seorang pemuda bernama Yuda Gusti yang miskin dan sebatang kara di dunia mendapatkan keberuntungan yang sangat di inginkan oleh orang lain, yaitu di mana saat mulung rongsokan tidak sengaja menemukan jam tua, yang tidak di sangka jam itu mengubah Nasib nya!! di tambah sistem tiba-tiba aktif yang memberitahukan jam yang di temukan adlah jam Sakti yang bisa melintasi zaman, dari zaman modren ke zaman Dulu, zaman sebelum ada dunia modren... bagaimana keseruan Yuda yang terlempar ke masa lalu karena menemukan jam Sakti... Terus ikuti keseruan dan kisah yang mengasikan.. cusss..!!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RIZQI ZEBRA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 34. Ke Zaman Modern Lagi
Yuda berangkat dari rumah nya setelah selesai sarapan dan tak lupa ia juga berpamitan kepada dua istri nya, agar tidak khawatir.
Tapi Yuda sedikit khawatir saat Kirana terus memeluk nya sambil bermanja. “Mas gimana kalau ada orang jahat, yang datang ke rumah lagi?”
Yuda terdiam sebentar sambil menatap langit-langit rumah nya. “Ohya, aku kan punya alat itu..!” gumam nya.
“Alat apa mas?” Kirana mendengar suami nya mengatakan sebuah alat.
Yuda lebih dulu berbalik lalu mengelus satu alat panjang berwarna hitam di samping benda itu ada sebuah tombol. “Ini adalah senjata dewa yang kuat, kalau ada yang macam-macam, tinggal pencet tombol ini lalu tempelkan pada tubuh nya, pasti orang itu akan menyesal mengganggu kalian..!”
Kirana melirik ke arah kakak nya, yang lebih santai! Ia sudah percaya dengan suami nya, dan pasti suami nya tak akan membiarkan mereka begitu saja setelah melihat kejadian kemarin.
“Kirana sudah! Ambil alat nya dari suami, lalu jangan ganggu lagi..!” Leni merangkul lengan adik nya, agar tak menghambat keberangkatan suami nya.
Semenjak suami nya, sering ke luar desa, lebih tepat nya ke kota! Keluarga mereka banyak mengalami perubahan, bahkan sikap suami nya, sudah benar-benar, berubah. “Aku percaya kamu pasti melakukan yang benar di luar sana mas..!” pikir Leni dalam hati.
“Makasih mas suami! Jaga diri baik-baik..! Kalau kamu cape langsung pulang, kami siap menghilangkan rasa cape kamu..!!” goda Leni mengedipkan sebelah mata.
Yuda yang melihat itu, hampir goyah tidak ingin pergi ke luar, dan ingin ke kamar! Tapi Yuda ingat kalau ia masih ada wacana membuat stan makan nasi putih di desa nya, dan itu sudah harus segera terlaksana.
“Huh..! Oke sayang kalau gitu aku pamit..! Jangan lupa, aku hari ini tidak pulang,” Yuda melambaikan tangan, di balas oleh Kirana lalu Leni.
Leni menunduk sambil melihat pakaian yang selalu di sukai suami nya, kini sudah mereka pakai. Tidak naif Leni pun tak ingin suami nya pergi, tapi Leni paham suami nya memiliki banyak tanggung jawab sekarang.
Ia pernah dengar pribahasa, *kesusahan sempitkan tanggung jawab*.
kesuksesan luaskan tanggung jawab.
Jika dulu Yuda hanya bisa main dan mementingkan diri sendiri, kini sosok itu menjadi pria yang di idamkan semua wanita karena sikap dewasa, serta kerja keras yang selalu membawa keajaiban.
~
“Yuda mau ke kota, ya! Pakaian mu keren sekali seperti bukan orang di zaman ini..!” Inah, warga desa yang sedang berkumpul dengan ibu-ibu lain menegur Yuda.
Yuda membalas dengan senyuman ramah dan terkekeh kecil. “Iya bi, saya permisi..!”
“Eh, bi Inah kamu tau gak, semenjak Yuda berubah hidup nya sangan makmur, bahkan aku liat kemarin istri nya makan daging..!” seru bi Erni teman gosip bi Inah.
“Iya, aku juga kagum dengan Yuda, bahkan dia juga dermawan sekarang..!”
“Dermawan dari mana nya..! Kalau dia memang dermawan pasti kita juga akan di kasih makanan kan..! Tapi mana? Dia hanya mikirin hidup nya sendiri,” salah satu warga dengan wajah kesal memaki Yuda, karena di anggap tidak peduli pada tetangga.
“Eh, bi Nani kamu lupa apa sudah pikun sih, daging babi hutan yang waktu itu kita dapat kan itu dari Yuda juga..!” Cetus bi Erni kesal, karena bi Nani sama sekali tidak bersyukur dengan bantuan dari Yuda.
Andai saja waktu itu Yuda egois dan memilih mengambil semua daging babi, dapat di pastikan hari itu mereka tidak akan makan.
“yakan cuma itu...!” lirih nya sedikit malu.
“udahlah jangan pada ribut di sini mending kita pulang, siapa tahu suami kita sudah pada dapat bahan makanan untuk hari ini..!” seri Inah menengahi keduanya, agar tidak menjadi masalah berkelanjutan.
Akhirnya para ibu-ibu itu bubar, ke rumah masing-masing karena mereka juga tak mau kena marah suami mereka karean keluyuran tak jelas, di saat suami mereka sedang berusahalah mencari bahan makanan.
~
setibanya di tempat sepi, bukan jauh, tapi hanya dalam hutan yang sudah sangat jarang para penduduk desa berburu, karena sepanjang perjalanan Yuda tidak melihat para pemburu seperti biasa nya. “Apa memang sudah tidak tersisa lagi hewan di hutan desa ini, bahkan para pemburu sudah menyerah mencari nya.”
Yuda melamun sesaat, mungkin keputusan nya ini memang benar, dan juga bukan tanpa alasan ia berada di zaman ini..! Banyak orang yang kaya yang pintar, tapi dirinya lah yang terpilih dan pantas mendapatkan warisan jam pelintas zaman.
“Pulang!!..”
“**Mulaii**..!”
Dalam hitungan detik seperti portal terbuka dan tubuh Yuda langsung terhisap ke dalam nya, hanya satu kali kedipan mata pemandangan Yuda langsung berganti. “Tampak nya, aku akan selalu sampai ke tempat ini lebih dulu.”
Pemandangan pohon besar dan hutan, di gantikan oleh terik matahari dan juga bangunan yang menjulang tinggi serta suara kendaraan bergetar di atas nya.
Ya, Yuda sampai di bawah jalan tol seperti biasa...! Tanpa membuang waktu lagi Yuda langsung pergi ke tempat yang pertama kali ia butuhkan. 'Toko Beras'.
Ia akan menemui pak Nando setelah urusan membeli beras untuk stok mulai pembukaan stan selesai. karena Yuda ingin segera mendapatkan hadiah dari sistem.
Yuda berencana untuk membeli semua persediaan beras yang ada di toko beras, karena walau Yuda pikir warga desa nya tidak terlalu banyak, hanya sekitar 50 orang! Tapi jika banyak bisa untuk beberapa hari memberi makan.
Yuda tidak perlu mengganti pakaiannya lagi, karena dari zaman kuno sudah memakai pakaian modern.
““Permisi..! Apakah saya boleh tahu persediaan beras di toko ini ada berapa karung?” tanya Yuda pada penjual, di sebuah toko beras.
“Mak-maksud mas nya apa ya?” pedagang itu kian bingung dengan sikap Yuda, yang tiba-tiba bertanya seperti itu.
“Maksud saya, saya ingin membeli semua beras di toko bapak, ada berapa karung kira-kira?” tanya Yuda, seketika membuat penjual itu melongo tak berkedip, saking tak percaya.
“In-ini, seriusan, atau hanya bikin vidio?” tanya bapak itu, membuat wajah Yuda bengong karena di baut bingung kembali oleh bapak penjual itu.
“Oh, konten! Maaf saya bukan pembuat konten pak, saya hanya mau beli beras..!” jawab Yuda mengerti maksud bapak itu. “Mau beli beras aja ada gebrakan nya..! Emang gue kayak pengonten..!”
“baiklah, kalau gitu saat ini beras yang tersedia ada sekitar 120 karung! Bagaimana apakah kamu mau beli semua nya?” tawar bapak itu, yakin!.
“Beli..!”
“Anak muda ini benar-benar membeli beras sebanyak itu, apakah dia dari kalangan orang terpandang, astaga! Aku harus lebih jaga sikap ku,” penjual beras itu malah semakin waspada kalau Yuda bukan lah orang sembarangan.
“Berapa total semuanya, aku akan bayar dan ambil barang nya nanti..!” ujar Yuda bertanya keseluruhan harga beras yang ia beli.
“Total nya 84 juta, mau kartu atau transfer?”
“Transfer!”
“Ini silahkan..!”
Tring...!
“Benar masuk 84 juta..!” jerit bapak itu karena tak menyangka stok beras yang baru datang, langsung habis hanya dalam beberapa jam saja.
“Oke setelah ini, aku akan menemukan pak Nando, untuk menjual jamur ulat ini ke tuan Muda Lukas..!”
~
**Besok up pagi (Sebelum jam 12 ya), ingetin hehe**