Asih gadis berparas cantik yang merupakan salah satu kembang desa, banyak laki-laki yang mengejar cintanya tak hanya pemuda desa, duda dan laki-laki beristri pun mengejar cinta Asih. Namun kemalangan menimpa nya Asih ditemukan seorang warga tergeletak tak bernyawa disalah satu kebun warga. Siapakah orang yang tega berbuat keji terhadap Asih?
Yuk baca terus kisahnya....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arztha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 34
Pagi di desa Rengas
Aktivitas pagi ini cukup ramai banyak warga yang hilir mudik untuk memulai pekerjaannya. Ada yang berkebun, ada yang ke sawah, ada yang ke balai desa dan ada pula yang ke puskesmas seperti dokter Viona yang hari ini mulai melaksanakan tugasnya di hari pertama menjadi dokter puskesmas desa Rengas. Dokter Viona sudah rapih dengan kemeja dan celana bahan berwarna hitam serta jas putihnya yang menjadi ciri khas seorang dokter, siapa pun yang melihat pasti akan berdecak kagum.
Dokter Viona terus memandangi cermin melihat penampilannya apakah sudah rapih atau belum.
"Perfect, Bissmillah semoga tugas hari ini berjalan dengan lancar. Semangat Vi..." ucapnya untuk dirinya sendiri.
Setelah merasa sudah cukup rapih dokter Viona segera keluar dari rumah nya dan berangkat ke puskesmas tempat ia bertugas.
Ternyata di depan rumah nya sudah ada petugas yang ditugaskan untuk mengantar jemput dokter Viona selama bertugas disini, karena jarak rumah dengan puskesmas cukup jauh apabila ditempuh dengan berjalan kaki.
"Wah sudah lama ya pak? maaf ya pak saya nggak tahu kalau bapak sudah menunggu saya. "
Dokter Viona terkejut dan meminta maaf karena tidak tahu kalau yang bertugas untuk mengantar jemput sudah tiba di depan rumah nya.
"Baru ko bu dokter, nggak apa apa kan memang tugas saya untuk mengantar jemput bu dokter selama bertugas disini. "
"Iya Pak, ya sudah sebaiknya kita berangkat yuk pak sudah siang juga. "
"Baik bu. "
Kendaraan yang pak Muklis kendarai pun melaju dengan kecepatan sedang, terdengar obrolan antara pak Muklis dan bu dokter selama diperjalanan banyak yang di tanyakan bu dokter tentang desa ini kepada pak Muklis. Ternyata pak Muklis orang yang cukup seru saat di ajak mengobrol sehingga di perjalanan pun tidak ada rasa canggung.
🍂🍂🍂
"Nak Rama sarapan dulu yuk. " Mbok Inah mempersiapkan sarapan yang baru selesai ia masak tadi.
"Sebentar ya mbok, nanggung ini. " Rama segera melanjutkan aktivitas nya yang sebentar lagi selesai.
"Ya sudah kalau sudah selesai langsung kedalaman ya nak. "
"Ia mbok. "
Rama pun dengan buru buru segera menyelesaikan membersihkan motornya dan juga memanaskan nya sebelum ia gunakan.
Motor yang awal nya Rama pinjam dari salah satu warga kini motor tersebut adalah miliknya. Pemilik motor itu menawarkan kepada Rama karena ia membutuhkan uang sehingga berniat menjual kepada Rama. Rama dengan senang hati membeli motor itu untuk kendaraannya di sini.
Setelah selesai Rama segera kedalam rumah ia melangkahkan kakinya menuju sumur untuk mencuci tangan dengan air bersih sebelum makan.
"Ayok sarapan nak Rama, mbok sudah siapin beberapa macam lauk. Semoga nak Rama suka ya. "
"Iya mbok terimakasih ya. "
"Setelah ini kamu ada kegiatan kemana nak Rama? "
"Aku mau kebalai desa mbok, ada kerjaan sama pak kades. "
"Sekalian mampir ke puskesmas ya nak, bilang ke bu dokter yang kita omongin semalam. "
"Iya mbok, nanti aku sekalian ke puskesmas semoga pas dokter Viona nggak sibuk biar aku bisa bicara dengan dia. "
Entah kenapa mbok Inah sangat ingin sekali dokter Viona untuk tinggal bersama dirinya atau karena perasaan yang tidak enak karena sang dokter tinggal sendirian. Rama hanya ingin menyampaikan pesan dari si mbok untuk dokter Viona agar tidak ada kesalahan nanti nya.
"Mbok, Rama berangkat ya. " setelah rapih Rama pun berpamitan.
"Iya hati hati ya nak. "
"Iya mbok, Assalamu'alaikum. "
"Wa'alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh. "
🍂🍂🍂
"Gimana keadaan lo, udah baikan? " Rizal menanyakan keadaan Raka.
"Mendingan lah bro daripada kemarin. "
"Si bos minta lo di rawat dirumahnya aja, lo mau nggak? " Rizal menyampaikan pesan dari Andre kepada Raka.
"Iya mending gue dirawat di rumah aja deeh, bosen gue di sini. "
"Hari ini paling lo di ajak balik. "
"Iya bro, nggak apa apa lah malah bagus gue nggak lama lama di sini. "
Ya udah kita tinggal nunggu si bos. "
"Oke."
Raka yang mendengar ia di ajak pulang pun terlihat sangat senang. Raka tidak tahu saja alasan ia di rawat dirumah hanya untuk memperlancar proses pendekatan dengan dokter cantik itu.