Setelah berhasil melarikan diri dari siksaan Om dan Tantenya, Bella Claudia remaja (13 tahun) tidak sengaja bertemu dengan sosok Andrew Permana (25 tahun) saat wanita itu ingin mengakhiri hidupnya di usia muda. namun Andrew menghalangi dan menolong Bella pada saat itu, pertemuan di antara mereka tersebut membuat Bella jatuh cinta kepada Andrew saat pandang pertama. hingga beranjak dewasa, tepatnya saat usia Bella menginjak 23 tahun. perasaan itu tumbuh semakin besar untuk pria yang selama 10 tahun dia panggil dengan sebutan paman Andrew tersebut, di saat wanita itu ingin melupakan perasaannya kepada Andrew tiba-tiba sebuah insiden panas di antara mereka terjadi dan membuat mereka terpaksa menikah. semenjak menikah sikap Andrew berubah dingin dan galak kepada Bella, namun wanita itu tidak menyerah dia akan membuat pria itu berbalik mengejarnya dan mencintainya pula.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Indrie Lestari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 28 : Berniat di jodohkan
Tiba-tiba Fatir menjerit kesakitan karena kepalanya di pukul, ternyata pelakunya adalah Andrew.
"Astaga Andrew, Lo hobby banget kayanya mukul gua!" Kesal Fatir.
"Masih mau di pukul lagi?, habisnya tambah tua bukannya tambah dewasa malah masih suka rebut makanan punya keponakan sendiri." sindir Andrew, namun membuat Bella terlihat kesenangan karena di Bella dan malah senyum-senyum sendiri saat ini.
"Iya deh maaf, lagian Bella juga gak protes."
"Kata siapa aku gak protes?, tadi hampir saja aku mukul paman Fatir ehh malah sudah keduluan sama paman Andrew. paman mau di pukul lagi gak?" Tawar Bella sudah mengepalkan tangannya.
"Tidak terima kasih, pukulan mu selama ini selalu sakit sekali. aneh banget pukulan seorang wanita rasanya kaya kuli bangunan sumpah sakit banget!." Ujar Fatir asal bicara saja.
Seketika amarah wanita itu langsung meledak dengan mulut setengah terbuka, karena sang paman mengatainya seperti kuli bangunan.
"Gila saja cewek secantik dan selembut ini di samain kaya kuli bangunan!." Kesal Bella tidak terima dengan kata-kata Fatir barusan.
"Hahahaha....cantik dan lembut dari mana nya sih?, pantesan saja jomblo terus kayanya sih para pria di luaran sana semuanya langsung berlari ketakutan setelah mengetahui kepribadian mu!" Cibir Fatir mulai mengolok-olok Bella.
Semua orang yang ada di meja makan hanya terkekeh pelan melihat pertengkaran kecil antara Bella dan Fatir, karena mereka memang sering bertengkar meski masalahnya hanya sepele.
Kini Bella semakin gondok dan kesal karena pamannya itu malah membahas perihal hubungan asmaranya di hadapan semua orang dan itu membuat wanita itu sangat mal. karna di usianya yang sudah menginjak 23 tahun ini ia belum pernah pacaran sama sekali.
Bukan karena dia tidak mau pacaran, tapi setiap pria yang mendekatinya pasti besoknya akan mulai menjauhinya. Hal itu tentu saja karena perbuatan salah satu pamannya yaitu Andrew, pria itu selalu ikut campur hubungan asmaranya selama ini.
"Mereka bukanya takut sama kepribadian ku tapi mereka takut sama boss mu itu!" Ucap Bella sembari melirik sekilas ke arah Andrew seperti sedang menyindir secara halus pria tersebut.
"Hah.... jadi mereka semua takut sama Andrew?, kalo itu sih paman percaya hahahaha." Jawab Fatir sembari terkekeh pelan.
Tidak suka menjadi topik pembicaraan Andrew langsung menatap tajam ke arah Bella dan Fatir saat ini, sontak saja hal itu membuat Bella tidak berani membuka suara lagi. sedangkan Fatir langsung menghentikan gelak tawa nya karena telah mendapatkan tatapan tajam dari Andrew, bisa-bisa tahun ini ia tidak akan mendapatkan bonus tahunan jika terus membuat pria itu marah dan kesal.
"Jadi selama ini kamu selalu menghalangi pria yang dekat dengan Bella?" Tanya nenek Lily begitu penasaran tentang kebenaran hal tersebut.
"Hmmm...iya benar nek. Andrew melakukan itu semua demi kebaikan Bella kok." Jawab Andrew jujur.
"Tapi gak perlu sebegitunya juga, kasihan Bella tidak bisa menikmati masa mudanya dengan cinta." Nasehat nenek Lily.
"Iya benar itu apa yang di katakan nenek mu, jangan terlalu menekan keponakan mu sendiri." Timpal kakek Adam sependapat dengan nenek Lily.
"Bukankah nenek dan kakek telah sepakat untuk menjodohkan Bella dengan anak salah satu kolega kalian?. Andrew hanya ingin membantu kalian untuk menjaga Bella dengan sebaik mungkin. Andrew hanya tidak mau pria itu merasa kecewa setelah menikah dengan Bella. kalian pasti tahu sendiri bagaimana gaya pacaran anak zaman sekarang sudah berani macam-macam, Andrew hanya ingin Bella tetap suci dan terjaga sampai ia menikah nantinya." Jelas Andrew dengan raut wajah serius.
DEG!
Bella langsung terdiam setelah mendengar penjelasan dari Andrew.
Awalnya ia terkejut karena akan di jodohkan oleh kakek dan nenek, namun wanita itu lebih terkejut lagi setelah mendengar ucapan terakhir sang paman yang langsung menusuk tepat ke jantung Bella seketika.
"Maaf aku sudah tidak suci lagi paman, itu pun karena perbuatan mu!" Batin Bella berusaha menahan air matanya agar tidak keluar di depan semua orang.
Nenek Lily dan kakek Adam terlihat begitu terkejut karena Andrew malah memberitahu rencana perjodohan antara Bella dengan salah satu anak kolega mereka.
Kini mereka berdua langsung melirik ke arah Bella yang terlihat sedang menundukan kepalanya ke bawah dengan raut wajah terlihat sedih.
"Kami tidak akan memaksa kehendak jika kamu tidak mau di jodohkan sayang." Ucap nenek Lily menatap ke arah Bella.
"Iya benar itu, kami telah merundingkan kembali rencana kami itu. Jika kamu menolak untuk di jodohkan kami tidak akan memaksa." Timpal kakek Adam.
Bella langsung terteguh setelah mendengar ucapan nenek Lily dan kakek Adam yang tidak akan memaksakan kehendak mereka kepadanya, namun ia sangat yakin sekali dua orang itu hanya ingin mencarikan dirinya jodoh yang tepat dan terbaik baik untuk dirinya.
Seharusnya ia bersyukur karena telah banyak di bantu oleh keluarga mereka selama ini, kini Bella merasa tidak enak jika menolak untuk di jodohkan padahal ia belum tentu mendapatkan jodoh yang baik di luaran sana dengan statusnya yang hanya anak yatim piatu.
Tanpa di pungut oleh paman Andrew dan di terima dengan begitu baik oleh keluarga ini, mungkin ia sudah mati bunuh diri 10 tahun lalu.
Perlahan Bella mengangkat kepalanya ke atas dan langsung menatap ke arah nenek Lily dan kakek Adam.
"Bella bersedia kok untuk di jodohkan, Bella yakin pilihan nenek dan kakek pasti yang terbaik dan tidak akan salah." Setuju Bella berusaha tersenyum manis ke arah nenek Lily dan kakek Adam.
Nenek Lily dan kakek Adam terlihat senang dan membalas senyuman Bella, karena wanita itu setuju untuk di jodohkan dengan pilihan mereka.
"Tenang saja sayang kami pastikan akan mencarikan pria terbaik untuk mu, jika kamu tidak menyukainya kamu bisa menolaknya tanpa ragu. Karena kami sebagai orang tua tidak akan memaksakan kehendak jika kamu tidak menyukainya." Jawab nenek Lily.
"Iya nek."
Andrew dan Fatir sedikit terkejut karena ternyata Bella tidak menolak sama sekali untuk di jodohkan, mereka sudah berpikir wanita itu akan menolak mentah-mentah soal perjodohan. namun di luar prediksi mereka ternyata wanita itu menerima perjodohan tersebut dengan begitu gampang, mereka berdua jadi heran karena bisanya wanita itu akan banyak protes jika hidupnya terlalu di atur.
"Sepertinya Bella benar-benar tidak ada hubungan apa-apa dengan Bisma, jika ada tidak mungkin wanita itu menerima begitu saja untuk di jodohkan oleh kakek dan nenek. tapi kok aku merasa agak kesal dan kecewa karena wanita itu tidak menolak sama sekali." Batin Andrew.
1 bulan ini Andrew sudah mencurigai jika keponakannya itu memiliki hubungan khusus dengan Bisma, karena selama 1 bulan ini mereka terlihat begitu dekat sekali di kantor apalagi saat jam istirahat karena mereka berdua selalu terlihat makan siang bersama.
*****
Keesokan paginya, sekitar jam 5 pagi Bella tiba-tiba saja terbangun dari tidurnya karena merasakan gejolak mual dari dalam perutnya. dengan agak berlari wanita itu memasuki kamar mandi dan memuntahkan semua isi perutnya di dalam wastafel.
Namun tidak ada sisa makanan yang keluar dari mulut wanita itu melainkan hanya cairan putih bening saja seperti air yang keluar.
Hoek...Hoek....Hoek.....
Bella terus memuntahkan isi perutnya sampai ia benar-benar lega dan tidak mual lagi. dengan tubuh begitu lemas wanita itu menyalakan kran wastafel dan mulai membasuh bagian mulutnya dengan air.
Perlahan ia mulai menatap pantulan wajahnya sendiri di depan cermin, ia mendapati wajahnya begitu sayu dengan bibir pucat pasi. keadaanya saat ini sudah seperti orang sakit parah.
"Sepertinya pagi ini aku benar-benar harus pergi ke dokter, keadaan ku semakin parah. padahal semalam cuma mual saja gak sampai muntah-muntah separah kaya gini."
Perlahan Bella mulai keluar dari kamar mandi, wanita itu tidak kembali merebahkan tubuhnya ke atas kasur. melainkan keluar dari kamarnya menuju dapur, karena ia ingin membuat minuman pereda rasa mual.
Tap...tap...tap....
Bella mulai berjalan ke arah dapur, saat memasuki area dapur wanita itu agak terkejut karena ternyata sudah ada sosok bi Sri yang sedang memotong-motong bahan makanan untuk sarapan pagi ini.
"Selamat pagi bi Sri." Sapa Bella mulai mendekat ke arah bi Sri yang sedang memotong sayuran.
"Selamat pagi juga, tumben pagi-pagi sekali sudah bangun?" Tanya Bi Sri heran karena biasanya jika weekend Bella akan bangun agak siangan.
"Bella lagi gak enak badan bi, tadi habis muntah-muntah kaya nya asam lambung Bella naik lagi sama masuk angin juga." Beritahu Bella.
Bi Sri yang sedang memotong sayuran seketika menghentikan kegiatanya dan langsung menatap ke arah Bella dengan wajah begitu khawatir.
"Mau bi Sri kerokin biar agak enakan?"
"Gak perlu bi, Bella mau bikin teh lemon saja biar gak mual lagi." Jawab Bella menolak tawaran bi Sri.
"Iya sudah kalo gitu biar bi Sri aja yang buatkan."
"Boleh Bi Sri, kalo gak ngerepotin itu juga.
"Tentu saja gak ngerepotin kok."
Kini bi Sri mulai meninggalkan pekerjaanya memotong sayuran dan mulai membuat teh lemon hangat untuk Bella.
Sepanjang proses pembuatan teh lemon hangat Bella terus berdiri di samping bi Sri memperhatikan wanita paruh baya itu sedang membuat minuman. sesekali tangan wanitan itu mengambil sisa potongan jeruk lemon yang tidak terpakai dan langsung memakan nya dengan begitu nikmat. Bi Sri saja sampai terheran-heran saat wanita di samping nya itu memakan potongan lemon di pagi hari dengan posisi perut kosong yang ada nanti Asam lambung wanita itu bertambah parah dari sebelumnya.
"Astaga, kenapa kamu malah makan sisa potongan lemonnya?. nanti yang ada asam lambung mu tambah naik loh, bi Sri saja hanya memasukan beberapa potong lemon di dalam teh hangat agar tidak terlalu asam." Tegur Bi Sri menatap cemas dan heran ke arah Bella.
"Hehehe.... maaf bi Sri, habisnya seger banget tahu cemilin potongan lemon ini. Seketika rasa mual di perut Bella agak berkurang. Ini minumnya udah jadi kan?, kalo gitu Bella bawa ke kamar saja deh. Makasih banyak bi Sri" jawab Bella sembari mengambil gelas berisikan teh lemon hangat dan segera berjalan keluar dari dapur.
Bi Sri hanya bisa mengerutkan keningnya heran karena sikap Bella yang begitu aneh, tiba-tiba saja bi Sri teringat jika Bella belum menstruasi bulan ini. karena biasanya gadis itu selalu meminta di buatkan jamu kunyit ketika sedang datang bulan.
Tiba-tiba saja perasan bi Sri di landa kekhawatiran saat ini, jika di hitung sudah hampir 2 Minggu Bella telat datang bulan dari tanggal biasanya.
"Semoga saja firasat ku salah, tidak mungkin Bella hamil. Ia belum pernah pacaran sama sekali, dekat dengan pria pun tidak. mana mungkin bisa hamil?" Batin bi Sri mulai mengelengkan kepalanya pelan untuk menghilangkan pikiran negatif yang ada di otak nya saat ini.
*****