NovelToon NovelToon
Tekad Gadis Desa

Tekad Gadis Desa

Status: sedang berlangsung
Genre:Keluarga / Teen Angst
Popularitas:163
Nilai: 5
Nama Author:

Shelly Anindya, putri dari seorang petani yang bernama Andi atama dan Arisya ningshi sang ibunya. Gadis desa yang memiliki tekad yang bulat untuk menempuh pendidikan di kota demi mengubah nasib di keluarganya. Kehidupan keluarganya selalu menjadi hinaan orang-orang karena kemiskinan. Bagaimana perjalanan Shelly dalam merubah perekonomian keluarganya?, ikuti kisah perjalanannya dalam cerita ini…!

34. TGD.34

Jakarta bagi Bumi adalah sebuah anomali. Di Desa Makmur, suara alarmnya adalah kokok ayam dan gemericik air irigasi. Di asrama SMA unggulannya di Jakarta Selatan, suara itu digantikan oleh deru knalpot dan klakson yang tak sabar sejak pukul lima pagi.

Bumi datang dengan sepatu bot kulit pemberian Arkan dan tas punggung berisi tumpukan buku sains. Namun, di sekolah yang diisi oleh anak-anak pejabat dan pengusaha besar, Bumi merasa seperti tanaman eksotis yang salah pot.

"Wah, ada 'Anak Singkong' beneran di sini," celetuk seorang kawan sekelasnya saat melihat bekal Bumi: nasi merah dengan tumis kangkung dan tempe bacem hasil kebun Shelly.

Bumi hanya tersenyum tipis. Ia teringat pesan ibunya: *“Tanah tidak pernah menghina apa pun yang ditanam di atasnya. Jadilah seperti tanah.”* Namun, Jakarta tidak semudah itu. Pelajaran tata negara dan diplomasi yang ia ambil menuntutnya bicara dengan bahasa yang tajam dan taktis. Ia harus belajar bahwa di kota ini, diam bukan berarti emas; diam berarti tergilas.

Suatu malam, Bumi menelpon Shelly dari balkon asrama yang menghadap ke kemacetan Gatot Subroto.

"Bu, di sini semuanya bergerak sangat cepat. Aku merasa seperti lari di tempat. Orang-orang bicara tentang indeks saham dan politik global, sementara aku masih memikirkan apakah hujan di desa cukup untuk pengisian bulir padi minggu ini."

Shelly menjawab dengan tenang, "Bumi, kamu di sana bukan untuk melupakan sawah. Kamu di sana untuk menjadi 'irigasi' bagi mereka yang haus akan kejujuran. Jangan ubah caramu bicara, ubah cara mereka memandangmu."

Kalimat itu menjadi titik balik. Bumi mulai menggunakan analogi pertanian dalam setiap debat di kelas diplomasi. Saat membahas tentang ketahanan pangan global, ia memukau para guru dengan data real-time dari sensor *Omah Tandur*. Ia membuktikan bahwa seorang anak desa bisa menguasai teknologi tanpa kehilangan jati diri.

---

Sementara Bumi bertarung dengan ideologi di Jakarta, Aksara sedang bertarung dengan mesin di gudang belakang Desa Makmur. Proyeknya, yang ia beri nama **Kresna 01**, adalah traktor otonom bertenaga surya.

Aksara tidak memiliki anggaran jutaan dolar. Ia menggunakan rangka traktor tua peninggalan kakeknya, motor listrik bekas lift hotel yang dibongkar di kota, dan panel surya yang ia susun sedemikian rupa menyerupai sayap burung.

"Mas, ini traktor atau robot luar angkasa?" canda Padi sambil membantunya menyolder sirkuit.

"Ini masa depan, Padi. Kalau ini jalan, Ibu tidak perlu pusing kalau harga BBM naik. Ibu cukup menjemur traktor ini, dan dia akan bekerja sendiri," jawab Aksara penuh keyakinan.

Arkan sering mengawasi dari jauh. Ia sengaja tidak banyak membantu agar Aksara belajar dari kegagalan. Dan kegagalan itu datang berkali-kali. Sirkuit terbakar karena panas matahari yang ekstrem, ban yang selip di lumpur dalam, hingga perangkat lunak yang crash saat menemui rintangan berupa batu besar.

Hari yang dinanti tiba. Shelly mengundang beberapa pengurus koperasi dan perangkat desa untuk melihat demonstrasi di lahan percontohan. Udara sangat panas, ideal untuk pengisian daya surya.

Aksara berdiri di pinggir sawah dengan tablet di tangannya. Wajahnya tegang. Ia menekan tombol Enter.

Mesin itu menderu halus—bukan suara bising mesin diesel, melainkan dengungan listrik yang futuristik. Kresna 01 mulai bergerak. Bajaknya masuk ke dalam tanah dengan presisi. Namun, saat mencapai tengah sawah yang berlumpur dalam, traktor itu berhenti. Roda belakangnya berputar di tempat, memuncratkan lumpur ke mana-mana.

Warga mulai berbisik. "Terlalu ringan itu, nggak kuat buat tanah kita."

Aksara berkeringat dingin. Ia hampir menyerah saat Padi mendekat dan membisikkan sesuatu: "Mas, ingat sensor distribusi beban yang Ayah ajarkan? Aktifkan penyeimbang otomatisnya!"

Aksara menepuk jidatnya. Ia dengan cepat mengubah baris kode di tabletnya. Seketika, hidrolik di bagian depan traktor menekan ke bawah, memberi beban tambahan pada roda depan. Kresna 01 merayap maju, perlahan tapi pasti, membelah lumpur dengan tenaga matahari murni.

Sorak sorai pecah. Shelly memeluk Arkan dengan erat. Mereka melihat sebuah sejarah kecil tercipta di tanah mereka sendiri.

---

Enam bulan kemudian, Bumi pulang untuk liburan semester. Ia tidak lagi tampak seperti anak desa yang kikuk. Ia mengenakan kemeja rapi, namun tetap dengan sandal kulit buatan pengrajin lokal.

Di sore hari, seluruh keluarga berkumpul di teras. Bumi bercerita tentang bagaimana ia memenangkan lomba esai nasional tentang "Kedaulatan Pangan Berbasis Teknologi Desa". Aksara menunjukkan data efisiensi Kresna 01 yang sudah berhasil menghemat biaya produksi koperasi hingga 50%.

Padi duduk di antara mereka, memegang catatan distribusi panen. "Kak Bumi yang bicara di atas, Mas Aksara yang buat alatnya, aku yang memastikan padinya sampai ke piring orang-orang dengan harga adil."

Larasati sedang menggambar momen itu di buku sketsanya, sementara Kirana sedang berlatih pidato untuk menyambut tamu dinas pertanian, dan Mentari sibuk memberi makan ayam-ayam dengan sisa gabah.

Arkan menatap Shelly, "Shel, sepertinya akar yang kamu tanam sudah mulai menembus lapisan tanah yang paling keras sekalipun."

Shelly tersenyum, menyandarkan kepalanya di bahu Arkan. "Ini baru permulaan, Mas. Musim tanam berikutnya akan jauh lebih menantang, tapi dengan mereka... aku tidak takut pada kemarau sepanjang apa pun."

Malam menyelimuti Omah Tandur, namun cahaya dari panel surya Aksara dan semangat dari cerita Bumi menerangi rumah itu dengan cahaya yang jauh lebih terang daripada lampu jalanan Jakarta.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!