Di masa lalu, Sheng Long adalah Kaisar Iblis Kuno terkuat yang pernah ada. Kekuatannya begitu mengerikan hingga seluruh ras bersatu hanya untuk satu tujuan—menyegelnya selamanya.
Menolak tunduk pada takdir, Sheng Long membelah jiwanya dan bereinkarnasi demi menghindari segel tersebut. Ia terlahir kembali sebagai putra Keluarga Shen, namun dengan harga yang kejam. Kekuatan masa lalunya tersegel, tubuhnya lemah, dan ia dicap sebagai tuan muda sampah yang sakit-sakitan.
Menganggap keberadaannya sebagai aib, keluarganya menikahkannya dengan seorang gadis sederhana yang tak memiliki latar belakang apa pun. Namun justru dari gadis itulah, Shen Long merasakan kehangatan dan ketulusan yang tak pernah ia miliki sebelumnya. Untuk pertama kalinya, ia merasakan arti kebahagiaan.
Sayangnya, kebahagiaan itu menjadi dosa di mata keluarganya.
Didorong oleh iri dan kebencian, mereka merebut gadis itu dari hidupnya. Tindakan kejam tersebut menghancurkan segel yang membelenggu jiwa Sheng Long. Kaisar
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agen one, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 35: Kejatuhan Sang Kaisar dan Tangisan di Lumpur(Arc 1 End)
Langit Alam Ketiga terbelah bukan oleh pedang, melainkan oleh Kehendak. Kaisar Langit Tertinggi tidak turun dengan senjata; ia muncul sebagai manifestasi hukum alam yang absolut. Dalam Domain Kehendak Tahap Puncak, setiap kata yang ia ucapkan menjadi realitas.
"Musnah!" ucap sang Kaisar Langit.
Satu kata itu meruntuhkan struktur atom raga sejati Shen Long. Tidak ada ledakan, tidak ada darah. Tubuh abadi yang baru saja ia satukan terurai menjadi partikel cahaya hitam yang tertiup angin kosmik. Jiwa Shen Long, yang telah hidup jutaan tahun, hancur berkeping-keping. Namun, di detik terakhir, esensi dari Jantung Pohon Dunia yang tersisa di jiwanya membungkus sepotong kesadaran kecil dan melontarkannya menembus ruang-waktu, jatuh kembali ke alam yang paling rendah: Alam Fana.
Sekte Langit, Alam Fana
"Bangun, sampah! Masih berani tidur saat yang lain bekerja?!"
PLAK!
Sebuah tendangan keras mendarat di perut seorang remaja kurus yang tergeletak di gudang kayu Sekte Langit. Pemuda itu tersedak, matanya terbuka perlahan. Ia melihat tangannya—kecil, kasar, dan penuh memar. Tidak ada sisik hitam, tidak ada kuku tajam.
"Aku... hidup?" bisik suara yang serak.
Ingatan membanjirinya. Dia sekarang adalah Shen Long, seorang yatim piatu yang dipungut Sekte Langit. Di sekte ini, dia adalah "murid sampah" karena memiliki meridian yang tersumbat total. Ia hanya digunakan sebagai pesuruh dan samsak tinju bagi murid-murid luar.
Shen Long mencoba merasakan kekuatannya. Kosong. Ranah kultivasinyai, raga mutan, pedang Pembantai Surga... semuanya hilang. Ia sekarang berada di ranah Tanpa Kultivasi. Ia hanyalah manusia biasa dengan memori seorang Kaisar Iblis.
"Sialan..." Shen Long mengepalkan tinjunya yang lemah. "Kaisar Langit... kau menghapus raga sejatiku, tapi kau lupa bahwa jiwaku adalah keabadian itu sendiri."
Ia bangkit dengan tubuh yang gemetar, keluar dari gudang kayu yang pengap. Matahari pagi menyengat kulitnya. Saat ia berjalan menuju sumur untuk mengambil air, langkahnya tiba-tiba terhenti. Jantungnya berdegup kencang—bukan karena penyakit, tapi karena koneksi jiwa yang tak pernah salah.
Di dekat dapur umum sekte, seorang gadis remaja berpakaian pelayan lusuh sedang kesulitan mengangkat ember kayu yang berat. Wajahnya tertutup debu, tangannya kasar karena air sabun, tapi matanya... mata itu adalah satu-satunya alasan Shen Long melawan surga.
"Lin... Er?"
Gadis itu menoleh. Ia menatap Shen Long dengan bingung, lalu menunduk takut. "Maaf, Kakak Senior Shen... saya tidak bermaksud menghalangi jalan. Saya akan segera pergi."
Dia tidak mengenalnya. Lin Er juga bereinkarnasi sebagai pelayan rendahan tanpa ingatan masa lalu. Melihat wanita yang pernah menjadi permaisurinya kini diperlakukan seperti anjing pengemis, amarah yang lebih besar dari saat ia melawan Kaisar Langit meledak di dada Shen Long.
Keadaan memanas saat seorang murid luar bernama Chen Wei datang menghampiri Lin Er. Chen Wei adalah perundung utama di Sekte Langit.
"Hei, pelayan tak berguna! Kau menumpahkan air di sepatuku!" Chen Wei menjambak rambut Lin Er dan mendorongnya hingga jatuh ke lumpur. "Jilat sepatuku sekarang, atau aku akan menyuruh ketua dapur menjualmu ke rumah bordil!"
Lin Er menangis, gemetar ketakutan di tanah. "Maafkan saya, Tuan... tolong jangan..."
Shen Long berdiri di sana. Ia tidak punya Qi. Ia tidak punya senjata. Tapi tatapan matanya... tatapan itu adalah tatapan yang sama yang digunakan untuk menatap para Dewa di Alam Ketiga.
"Lepaskan tangannya!" ucap Shen Long, dingin dan tajam.
Chen Wei menoleh dan tertawa keras. "Apa? Si sampah Shen mencoba menjadi pahlawan? Kau ingin dipukuli lagi seperti kemarin?"
Chen Wei melepaskan pukulan ke arah wajah Shen Long. Di mata orang biasa, pukulan itu cepat. Tapi bagi Shen Long, gerakan itu terlihat lambat seperti siput. Meski tubuhnya lemah, insting bertarungnya masih level Kaisar.
Shen Long sedikit memiringkan kepalanya, membiarkan tinju Chen Wei lewat, lalu ia menghantamkan tenggorokannya dengan ujung jarinya—sebuah teknik pembunuh tanpa Qi.
UHUK!
Chen Wei tersedak, memegangi lehernya. Shen Long tidak berhenti. Ia mengambil sebuah patahan kayu tajam di dekatnya. Dengan gerakan yang presisi dan efisien, ia menusuk sendi lutut dan bahu Chen Wei dalam sekejap.
"AAAAAARRGGHHH!" Chen Wei tumbang, meraung kesakitan.
Murid-murid lain yang melihat itu tertegun. Mereka tidak percaya "sampah" sekte bisa menjatuhkan murid luar dalam tiga detik.
Shen Long berjalan melewati Chen Wei yang merintih dan berdiri di depan Lin Er. Ia mengulurkan tangannya yang kasar kepada gadis itu.
"Jangan takut," bisik Shen Long. "Di kehidupan ini, tidak akan ada dewa, tidak akan ada kaisar, dan tidak akan ada sampah seperti dia yang bisa menyentuhmu lagi. Aku bersumpah demi sisa jiwaku... aku akan membantai siapa pun yang membuatmu menangis."
Lin Er menatap tangan Shen Long. Meskipun ia tidak ingat siapa pria ini, ia merasakan kehangatan yang luar biasa yang membuatnya merasa aman untuk pertama kalinya sejak ia lahir di dunia yang kejam ini.
"Siapa... Kakak?" tanya Lin Er lirih.
Shen Long tersenyum—senyum tulus pertama yang ia tunjukkan setelah berperang. "Aku adalah pelindungmu. Dan aku kembali untuk menjemputmu."
Di kejauhan, lonceng peringatan sekte berbunyi. Para tetua sekte mulai berdatangan karena mendengar keributan. Shen Long berdiri tegak, melindungi Lin Er di belakang punggungnya. Meski tanpa kekuatan Qi, auranya mulai terpancar—aura seorang Kaisar Iblis yang siap merangkak dari bawah untuk menghancurkan langit sekali lagi.
Terimakasih atas updatednya.