NovelToon NovelToon
Jodoh Pak Dokter

Jodoh Pak Dokter

Status: sedang berlangsung
Genre:Dokter / Ibu susu / Nikah Kontrak
Popularitas:25.3k
Nilai: 5
Nama Author: Eli Priwanti

Di tengah duka kehilangan bayinya dan pengkhianatan suaminya, Shanum berjuang sendirian demi kesembuhan Sang Nenek, satu-satunya keluarga yang ia miliki.

Bekerja sebagai ART dengan upah kecil, tak cukup untuk membiayai pengobatan jantung sang nenek di rumah sakit.

Kondisi ini menarik simpati Dokter Daniel yang menangani neneknya. Daniel sendiri tengah didera lara, ia ditinggal selingkuh oleh istrinya dan kini merawat putri kecilnya yang berusia empat bulan seorang diri.

Masalah kian pelik karena sang bayi mengalami alergi susu formula dan sangat bergantung pada donor ASI.

Didorong rasa iba dan kebutuhan yang mendesak, Daniel menawarkan Shanum pekerjaan sebagai pengasuh sekaligus ibu susu bagi putrinya. Bagi Shanum, ini dilema antara kehormatan dan kebutuhan ekonomi. Tanpa ia sadari, bayi kecil yang butuh dekapannya itu perlahan menjadi obat bagi trauma kehilangan buah hatinya.

Akankah pertemuan dua jiwa yang sama-sama patah ini menjadi awal dari kesembuhan luka mereka berdua?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eli Priwanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 17

Keesokan harinya, drama baru kembali bergulir. Klara terbukti tidak main-main dengan ancamannya. Didorong oleh rasa ego dan rasa penasaran yang membakar dada, ia resmi mengajukan gugatan banding ke pengadilan mengenai hak asuh Baby Ziva. Meskipun secara hukum inkrah pasca perceraian hak asuh mutlak telah jatuh ke tangan Daniel, Klara menggunakan celah dan cara busuk demi memenangkan ambisinya.

Di dalam ruang rapat agensinya, Klara duduk berhadapan dengan Pengacara Jason, seorang pengacara korporat berdarah dingin yang disewa mahal oleh Sony.

"Kita tidak bisa menyerang Daniel dari sektor finansial atau kelayakan fasilitas, Nyonya Klara," ujar Pengacara Jason sembari memperbaiki letak kacamatanya. "Kita harus menyerang moralitasnya. Siapa wanita berhijab yang tinggal di rumahnya itu?"

Klara tersenyum menyeringai, sebuah ide licik melintas di benaknya. "Sepertinya dia hanya seorang pengasuh miskin. Tapi kita bisa memutarbalikkan fakta, Jason. Kita buat narasi di pengadilan bahwa wanita bernama Shanum itu adalah selingkuhannya Daniel sejak kami masih terikat pernikahan! Jadi, bukan hanya aku saja yang berselingkuh, tapi Daniel juga cacat moral karena berzina di belakangku. Dengan begitu, hak asuh Ziva pasti bisa kita rebut!"

"Rencana yang cerdas. Bersama saya, kita pasti menang di persidangan nanti," sahut Jason penuh percaya diri.

Kabar mengenai gugatan busuk Klara yang mulai mendaftarkan berkas ke pengadilan segera sampai ke telinganya Daniel melalui tim hukum keluarganya. Namun, Daniel bukanlah pria lemah yang mudah digertak. Ia justru memperketat pertahanannya.

Di meja kerjanya, Daniel memeriksa kembali berkas rahasianya, yakni laporan mutasi rekening, hasil investigasi privat mengenai perselingkuhan Klara dan Sony, serta rekam medis sah milik Shanum. Daniel memiliki bukti kuat dan autentik bahwa Shanum baru dikenalnya beberapa minggu yang lalu sebagai ibu susu darurat, bukan selingkuhan masa lalu seperti tuduhan keji Klara.

Daniel tidak akan membiarkan nama baik Shanum yang suci dan tulus menjadi tercemar akibat lingkaran setan masa lalunya. Namun, ia juga sadar, pengadilan opini publik dan kelicikan Pengacara Jason bisa saja memelintir fakta jika Shanum hanya berstatus sebagai pekerja di rumahnya.

Pikiran Daniel kembali melayang pada kalimat impulsif yang diucapkannya kemarin pagi di taman. 'Mulut kotor mu tidak pantas menghina calon istriku.'

Daniel menyandarkan punggungnya, mengetuk-ngetuk pena di dagu. Demi melindungi putrinya, membersihkan nama baik Shanum, sekaligus membalaskan dendam serta memberi pukulan telak yang mematikan bagi kesombongan Klara, Daniel mulai mempertimbangkan untuk menjadikan kata-katanya kemarin menjadi sebuah kenyataan. Sebuah ikatan pernikahan sah yang tidak akan bisa digugat oleh siapa pun.

*

*

Selesai pulang bekerja menjelang malam, Daniel meminta Bik Sumi untuk menyampaikan pesan kepada Shanum agar menemuinya di dalam ruang kerja pribadinya. Shanum yang baru saja selesai menyusui dan menidurkan Baby Ziva, bergegas melangkah turun dan mengetuk pintu kayu jati tersebut.

Ceklek!

"Permisi, Pak Dokter. Ada apa memanggil saya?" tanya Shanum santun saat melangkah masuk.

Melihat kehadiran Shanum, Daniel yang biasanya selalu tegas mendadak diserang rasa gugup yang luar biasa. Ia berdehem beberapa kali, membetulkan letak kacamatanya, dan mencoba menetralisir debar jantungnya yang tak karuan. Ia kemudian mempersilakan Shanum duduk di kursi beludru yang berhadapan langsung dengannya.

Daniel menarik napas, mencoba terdengar profesional. "Num, langsung saja. Ada sebuah pekerjaan baru yang ingin aku tawarkan kepadamu."

Deg!

Shanum tersentak di kursinya. Pikiran buruk langsung berkecamuk di dalam kepalanya. Detik itu juga, dadanya terasa sesak. Pikirannya melayang pada kalimat-kalimat pedas Klara kemarin pagi. Apakah ia akan dipecat? Apakah ia tidak diizinkan lagi menjadi ibu susu untuk Ziva yang sudah teramat ia cintai?

"P... pekerjaan apa, Pak Dokter?" tanya Shanum, suara lembutnya mendadak bergetar. Kedua bola matanya seketika berkaca-kaca menahan air mata yang siap tumpah. "Apakah... apakah saya tidak akan menjadi ibu susunya Baby Ziva lagi? Apakah Pak Dokter ingin mengabulkan permintaan Nyonya Klara kemarin... bahwa wanita kelas bawah dan kampungan seperti saya memang tidak pantas berada di samping Ziva?"

Melihat air mata yang menggenang di pelupuk matanya Shanum, kepanikan langsung melanda Daniel. Ia merasa sangat bersalah karena polanya berbicara telah salah dimengerti.

"Bukan! Bukan... sama sekali bukan itu maksudku, Shanum!" sergah Daniel cepat, memajukan tubuhnya ke depan meja. "Kau tidak akan pernah digantikan oleh siapa pun bagi Ziva. Tapi..." Daniel mendadak merasa lidahnya kelu untuk melanjutkan kalimat sakral yang sudah ia susun di kepala.

"Tapi apa, Pak Dokter? Tolong jangan membuat saya takut," cicit Shanum, setitik air mata lolos membasahi pipinya.

Daniel memejamkan matanya sejenak, menarik napasnya dalam-dalam melalui hidung, lalu menghembuskannya secara perlahan untuk mengunci seluruh kemantapan hatinya. Ia membuka mata, menatap lurus dan dalam ke sepasang manik matanya Shanum.

"Aku ingin kita menikah."

"Apa?!"

Shanum terkejut setengah mati. Matanya membelalak sempurna, tangannya reflex membekap mulutnya sendiri. Ruangan kerja yang senyap itu seolah runtuh menimpa kesadarannya, menyisakan gema pertanyaan yang membuat dunianya seakan berhenti berputar seketika.

Shanum terus menutup mulutnya dengan kedua tangan, matanya membelalak sempurna menatap sosok pria berwibawa di hadapannya. Jantungnya bertalu-talu begitu cepat, mengira pendengarannya sedang bermasalah akibat kelelahan. Menikah? Bagaimana bisa seorang dokter spesialis terpandang, kaya raya, dan tampan seperti Daniel mengajak seorang wanita biasa seperti dirinya untuk membina rumah tangga?

Melihat kepanikan yang terpancar jelas di wajahnya Shanum, Daniel bergegas meluruskan niatnya agar tidak terjadi salah paham yang lebih jauh.

"Kamu jangan menyalahartikan dulu perkataanku ini, Shanum!" potong Daniel cepat, berusaha menenangkan keterkejutan wanita itu. "Pekerjaan tambahan yang akan aku berikan padamu adalah sebuah pernikahan kontrak selama satu tahun. Dan kamu tenang saja... pernikahan ini hanyalah status di atas kertas saja. Tidak akan ada istilah hak dan kewajiban selayaknya suami dan istri di ranjang."

Mendengar penjelasan rasional tersebut, ketegangan di bahu Shanum perlahan mengendur. Hembusan napas leganya lolos dari bibirnya yang sempat memucat. Setidaknya, harga diri dan kehormatannya sebagai wanita tidak akan terusik dalam kesepakatan ini.

Namun, rasa penasarannya tetap menggelitik benaknya. Shanum menurunkan tangannya, lalu menatap lekat mata elangnya Daniel. "Tapi Pak Dokter... dari sekian banyak wanita terhormat dan berkelas di luar sana, kenapa harus saya yang Pak Dokter pilih?"

Daniel menyandarkan punggungnya ke kursi kerja, sorot matanya melembut namun menyiratkan rasa bersalah yang mendalam. "Maafkan aku, Shanum. Kau sudah terlanjur terlibat sangat jauh ke dalam pusaran masalah masa laluku akibat ulah Klara kemarin. Mantan istriku itu berniat memfitnah mu di pengadilan sebagai selingkuhanku demi merebut Ziva. Jadi, mau tidak mau, aku harus melibatkan mu secara resmi di dalam benteng perlindunganku agar nama baikmu tidak hancur."

Daniel memajukan kembali tubuhnya, menumpukan kedua tangannya di atas meja kerja. "Bagaimana? Apakah kau setuju dan mau menerima pekerjaan ini? Kau tidak perlu cemas mengenai masa depanmu, Num. Setelah selesai kontrak pernikahan satu tahun ini, kau akan mendapatkan kompensasi materi sebesar 20 miliar rupiah."

Deg!

Mendengar nominal fantastis yang meluncur dari bibirnya Daniel, Shanum seketika membeku. Ia reflek menelan ludahnya dengan susah payah. Dua puluh miliar? Angka yang bahkan tidak pernah berani ia bayangkan seumur hidupnya.

Seketika, bayangan masa depan yang indah berputar di benaknya. Mimpinya yang selama ini terpendam, ingin membelikan sebuah rumah yang layak, aman, dan nyaman untuk dirinya serta tempat masa tua sang Nenek seolah kini terbentang nyata di depan mata.

Shanum mulai menimbang-nimbang permintaan itu dengan matang. Di samping kompensasi yang luar biasa, hati kecilnya mengingatkan bahwa Dokter Daniel adalah pria yang teramat baik. Pria ini telah banyak menolongnya, memberi tumpangan tempat tinggal, bahkan menjadi malaikat penolong yang menyelamatkan nyawa Bu Siti saat kritis di rumah sakit. Shanum merasa, inilah saatnya ia harus bisa membalas budi dan berbakti atas segala kebaikan sang Dokter.

Shanum menarik napas dalam-dalam, mengunci kemantapan hatinya, lalu menatap Daniel dengan binar mata yang tulus.

"Baiklah, Pak Dokter. Jika pernikahan ini memang hanya sebatas untuk status perlindungan hukum saja, dan saya masih tetap diizinkan untuk menjadi ibu susunya Ziva... Saya setuju menerima pekerjaan ini."

Mendengar jawaban yang meluncur mulus dari bibirnya Shanum, giliran Daniel yang kini terpaku di kursinya. Pria itu menatap Shanum dengan pandangan tak percaya. Ia tidak menyangka wanita yang biasanya sangat pemalu dan tertutup ini bisa mengambil keputusan besar dan berani dalam waktu sesingkat itu demi menolong dirinya dan juga Ziva, putri semata wayangnya.

Bersambung...

1
Teh Yen
nah loh rasain malu malu dha tuh c Klara huuh 😤
shanum menahan perasaannya jangan sampai baper lagi seperti kemarin yah takutnya dokter Daniel mengatakan seperti itu hanya untuk meyakinkan hakim dan memenangkan persidangan d hak asuk ziva yah num
Teh Yen
smoga setelah persidangan Daniel benar" meminta maaf dan meluruskan kata kata nya kmr yg salah ucap jujur janji yah Daniel jujur sama.perasaanmu sama shanum
Dew666
🍎🍎🍎🍎
Nar Sih
siip daniel hajar terus sampai klara ngk bisa berkutik dan kmu lah yg jdi pemenang nya
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: siip kk 😉
total 1 replies
neny
makanya jng menganggap sepele sm orang lain,, apalagi masa lalu itu km sendiri yg menghancurkan nya,,
shanum masih gk percaya klau daniel cinta sm dia,,ayo daniel nyatakan lg perasaan mu sm shanum nanti di mobil,,biar shanum gk salah faham 🤭
neny: 🤣🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
Nar Sih
semagat 💪daniel smoga kmu lah yg menang atas tuntutan hak asuh ziva
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: aamiin 😊
total 1 replies
~Ni Inda~
Klw perlu karir yg dia bangun mati²an dg memanfaatkan Sony...hancur berkeping²
Dan Sony yg mulai meragukan cinta Klara kpdnya...segera hengkang...menjauh & lepas tangan thd Klara
Biar sempurna hancurnya perempuan penuh intrik & drama itu
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: setuju kak, hancur dengan sikapnya sendiri
total 1 replies
~Ni Inda~
Masalah gakan selesai dg saling menduga
Cobalah utk saling jujur ttg perasaan masing²
Manatau gayung bersambut kan
Klwpun bertepuk sebelah tangan ..ya gpp...anggap uji nyali
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: wah, mantap uji nyali ya kak🤭
total 1 replies
Ilfa Yarni
hajR trus spe masuk bui tuh perempuan licik dia yg berulah dia yg emosi hahaha kau ga bakal menang Kiara dasar perempuan murahan
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: /Curse//Curse//Curse/
total 1 replies
neny
ya iya lah daniel,,km yg buat Hanum seperti itu,,muka km hrs menyelesaikan Maslah ini,,spy kalian berdua harmonis lg🤭🤭
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: betul 🤣
total 1 replies
Ilfa Yarni
semoga shanum dan Daniel yg memenangkan hak asuh ziva
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: Aamiin 🤲🏼
total 1 replies
neny
semuanya serba salah faham,,sebaik nya jujur ajh sm perasaan masing2,,drpd kesalah fahaman ini ber larut2
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: betul, tunggu saatnya tiba, harus ada salah satu yang mengalah
total 1 replies
Teh Yen
nanti malam.jangan.salahkan.shanum.klaau Tidka.mau.tidur sekamar lagi yah dok.huuh 😤
Teh Yen
lah knp malah kata kata itu yg keluar dari mulutmu Daniel hadeeuh kasian kan shanum terluka padhl dia jg berharap loh dokter Suka smaa dia 🙈
Teh Yen
nah gt dong untung dokter daniel.cepat sadar dengan perasaannya yah ,, smoga shanum jg mau mengakui perasaannya pada Daniel yah
Teh Yen
kasian dokter.daniel.sakit.karena kelelahan mungkin yah
Teh Yen
xixixi .... engg pa pa num pijit ajah lumayan bikin badan rileks kan 😁
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: betul 🤣
total 1 replies
Teh Yen
yah kali ini gagal mah umpannya 🤭
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: /Facepalm//Facepalm//Facepalm/
total 1 replies
Teh Yen
Xixixiii mamah Daniel bisa aj nih bikin pengantin baru salah tingkah d nurutin kemauannya dari pada sandiwaranya terbongkar hihii tp bagus sih anggap aj latihan yah 😁
Teh Yen
duh udh main peluk peluk aj nih shanum cie daniel.deg deg gan engg tuh hihii 🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!