NovelToon NovelToon
Dijodohin Dengan Kepala Desa

Dijodohin Dengan Kepala Desa

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Perjodohan / Cintamanis / Dijodohkan Orang Tua
Popularitas:3.2k
Nilai: 5
Nama Author: komurolaa

Ketika Olivia, gadis kota yang glamor dan jauh dari agama, dipaksa menikah dengan Maalik—kepala desa yang taat, dunia mereka berbenturan. Tapi di balik tradisi, ladang, dan perbedaan, cinta mulai tumbuh… pelan-pelan, namun tak terbendung.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon komurolaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

[ BAB 28 ] Sederhana, Tapi Tulus

Cahaya mentari menelusup dari celah tirai, menyentuh wajah Olivia yang masih tampak letih. Ia terbangun perlahan, kepalanya berat, sedikit berdenyut akibat terlalu banyak menangis tadi pagi. Kelopak matanya sembab, dan napasnya keluar pendek-pendek. Dengan malas, Olivia bersandar pada kepala ranjang, menatap kosong ke sekeliling kamar.

Rapi.

Semuanya sudah kembali pada tempatnya.

Baju-baju yang tadi ia masukkan ke koper, kini tersusun kembali di lemari dengan rapi. Skincare yang ia lempar ke lantai sudah tertata manis di atas nakas. Bahkan kopernya sendiri sudah kembali tersimpan di sudut kamar. Olivia terdiam, hatinya berdesir aneh. Ia tahu, itu pasti perbuatan Maalik.

Tak lama, pintu kamar terbuka perlahan. Sosok suaminya masuk sambil membawa nampan. Di atasnya ada segelas minuman berwarna cerah, tampak segar.

Maalik tersenyum lembut, langkahnya pelan saat mendekat, lalu duduk di sisi ranjang. “Masih ngantuk?” tanyanya dengan suara penuh kehangatan.

Olivia menggeleng kecil. “Pusing…” keluhnya lirih.

Dengan sabar, Maalik mengusap kepala istrinya. Sentuhannya menenangkan. “Ini, coba dulu.” Ia menyodorkan segelas minuman ke arah Olivia.

Olivia melirik malas. “Apa ini?”

“Smoothie buah,” jelas Maalik singkat.

Olivia langsung membuang wajahnya. “Nggak mau,” tolaknya cepat.

“Coba sedikit saja, Olivia…” bujuk Maalik lembut.

“Nggak mauu… nanti gue gendut,” sahutnya keras kepala, meski suaranya melemah di akhir kalimat.

Maalik tetap sabar. Senyumnya meneduhkan, matanya penuh keseriusan. “Dengerin saya, Olivia. Nggak ada yang perlu ditakuti dari buah. Rasanya manis, segar. Dan ini bukan soal gemuk atau kurus. Tubuh kamu butuh tenaga, supaya nggak sakit terus.”

Olivia menutup mulut rapat-rapat, menggeleng kuat. Namun kepalanya berdenyut semakin kencang hingga ia meringis kesakitan. Melihat itu, Maalik kembali mengelus kepalanya dengan penuh kasih.

“Ini karena kamu jarang makan, Olivia. Kalau tubuh kekurangan gizi, kadar gula darah bisa turun. Itu yang bikin kamu gampang pusing, gampang lelah, bahkan bisa sampai pingsan,” jelasnya perlahan, seakan ingin menenangkan sekaligus mengedukasi istrinya.

Olivia menggigit bibirnya, masih enggan membuka mulut. Tapi rasa pusingnya semakin menjadi. Ia menatap Maalik sekilas, dan Maalik hanya mengangguk penuh kesabaran. Akhirnya Olivia pasrah.

Dengan hati-hati, Maalik membantu Olivia meneguk smoothie itu. Olivia hanya minum sedikit di awal, namun Maalik terus membujuknya pelan-pelan, sampai akhirnya setengah gelas habis.

“Udah…” bisik Olivia, suaranya lemah.

Maalik tersenyum lebar, lalu mengusap kepala istrinya penuh sayang. “Pinter banget istri Maalik…” pujinya tulus.

Pipi Olivia langsung merona, hatinya berdebar. Cepat-cepat ia mengalihkan topik, “Cepetan obatin, pusing banget…”

“Iya,” Maalik meletakkan nampan ke nakas, lalu bangkit ke lemari kecil. Ia mengambil freshcare dan minyak kayu putih. Dengan telaten, ia mengoleskan freshcare di pelipis dan sekitar kening Olivia, lalu mengurut perlahan agar rasa hangatnya meresap. Setelah itu ia meneteskan sedikit minyak kayu putih di telapak tangannya, menggosoknya sebentar, lalu mengoleskannya lembut ke tengkuk dan leher Olivia. Gerakan tangannya hati-hati, memberikan kehangatan yang meredakan.

“Sudah… sekarang kamu istirahat dulu,” ucap Maalik sambil menyelimuti Olivia. Ia tetap duduk di samping ranjang, menemaninya.

Olivia hanya diam, matanya setengah terpejam, namun ekor matanya menangkap Maalik yang mengambil gelas smoothie tadi. Tanpa ragu, suaminya meneguk sisa minumannya sampai habis.

“Lo nggak jijik?” tanya Olivia tiba-tiba, suaranya lirih namun jelas.

Maalik menoleh, bingung. “Jijik?”

“Iya. Itu kan bekas gue… Lo juga sering gitu. Minum apapun yang udah gue minum. Bahkan susu kedelai gue yang sisa pun lo habisin.”

Maalik tersenyum kecil, matanya teduh. Ia menatap istrinya dengan penuh kelembutan, lalu menjawab perlahan, seakan menanamkan pengertian di hati Olivia.

“Olivia… dalam Islam, suami istri itu satu. Nabi kita bahkan pernah minum dari bekas cangkir Aisyah. Itu tanda kasih sayang, tanda kedekatan. Minum dari bekas kamu, buat saya bukan jijik, tapi justru anugerah. Itu bukti kalau saya nggak pernah jijik sama istri saya sendiri. Karena kamu adalah bagian dari saya.”

Olivia terdiam, jantungnya berdegup kencang. Ucapan Maalik terasa hangat, menembus dinding gengsinya. Ia menggigit bibir, pipinya memerah lagi, lalu buru-buru memalingkan wajah.

Maalik tersenyum, lalu kembali mengelus kepala istrinya pelan. “Sekarang tidur lagi, biar pusingnya hilang.”

Dan untuk pertama kalinya, Olivia menutup mata dengan tenang di pelukan perhatian seorang suami.

1
Titik Sofiah
awal yg menarik ya Thor /Good/
komurolaa: terimakasih kak💗
total 1 replies
Gái đảm
Endingnya puas. 🎉
Hoa xương rồng
Teruslah menulis dan mempersembahkan cerita yang menakjubkan ini, thor!
komurolaa: terimalasih kak
total 1 replies
Dani M04 <3
Menggugah emosiku.
komurolaa: terimakasih sudah mampir kak
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!