Assalamualaikum readers ketemu lagi di novel Author lagi, semoga kalian tidak bosan membaca novel Author, Happy reading....
CINTA BISA BERTAHAN DALAM KESEDERHANAAN
TETAPI TIDAK DALAM PENGHINAAN
CINTA ITU SUCI DAN HARUS DI HORMATI
KETIKA RASA HORMAT DALAM CINTA MENGHILANG
CINTA ITU AKAN PERLAHAN PERGI.
Bastian Wirayudha pria berusia 33 tahun harus hidup seperti robot di dalam keluarga istrinya shopia Valentine Grace 30 tahun, kehidupan Bastian di istana mewah milik istrinya tak ubahnya seorang budak, ia harus mengikuti setiap perkataan ayah mertuanya yang dikenal seorang konglomerat yang memiliki kekuasaan yang besar di bidang ekonomi maupun pemerintahan.
Bastian bukanlah pria miskin, ia juga berasal dari keluarga pengusaha yang cukup mapan, tapi karena strata keluarga Bastian lebih rendah, maka Bastian seperti tidak ada harga dirinya di keluarga istrinya.
suatu hari ia bertemu gadis sederhana yang menyimpan sejuta rahasia, yang menyadarkan dia akan sebuah arti cinta.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon S. Mia. t, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
EPISODE 23
Sebuah mobil hitam berhenti di depan gedung Pt. Cakra Buana.
Mobil mewah berwarna hitam itu berhenti tepat si depan perusahaan itu.
Pintu mobil terbuka.
Seorang pria turun dari dalam mobil itu.
Dan seketika tubuh Ghina membeku.
Matanya membesar, saat melihat pria yang ia kenal turun dari mobil itu.
" Itu..."
Andrian mengikuti arah pandang sepupunya.
Lalu ikut mengernyit.
" Itu pria yang kemarin kak "
" Yang mana?"
" Yang bersama istri Pak Bastian!"
Andrian langsung memastikan kembali penglihatannya.
Saat mengenali wajah itu, Andrian langsung terkejut.
Ghina dan Andrian menatap pria itu dengan penuh selidik.
Pria itu berjalan santai memasuki gedung.
Mengenakan setelan formal.
Wajahnya terlihat tenang.
Namun bagi Ghina, wajah itu sangat jelas ke busukkan nya.
Pria itu adalah Marion.
Kekasih gelap istrinya Bastian.
"Astaga..."
gumamnya pelan.
" Ya Tuhan apa yang dia lakukan di sini?"
Andrian mulai merasa tidak enak.
" Ghina."
Namun gadis itu sudah berjalan mengikuti pria tersebut.
" Ghina!"
" Mau kemana?"
" Aku cuma mau lihat."
" Kamu jangan macam-macam."
" Aku tidak akan macam-macam."
" Siapa yang percaya dengan ucapanmu kodok "
Andrian langsung berlari menyusul Ghina, Andrian tahu, gadis di depannya tak akan mungkin diam dan anteng.
Lima menit kemudian...
Ghina sudah berada di dalam lobbi perusahaan yang besar dan mewah, ia mengambil sebuah map kosong dari meja brosur dan berjalan masuk ke lobi sambil berpura-pura sibuk melihat brosur itu.
Tapi matanya terus saja mengawasi pergerakan Marion.
Marion berhenti di reception dan ia berbincang sejenak dengan wanita cantik yang berdiri di balik meja reception.
Andrian berdiri di samping Ghina dan ikut berpura-pura melihat brosur yang ada di tangan Ghina.
Setelah berbincang dengan reception itu, lantas Marion melangkah menuju Lift yang berada di ujung lorong.
Ghina dan kembali berjalan pelan mengikuti Marion.
" Ghin, kalau kita ke tahuan menguntit, hari ini kita bakalan tidur di kantor polisi " bisik Andrian.
" Tenang saja kak, kita akan aman, kalau bersama Ghina semuanya akan aman "
" Aman kepalamu, kamu selalu membuat kerusuhan dimanapun kakimu berpijak "
" Kakak diam saja dan ikuti saja kemana pria mokondo itu pergi "
" Ck..."
" Tapi...apa nggak seharusnya kita tanyakan saja pada reception tadi"
" Itu tambah mencurigakan kak "
Keduanya berhenti saat Marion tiba di depan pintu lift yang masih tertutup.
Mereka kembali berpura-pura berbincang-bincang.
Dan tiba-tiba sebuah suara memanggil nama Ghina dari arah belakangnya.
" Ghina "
Deg...
Jantung Ghina langsung berhenti sejenak saat mengenali suara ya g ada baru saja memanggilnya.
Ghina tahu siapa yang memanggilnya.
Sementara Marion sudah berjalan masuk ke dalam Lift.
Ghina terpaku di depannya, dan begitu juga Andrian.
" Kita ketahuan kodok " gumam Andrian.
" Terus bagaimana kak ? "
" Tak ada pilihan, jalur cuma satu, tak mungkin kita lari " sahut Andrian.
Ghina menghela nafas panjang dan kemudian berbalik ke arah suara.
Ghina langsung menampilkan senyum lebar saat melihat seorang pria berdiri sambil mengeryitkan dahinya di depannya.
" Pak Bastian " ucap Ghina sambil cengengesan.
" Kenapa kamu di sini ?"
" Kamu tidak balik ke ibukota? "
" Kamu bolos kerja? "
Tanya Bastian yang beruntun saat melihat Ghina yang berdiri di depannya.
Bastian melangkah mendekati Ghina dan Andrian.
" Apa yang kalian lakukan di sini ?"
" itu Pak..."
" itu ..."
" Anu ..."
Ucap Ghina kebingungan saat ingin menjawab pertanyaan Bastian.
Bastian menatap tajam Ghina.
" Ah iya...."
" Ini karena kak Andrian Pak, dia tertarik dengan bisnis yang bapak ceritakan kemarin, ia ingin bertemu dengan bapak sekali lagi, karena kakak ingin belajar bisnis pada bapak ?" ucap Ghina.
Andrian melongo sambil menatap Ghina.
" lha kok aku yang jadi kambing hitam " gumam Andrian.
" Kata kak Andrian, mumpung masih di kota ini, jadi kakak ingin bertemu bapak sekali lagi menanyakan sesuatu tentang bisnis, benarkan kak "
Ghina meraih lengan Bastian dan mengguncangnya pelan.
Dengan keadaan yang terpaksa Andrian akhirnya mengangguk pelan.
Bastian menatap dalam Ghina, Bastian bukan orang yang bodoh, dalam bisnis saja ia bisa menatap peluang baik buruknya, apalagi kebohongan kecil seperti itu.
Bastian menghela nafas pelan.
" Ya sudah ayo naik " kata Bastian.
Bastian berjalan menuju Lift khusus dan melewati mereka.
Andrian langsung menoyor kepala Ghina setelah Bastian melewati mereka dan berjalan mendahului mereka.
" Heheheh ...."
" Peace.."
Ghina hanya terkekeh sambil menunjuk dua jarinya ke depan Andrian.
Di dalam Lift tak Banyak perbincangan, hanya sesekali Bastian bertanya pada Andrian.
Andrian yang memang sudah bekerja di perusahaan sebagai seorang eksekutif di perusahaan Manggala, bisa mengimbangi pertanyaan Bastian.
" Sepertinya kamu sudah banyak pengetahuan tentang bisnis "
" Tidak sebanyak Pak Bastian, Saya bekerja di perusahaan besar, tapi saya juga ingin mengembangkan bisnis saya sendiri, dan saya tertarik dengan bisnis tentang makanan dan minuman yang siap saji "
" Sekarang banyak sekali orang yang ingin praktis dalam melakukan sesuatu "
Bastian mengangguk pelan.
Sedangkan Ghina tak berucap sama sekali, ia hanya menatap punggung pria pujaannya.
Hati Ghina semakin berdegup kencang.
Ghina benar-benar mengagumi pria yang ada di depannya.
Pintu lift terbuka dan ketiganya langsung keluar dari dalam Lift.
Kedatangan mereka di sambut oleh Marta, sekretaris Bastian.
" Selamat pagi tuan "
" Pagi Marta " sahut Bastian.
" Maaf pak di dalam ada tamu "
" Tamu?, sepagi ini ?"
" Iya Pak "
" Siapa?"
" Katanya teman Bapak waktu kuliah "
Bastian mengeryitkan dahinya.
Sedangkan Ghina dan Andrian saling melihat.
" Siapa namanya? "
" Katanya rahasia tuan, katanya dia baru saja kembali dari luar negeri dan ingin memberi kejutan pada tuan "
" Kenapa kamu mengizinkan dia masuk ke dalam "
" Maaf tuan, ia bersama dengan tuan Arlon "
Bastian semakin mengeryitkan dahinya.
" Ya..sudah, tolong buatkan teh hangat untukku dan tamuku ini "
" Baik tuan "
" Ayo... kita ke ruangan ku "
" Apa kami tidak menganggu Pak?"
" Kalau kami menganggu, kami akan kembali saja ke Hotel Pak Bastian " kata Ghina.
Bastian langsung menatap tajam ke arah Ghina.
" Masuk !" ucap tegas Ghina.
Ghina hanya mengangguk pelan.
Bastian membuka pintu ruangan nya.
Saat pintu terbuka, Bastian terkejut saat melihat sahabat lamanya duduk di kursi tamu yang berada di ruangannya sedang berbincang dengan Arlon kakak iparnya.
" Marion "
#######
🥰🥰
Terima kasih Upnya Kak Mia..
apa yang sebenarnya Zayn pikirkan dengan situasi seperti yang di alami Ghina serta tujuan intinya terhadap Bastian maupun keluarga Tan..
soga semua akan terungkap dengan berjalannya waktu dn Bastian bebas dari belenggu keluarga Tan lebih dari istri laknatnya..😡😡😡
cepat up lg ya thor biar g darting kbnyakan pikiran
dengan nempunyai istri jalang, mertua dan klrga istri yg Diktator. merasa plg hrbat, padahal yg bekerja mati2 an Bastian. mwreka hanya ti ggal mengambil hasil pemikirn dan kerja keras ny 😔😔😔
Seru banget ngikutin kisah keluarga Dio Cs - Kendaru Cs. & Narendra Cs.
pokoknya Baper abiiisss... 👍🏻👍👍🏻💙💛💙😘😘😘