NovelToon NovelToon
Akhir Cinta Dari Formosa

Akhir Cinta Dari Formosa

Status: sedang berlangsung
Genre:Single Mom / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Diam-Diam Cinta / Penyesalan Suami / Pembantu
Popularitas:669
Nilai: 5
Nama Author: IbuAnna30

" Hidup memang harus berani, berani pergi dari sesuatu yang tak pantas untuk di tinggali.
kisah Ana wanita paruh baya yang terpaksa menjadi tenaga kerja wanita(TKW) demi masa depan Anak-anaknya dan juga perjuangannya terlepas dari suami patriaki.
Ana yang selalu gagal dalam rumah tangga merasa dirinya tak layak di cintai sampai dia bertemu dengan laki-laki bernama Huang Lhi yang juga majikan tempatnya bekerja. Namun kisah cinta Ana dan Lhi tak semulus drama perbedaan kasta menjadi penghalang utama. bagaimana kisah mereka? Bisakah Ana mendapatkan cinta sejati? Kemana Akhir akan membawa kisah mereka?

Malam berakhir dengan gemerlap bintang-bintang dan bunga-bunga yang bermekaran mengantarkan pada mimpi yang menjanjikan sebuah harapan. Malam ini Ana lupa akan traumanya bunga di hatinya memaksa bersemi mesti tak pasti akankah tumbuh atau kembali layu dan mati.

ikuti terus kisah Ana dan jangan lupa dukungannya ....
terimakasih .. Update setiap hari, No libur kecuali mati lampu!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon IbuAnna30, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10 Gedung 101

Angin musim semi menyapa lembut, kabut menggantung di ujung sebuah bangunan

Tertinggi yang akan Ana kunjungi malam ini. Gedung 101 ( Yī líng yī )

Dia sudah janjian dengan mbak Ika untuk pergi kepasar malam yang ada di dekat

Gedung yang menjadi ikonik negara taiwan.

Setelah Amanya selesai makan malam dan mandi, Ana bersiap untuk pergi.

Majikan nya hanya memberi waktu 2 jam untuk nya pergi jalan-jalan.

Waktu yang cukup sebenarnya karena memang lokasi gedung itu tak jauh dari rumah nya, Hanya 25 menit jalan kaki dan 10 menit jika naik taxi.

Ana memilih naik taxi selain hemat tenaga hemat waktu juga, meski sedikit boncos.

Tapi tak apa toh sebelum pergi tadi majikan nya memberi nya uang *1000NT untuk nya

Membeli makanan.

Senyum ceria mengembang saat di lihat nya mbak Ika sudah menunggu di depan gedung setinggi 101 lantai itu, rasa takjub bercampur ndeso menyeruak jadi satu .

Maklum saja Ana biasa nya hanya melihat gemerlap lampu-lampunya hanya dari jendela, dan sekarang di hadapkan langsung, tentu tercengang hal pertama yang dia lakukan.

"Wah. Tinggi bener mbak, " seru Ana sembari menyambut tangan mbk Ika untuk bersalaman .

"Dalem nya lebih bagus lagi ini, An."sambut mbak Ika. "Kita jadi ke pasar malam, apa mau makan di sini aja?" Tanya mbk Ika kemudian.

"Jauh nggak mbak pasar malamnya? Aku cuma di kasih waktu 2 jam soal nya." Jelas Ana.

Mbak Ika nampak berfikir sejenak, "hm, cukup sih sebener nya tapi kita nggak bisa santai. "Apa makan disini aja ?" Tawar nya.

"Aku ngikut aja, mbak basing." Jawab Ana. Ini kali pertama nya keluar malam, jadi

Benar-benar tidak tau apa-apa.

"Kamu ada yang pengen di makan nggak? Apa gitu misalnya?. Tanya mbak Ika sembari menggandeng tangan Ana masuk ke dalam gedung.

Ana hanya menggelang pasrah. Mata masih di buat kagum dengan apa yang ada di dalam gedung itu. Pusat perbelanjaan dengan jejeran toko-toko barang mewah menyambutnya. Dia biasa mengetahui nama-nama barang mewah itu hanya dari media sosial milik Influencer yang di lihat nya, tapi kali ini dia melihat langsung, hanya melihat itu pun dari balik kaca.

Mbak Ika membawa nya turun ke lantai B1, dan kembali takjub menyerang tanpa persiapan membuat ekspresi ndeso dan bodoh muncul bersamaan.

Jejeran resto berbagai merek menyambut dengan wangi bumbu-bumbu khas dengan suara spatula beradu dengan penggorengan para koki jadi irama nya.

''Pilih gih, mau makan apa?'' Tawar mbk Ika.

Ana mengedarkan pandang, tatapan nya tertuju pada resto mie hot plan atau Niú pái* yang ada tengah antara resto lain nya.

''Itu kayanya enak mbk,'' tunjuk Ana masih dengan ke ndesoan nya .

''Niú pái oke kita pesen itu.'' jawab Mbak ika yang langsung membawa Ana menuju resto yang di maksut.

Mbak Ika nampak lancar saat memesan dengan bahasa yang sudah cang cing cung, membuat Ana iri seketika. Yang dia mengerti dari pembicaraan mbk Ika dengan pelayan resto itu hanya *Hăo dan * xiè xiè saja.

Mbak ika kembali dengan membawa sebuah alat hitam berbentuk bundar, yang Ana sendiri tak tau apa itu, benar-benar ndeso.

'' Kita cari tempat duduk,'' ajak mbk Ika kemudian .

Ana hanya mengikuti sembari sesekali mengedarkan pandang, menikmati pemandangan. Beberapa orang-orang yang saling bercengkerama, ada juga yang sibuk dengan makanan nya.

Mereka duduk sedikit ke tengah kursi panjang yang berjejer di tangah ruangan besar dengan deretan resto yang mengelilingi. Ada juga beberapa resto yang lebih besar menyedikan tempat makan di dalam resto mereka.

Sebenarnya tempat makan ini tak lebih seperti streetfood tapi karena terletak di dalam gedung yang super megah dan penataan yang ciamik membuat deretan-deretan tenpat makan ini nampak begitu mewah dengan suasana kekeluargaan yang hangat .

"Kita ambil makanan kita yok, udah jadi ini .'' Ajak mbk Ika

Ana terkejut," bagaimana mbak Ika tau, perasaan tidak ada pelayan yang memanggil." Batin Ana ndeso sekali. Rupa nya kode nya ada di benda bundar hitam yang mbak Ika bawa tadi.

Ana tersenyum malu pada diri nya sendiri atas kendesoan nya. Utung nya tadi dia

Mengurungkan niat nya saat ingin bertanya, kenapa pesanan mereka belum di antar kan.

"Ah, kita belum beli air minum!" seru mbak Ika tiba-tiba. "Kamu mau minum apa, An?" Tanya nya kemudian.

"Lemon tea mbak yang tanpa gula." Sahut Ana.

Mbak Ika tersenyum tipis, "diet kamu?" Goda nya.

Ana tertawa, "mana ada diet makan mie satu nampan begini mbak," kilah Ana. Aku nggak suka manis mbk." Ujar nya kemudian .

"Kamu tunggu sini, aku beli dulu." Pamit Mbak Ika .

Tak sampai 10 menit mbk Ika kembali dengan 2 gelas besar minuman pesanan mereka masing-masing.

"Enak nggak ?" Tanya mbak Ika saat Ana menyelesaikan suapan pertama nya.

Ana menyelesaikan kunyahannya, kemudian menelan cepat, "uhuk, enak mbak." Jawabnya sedikit terbatuk .

Mbak Ika terkekeh melihat bagaimana Ana susah payah menelan, salah nya juga bertanya saat orang baru saja menyelesaikan suapan . Dia sendiri sudah tidak sabar untuk bertanya karena di lihatnya Ana begitu berbinar saat melihat makanan itu tersaji di depannya.

Sedang Ana sendiri bukan lagi terkesima tapi sudah tidak sabar untuk memasukkan makanan itu kedalam lambung nya. Mimpi apa dia bisa makan-makanan restoran begini. Biasa nya paling-paling sambal bawang dan ikan asin, meski sebenarnya itu justru makanan paling nikmat. Tapi tidak ada salahnya kan sekali-kali mengagumi makanan ala orang kaya ini.

Pikiran Ana kemudian tertuju pada anak-anaknya, Danu. Bujangnya itu pasti lahap sekali kalau bisa merasakan makanan mewah ini. Danu memang paling doyan makan di antara 2 lainnya(salah) jika di banding Raka . Karena Ana sejujur nya belum sempat melihat selera makan si kecil Aidar. Ia pergi saat Aidar baru saja terlepas dari asi dan mengenal apa itu makanan baru saat ini, saat dia sudah pergi.

Ana tersenyum masam, yang tertangkap oleh Mbk Ika.

''Kenapa?" Tanya mbak Ika penasaran.

"Inget anak-anak mbak,"jawab Ana masih dengan senyum masam nya.

Mbak Ika berbalik tersenyum, "kamu kalau mau betah di perantauan jangan mikirin anak apa keluarga kecuali waktu gajian, pokok nya loss aja, pengen apa beli, pengen makan apa makan. Gitu, jadi kita enjoy nggak terbebani." Nasehat mbak Ika.

Ana kembali tersenyum masam, "gitu ya mbak,''sahut Ana canggung.

"Iya lah, kamu mau ke inget mereka juga mereka nggak bakal ngerasain yang kamu makan, yang penting gajian kamu kirim uang entar juga mereka bisa beli sendiri." Jawab mbak Ika santai. "Kita itu harus egois, An kalau di perantauan, karena capek nya badan sama mental kita cuma kita yang bisa nyembuhin. Mereka yang di rumah tau- nya cuma gajian kita percaya deh." Lanjut mbak Ika .

Ana tersenyum kecil, ada benar nya juga ucapan mbak Ika meski tidak 100%, tapi yaa kenyataan nya memang begitu. Ana sendiri merasakan bagaimana rasa nya di teror perihal gaji oleh suami nya sendiri, Roy.

Selesai makan malam mereka memutuskan untuk jalan-jalan di sekitaran pusat perbelanjaan mewah itu, berganti melaparkan mata. Melihat barang-barang mewah yang tak tergapai meski hanya dengan pandangan menyedihkan.

Setelah cukup melelahkan kaki dan menyegarkan mata Ana kembali ke rutinitas nya bersama onderdil doll di apartemen. Syukur nya majikan nya tidak marah karena ia terlambat pulang 10 menit. Saking asyiknya berkhayal Ana sampai lupa waktu.

Ana menutup malam dengan melihat pesan menyesakkan dari mbak Asih, kakak perempuan nya .

(Mbak Asih massage)

__Nduk apa kamu habis ribut sama Roy.

___Bersambung.

Kira-kira masalah apalagi yang di buat si laki-laki patriaki Roy ?

Berdoa saja semoga Ana kuat mendengar nya .

_IbuAnna.

1
Kim shin
gemesh
Kim shin
apakah bab ini di beri bawang 10 kilo 😭😭😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!