"hai Anisa aku tidak mencari menantu yang hanya kerja jadi pelayan restoran,kamu sangat tidak pantas untuk anakku yang seorang polisi kamu hanya gadis miskin dari keluarga berantakan jangan harap kamu jadi istri benalu Bangi anak ku" itulah yang di katakan Bu ibunya mas Kaffa yang selalu ku ingat Sampai kapanpun
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mama ende, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 31 Ghibah bertiga
Aku tidur ketika jam sebelas di kamar ku sendiri batinku puas dua orang aku balas yang suka menghina aku dan ibuku dulu. Aku terlelap dengan perasaan bahagia pagi aku di bangunkan ibu
" Kalian kalau nggak di obrak pada sulit bangun untuk sholat subuh jangan jangan di kota sering nggak sholat ya" kata ibu ngomel seperti waktu kita kecil susah di bangunkan
" Aku semalam datang bulan bu mas Bayu saja suruh sholat subuh " jawabku dan aku masih juga tidur bentar lagi mungkin lima menit saja
Mas Bayu berisik jadi aku nggak bisa tidur lagi aku ke kamar mandi ganti pembalut dan juga cuci muka mas Bayu sama ibu minum kopi
" Sini nis kita ngobrol sambil minum kopi itu sudah ibu buatkan kopi susu" kata ibu
Aku gabung di teras bersama mas Bayu dan ibu
" Nis Tante kamu ingin jualan katanya dia minta pendapat ibu karena dia juga lagi proses cerai sama Rama" Kata ibu
" Terus jawab ibu gimana" tanya ku
" Ibu bilang kalau ibu nggak pernah jualan jadi ya nggak tahu" kata ibu
" Kalau jualan makanan di rumah dia ya sepi Bu di sana orang nya pada pelit kalau jualan di daerah pasar mungkin agak ramai tapi harus memilih tempat yang strategis dan makanan nya enak harga bersaing nanti bisa di promosikan melalui tok tok mungkin" jawabku
" kok sekarang ibu jadi akrab sama dia merasa senasib ya" kata ku sambil terkekeh
" Dia lebih parah nis masak sama suaminya yang akan di tumbalkan untuk melindungi selingkuhan nya untung penyidik nya pinter dan bijaksana" kata ibu
" Siapa dulu dong di balik bapak penyidik" kata batinku
" kok kamu benggon di ajak ngomong ibu nggk di perdulikan
" aku lihat mas Bayu rajin dia menyapu dan juga mencuci mobil Nisa nggak bantuin" kata ku
" kamu nggak usah kerja kasar kamu kan aset ibu" jawab ibu sambil tersenyum
" Mas yang rajin ya nanti aku traktir makan rawon di dekat pasar" kata ku
" Iya dua malaikat tak bersayap ku" kata mas Bayu sambil cekikikan
" Eh kalian ngobrol apa serius banget aku nggak di ajak" kata bude tiba tiba datang sambil bawa piring berisi gorengan
" Bawa apa itu bude" tanyaku
" Bawa sukun goreng buat kalian buat teman minum kopi" kata bude Asiah
" Monggo juragan Amina di makan ya" kata bude bercanda
" Terima kasih kakakku yang cantik dan pengertian " jawab ibu
Mas Bayu mendekat sehingga kami makan sukun goreng yang di berikan bude Hem enak manis manis guruh gitu
" Mbak Novi berangkat jam berapa bude" tanya mas Bayu
" Mungkin jam delapan dia menunggu di jemput Zaki " jawab bude
" Zaki adek kelas mas Bayu dia masuk TNI angkatan Laut mas ingat" kataku
" Aku nggak ingat dek mungkin kalau seangkatan ingat" jawab mas Bayu
" Dia kan pacarnya mbak Novi mas seangkatan sama Kaffa" jawabku
" Eh nis apa kabar hubungan kamu sama Kaffa" tanya bude
" Sudah putus lah bude Anisa nggak mau punya mertua yang judes dan sombong kaya juga nggk seberapa bentar lagi juga lebih kaya juragan Amina" jawabku sambil cekikikan.
" Ini Novi sebenarnya mau di lamar tapi Novi belum lulus" kata bude
" lho mbak Novi apa nggak kebidanan to bude kan cepat lulusnya" tanya ku
" Novi itu SI keperawatan kalau lulus harus ambil pendidikan profesi dua tahun lha ini sekarang saja belum lulus padahal seangkatan kamu" jawab bude
" Bude nggak usah berkecil hati ibarat kata Nisa itu kuliah nya lari biar nggak kehujanan karena Nisa nggk punya payung kalau mbak Novi punya payung jadi nggak perlu lari terbirit birit kayak Anisa" jawabku enteng
" kamu itu terlalu cerdas dan pintar cari uang walaupun katanya nakal tapi kan kamu sangat luar biasa" jawab bude
" Kecerdasan setiap orang itu berbeda bude kalau ku kan cerdas bermain kalau Mbak Novi cerdas pelajaran kalau masalah bisa cari uang karena aku ke Pepet bude jadi dari hobi bisa menghasilkan uang" jawabku
" Bude permisi ya mau pulang dulu menyiapkan sarapan pakde mu" kata bude pamit
Kami bertiga melanjutkan ngobrol membahas semua berita terjadi dan juga gosip hangat di desa ini, sebenarnya aku dan nenek lain desa tapi karena masih kerabat jadi selalu mendengar isu di desa ini maklum orang desa towernya tinggi tinggi dan juga jaringan nya kuat apa yang terjadi selalu jadi bahan ghibah
" Bude mu itu hobinya ghibah sebenarnya ibu nggak mau ghibah tapi sama budemu di ajak terus bahkan di kesini mengantar berita" kata ibu sambil terkekeh
Kami semua tertawa dengan omongan ibu sambil makan sukun goreng aku habis dua ibu dan mas Bayu juga suka karena sudah lama nggak makan sukun goreng
" Ayo mandi siap siap kita ke toko sepeda tapi kita sarapan rawon dulu nanti Bayu yang menaiki sepeda itu" kata ibu dengan semangat
Kami bergegas mandi aku juga siap siap memasukan baju dalam tas juga laptop ke dalam rangsel ku juga uang kemarin aku bawa satu bendel sepuluh juta yang empat bendel sudah aku masukkan di bank waktu sebelum pulang kesini
Aku yang mengemudi ibu duduk di samping ku dan mas Bayu di belakang dia minta gantian kerena nanti dia yang mengemudikan mobilnya. Sesuai arahan ibu kami mau makan rawon dulu di utara pasar ada warung rawon terkenal dan jam segini pasti ramai di situ juga ada nasi pecel biasa orang orang beli nasi pecel tambah kuah rawon kalau aku nggak suka karena menurut pendapat ku rasanya akan rusak bercampur tidak karuan.
Kami duduk bertiga satu meja masing masing pesan nasi rawon di meja ada pilihan lauk seperti dendeng daging, perkedel kentang, paru goreng, tempe goreng, telor asin jadi kalau mau tambah lauk tingal ambil saja di hitung pelanggan ada juga empal goreng aku tambah pergedel Ketang juga telor mata sapi dan dendeng ragi
" Kalian mau tambah lauk apa saja terserah tingal pilih donaturnya nggak pelit kayak nenek Bira" Kataku sambil terkekeh
" kalau gitu mas tambah telor asin dan paru goreng" kata mas Bayu
" Kalau ibu untuk di sini nggak tambah lauk tapi nanti di bungkus bawa pulang buat nanti di rumah" kata ibu sambil tersenyum
" Boleh kan donaturnya kaya tidak pelit lagi" jawabku
" Kamu itu kebanyakan makan di restoran ya nis" tanya ibu
" Iya tapi gratis yang bayar mbak Maura kalau yang bayar nenek Bira Anisa akan jadi kurus" kata ku
"Kamu itu nenek sendiri dari tadi di olok olok" kata ibu
" Itu nenek nya mas Bayu dan Ninik Mbah Yati itu mbah ku sudah meninggal dia nggak pelit selalu ngasih uang Anisa" Jawaku sambil terkekeh. Nenek Yati itu ibunya ibu dan bude dia sangat sayang pada ku dulu aku sering di beri uang nggak boleh bilang sama mas Bayu dan mbak Novi sayang nya dia meninggal lebih dulu sebelum aku banyak uang.
Bersambung ....