NovelToon NovelToon
Bayang Yang Runtuh

Bayang Yang Runtuh

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Mengubah Takdir / Penyesalan Suami
Popularitas:5.7k
Nilai: 5
Nama Author: Shanti_San

Kiara, putri tunggal keluarga terkaya, memilih menikah dengan pria biasa karena cinta yang ia pikir sangat kuat dan abadi. Selama sepuluh tahun pernikahan, Kiara hidup dengan rasa bersalah yang besar—ia tidak pernah bisa mengandung dan melahirkan anak, selalu menyalahkan dirinya sendiri, dan terus meminum obat yang dikatakan suaminya sebagai vitamin penyehat tubuh.

Semua kepercayaan dan kebahagiaannya runtuh dalam sekejap mata. Kiara mengetahui kenyataan pahit, suaminya telah berselingkuh dengan sahabat terdekatnya sendiri.
Lebih menyakitkan lagi, obat yang ia minum setiap hari ternyata adalah pil penunda kehamilan. Sepuluh tahun ia pikir dia kurang subur, padahal dialah yang menjadi korban, dan suaminya sendirilah penyebab ia tidak pernah bisa memiliki keturunan. Puncak kehancuran tiba saat Kiara tahu sahabatnya kini sedang mengandung anak hasil perselingkuhan mereka.

Kiara pun memilih pura-pura tidak tahu, untuk membalaskan rasa sakitnya karena telah di tipu oleh mereka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Shanti_San, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

34 - Mengantar Pulang

Sesampainya di area parkiran yang luas dan sepi, Kiara dan orang tuanya berhenti sejenak. Di bawah cahaya lampu taman yang remang-remang, mereka melihat sosok Baskara yang sudah berdiri di dekat mobilnya, seolah telah menunggu sejak tadi. Begitu melihat mereka keluar, Baskara melangkah mendekat, dan senyum tipis namun penuh kekaguman terukir di wajahnya.

Ia menatap Kiara dengan pandangan yang berbeda dari sebelumnya. Selama ini ia mengira Kiara hanya diam karena terlalu mencintai Ferdi, namun malam itu ia menyaksikan sendiri ketegasan dan kecerdasan wanita itu. Kiara tidak hanya menjadi korban, melainkan dengan sabar menyusun rencana dan menunggu waktu yang tepat untuk membongkar semua kebenaran di hadapan banyak orang. Rasa bangga bercampur kekaguman tumbuh di hatinya.

"Paman, Bibi, Kiara," sapa Baskara dengan sopan.

"Saya sudah menunggu di sini. Acara malam ini berakhir dengan cara yang tidak terduga, tapi saya yakin ini adalah keputusan yang tepat."

Pak Edward mengangguk pelan, wajahnya masih terlihat lelah namun sedikit lebih lega. "Terima kasih, Baskara. Kami memang butuh teman bicara saat ini."

"Kalau begitu, izinkan saya mengantar kalian pulang. Lebih aman daripada harus menyetir sendiri dalam keadaan seperti ini," tawar Baskara dengan nada tulus.

Tanpa menunggu jawaban lebih lanjut, ia membukakan pintu mobil untuk mereka. Mereka pun masuk dan duduk dengan tenang sepanjang perjalanan. Suasana di dalam mobil tidak terlalu hening, namun dipenuhi perasaan yang campur aduk.

Di tengah perjalanan, Pak Edward menghela napas panjang, suaranya terdengar berat. "Sungguh, aku tidak menyangka kelakuan menantuku bisa seburuk itu. Aku memberinya kepercayaan, jabatan, bahkan menganggapnya sebagai bagian dari keluarga. Ternyata semua itu hanyalah sandiwara untuk mengambil keuntungan."

Suaranya terdengar kecewa, bukan hanya karena harta atau jabatan, tapi karena ia telah salah menilai karakter seseorang selama ini.

Bu Silvia yang duduk di sebelah Kiara memegang tangan putrinya dengan lembut. Matanya berkaca-kaca, teringat bagaimana Kiara selalu terlihat tenang meski ada yang tidak beres selama ini.

"Aku juga tidak menyangka kamu bisa menyimpan semua kepahitan ini sendirian, Nak. Selama ini kamu tidak pernah menunjukkan apa-apa, seolah tidak ada beban yang membebani hatimu. Pasti sangat berat bagimu menanggung semuanya seorang diri."

Ia menoleh menatap wajah Kiara dengan penuh perhatian, lalu bertanya dengan suara lembut namun khawatir,

"Kamu baik-baik saja, kan? Tidak ada rasa sakit yang tersisa di hatimu?"

Kiara tersenyum tipis, membalas genggaman tangan ibunya.

"Aku baik-baik saja, Bu. Memang berat di awal, tapi begitu aku tahu kebenaran dan memutuskan untuk bertindak, beban itu perlahan hilang. Aku tidak ingin terus menjadi wanita yang dipermainkan dan diperlakukan tidak adil. Itu sebabnya aku memilih diam dan mengumpulkan bukti, agar ketika semuanya terungkap, tidak ada yang bisa membela atau memutarbalikkan fakta."

"Kamu sangat keren hari ini Kiara." Pujian dari baskara sebagai bentuk rasa bangga atas keberanian Wanita itu. Kiara membalas dengan senyuman.

Mendengar penjelasan itu, Baskara yang menyetir sesekali melirik sekilas dari kaca spion. Ia semakin mengerti mengapa Kiara memintanya untuk tidak ikut campur—ia ingin menyelesaikan masalahnya dengan caranya sendiri, sebagai wanita yang berani dan tidak mau bergantung pada orang lain.

Sesampainya di rumah besar keluarga Edward, mereka turun dari mobil dan berterima kasih kepada Baskara. Namun, Kiara tidak melangkah menuju rumahnya bersama Ferdi, melainkan berhenti tepat di depan pintu utama rumah orang tuanya.

"Aku akan tinggal di sini mulai sekarang," ucap Kiara dengan tegas. "Aku tidak akan kembali ke rumah itu lagi. Besok, aku akan meminta pengacara mengurus proses gugatan cerai, dan aku juga akan memastikan bahwa segala aset, fasilitas, dan jabatan yang pernah diberikan kepadanya akan ditarik kembali sepenuhnya. Dia tidak berhak sedikit pun atas apa yang dimiliki keluarga kita."

Suaranya mantap, menunjukkan bahwa keputusannya sudah bulat dan tidak akan diubah lagi. Ia tidak akan membiarkan Ferdi mendapatkan keuntungan sedikit pun dari pernikahan yang penuh kebohongan itu.

Pak Edward dan Bu Silvia mengangguk setuju, mendukung sepenuhnya keputusan putri mereka. Baskara hanya mengamati dengan senyum tipis, merasa lega melihat Kiara akhirnya bebas dari belenggu pernikahan yang menyakitkan itu.

"Baiklah, kalau begitu istirahatlah. Besok kita akan urus semuanya dengan tenang," ujar Pak Edward sambil menepuk bahu putrinya.

Kiara mengangguk, lalu menoleh ke arah Baskara. "Terima kasih sudah mengantar kami, Baskara."

"Sama-sama. Istirahatlah, dan kabari aku jika ada yang bisa saya bantu," jawab Baskara dengan tulus.

Setelah berpamitan, Kiara masuk ke dalam rumah orang tuanya, meninggalkan masa lalunya yang kelam selangkah demi selangkah. Di luar, malam mulai larut, namun cahaya harapan baru mulai menyelimuti hidupnya.

1
Ma Em
Ferdi saja yg tdk tau diri sdh diangkat derajat nya karena menikah dgn Kiara pewaris tunggal perusahaan tuan Edwar malah Ferdi sia siakan dan selingkuh dgn teman Kiara , semoga perceraian Kiara dgn Ferdi cepat selesai biar Ferdi dan selingkuhan nya jadi gembel , Ferdi manusia tdk punya otak ingin menguasai perusahaan orang setelah itu dia akan menceraikan Kiara dan akan hdp bersama selingkuhan nya si Emely .
Asyura
lanjut tor
Yeni Astriani
yuuukk lanjut Author
Yeni Astriani
good job Kiara kamu kuat, kamu punya banyak bukti perceraian pasti bakalan terjadi.
ferdi mengancam karna tahu dia bakalan hidup miskin lagi
Yeni Astriani
lanjut Author
Asyura
lanjut Thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!