NovelToon NovelToon
KAMU SELINGKUH, KAMU BANGKRUT

KAMU SELINGKUH, KAMU BANGKRUT

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Balas Dendam / Wanita Karir / Cinta Lansia
Popularitas:131.6k
Nilai: 5
Nama Author: Mama Mia

Anindya Maheswari, menikah dengan Raditya Wicaksono tanpa restu dari orang tua Radit karena Anindya hanya seorang yatim piatu dan besar di panti asuhan.

Cinta tulus dari Radit membuat Anindya bertahan, berjuang bersama, banting tulang, memeras otak dan keringat. Memulai segalanya dari nol hingga akhirnya sukses.

Namun, siapa sangka setelah sukses Radit malah berkhianat? Menjalin hubungan dengan gadis yang lebih muda, memiliki seorang anak, dan bahkan selingkuhan itu sedang hamil lagi.

Membawa amarahnya yang membara, Anindya bertekad mengembalikan Radit dan keluarga nya ke keadaan semula.

“Kamu lupa satu hal. Jika aku bisa membuatmu sukses, aku juga bisa membuatnu hancur!”

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mama Mia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

35

.

Berpikir dan berpikir dalam hening yang mencekam, hingga akhirnya keputusan yang paling sulit terpaksa harus diambil oleh Raditya. Pria itu mengangkat kepalanya, menatap Darius dengan tatapan yang masih tetap datar.

"Darius..." panggilnya pelan namun tegas. "Siapkan kendaraan. Kita pergi ke Pengadilan Niaga."

Darius mengerutkan kening, kebingungan bercampur rasa takut mulai menjalar di hatinya. "Ke... ke Pengadilan Niaga, Tuan? Untuk apa?"

Raditya menarik napas panjang, lalu menghembuskannya perlahan seakan membuang sisa-sisa kebanggaan yang masih tertinggal dalam dadanya.

"Mengajukan permohonan pernyataan bangkrut bagi RA Group," jawabnya lirih namun jelas, setiap kata yang keluar terasa seperti pisau yang menyayat jantungnya sendiri.

Darius tertegun kaku di tempatnya. Matanya membelalak tak percaya, mulutnya sedikit terbuka namun tak ada suara yang keluar. Ia pikir, seburuk apa pun keadaan, tuannya akan tetap berjuang sampai titik darah penghabisan. Ia tak pernah menyangka akan mendengar keputusan itu keluar dari mulut Raditya.

"Tu... Tuan..." suaranya bergetar. "Apakah... apakah benar-benar tidak ada jalan keluar lain lagi? Apakah ini satu-satunya cara?"

Raditya menatapnya tajam namun kosong, tanpa emosi sedikit pun. "Apa kamu punya jalan keluar?" tanyanya balik singkat dan dingin.

Pertanyaan itu membuat Darius seketika terdiam. Ia menggelengkan kepala pelan, lalu menundukkan wajahnya dalam-dalam. Tak ada jawaban, tak ada solusi, tak ada harapan. Semua pintu memang sudah tertutup rapat.

"Baik, Tuan..." jawab Darius lirih. “Saya siapkan kendaraan sekarang,” ucapnya sambil menunduk hormat kemudian melangkah keluar dari ruangan itu.

Tak lama kemudian, Raditya menyusulnya dengan langkah yang terasa begitu berat, seolah kakinya sedang menapaki paku-paku tajam. Di sepanjang lorong yang ia lewati suara bisik-bisik terdengar menyapa telinga. Suara bisik dari para karyawan yang menyadari bahwa akhir dari kejayaan itu akhirnya tiba.

*

Mobil yang dikendarai oleh asisten Darius melaju tenang menuju gedung Pengadilan Niaga. Di sepanjang perjalanan, tak ada sepatah katapun yang terucap. Hanya keheningan yang dingin dan menyakitkan, mengingat setelah ini semua kerja keras, keringat, tenaga, dan air mata, yang pernah mereka perjuangkan akan sepenuhnya terkubur.

*

Sesampainya di sana, Raditya dan Darius disambut oleh seorang petugas dan diarahkan ke sebuah ruangan khusus untuk perkara kepailitan.

Dalam ruangan itu tampak seorang pria paruh baya mengenakan jas hitam dan kacamata bening bertengger di atas hidungnya. Di atas meja kerjanya yang besar terdapat papan nama berwarna hitam dengan tulisan berwarna emas, HARDIMAN SH.

Pak Hardiman, mengangkat wajahnya, menatap keduanya dengan tenang. “Silakan duduk. Ada keperluan apa yang bisa saya bantu?”

Raditya duduk perlahan di kursi di hadapan meja itu. Menelan ludah, lalu suara mengeluarkan sebuah berkas yang sudah disiapkan dari dalam tasnya. “Saya… saya datang untuk mengajukan permohonan pernyataan pailit bagi perusahaan RA Group.”

Pak Hardiman mengangguk pelan, lalu menyambut berkas itu. Membukanya satu per satu, meneliti isinya dengan saksama. Ruangan itu hening, hanya terdengar halus lembaran kertas yang dibalik. Setelah beberapa saat, ia kembali menatap Raditya.

"Tuan Raditya Wicaksono?" Pak Hardiman memulai pembicaraan dengan tenang namun tegas.

"Berdasarkan permohonan yang Tuan ajukan, dan setelah saya memeriksa bukti-bukti ketidakmampuan dalam melunasi hutang-hutang perusahaan, maka Pengadilan Niaga akan segera memproses pernyataan pailit ini. Sidang penetapan pailit akan dilaksanakan dalam waktu dekat, dan jika tidak ada keberatan dari pihak kreditur, maka penetapan pailit akan dijatuhkan."

Raditya mengangguk lemah, matanya menatap lantai keramik yang dingin. Tak ada kata yang ia ucapkan. Ingin berontak, tapi tak mampu.

"Tapi satu hal yang harus Tuan Radit ketahui,” lanjut Pak Hardiman. "Begitu putusan pernyataan bangkrut atau pailit dijatuhkan dan berkekuatan hukum tetap, maka akibat hukumnya akan langsung berlaku," jelasnya perlahan.

"Pertama, seluruh kekayaan milik perusahaan RA Group, baik itu aset bergerak maupun tidak bergerak, akan berada di bawah pengawasan dan pengelolaan kurator yang ditunjuk oleh pengadilan. Tuan selaku direksi dan pemilik perusahaan sudah tidak lagi memiliki hak atau wewenang apa pun untuk mengurus, menjual, atau memindahkan hak atas kekayaan tersebut."

Raditya mengeratkan giginya, menahan rasa perih yang meluap di dada. Mendengar kekuasaannya dicabut begitu saja terasa lebih menyakitkan daripada rasa sakit fisik apa pun.

"Setelah itu kurator akan melakukan pencatatan lengkap, penilaian, dan inventarisasi terhadap seluruh aset perusahaan. Semua barang, gedung, uang kas, surat berharga, hingga piutang yang belum diterima akan dicatat secara rinci. Setelah itu, semua aset akan dijual atau dilelang dan hasilnya akan digunakan untuk melunasi hutang-hutang perusahaan kepada para kreditur, baik itu negara, bank, maupun pihak-pihak lain yang memiliki tagihan, sesuai dengan urutan prioritas yang ditetapkan oleh undang-undang kepailitan."

“Jika hasil penjualan seluruh aset ternyata masih belum cukup untuk menutup seluruh kewajiban hutang, maka sisa hutang itu akan gugur. Artinya, para kreditur tidak lagi berhak menagih sisa kekurangan itu kepada perusahaan maupun kepada Tuan secara pribadi, kecuali jika ada jaminan pribadi yang tercantum secara khusus."

“Dan yang terakhir… “ Pak Hardiman menjeda ucapannya lalu menatap Raditya lebih lekat. “Nama RA Group akan dihapuskan dari daftar perusahaan, dan segala kegiatan usaha yang pernah berjalan akan dihentikan sepenuhnya."

Penjelasan itu meluncur begitu saja, dingin dan nyata, memotong habis sisa-sisa harapan yang tersisa di hati Raditya. Semuanya selesai. RA Group yang dulu menjadi kebanggannya akan hilang. Mengapa begini? Ia pikir dengan pernyataan bangkrut, dia akan bebas dari penagih hutang. Tapi ternyata harga yang harus dibayar…?

Raditya mengangguk pelan, bangkit berdiri dengan tubuh yang terasa semakin berat. "Saya menerimanya, Pak..." ucapnya lirih, suaranya hampir tak terdengar. Apa boleh buat. Ia tak memiliki pilihan.

Raditya berjalan gontai keluar dari gedung Pengadilan Niaga. "Bagaimana sekarang?" gumamnya dalam hati. “Apa yang bisa aku katakan pada Ayah dan Ibu dan Sofia nanti? Apakah mereka akan sanggup mendengar berita buruk ini?”

Raditya menggeleng pelan, menelan rasa pahit yang mengganjal di tenggorokannya. “Aku tidak mungkin mengatakannya sekarang. Biar mereka baru tahu semuanya nanti... setelah Sofia melahirkan dan anak kami. Setidaknya ada satu kebahagiaan kecil yang lahir di tengah kehancuran besar ini.”

Sementara itu, di tempat lain, suasana terasa jauh berbeda. Di gedung perkantoran megah dan modern milik Anindya, wanita itu baru saja tiba bersama dengan Adrian.

"Menurutmu, laki-laki pecundang itu benar-benar akan mengajukan permohonan bangkrut? Apa dia rela?" tanya Adrian saat mereka baru saja masuk ke ruang kerja Anindya.

Anindya mengangkat kedua bahunya lalu mengambil tempat duduk di salah satu sofa panjang.

"Dia tidak memiliki jalan keluar lain, Adrian. Pintu-pintu sudah tertutup rapat. Tak ada lagi bank yang mau memberi pinjaman, investor tak mungkin mau ambil resiko dengan menanamkan modal, semua mitra bisnis sudah kabur. Jadi, mengajukan permohonan bangkrut adalah satu-satunya jalan kalau dia tak mau dikejar-kejar," jawab Anindya datar, seolah sedang membicarakan nasib orang asing yang tak ada hubungannya dengannya.

Adrian mengangguk pelan, lalu menatap lekat ke arah wanita itu. "Dan... apa kamu merasa puas sekarang?"

Sudut bibir Anindya terangkat membentuk senyum tipis yang dingin namun penuh kemenangan.

"Humm… aku merasa puas. Sangat puas," jawabnya pelan namun tegas. "Walaupun sejujurnya... aku berharap permohonan bangkrut itu baru dikabulkan dan diumumkan secara resmi tepat pada saat selingkuhannya melahirkan. Aku ingin lihat, apakah kehadiran bayi itu tetap mampu membuat bahagia di saat mereka kehilangan harta dan kekuasaan?"

“Proses seperti itu makan waktu yang cukup lama. Tidak mungkin bisa langsung ketok palu besok pagi," ucap Adrian. Padahal dia jelas tahu, dengan kondisi RA Grup saat ini, proses permohonan seperti itu tidak akan butuh waktu lama.

Namun, ia tersenyum tipis dan menatap wajah wanita di hadapannya dengan tatapan penuh makna.

“Aku yang akan membuat keinginanmu itu terwujud! Jikapun proses itu bisa selesai dalam semalam, aku akan membuat mereka menundanya!”

1
lyla lafiya
👍
Noey Aprilia
Iyuuuhhhhh....
gt kl ska clup sna sni,skrng trima akibtnya...udh khilngn istri,prshaan yg d bnggakn....skrng mlah kna pnykit mmatikan.....kl ga tobat....TERLALU....
Alvia Vi
Si Radit bodoh bin tolol
iuyuhhhh jijik😏
dewi rofiqoh
Darimana raditya? Apakah widya? Jika widya maka kemungkinan besar syah dan ibunya juga kena
Alvia Vi
aku baru mampir
mimief
WKWKWK
dari si Ono ya,simpenan bapaknya
kan kyk nya udah expert bgt tuh jadi j4l4ng
mimief
ya...jgn heran
dia aja bisa jadi simpanan laki yg udah punya suami dengan mudah nya
selingkuh sekali dua kali mah buat dia kecil
yg heran... ngapain dia marah pas Radit ketawan selingkuh
kan.... bukannya dia juga pelakunya 🤣🤣
Rahma Inayah
satu Kel kena virus
.mampus kalian karma kalian dibayar kontan
Ilfa Yarni
Sofia dan ibunya juga ga kena yg kena widia dan bpkny
partini
kalau Radit kena bapaknya juga kena Ding dong terus Sofia dan ibunya weleh satu keluarga kena semua
Aditya hp/ bunda Lia
kayaknya dari si Widya yah sengaja nularin ...
Oma Gavin
wkwkwk ternyata keluarga semrawut
partini
komplit keluarga gemblung semua
Aditya hp/ bunda Lia
ini aku curiga apa si Widya ini suruhannya Adrian yah ... soalnya pas lagi berantem Widya santai dan bilang done ... berarti tugas dia emang buat ngejebak si Radit yah biar si Sofia ngerasain gimana rasanya di selingkuhi ... 🤔
Noey Aprilia
Pdhl yg slah orngtuanya,tp ank yg jd korban.....saat smuanya buntu,lgi2 cma anin yg d ingt....dlu saat slngkuh,mna ingt.....
Muft Smoker
next mak ,, no comment laa radit ,, semua akibat perbuatan dirimu ,,
dewi rofiqoh
Klo sudah seperti ini kamu bingung sendiri mau cari bantuan ke siapa. Sebelumnya aja asik berselingkuh kau radit
dewi rofiqoh
Lanjuut
Rahma Inayah
Sofia biar aja ank mu meninggl km BS tglkan Radit atau km Mash cnt dan maaf kn Radit stlh dia selingkuh dgn ibu mertua. muda mu. .klu saya ogak lbh baik pish klu km balikan LG SM Radit yga ada nnt km kena. penyakit kelamin klu pun kena ckp Radit saja .Kash ke Radit ank ku biar. dia tau gmn rasa nya ngurus ank
Anonim
ANAK HARAM BIARIN AJA MATI
Muft Smoker: setuju kak ,, yg Haram tu kelakuan orang tua ny ,, 😒😒
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!