknya tak ada yang menemani dirumah.
Kejadian tak terduga dihotel ia tak sengaja bertemu pria asing yang dalam keadaan sakit, karena berpikir itu adalah suaminya yang mengejarnya akhirnya ia mengajaknya bermalam dalam keadaan mabuk.
Namun saat pagi menjelang, Cahaya baru sadar bahwa yang tidur bersamanya itu bukanlah suaminya tapi pria yang terkenal berkuasa dan galak dikantornya.
apa yang harus cahaya lakukan?
kabur kah?? atau ...???

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Saidah_noor, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dibalkon.

Gara-gara mabuk Yumi akhirnya ikut pulang bersama dan menginap dirumah Rayyan. Setelah merebahkan wanita itu Cahaya membersihkan dirinya dikamar mandi, sedangkan Rayyan ia pergi entah ke kamarnya atau kemana.

Keluar dari kamar lembab itu Cahaya sudah mengganti pakaiannya, ia menatap Yumi lewat cermin sambil memakai pelembab wajah rutinnya. Ia kembali berpikir, benarkah apa yang dikatakan Yumi?

Biasanya orang mabuk akan jujur saat ditanya, tapi kenapa ia masih tak bisa percaya. Tak bisa tenang, Cahaya keluar dari kamarnya. Mungkin dengan mencari angin malam ia bisa lebih nyaman.

Namun, siapa sangka ia malah mendengar suara Rayyan yang tengah menelpon seseorang. Dibalkon lantai dua tempat santai dan bermain biliar, lelaki itu berdiri sendirian ditepi balkon.

"Ka Yasmin, Mimi tidur dirumahku."

"Baiklah, aku hanya memberitahukan itu saja."

"Iya."

Saat Cahaya menengokkan wajahnya, pria itu berdiri menatap ke halaman yang luas dan langit yang dipenuhi para bintang. Ia menghampirinya.

Terlihat pria itu memasukkan ponselnya ke dalam saku jasnya, sepertinya belum membersihkan diri sepulang dari klub. Cahaya berdehem, membuat Rayyan menoleh ke arahnya.

Pria itu tersenyum, "Belum tidur?" tanyanya.

"Aku tak bisa tidur," jawab Cahaya, ia ikut menatap halaman luas itu.

"Mau aku temani!" ajak Rayyan sembari menarik wanita itu dan memeluknya dari belakang. Tangan pria itu mulai bergerilya asal membuat Cahaya risih. Bahkan bibirnya bergerak dileher jenjangnya yang putih mulus.

"Tuan!" sebal Cahaya mencoba melepaskan diri, tapi cengkeraman tangan Rayyan begitu kuat dan tak bisa ia imbangi. Padahal sudah ia halangi tangan kekar itu dengan tangannya.

Tapi malah makin liar.

"Aku menyukaimu, menikahlah dengan ku!" bisik Rayyan yang kemudian memainkan leher wanita itu.

Mata Cahaya terpejam.

Ini benar-benar sialan!

Nafas pria ini yang beraroma mint, mengingatkannya akan malam itu. Ia jatuh kedalam kehangatannya lagi, tak bisa menolak dan tak bisa berkutik.

"Rayyan!" geram Cahaya sambil memutar badannya dan menatap pria itu.

Tapi lelaki itu makin menarik badannya, hinga badan mereka berhimpit dengan saling berhadapan dan menatap wajah masing-masing. Posisi mereka seperti pasangan yang tengah berdansa diam, hanya pandangan mata yang bicara dan detak jantung yang kian bekerja keras.

Benjolan dileher pria itu bergerak naik turun, melihat wanita satu ini yang berhasil membuatnya lemah. Salah siapa datang padanya detik itu, disaat ia sudah berusaha menahan gejolak yang selalu meletup didadanya.

"Aku bantu perceraianmu, jadi lupakan mantan suamimu. Aku akan membuatmu bahagia, ok!" ujar pria itu lagi.

"Sejak kapan anda menyukaiku?" tanya Cahaya sekedar ingin tahu.

"Sejak lama," jawab lelaki itu, wajahnya mendekati wajah Cahaya dengan mata yang penuh keinginan.

Namun saat sudah dekat, jari tunjuk wanita itu menahannya.

"Aku masih datang bulan, jangan lakukan hal seperti malam itu!" ucap Cahaya menolakku.

"Aku tahu batasan!" kata Rayyan langsung menyambar paksa bibir wanita itu, begitu lahap bak srigala yang sedang lapar.

Cahaya reflek melingkarkan tangannya dileher Rayyan, akibat tindakan kasar pria itu. Ia tak bisa menghentikannya dan malah membiarkannya melakukan aksi tak pantas tersebut. Ia hanyut dalam sentuhan yang menggila, apalagi ia tahu pria ini adalah sosok yang sedang ia rindukan.

Membuatnya tak bisa menolak ajakan gila tersebut dan malah membalasnya.

Rayyan memangku badan mungil wanita itu, membawanya dan mendudukkannya diatas meja biliar yang tak jauh dari mereka berada. Pasangan itu kembali saling memagut, saling membalas asmara membara yang tertahan dalam diri mereka sejak lama.

Kegiatan itu cukup lama, sampai Cahaya menyudahinya sendiri kala hasrat Rayyan kian tak terkendali. Kala dengan sadar lelaki itu membuka kancing bajunya dan merayapi bagian dalam.

"Cukup!" kata Cahaya sambil meraup udara sebanyaknya, ia sudah hampir kehabisan nafas diajak melakukan itu.

Mereka saling tatap dalam diam. Detik itu antara lanjut dan sudahi, membuat keduanya diam tanpa kata. Namun pria itu masih sesekali memagutnya walau sekejap, lagi dan lagi hingga semua wajah wanitanya habis kena sentuhannya.

"Rayyan!" panggil Cahaya menyentak halus.

"Baiklah," ucap Rayyan menyatukan dahi mereka berdua, lalu memeluknya dengan erat.

"Rasanya sudah tak tahan," kata Rayyan sembari kembali menyambar benda kenyal milik Cahaya yang membuatnya ketagihan.

...

Cahaya merapikan piamanya, lalu rambutnya setelah dirayapi oleh pria itu. Ia merutuki diri saat dua kancing atas bajunya terbuka, bahkan pundaknya terlihat oleh Rayyan dan lelaki itu membantunya menutupinya.

Wanita itu turun dari meja biliar, ia harus kembali ke kamarnya. Akan tetapi lengannya ditarik hingga membuatnya kembali menghimpit badan Rayyan. Matanya terkejut melihat pria itu yang seakan tak mau membiarkannya pergi.

"Tuan," keluh Cahaya merasa risih saat Rayyan hendak kembali menyambarnya.

Untungnya ia tahu, jadi segera mengalihkan pandangannya membuat Rayyan sedikit kecewa. Namun ia masih mengunci badan wanitanya, tak ingin melepaskannya begitu saja.

"Panggil aku Rayyan. Seperti tadi, aku suka mendengarnya. Apalagi ... Mendengar desahanmu," ucap Rayyan tersenyum nakal.

"Kalau begitu, aku akan melakukannya. Lagi pula ...." Cahaya menunjuk dada Rayyan dan menatapnya dengan menggoda.

 "Kamu sudah melecehkan aku, kamu sudah curi mahkotaku, dan juga ...." Cahaya menggantungkan kalimatnya.

"Menghamili kamu." ujar pria itu menyambungkan katanya.

Mata Cahaya membulat penuh, kata menghamili itu terlalu intim dan membuatnya sedikit kaget. Tapi jika om iyan yang mengatakannya, entah mengapa ia menyukainya. Ia juga merasa jiwa cegilnya kembali dan warna pelangi yang pernah redup karena musibah itu, kini menghiasi hidunya lagi.

Mungkin kah karena pria ini?

Kalau iya, maka ia tak akan menolaknya lagi. Walau ada rasa takut yang menusuknya, ia berusaha menguatkan diri jika memang Rayyan mencintainya.

"Boleh juga, lagi pula pertemuan kita sebuah takdir cinta sejati," ujar Cahaya tersenyum.

Rayyan terdiam, otaknya mulai memikirkan tentang takdir cinta sejati. Tiga kata itu rasanya tak asing, perasaannya pernah mendengar itu, sayangnya ia lupa. Namun ia mengabaikannya.

Rayyan melepaskan pelukannya, ia berlutut dihadapan Cahaya dan kembali menarik badan mungil wanita itu. Ia mengusap perut rata dan menciumnya seolah sedang mencium seorang bayi yang ada dalam rahim wanita itu.

"Hallo juniorku," sapa Rayyan dengan muka polosnya.

Cahaya menganga melihatnya, tingkah bosnya makin aneh saja. Ia terkikik geli melihat tingkah konyolnya. Mana ada bayi disana, tapi ia ikuti permainannya.

"Sayang, Junior mengantuk. Katanya ingin tidur," ujar Rayyan menengadah menatap Cahaya dengan manja.

"Baiklah, kalau begitu aku pergi tidur. Tuan Rayyan, anda juga harus istirahat, babay!" ujar Cahaya yang langsung pergi.

Rayyan menatapnya bingung, ia merasa ada yang salah. "Tunggu, Cahaya!" ucapnya menghentikan wanita itu.

Sayangnya Cahaya melanjutkan langkahnya, tanpa menghiraukan apa yang lelaki itu katakan. Rayyan merutuki diri, ia belum puas bersama wanita itu. Tapi ia tersenyum juga pada akhirnya, mengingat aksi bejatnya dan satu hal yang tak terduga. Cahaya tak menolaknya lagi.

Ia bahkan membalas pagutannya.

...

Didalam kamar.

Cahaya berjalan dan tersenyum sendiri mengingat apa yang terjadi dibalkon, tempat santai itu menjadi saksi kegilaan mereka. Bisa-bisanya ia melakukan itu dengan bosnya.

Tak hanya itu, itu om temannya loh. Ia justru malah ketagihan, ia tersenyum mengingat gairah om Iyan yang terputus. Ia juga menyentuh bibirnya yang terasa kesemutan akibat ciuman mereka yang liar.

Ia sungguh sedang dilanda kasmaran sekarang.

"Kamu dari mana saja?" suara Yumi mengejutkannya, ditengah suasana temaram yang sengaja ia lakukan agar temannya tidur lelap.

Namun sepertinya wanita itu sudah menyadari sesuatu.

"Ini kamar siapa?" tanya Yumi lagi, dengan kepala celingukan.

1
falea sezi
🤣🤣 mertua toxic
🌀 SãñõõR 💞
yap ntar ceritanya jadi membingungkan.
partini
saling terhubung suami selingkuh dengan wanita yg pernah di sukai lelaki yg tidur dengan cahaya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!