NovelToon NovelToon
Mahkota Berlumur Anggur Merah

Mahkota Berlumur Anggur Merah

Status: sedang berlangsung
Genre:Percintaan Konglomerat / Dijodohkan Orang Tua / Nikah Kontrak
Popularitas:812
Nilai: 5
Nama Author: Iseeyou911

Pangeran Gautier de Valois.

Ia mengenakan seragam Duke-nya, seragam berwarna biru tua dengan hiasan perak yang berkilauan. Postur tubuhnya tegak sempurna, memancarkan aura bahaya dan otoritas yang membuat ruangan terasa kecil. Matanya—abu-abu sekeras baja—menatap Amélie tanpa ekspresi, seolah-olah sedang menilai kuda pacu yang tak berguna.

"Pernikahan. Kau, Amélie LeBlanc, akan menikah dengan Pangeran Gautier de Valois dalam waktu satu bulan."

"Apa? Ini gila! Saya tidak akan—"

"Ini bukan permintaan, Countess,"

"Ini adalah dekrit dari Tahta. Aku butuh pewaris dan Raja membutuhkan stabilitas politik yang diberikan oleh aliansi dengan Countess yang memiliki koneksi luas. Keluargamu, melalui Éloi, menawarkan penyelesaian utang kuno ini. Pernikahan, dengan segera. Aku tidak tertarik padamu, atau pada intrik keluargamu. Anggap ini transaksi dan aku tidak menerima penolakan."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Iseeyou911, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23 (Pertemuan dengan Isabelle dan Konfrontasi Kehormatan)

Gautier terpaksa menyetujui rencana Amélie untuk memancing Isabelle de Sévigny. Ia tahu Amélie tidak akan mundur, terutama setelah menemukan bukti pembunuhan ibunya.

Strategi mereka, Amélie akan berpura-pura mencari nasihat dan simpati dari Isabelle mengenai statusnya yang tidak jelas di istana, karena suaminya mencintai wanita lain. Ini akan membuat Isabelle semakin yakin bahwa Amélie adalah korban yang mudah dimanipulasi.

Pertemuan itu diatur di ruang teh mewah, tempat yang sering dikunjungi para wanita bangsawan. Amélie mengenakan gaun sutra yang lembut, tampak rapuh dan sedikit cemas.

Isabelle de Sévigny, anggun dan beracun, menyambutnya dengan senyum palsu.

"Duchess Valois, betapa senangnya kau mau bicara denganku. Aku tahu kau pasti merasa terasing, dengan semua yang terjadi. Dan tentu saja, Nona Seraphine yang kau lindungi," kata Isabelle, menyiratkan bahwa Amélie lemah dan patut dikasihani.

"Marchioness, saya harus jujur," bisik Amélie, mencondongkan tubuhnya ke depan. "Saya tidak tahu harus berbuat apa. Gautier menuntut saya mengurus aset LeBlanc, tetapi saya bingung. Saya menemukan jejak aneh di buku keuangan lama keluarga saya. Mengenai utang yang disalurkan ke Brussel... melalui Perwalian Phoenix."

Wajah Isabelle membeku. Amélie baru saja menyebutkan nama sandi yang hanya diketahui oleh Éloi, Lussac dan dirinya.

"Saya tidak tahu apa yang Anda bicarakan," balas Isabelle, nadanya tajam.

"Tentu saja Anda tahu," kata Amélie, tiba-tiba matanya menjadi dingin dan tajam. Amarah di belakang air matanya kini terlihat. "Sama seperti Anda tahu tentang surat dari ibu saya kepada Sœur Céleste, bukan? Tentang tanda Bunga Iris Terbalik dan tentang bagaimana beliau dibunuh untuk melindungi Janji Duchy dan Tahta Raja."

Isabelle tersentak, menjatuhkan cangkir tehnya yang mahal. Suara pecahan porselen itu menarik perhatian para bangsawan di sekitar mereka.

"Kau gila," desis Isabelle, mencoba melarikan diri.

"Tidak, saya tidak gila, memang benar Anda adalah pembunuh," balas Amélie, suaranya rendah dan mengancam. "Ayah saya dibunuh untuk Tambang Lorraine. Dan Anda membunuh Ibu saya, untuk mengamankan kerahasiaan rencana pengkhianatan Anda dan untuk memuluskan jalan bagi Éloi. Apakah ramuan demam yang Anda gunakan sama dengan yang Anda berikan kepada Raja Tua? Aegrotus?"

Wajah Isabelle kini putih pucat pasi. Ia menyadari Amélie tahu segalanya.

"Kau tidak punya bukti!" bentak Isabelle.

"Saya punya bukti," kata Amélie, ia mengeluarkan salinan surat ibunya dari balik korsetnya, serta surat yang merujuk pada Bunga Iris Terbalik yang ia cetak dari arsip Éloi. "Dan Gautier akan segera menangkap Lussac. Sekutu Anda akan segera tewas dan Anda akan mengikuti Éloi ke Bastille dan mungkin ke tiang gantung. Bukan hanya karena pengkhianatan, tetapi karena pembunuhan Ibu saya."

Isabelle, yang kini dikepung oleh perhatian publik, menyerang Amélie dengan cakar. Amélie menghindar, tetapi serangan Isabelle dimaksudkan untuk mengambil surat-surat itu.

"BERHENTI!"

Suara Gautier yang menggelegar menghentikan semua keributan. Ia muncul dari balik tirai, diikuti oleh Henri de Montaigne dan beberapa pengawal.

Gautier melihat Isabelle menyerang Amélie, mencoba mengambil surat di tangannya. Amarah Gautier memuncak.

"Tangkap Marchioness Isabelle de Sévigny!" perintah Gautier. "Dengan tuduhan, Persekongkolan Pengkhianatan dan Pembunuhan!"

Isabelle meronta, tetapi Henri dengan cepat mengamankannya. Saat Isabelle diseret keluar, matanya yang penuh kebencian menatap Amélie.

"Kau akan menyesalinya, Duchess! Kau akan menyesali hari ketika kau menjadi wanita simpanan Valois! Kau akan mati! Semuanya akan mati!" teriak Isabelle.

Gautier berjalan cepat ke arah Amélie. Ia mengabaikan semua mata dan meraih Amélie.

"Kau baik-baik saja?" tanya Gautier, suaranya penuh kekhawatiran yang nyata.

"Saya baik-baik saja, Pangeran," jawab Amélie, tetapi ia gemetar. Ia telah menghadapi pembunuh ibunya.

Gautier menghela napas lega, memeluk Amélie erat-erat, di depan semua orang.

"Aku minta maaf, Amélie. Aku seharusnya tidak membiarkanmu melakukan ini," bisik Gautier, mengabaikan fakta bahwa ia adalah Duke yang dingin dan ia memiliki kekasih rahasia. Pada saat itu, ia hanya melihat istrinya yang terluka dan berani.

Amélie, dalam pelukan Gautier, menyadari bahwa ia telah memenangkan pertempuran politik dan membersihkan nama keluarganya. Tetapi ia juga menyadari, ia kini telah menarik Gautier lebih jauh ke dalam hidupnya. Cemburu dan rasa hormat yang tak terduga telah melanggar semua kontrak dan menempatkan mereka pada jalur emosional yang berbahaya.

...*****...

1
Iseeyou911
Jangan lupa Like dan Komennya yaa 🤍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!