Su Qingran mengkhianati suami lumpuhnya saat hari bencana dan berakhir tragis setelah dikhianati selingkuhan dan keluarga sepupunya.
Terlahir kembali dengan sistem dewa “Panduan Menjadi Istri Yang Baik,” ia memilih setia, mempersiapkan diri menghadapi kiamat, dan memperkuat perlindungan. Kini, saat para pengkhianat memohon perlindungan, ia menentukan nasib mereka.
[ Ding, memasak tiga hidangan sehat untuk suami. Mendapatkan hadiah: 10 jin daging ayam, 10 jin sayur sawi, dan 1 karung beras dan 3 poin ]
"Semua yang aku lakukan untuk suamiku ternyata mendapatkan hadiah besar!?"
[ Harap ingat hanya misi sistem dan apa yang pasangan anda konsumsi dari anda saja yang akan memberikan hadiah pengembalian ]
∆ 9 April 2026 ∆
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RAS( BY.AR), isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 35
Su Wina melirik ke arah belakang, seorang pria yang duduk bersandar tak sadarkan diri dengan luka yang mengeluarkan darah di beberapa bagian tubuhnya-- "apakah kita perlu membawanya?" Tanyanya dengan ragu-ragu.
"Jika Ibu ingin membawanya bawa saja sendiri, aku dan Chengyu tidak memiliki tenaga." Su Miyu berkata dengan acuh, di saat seperti ini Ibunya masih memiliki tenaga untuk memikirkan orang lain.
Jika tidak melihat sikap Fei Chengyu mungkin dia akan bekerjasama dengan Ibunya. Namun dia sadar betul, beberapa hari ini sikap Fei Chengyu berubah menjadi dingin. Dan dia sadar itu karena kehadiran orang tuanya, ingin marah kepadanya-- dia hanya bisa mengandalkan pria ini.
Bagaimanapun Ayahnya sudah tua, lari beberapa menit saja sudah membuat pinggang nya sakit. Dan tidak ada yang bisa di harapkan dari Ibunya.
Beberapa saat sebelumnya.
Saat mereka baru tiba di depan apartemen tadi, seseorang sempat berlari tertatih mengikuti mereka belakang. Itu seorang yang Su Wina kenali.
Tubuhnya terdapat luka gigitan dan darah hitam. Perutnya menggembung aneh seolah ada sesuatu hidup di dalamnya.
"Bibi... T-tolong..." pria itu menatap Su Wina dan memohon dengan lemah seperti akan pingsan kapan saja.
Su Yanto langsung mundur ketakutan. "Jangan dekat-dekat! Dia pasti terinfeksi!" Su Miyu juga buru-buru menjauh.
Namun Su Wina melihat pria itu dengan wajah pucat.
Orang itu terus memohon sambil menangis. Meskipun dia mereka tidak dekat, namun dia mengenalnya. Dulu pemuda ini adalah pemuda yang tampan dan sering menyapa nya dengan ramah di komplek rumahnya.
"Aku tidak mau mati... Tolong..."Hati Su Wina melunak.
Bagaimanapun itu manusia hidup. Jadi tanpa berpikir panjang, dia membuka pintu lobby otomatis manual dari dalam dan membantu pria itu masuk.
Fei Chengyu sebenarnya kesal, tapi dia terlalu lelah untuk peduli. Mereka membiarkan pria itu rebah di sudut lobby sementara mereka berjalan menuju lift-- lantai 24, lantai apartemen Su Qingran.
Tanpa mereka sadari, sebuah akar merambat menjerat pria itu. Membuatnya kejang-kejang kesakitan karena akar itu menembus kulit, daging tubuhnya. Mulutnya terkunci oleh akar, dan dalam beberapa waktu dekat tubuhnya menyusut... Seolah habis terserap oleh akar-akar itu.
Dan dalam waktu singkat, akar itu bergetar dan membesar, akarnya mulai memanjang seperti ular yang meliuk-liuk merambat pada dinding apartemen masuk semakin ke atas. Seolah tubuh pria tadi menjadi pupuk nutrisi untuk perkembangan nya.
"Miyu, kenapa bangunan ini begitu sepi? Merinding sekali..."
"Orang-orang disini mungkin sudah pergi mencari persediaan." Su Miyu hanya melirik Ibunya.
"Sudahlah berhenti merengek, lihat wajah menantu mu, jangan menyusahkan anak kita!" Bisik Su Yanto yang mulai sadar sikap menantu nya. Dia ingin marah dan menghadrik nya, namun dia masih sadar diri jika mereka tidak bisa hidup sendiri di tengah bencana ini.
"Ap---"
"Ssttt!!" Su Yanto membekap mulut istrinya dengan kesal, perempuan ini sungguh tidak bisa tenang sedikit saja.
*
Mobil BMW yang di kendari Jiang Shengyan berhenti di depan bangunan apartemen.
Su Qingran dan yang lainnya segera keluar dari mobil, ia memasukan mobil kembali ke ruang nya lalu mereka berjalan masuk ke dalam.
Saat berjalan di lobby Su Qingran tidak sengaja melihat sedikit noda darah di sudut lobi. Langkah nya terhenti sebentar, melihat bercak darah itu dengan seksama.
Jiang Shengyan sedikit meremas tangan Su Qingran, membuatnya tersadar. "Ada apa?"
Su Qingran menggeleng, "tidak ada"
Jiang Shengyan juga melirik noda darah di sudut lobi, namun tidak mengatakan apapun.
Mereka berjalan masuk ke dalam lift, saat lift berhenti di lantai 10. Weyi, Sheng Qinglan dan Wu Wendy keluar. Tidak lupa berterimakasih kepada mereka berdua karena sudah di beri tumpangan.
Ding...
Lift akhirnya tiba di lantai dua puluh empat. Begitu pintu terbuka, langkah Su Qingran langsung berhenti.
Di depan unit apartemennya...
Berdiri empat sosok yang sangat familiar. Su Miyu, Su Wina, Su Yanto, dan... Fei Chengyu. Tatapan Jiang Shengyan langsung berubah dingin saat melihat pria terakhir.
Sangat dingin.
Su Wina yang awalnya duduk lemas di lantai langsung berdiri begitu melihat mereka.
"Qingran!" Matanya langsung memerah. "Akhirnya kamu kembali!" Su Miyu juga buru-buru berdiri dengan wajah menyedihkan.
"Qingran, kami benar-benar tidak punya tempat tujuan..."
Su Qingran hanya menatap mereka tanpa ekspresi. Tatapannya dingin dan tak bersahabat.
"Ada urusan?" Jawaban dingin itu langsung membuat suasana membeku.
Su Wina memaksakan senyum, walaupun dalam hati begitu murka. "Qingran... Bagaimanapun kita keluarga. Di luar sekarang sangat berbahaya. Bisakah kami tinggal sementara? Sedikit makanan juga tidak apa-apa..."
Fei Chengyu. "..." Ucapan ini terasa familiar...
Su Yanto ikut menghela napas panjang seolah sangat menderita. "Pamanmu ini sudah tua... Kami benar-benar tidak sanggup lagi."
Namun wajah Su Qingran tetap tidak berubah sedikitpun. "Tidak bisa, tidak peduli" Jawabannya singkat, padat dan acuh.
Ekspresi Su Wina langsung membeku. "K-kamu menolak kami?"
Su Qingran memutar bola matanya, dia malas melihat mereka. Ingin membunuh, namun tidak ingin mereka pergi terlalu mudah, jadi hanya bisa menunggu mereka lebih menderita. Ia langsung berjalan menuju pintu apartemennya.
Melihat sikap dingin itu, kesabaran Su Wina akhirnya pecah. "Su Qingran!" suaranya meninggi. "Kami keluargamu! Bagaimana bisa kau begitu tidak berperasaan!?"
Su Yanto juga langsung marah.
"Benar! Di saat seperti ini kau masih tega melihat paman dan bibimu mati kelaparan!?"
Su Miyu buru-buru menarik ibunya pura-pura cemas. "Ibu, jangan begitu... Qingran pasti punya alasannya." Namun matanya tidak terlalu pandai menyembunyikan niat jahat.
Su Yanto sudah benar-benar kehilangan muka. "Kau gadis tak tahu balas budi! Keluarga kami dulu sudah begitu baik pada kalian!" Dia melangkah maju dengan marah seolah ingin menarik Su Qingran.
Namun-- BRAK!
Sebuah tangan langsung menahan lengannya di udara. Su Yanto membeku.
Jiang Shengyan berdiri di depannya dengan wajah tanpa ekspresi. Namun aura membunuh dari tubuh pria itu membuat napas Su Yanto langsung tercekat.
Tatapan matanya begitu dingin.
Seolah jika Su Yanto berani menyentuh Su Qingran, dia benar-benar akan membunuhnya.
"Kau..." Wajah Su Yanto memucat.
Su Wina juga langsung ketakutan. Baru sekarang mereka sadar. Pria ini dari tadi hanya diam berdiri di belakang Su Qingran ada Jiang Shengyan, dia sudah tidak lumpuh?!
Su Miyu bahkan terpaku menatap Jiang Shengyan. Tinggi, tampan, aura dingin dan dominan. Wajahnya bahkan jauh lebih tampan dibanding Fei Chengyu.
Pria seperti ini, benar-benar terlalu sempurna dan terlalu bagus untuk Su.... Tunggu, Semakin melihat Su Qingran semakin dia merasa pangling. Tiba-tiba pemikiran aneh muncul di hatinya, bukan Jiang Shengyan yang terlalu tinggi untuk Su Qingran. Malah Su Qingran yang terlalu bagus untuk Jiang Shengyan. Dia melongo dengan pemikirannya.
Jiang Shengyan perlahan mendorong tangan Su Yanto hingga pria tua itu mundur sempoyongan.
"Jangan menyentuh istriku." Suaranya rendah. Namun membuat hawa lorong langsung membeku.
Su Qingran yang melihat tatapan Su Miyu pada suaminya langsung merasa malas. Dia terlalu mengenal sepupunya ini. Wanita yang selalu iri kepada dan suka merebut milik orang lain.
"Masuk." Dia menarik tangan Jiang Shengyan menuju pintu apartemen. Jelas tidak ingin Su Miyu terus memandang pria nya.
Melihat mereka benar-benar hendak masuk begitu saja, Su Miyu langsung panik.
"Qingran tunggu—" Namun belum sempat dia selesai bicara, Fei Chengyu yang sedari tadi diam akhirnya melangkah maju.
"Qingran."
Su Qingran berhenti sebentar.
Fei Chengyu menatapnya dengan rumit, dulu dia melihat Su Qingran sebagai perempuan tak perawan yang cantik dan kaya. Namun sekarang, melihat penampilan nya yang bukan makin kering tapi malah makin cantik membuatnya semakin bertekad.
Kenapa dia sekarang begitu cantik? Bahkan jika dulu dia seperti ini, menikah Su Qingran yang janda pun dia rela.
"Apa kau benar-benar tega meninggalkanku seperti ini?" Kalimat itu langsung membuat udara di lorong berubah aneh.
Karena detik berikutnya aura Jiang Shengyan berubah mengerikan. Tatapannya pada Fei Chengyu dipenuhi niat membunuh dingin. Ingatan kehidupan sebelumnya terus berputar di kepalanya.
Pria ini. Pria yang dulu merebut istrinya, pria yang pernah disentuh istrinya. Dan sekarang... Dia masih berani muncul di depan mereka?
Fei Chengyu baru sadar ada yang salah saat Jiang Shengyan berjalan mendekat. Namun terlambat..
BUAK!!
Tinju keras langsung menghantam wajahnya.
"UGH!!" Tubuh Fei Chengyu terpental menghantam dinding lorong.
Su Wina dan Su Miyu menjerit kaget.
Namun Jiang Shengyan sudah menarik kerah pria itu dan menghajarnya lagi tanpa ampun.
BUAK! BRAK!
Darah langsung muncrat dari mulut Fei Chengyu. Wajahnya babak belur hanya dalam beberapa detik. "Berani memandang istriku..." Suara Jiang Shengyan sangat dingin.
Fei Chengyu bahkan tidak punya kesempatan melawan. Pria ini terlalu kuat, terlalu mengerikan.
"Shengyan." Su Qingran akhirnya menarik lengan suaminya pelan. "Cukup."
Jiang Shengyan berhenti. Namun tatapannya pada Fei Chengyu masih dipenuhi niat membunuh.
Su Qingran tidak peduli lagi pada keluarga itu. Dia hanya membuka pintu apartemen lalu menarik Jiang Shengyan masuk.
BRAK!!
***
Like dan komentar yang banyak!!
Kasih rating dan jangan nabung bab!!
Vote dan gift nya dung 😙
.
semangat terus woke~~~~💃🏻💃🏻💃🏻
di tunggu double up nya yaw..
semangat~~~🏃🏻♀️➡️🏃🏻♀️➡️🏃🏻♀️➡️🏃🏻♀️➡️
cerdik sih 🤣
semangat terus yaa....💃🏻💃🏻💃🏻💃🏻
semangat terus ya~~~( ╹▽╹ )
semangat~~~💪💪💪