Violet Evania, ia merupakan seorang gadis yang mempunyai pandangan berbeda tentang pernikahan. Baginya, menikah berarti neraka.
Bukan tanpa alasan dia berpikir demikian. Karena semua itu, di pelajari, dari pernikahann orang tuanya. Sang ayah yang ringan tangan, dan mulut setajam silet, mampu merubah pandangannya.
Disisi lain, Ryhs Sinclair, seorang CEO di perusahaan Developer Perumahan ternama, ia malah beranggapan jika menikah artinya mengikat. Sedangkan ia butuh kebebasan seperti burung-burung yang berterbangan liar di langit sana.
Bagaimana jika dua orang dengan tujuan yang sama, malah disatukan dalam ikatan pernikahan?
Yuk, ikuti kisahnya di novel ini ...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Muliana95, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tekad Rysh
Sebulan telah berlalu. Kini, hari ulang tahun perusahaan semakin dekat.
Rysh, sudah membulatkan tekadnya. Dia akan mengumumkan ke seluruh negeri, jika ia dan Violet merupakan suami istri.
Dia gak mau, Istrinya terus menerus dijadikan bahan olok-olokan oleh orang-orang kantor.
Ada yang mengatakan, jika Violet sengaja merayu Rsyh. Rela naik keranjang. Ataupun Violet hanya mainan untuk Rysh saja.
Hatinya panas, kala mendapatkan laporan dari Rachel dan Sapta tentang betapa rendahnya mereka menilai Violet.
Namun, Rysh sadar dia gak bisa menyalahkan mereka. Terutama para perempuan disana. Karena pernikahan mereka rahasia.
Mau memecat mereka semua, itu jug terdengar tidak logis. Maka dari itu, cara terakhir yang paling masuk akal ialah, mengumumkan siapa sebenarnya Violet.
Sekarang disini lah, Rysh. Dia sedang berada di kediaman kedua orangtuanya bersama dengan Violet tentunya.
Tak lupa, Dania juga ikut serta.
Ini memang bukan pertama kalinya Violet kesini sejak jadi istri Rysh. Bahkan, mereka udah pernah menginap disana.
Karena Rysh sempat beralasan rindu kamarnya. Padahal usut punya usut, dia ingin merasakan sensasi bercinta di kamarnya sendiri.
"Jadi, bagaimana perkembangan hubungan kalian? Apa kalian masih berencana bercerai, ketika umur pernikahan kalian udah mencapai dua tahun?" tanya tuan Sinclair menatap Rysh dan Violet.
Violet menunduk, dia meremas kedua tangannya.
Menyadari itu, Rysh mengambil tangan Violet dan menggenggamnya.
"Aku akan mempertahankannya papa, terlepas dari Violet menerima aku atau tidak," ujar Rysh terdengar menyakinkan.
Violet langsung menatap Rysh, yang juga menatap kearahnya. Dia mencoba mencari kejujuran disana. Berharap apa yang di dengarnya itu sebuah kebohongan ataupun tipu muslihat dari lelaki yang di nilai licik itu.
Namun, yang Violet tangkap ialah kejujuran. Dan dia bisa melihat sesuatu yang beda disana. Sesuatu yang bahkan tak bisa dia pahami sendiri.
"Kenapa?" tanya tuan Sinclair.
"Ka-karena aku menyadari aku membutuhkannya pa. Bukan hanya perasaanku saja, tapi tubuhku juga bereaksi jika bersamanya," ungkap Rysh jujur.
"Bereaksi? Maksudmu?" Tanya Ghea, penasaran.
"Itu loh ma, papa lebih tahu," sahut Rysh, tersenyum jahil.
Tuan Sinclair langsung terbatuk-batuk. Menyadari maksud dari anaknya.
"Pa …" Ghea menatap suaminya. Menuntut jawaban.
"Nanti papa jelaskan!" Seru Tuan Sinclair, berharap pembicaraan ini segera berakhir.
Beruntung Dania bisa mengalihkan pembicaraan. Dengan bertanya pada anaknya.
"A-aku…" Violet menggigit bibirnya.
Dia belum siap dengan pertanyaan itu.
"Apa kamu tidak mencintai, suamimu nak?" tanya Ghea lembut.
"Aku gak tahu, apa itu cinta ma," balas Violet, jujur. "Tapi, aku mengikuti aja, apa yang Rysh dan kalian rencanakan. Karena hidup terus berjalan, walaupun aku jadi istri Rysh, ataupun tidak," tambah Violet.
Tuan Sinclair menahan senyum. Dia menatap Rysh, dengan pandangan meremehkan.
"Kamu harus berusaha lebih ekstra Rysh," ujarnya lebih mirip olok-olokan.
Dan Rysh hanya bisa membalas papanya dengan tatapan tajam.
Malam ini, atas desakan dan permintaan Ghea, mereka kembali menginap.
Ghea beralasan, jika ia ingin rumahnya terlihat hidup. Tak hanya di isi oleh mereka, dan beberapa art lainnya.
Dia mengaku kesepian, karena semua art disana selalu menatapnya sungkan. Bahkan, ketika mereka diajak untuk memberi masukan pada setiap pakaian yang di pakai, Ghea merasa mereka tidak jujur. Alias, cari aman.
Karena gak ingin mertuanya merasa kecewa. Akhirnya Violet mau menginap lagi disana. Sedangkan Dania, dia juga ikut menginap.
Dia memilih kamar di lantai bawah. Lantai berbeda dengan Rysh juga Ghea.
Bukan tanpa alasan Dania memilih itu. Dia hanya gak mau dianggap mengambil kesempatan di dalam kesempitan. Dia hanya takut, kalau-kalau satu lantai dengan mereka, bisa membuat kesalahan pahaman. Apalagi, jika nanti dia tak sengaja berpapasan dengan tuan Sinclair.
Karena Dania sadar diri. Dia memposisikan dirinya sebagai sahabat dari Ghea. Dan apapun yang terjadi, dia mencoba untuk tak pernah berinteraksi langsung dengan tuan Sinclair.
Bukan karen takut. Dia hanya ingin menjaga kepercayaan yang telah di berikan oleh sahabatnya.
🍇🍇🍇
"Jadi, kamu beneran gak mencintaiku?" Rysh, bertanya seraya memainkan rambut Violet.
"Aku bahkan gak tahu, apa itu cinta Rysh," balas Violet.
"Kamu tidak rindu, kalo aku gak ada? Kamu gak berdebar-debar saat kita dekat begini?" tanya Rysh.
"Rindu? Bagaimana aku bisa rindu. Bahkan, kita hampir 24 jam bersama. Apa kamu lupa, kamu dan aku kerja di tempat yang sama," kekeh Violet menyentil dahi Rysh.
"Terus, kenapa aku bisa merindukan mu, bila semenit gak bertemu?" tanya Rysh, sendu.
"Masak bisa begitu? Berarti kamu gak normal Rysh," kekeh Violet.
Rysh merajuk. Dia membalikkan badannya, seraya melipat kedua tangannya di dada.
"Kamu kenapa?" tanya Violet menyadari perubahan sikap dari Rysh.
Karena tak mendapatkan jawaban, akhirnya Violet malah memejamkan matanya.
"Aku kesal sama kamu," balas Rysh, beberapa menit kemudian. "Minta maaf dulu, baru aku memaafkan mu,"
Semenit Rysh menunggu, namun yang terdengar suara napas teratur. Dan Rysh langsung membalikkan badannya.
"Kok tidur," gumam Rysh, kecewa.
Setelah sarapan, Tuan Sinclair, Rysh dan Violet langsung berangkat ke perusahaan. Tinggal lah, Ghea dan Dania disana.
"Kita ke butik yuk," ajak Ghea.
"Kamu baru belanja minggu lalu, Ghea," peringat Dania.
"Tapi aku belum custom untuk acara tahunan," rengek Ghea.
"Padahal baju yang belum pernah di pakai masih banyak," batin Dania.
Kini, Ghea dan Dania sudah berada di sebuah butik ternama. Ghea langsung mengutarakan gaun yang diinginkan untuk malam acara ulang tahun perusahaan nanti.
Dia juga meminta desainer untuk menyiapkan satu untuk Dania.
Dan seperti biasa, Dania menolak karena merasa gak enak. Dia gak mau di anggap, memanfaatkan kebaikan Ghea. Walaupun dia sahabatnya.
"Kalo kamu masih menganggap ku sahabatmu, maka terima lah, anggap saja ini sebagai bentuk rasa terima kasih ku," ujar Ghea menatap dalam kearah Dania.
"Buatkan dia dress yang dadanya rendah. Karena selain acara ulang tahun, ini juga bisa dijadikan acara pencarian jodoh," tutur Ghea memamerkan deretan giginya.
"Kalo begitu, jangan harap aku memakainya Ghea. Aku gak nyaman. Lagipula, dadaku tak sekencang dulu, untuk di pamerkan," ujar Dania, tak percaya diri.
"Tapi kamu sangat cantik Dania. Andai saja, aku tak mengenalmu dengan baik, mungkin aku akan cemburu dengan kecantikan mu," puji Ghea tulus.
"Kita— sama-sama cantik Ghea. Dan kamu cantik dengan kebaikanmu," balas Dania, jujur.
🍇🍇🍇
Malam telah beranjak, Rysh, Violet dan Dania telah pulang ke kediamannya.
Kini, Violet dan Rysh berada di dalam kamar.
"Apa yang bisa aku lakukan untuk bisa mendapatkan cintamu Vio?" tanya Rysh, penasaran.
Violet yang sedang menyisir rambutnya menoleh.
"Maaf Rysh… aku sendiri ragu dan gak tahu apa itu cinta. Karena jujur, selama aku hidup, aku belum pernah di cintai oleh lawan jenis. Walaupun itu, dari ayahku, sendiri," ujar Violet tersenyum kecut.
"Kalo begitu, izinkan aku menjadi lelaki pertama, yang mengajari apa itu cinta," ujar Rysh, mengambil sisir dari tangan Violet.
tpi kenapa vio gk hamil2...