NovelToon NovelToon
THE BLOGGER STORY

THE BLOGGER STORY

Status: sedang berlangsung
Genre:TimeTravel / Fantasi Timur / Wanita perkasa / Konflik etika / Fantasi Wanita / Transmigrasi
Popularitas:15.4k
Nilai: 5
Nama Author: Delia Ata

JANGAN LUPA UNTUK SELALU MEMBERIKAN DUKUNGANNYA YA...!!!

Lin Yao seorang blogger makanan didunia modern Time Travel kenegeri kuno, menjadi seorang wanita muda miskin.

Berawal hanya dengan sebuah sendok, ia menghasilkan uang sepenuhnya melalui Hobby & kecerdasannya dalam makanan.

Lin Yao memanfaatkan keterampilan memasaknya untuk bisa bertahan bertahan hidup didunia yang baru ia pijaki.

Bukan cuma untuk dirinya seorang, tapi juga bagi keluarganya.



Bagaimana kah kisah perjalan Lin Yao diDunia kuno...?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Delia Ata, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

34

Lin Yao yang masih kesal, memutuskan untuk membuat makanan manis guna mengembalikan moodnya.

Selain itu juga untuk menghibur Lin Song, yang samoai sekarang masih bersedih dan ketakutan.

Membuat manisan ubu jalar, menjadi pilihan Lin Yao.

“Yao'er, kita masih mempunyai beras putih dirumah, ubi ini untuk lain hari saja." sela Lin Shun saat melihat Yao mengupas ubi jalar.

Remaja lelaki itu merasa kasihan pada kedua adiknya, hari ini mereka sudah diintimidasi. Ia tidak akan membiarkan Yao dan Song hanya makan ubi saja.

“Kakak, ubi ini bukan untuk menu utama makan malam kita. Aku ingin membuat camilan yang lezat dengan ini."

"Sungguh..?"

Lin Yao mengangguk "tentu saja..! kakak dan Song'er lihat hasilnya nanti."

Ubi jalar, salah satu sayuran yang mudah beradaptasi. Bisa ditanam pada tahan kekeringan, juga toleran terhadap tanah yang kurang subur. Ia dapat tumbuh hampir disemua tempat dnegan kondisi tanah apa pun.

Pada masa paceklik karena gagal panen, atau ketika bahan pangan mahal karena pajak naik. Ubi jalar menjadi pengganti makanan pokok oleh rakyat miskin.

Lin Shun sudah kenyang sama yang namanya ubi jalar.

Sejak kecil remaja lelaki itu lebih sering memakan ubi atau talas. Bisa dibilang Lin Shun besar karena umbi-umbian yang dimasa ini berharga terjangkau.

Lin Shun tak lagi menggangu, ia percaya kini adik perempuannya memiliki keterampilan yang luar biasa. Shun meninggalkan Lin Yao, membiarkan gadis itu bereksperimen.

Lin Shun memilih untuk berbelanja, nasi goreng mereka laku terjual. Jadi ia berencana membeli beras lebih banyak lagi, agar dapat menghasilkan banyak uang besok.

Lin Yao mencuci ubi jalar yang sudah dikupas, memotongnya seukuran jari kelingking.

Setelahnya ia memanaskan lemak babi diatas penggorengan yang sudah duduk manis ditungku.

Wajah mulai menyembulkan asap tipis, pertanda suhu mulai naik. Lin Yao memasukkan ubi jalar sedikit demi sedikit.

Sesekali Lin Yao membolak balik ubi, agar matang merata.

Hanya butuh kurang dari sepuluh menit, ubi jalar goreng matang. Lin Yao angkat lalu ditiriskan.

Lanjut lagi menggoreng sisa ubi sampai habis.

Pada masa Dinasti Song, produksi dan penggunaan gula putih dikembangkan.

Lin Yao pernah membaca peta sejarah, bahwa selama Dinasti Song Utara berkuasa. Gula putih termasuk diantara produk lokal yang dipersembahkan sebagai upeti oleh Fuzhou, salah satu dari dua belas kota dijalur Timur Jiangnan.

Pada era itu, gula putih hanya mampu dibeli oleh keluarga kerajaan dan bangsawan kaya raya.

Dimasa ini, meski gula putih mudah didaptkan dipasaran, tapi harganya masih mahal. Satu jin saja mencapai seratus wen.

Sama halnya dengan garam, yang mencapai harga lima puluh hingga tujuh puluh wen.

Tiga bulan lalu garam malah menyentuh angka seratus dua puluh wen per kati, sedangkan gula mencapai dua ratus wen.

Semua karena konflik internal dalam istana dan kekacauan yang sekarang tengah berlangsung.

Untungnya saat hidup diabad modern, Lin Yao pernah mencoba membuat manisan ubi jalar dengan maltosa saat syuting acara yang spesial membahas soal ubi jalar.

Dengan menyisakan sedikit minyak di dasar wajan, Lin Yao menambahkan satu sendok besar maltosa.

Perlahan maltosa meleleh menjadi sirup, perlahan warna berubah menjadi golden brown lalu membentuk karamel kental.

Wajan diangkat, ubi yang tadi digoreng dituang kedalamnya. Aduk terus hingga semua bagian ubi terlapisi dengan karamel maltosa.

Saat diaduk, sirup yang dipanaskan oleh uap secara bertahap berubah menjadi untaian gula halus, menempel erat pada dinding ubi.

Lin Yao membawa sepiring manisan ubi bersama semangkuk air dingin untuk ia nikmati bersama Lin Song. Dimeja makan.

Sementara sepiring lagi ia simpan untuk Lin Shun.

Lin Song mendengar langkah mendekat, kepala yang telungkup diatas meja berbantalkan lengan menengadah.

"Laki-laki tidak boleh cengeng. Kalau pun terpaksa harus menangis, jangan terlalu lama." ucap lembut Lin Yao mengusap kepala sang adik.

"Hem..!" balas Song mengangguk.

Mata bocah itu berpindah kemakanan diatas meja, saat hidungnya mencium aroma manis.

"Kakak, ini apa..?"

Lin Yao tersenyum "manisan ubi..! orang bilang, jika kita sedang sedih atau, makanlah yang manis-manis, maka kau akan kembali bahagia. Oleh sebab itu aku membuat ini, ayo kita makan..!"

Senyum Song langsung terbit mengembang, wajah sembabnya berubah cerah.

Cres

Satu gigitan, renyah manis dipermukaan. Song berbinar, ubi jalar ini enak. Tidak melulu hanya direbus, bakar atau diolah menjadi sup.

"Kakak kedua, ini enak. Manis sekali..!"

Lin Song mengambil satu lagi stik manisan ubi, lagi, lagi dan lagi.

Lin Yao juga sama, memakan camilan itu tanpa mau berhenti.

"Kakak. Apakah kita akan pergi kehutan hari ini..?" tanya Song sembari mengunyah.

"Tidak, hari ini kita bermain saja dirumah."

Lin Song mengangguk cepat.

Setelah menghabiskan sepiring manisan ubi, Yao dan Song membersihkan perkakas dagang, mengeringkannya lalu menata kembali kekeranjang.

Lanjut membersihkan rumah dan halaman, sembari sesekali bersenda gurau.

Saat Lin Shun pulang, Lin Yao menyuguhkan segelas teh hangat dna manisa ubi.

Mereka duduk bertiga diteras halaman belakang, berbincang seraya memandangi pegunungan dan ladang hijau membentang dikejauhan.

"Manisan ubi ini enak, masih tetap renyah padahal sudah dimasak sejak tadi." komentar Shun disela-sela kunyahannya.

Mata Lin Shun tetiba memanas, kala menatap wajah tirus sang adik perempuan. Hatinya tercubit, dadanya sesak teremas.

Ketika sang ayah menghilang, semua tanggung jawab beralih kepundaknya. Merawat ibu yang sakit, menjaga kedua adik, mencari nafkah untuk menghidupi keluarga. Semua dibebankan padanya.

Namun apa yang bisa dilakukan bocah yang pada saat itu belum genap berusia enam belas tahun. Cuma bisa berburu, menjadi kuli panggul dipasar dan pelabuhan dengan penghasilan minim.

Remaja lelaki itu bahkan tidak bisa melawan saat keluarganya terusir, dengan kondisi sang ibu yang sakit.

Kini ibunya telah tiada, penghasilan keluarga sepenuhnya bergantung pada sang adik perempuan. Ia hanya bisa membantu dengan tenaga saja, tanpa bisa melakukan lebih.

Lin Shun seolah merasa gagal sebagai kakak, ia amat malu karena malah menyusahkan adiknya, menjadi beban dan makin membawa mereka kekubangan penderitaan.

"Apa kita akan menjualnya juga..?" tanya Shun mengalihkan pandangan juga kegundahan hati.

Lin Yao menggeleng "tapi kita akan menjual panekuk ubi jalar."

"Oke...!"

1
Zabarra
yo bisa yo tiga saudars 👏👏👏
Enah Siti
sama beladri biar tbah seru gtu 💪💪💪💪💪🙏🙏🙏🙏🙏thor
Murni Dewita
double up thor
Murni Dewita
seharusnya tiga saudara memiliki ilmu bela diri
Murni Dewita
ko lin yao tidak memiliki ruang dimesi thor
Ari Peny
ayo2 lagi thor🤣🤣🤣
Zabarra
hadir thor 😍
Zabarra
karyamu yang gandre kuno gin bagus thor, bahanya rapi, dialognya cocok. keren 👏👏
Markuyappang
AYO PERJUANGKAN RESEP RESEP ITUU. KITA BERANTAS TIKUS LINTAH ITU GAKNADA KAPOK KAPOKNYA ISHHH KESEL BANGETT.
Sabrina
laris mansi tanjung kimpul 🤣🤣🤣
Sabrina
semangat untuk kalian 👏👏👏
Sabrina
selalu hadir untukmu thor, semangat 👐
Sabrina
Selalu keren, suka sama tata bahas dan dialog rapi, cocok sama tema cerita. Alurmya juga enggak ngebosenin..semangat thor 😍
Datu Zahra
Keren thor, tatanan bahasanya rapi, berkembang dan dialognya sangat pas demgan cerita. Karyamu emang top 👍
Datu Zahra
cakep 👏👏👏
Datu Zahra
thor, novelmu makin berkembang. bahasa kata²nya sangat cocok sama cerita. keren 🫰
Lala Kusumah
semangat Yao'er 👍👍👍💪💪💪
Murni Dewita
lanjut
Datu Zahra
punya niat jahat nih pasti Sun Dafu 😡
Markuyappang
siapa lagi itu yg bakalan ganggu jualan tiga saudara itu haishhhhhh kalo sampe bibi or paman or kakeknya awas aja. kalo ada yg mau nyuri resep yakinlah kau pasti gagallll.
semangat trs updatenyaaa 💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!