NovelToon NovelToon
Permainan Panas Dibalik Kasus Gelap

Permainan Panas Dibalik Kasus Gelap

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Mengubah Takdir / Bad Boy
Popularitas:5.8k
Nilai: 5
Nama Author: Azura Cimory

Demi uang sepuluh milyar, Sean Yuritama rela bekerja sama dengan Christaly Jane untuk menemukan anak dari seorang miliarder yang telah lama menghilang. Jika bukan demi melunasi hutang-hutangnya, detektif swasta berparas tampan itu tidak akan sudi bekerja sama dengan gadis cerewet dengan segudang masalah. Sehingga mereka terlibat perdebatan hampir setiap waktu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Azura Cimory, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tidak Mau Bercinta Dengan Ku Lagi

Sean terbaring di atas tempat tidurnya, matanya kosong memandang langit-langit kamar yang berwarna putih. Pikirannya terombang-ambing mengingat momen saat dia dan Christaly bercinta di tengah hujan badai di gubuk itu.

Sean tidak pernah menyangka jika dia akan mengalami momen dalam hidupnya di mana dia harus bercinta untuk bertahan hidup. Sedikit pun tidak pernah telintas di benaknya, tidak bahkan dalam mimpinya yang paling liar sekalipun.

Selain itu, ini juga merupakan kali pertama bagi Sean di mana dia bercinta tapi tidak mencapai puncak kenikmatannya. Memang, di lihat dari mana pun tidak mungkin rasanya akan bisa klimaks saat bercinta di tengah hujan badai seperti itu.

Apalagi, mereka melakukannya dalam kondisi basah kuyup dan kedinginan. Akan tetapi, kalau dia bisa klimaks saat itu pasti rasanya sangat luar biasa sekali. Dan akan menjadi sebuah pencapaian serta kebanggaan tersendiri untuk Sean.

“Sean, kamu sudah tidur belum?”

Tiba-tiba terdengar suara Christaly bertanya dari arah pintu yang terbuka sedikit. Sontak, Sean yang masih terjaga pun menoleh ke arah sumber suara. Dia melihat Christaly yang berdiri di depan pintu, melilitkan selimut tebal ke tubuhnya, menjulurkan kepalanya ke dalam kamar Sean untuk mengintip. Karena sudah ketahuan masih belum tidur dan sudah kepalang tanggung juga, Sean akhirnya menyuruh Christaly masuk.

“Ada apa? Kenapa kamu belum tidur di kamarmu?” tanya Sean sambil dia bangun dan duduk di atas tempat tidur.

Christaly duduk di tepian  tempat tidur, di sebelah Sean persis. “Aku nggak bisa tidur, Sean. Huh. Aku  benar-benar kedinginan.”

Sean menarik napas dalam-dalam. “Christaly, aku kan sudah bilang, kalau kamu masih kedinginan kamu bisa minum teh panas yang sudah aku siapkan di meja dekat tempat tidurmu,” kata Sean. “Selain itu, aku juga sudah menyiapkan selimut tambahan di lemari, bukan? Kenapa kamu nggak pakai selimutnya?”

“Uh! Aku sudah minum habis teh panasnya, Sean. Aku juga sudah pakai selimut tambahan yang kamu siapkan, tapi, aku masih kedinginan,” jawab Christaly sambil dia menunjukkan selimut yang dimaksudnya.

“Sean, tolong. Kamu mau, ya, tidur berdua sama aku. Aku janji, aku nggak bakalan minta kamu buat bercumbu, aku cuma perlu kamu peluk aku biar hangat. Itu saja. Aku mohon, Sean. Kali ini saja. Mau, ya.”

Sean menarik napas panjang-panjang. Melihat Christaly yang wajahnya pucat pasi dan bibirnya bergetar karena kedinginan membuat dia tidak tega untuk menolak permintaan Christaly. Karena gadis itu benar-benar kedinginan.

Di luar hujan masih turun begitu lebatnya, angin masih menderu-deru, dan petir masih menyambar-nyambar.

Sean sendiri merasakan jika udara menjadi semakin dingin setiap detiknya, seolah suhu terus merosot turun. Akan tetapi, sekali lagi. Sean tidak yakin dia bisa menahan diri untuk tidak menjamah Christaly.

Terlebih lagi dia ingin menuntaskan gairahnya yang sebelumnya. Di mana dia belum mencapai puncak kenikmatan dan melakukan pelepasan. Yang jadi masalah adalah karena udara yang begitu dingin membuat celah sempit di pangkal paha Christaly menjadi menyempit, sangat sempit. Sehingga Sean khawatir akan menyakiti gadis itu jika dia memaksa bercinta dengannya.

“Christaly, sebaiknya kamu kembali ke kamarmu dan tidur. Kamu bisa pakai baju dobel, pakai jaket atau yang lainnya. Agar nggak perlu tidur bareng aku,” kata Sean lama kemudian. “Bukan apa-apa, Christaly. Aku hanya nggak mau istirahatmu terganggu kalau kamu tidur bareng aku.”

“Kamu ini kenapa, sih, Sean? Padahal aku cuma minta kamu tidur berdua sama aku, itu saja. Tapi kamu terus bersikeras menolak,” jawab Christaly dengan kecewa.

“Bukan begitu, Christaly. Tapi ....”

“Tapi, apa? Kamu nggak percaya kalau aku benar-benar cuma minta kamu tidur berdua denganku, sekadar memelukku supaya hangat bukan untuk bercumbu?” sergah Christaly.

“Justru itu masalahnya, Christaly,” sahut Sean berusaha menjelaskan. “Aku tahu kamu ingin tidur denganku semata-mata agar dirimu hangat, bukan untuk bercinta denganku. Yang jadi masalah utamanya, aku nggak yakin sama diriku sendiri, Christaly. Aku nggak yakin aku bisa menahan diri untuk tidak mencumbumu. Karena itu, aku menolak tidur denganmu.”

Mendengar pengakuan jujur dari Sean sontak Christaly merasa bingung sendiri. Dia sama sekali tidak tahu apa yang salah dengan itu, apa yang membuat Sean khawatir untuk mencumbu Christaly. Padahal, sebelumnya Sean akan langsung mencumbunya jika dia sudah terbakar gairahnya. Tanpa peduli mereka berada di mana, dan seperti apa situasinya.

“Kamu ini kenapa, sih, Sean? Nggak biasanya kamu begini. Padahal kamu juga tahu kalau aku memang ditugaskan Vera buat menjadi pemuas nafsumu saat kamu sedang bergairah.” Christaly menuntut penjelasan lebih lanjut. “Coba, kamu cerita ke aku apa sebenarnya yang terjadi sewaktu aku pingsan?”

“Christaly ... aku nggak bisa jelasin alasanku menolak buat kamu tidur denganku lebih jauh, aku nggak bisa kasih tahu kamu lebih dari ini, Christaly,” ujar Sean. Dia meraih tangan Christaly dan menggenggamnya dengan erat. “Kamu jangan berpikiran yang macam-macam, aku melakukan ini semua demi kebaikan kita berdua. Terutama kamu. Lagi pula, ini cuma untuk sementara waktu. Hanya untuk sementara saja.”

“Jadi, kamu sudah nggak mau lagi bercinta denganku, begitu?” desak Chrsitaly tidak mau menyerah.

“Bukan begitu, Christaly. Ini cuma untuk sementara waktu, cuma untuk malam ini saja.” Sean menjelaskan. “Aku janji, setelah semuanya kembali baik-baik saja kita akan bercinta lagi. Tapi, untuk malam ini, sebaiknya kita menahan diri masing-masing. Aku tidak bisa mengatakan kenapa, yang jelas ini demi kebaikan kita berdua.”

“Kamu terus saja bilang semua ini demi kebaikan kita berdua, tapi, kamu sama sekali nggak mau kasih tahu aku untuk kebaikan apa,” jawab Christaly sambil bersungut kesal. “Bicaralah yang jelas, Sean. Buat aku mengerti kenapa kamu menolakku seperti ini.”

Sean terdiam beberapa lama, dia bingung bagaimana caranya membuat Christaly mengerti karena dia tidak mungkin menjelaskannya secara gambalang kepada gadis itu.

“Sean, jawab aku! Jangan diam saja kamu.” Chrsitaly kembali memaksa. Suaranya bahkan lebih tinggi dari sebelumnya. “Kamu ini kenapa, sih, Sean?! Apa sebenarnya yang sudah terjadi? Kamu nggak biasanya begini.”

Sean menarik napas dalam-dalam lalu mengembuskannya perlahan. Dia menggenggam tangan Chrsitaly lebih erat lagi. Lalu, dia menatap dalam-dalam mata gadis itu, memintanya untuk percaya.

“Christaly, aku nggak mungkin menceritakan alasanku yang sebenarnya kepadamu. Karena aku nggak mau menyinggung perasanmu,” kata Sean. “Dengar Christaly. Aku menolak tidur denganmu karena aku takut aku nggak bisa menahan diriku.  Tapi, itu hanya untuk malam ini saja, Christaly. Dan, kalau kamu ingin tahu apa alasanku yang sebenarnya, aku janji besok pagi kamu akan mengerti. Jadi, untuk sekarang kamu kembali saja ke kamar tidurmu. Cobalah untuk menghangatkan dirimu sendiri, Chrsitaly. Karena aku benar-benar tidak bisa menghangatkanmu malam ini. Maafkan aku.”

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!