NovelToon NovelToon
Jiwa Modern Sang Agen Rahasia : Pembalasan Permaisuri Lin

Jiwa Modern Sang Agen Rahasia : Pembalasan Permaisuri Lin

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas dendam dan Kelahiran Kembali / Agen Wanita / Time Travel
Popularitas:4.9k
Nilai: 5
Nama Author: Amber Mist

Lin Meilin adalah agen intelijen modern papan atas yang ditakuti karena keahliannya dalam taktik pertempuran dan racun mematikan. Namun, sebuah misi rahasia untuk merebut kembali Giok Dinasti Long yang hilang di luar negeri justru berakhir tragis. Meilin dikhianati oleh rekan seperjuangannya sendiri hingga sekarat.Saat tetesan darah Meilin menyentuh permukaan giok kuno tersebut, keajaiban mistis terjadi. Jiwanya terlempar melintasi waktu dan terbangun di dalam tubuh Permaisuri Lin—seorang wanita berkedudukan tinggi namun memiliki kepribadian yang sangat lemah dan penakut. Di dunia kuno ini, Permaisuri Lin baru saja diracun oleh selir kesayangan kaisar dan dibuang hingga terabaikan di Istana Dingin yang sunyi.Kini, tidak ada lagi permaisuri lemah yang bisa ditindas! Dengan jiwa agen rahasia yang haus akan keadilan, Meilin bangkit untuk mengacak-acak seisi istana.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Amber Mist, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 8: Sabotase Jalur Sutra

"Lin Meilin... permainan apa yang sedang kau mainkan di istanaku?" bisik Long Feng dengan senyuman misterius yang sarat akan ketertarikan berbahaya. Sebagai seorang pemburu tertinggi di kerajaan ini, ia tidak sabar untuk mengupas satu demi satu lapisan rahasia yang disembunyikan oleh permaisurinya sendiri.

Dua minggu setelah Cui Er resmi menjadi mata-mata ganda, sebuah informasi berharga akhirnya sampai ke tangan Lin Meilin. Di keheningan malam Istana Dingin, Cui Er menyelinap masuk membawa selembar kertas memo rahasia yang ia curi dari meja rias Selir Hua.

"Permaisuri, ini adalah rincian pengiriman barang dagangan ilegal milik Menteri Hua," bisik Cui Er dengan tubuh membungkuk hormat. "Tiga hari lagi, sebuah karavan besar yang menyamar sebagai pedagang kain sutra akan membawa peti-peti perak hasil korupsi pajak wilayah selatan menuju kediaman rahasia Menteri Hua di pinggiran ibukota. Selir Hua berencana menggunakan uang itu untuk menyuap para jenderal perbatasan."

Meilin menerima kertas itu, membaca deretan nama lokasi dan rute perjalanan dengan mata elangnya yang jeli. Sebagai mantan agen intelijen, ia tahu betul cara melumpuhkan musuh yang memiliki kekuasaan besar: potong jalur logistik dan keuangannya. Tanpa perak, Menteri Hua tidak akan bisa menggerakkan pion-pion politiknya, dan Selir Hua akan kehilangan taringnya di dalam istana.

"Bagus sekali, Cui Er. Kau telah menjalankan tugasmu dengan baik," ujar Meilin sambil melemparkan sebotol kecil penawar sementara. "Kembalilah sebelum ada yang mencurigaimu. Serahkan sisa urusan ini padaku."

Setelah Cui Er pergi, Meilin menatap Xiao Cui yang sedang merapikan beberapa botol racun buatan di atas meja. "Xiao Cui, siapkan pakaian pria hitam pudar yang kita beli dari pelayan dapur minggu lalu. Besok malam, aku akan keluar dari istana ini."

Xiao Cui terbelalak ngeri. "Keluar istana? Permaisuri, jika pengawal gerbang menangkap Anda, itu adalah pelanggaran hukum berat!"

"Siapa bilang aku akan keluar lewat gerbang utama?" Meilin tersenyum sinis. "Tembok belakang Istana Dingin yang runtuh adalah jalan pintas terbaik. Selain itu, kondisi fisikku saat ini sudah jauh lebih siap."

Selama dua minggu terakhir, Meilin tidak hanya melatih kekuatan ototnya. Melalui meditasi pernapasan taktis modern yang ia kombinasikan dengan catatan kuno tentang aliran energi tubuh yang ia temukan di perpustakaan tua Istana Dingin, ia berhasil merasakan dan mengendalikan aliran hangat di dalam perut bawahnya—Qi atau kekuatan dalam. Meskipun Qi-nya masih tipis, kombinasi kekuatan dalam dengan teknik beladiri intelijen modern membuatnya menjadi pembunuh bayaran yang sangat mematikan.

---

Malam berikutnya, badai salju tipis mulai turun membasahi bumi ibukota. Di sebuah jalur perbukitan sunyi yang menjadi rute karavan Menteri Hua, Lin Meilin berdiri di atas dahan pohon pinus yang besar. Ia mengenakan pakaian ketat serba hitam, wajahnya ditutupi topeng kain separuh, dan di pinggangnya terselip belati perak runcing yang telah dilumuri racun pelumpuh instan.

Dari kejauhan, suara gemerincing lonceng kereta kuda terdengar mendekat. Karavan dagang Menteri Hua yang terdiri dari tiga kereta besar dan dikawal oleh sepuluh prajurit bayaran tangguh tampak bergerak perlahan membelah kegelapan malam.

Sepuluh pengawal, tiga kusir. Target utama: pemimpin karavan, analisis Meilin dalam hati dengan cepat menggunakan kalkulasi probabilitas taktis.

Tepat saat kereta pertama melintas di bawah pohon tempatnya mengintai, Meilin menjatuhkan diri tanpa suara. Tubuhnya seringan bulu berkat pengendalian Qi dasar yang ia miliki.

Sleb!

Sebelum kusir kereta pertama sempat menyadari keberadaannya, belati Meilin telah menusuk titik saraf di leher belakang sang kusir. Pria itu langsung pingsan tanpa sempat berteriak. Meilin dengan cepat mengambil alih kendali tali kuda, menariknya dengan paksa hingga kereta kuda tersebut berbelok tajam dan menghantam pembatas tebing, menciptakan kepanikan massal.

"Ada serangan! Lindungi barang bawaan!" teriak pemimpin karavan, seorang pria bermata satu dengan pedang besar di tangannya.

Prajurit bayaran langsung menarik senjata mereka. Namun, di tengah kegelapan badai salju dan minimnya cahaya obor, Meilin bergerak seperti hantu. Ia memanfaatkan taktik gerilya modern—menyerang dari sudut buta, melumpuhkan satu target, lalu menghilang kembali ke dalam kegelapan sebelum musuh sempat membalas.

Klek! Bugh! Ahkk!

Satu per satu pengawal berjatuhan di atas tanah bersalju. Teknik Meilin sangat efisien: ia tidak membuang tenaga untuk beradu pedang secara terang-terangan. Ia mematahkan persendian, menusuk titik saraf fatal, dan menggunakan racun kelumpuhan untuk menyudahi perlawanan mereka dalam hitungan detik.

"Siapa kau?! Tunjukkan dirimu, pengecut!" teriak sang pemimpin karavan dengan panik saat melihat delapan anak buahnya sudah terkapar tak berdaya di tanah hanya dalam waktu kurang dari lima mnit.

"Kau tidak perlu tahu siapa aku," sebuah suara wanita yang dingin bergema dari balik punggungnya.

Pemimpin karavan itu berbalik dengan tebasan pedang yang kuat, namun Meilin dengan lincah merunduk. Ia menangkap pergelangan tangan pria bermata satu itu, menggunakan momentum berat tubuh musuh untuk membantingnya keras ke atas tanah, lalu menodongkan belati beracun tepat di tenggorokannya.

"J-Jangan bunuh aku..." pria itu gemetar, merasakan hawa membunuh yang luar biasa pekat dari balik topeng hitam Meilin.

Meilin tidak membunuhnya. Ia memukul titik pingsan di leher pria itu hingga tak sadarkan diri. Setelah seluruh area dipastikan aman, Meilin membuka salah satu peti kayu di dalam kereta. Benar saja, di balik tumpukan kain sutra mahal, ribuan keping perak murni berkilau di bawah cahaya bulan.

Meilin tersenyum puas dari balik topengnya. Ia mengambil tiga kantong besar penuh perak—dana yang cukup untuk membangun jaringan mata-matanya sendiri di luar istana—lalu membakar sisa kereta beserta dokumen manifes pengiriman milik Menteri Hua menggunakan minyak obor.

---

Sementara itu, tidak jauh dari lokasi kejadian, di atas bukit yang lebih tinggi, sesosok pria tinggi jangkung berjubah bulu hitam pekat sedang berdiri tegak mengamati seluruh jalannya pertempuran sejak awal melalui teropong kuno. Pria itu adalah Kaisar Long Feng, yang sengaja keluar istana secara rahasia bersama Gao Zan untuk melacak pergerakan ilegal Menteri Hua.

Long Feng menurunkan teropongnya. Sudut bibir tampannya terangkat, menampilkan ekspresi takjub yang luar biasa.

Meskipun wanita bertopeng itu menyembunyikan identitasnya dengan sangat baik, Long Feng tidak akan pernah melupakan postur tubuh tegak, gerakan beladiri taktis yang aneh namun mematikan, dan aura dingin yang sangat khas milik wanita itu.

"Yang Mulia, apakah kita perlu turun tangan menangkap pencuri itu?" tanya Gao Zan dengan bingung setelah melihat karavan Menteri Hua dihancurkan oleh satu orang saja.

"Tidak perlu," jawab Long Feng dengan suara baritonnya yang rendah dan terdengar sangat terhibur. "Biarkan dia mengambil apa yang dia inginkan. Dia baru saja membantuku menghancurkan satu kaki kekuasaan Menteri Hua tanpa perlu mengotori tangan istana."

Long Feng menatap siluet tubuh hitam Meilin yang mulai melompat menjauh meninggalkan area kebakaran menuju arah tembok belakang istana.

1
sasa adzka
cerita makin keren ey 😍😍
semangat up nya kak, Terima kasih sdh up beberapa bab kak😍😍.. utk jam berapa nya kau up terserah aja ya.. aku selalu menantikan kelanjutan cerita mu ini.. semoga sampai tamat 😍😍😍
Amber Mist: 😍 baik lah terima kasih
total 1 replies
Lina Hibanika
jangan kasih ampun pelayan calutak seperti itu mah
Amber Mist: uda baca ampe bab brp kakak?
total 1 replies
sasa adzka
wahhh sebentar lagi bucin neh si kaisar long sama meilin🤭🤭🤭
Amber Mist: Siap2, ya Yang Mulia. Lebih suka upload jam brp kak?
total 1 replies
Lina Hibanika
hadiah perkenalan,, segelas kopi buat author ☕
Amber Mist: 😍 terima kasih Yang Mulia
total 1 replies
sasa adzka
I like it permaisuri meilin😍😍😍 aku suka karakter nya... pertahan kan kak.. pokok nya harus kuat mah MC cewek nya😍😍😍😍
semangat ya
Amber Mist: wahhh, makasi Yang Mulia, dukung aku terusnya "follow" dan jangan lupa "bintang5nya"
total 1 replies
sasa adzka
hallo baru mampir kak othor...
semoga sampai tamat ya😍😍
semangat up nya💪💪
Amber Mist
Yang Mulia Datu Zahra, bagian mana ya yg fisiknya brubah? coba dibaca ulang, karena Meilin ahli racun kak, itu bukan fisik yg brubah tapi jiwanya uda ganti kak
Datu Zahra
Dibab sebelumnya disebutin udah lewat seminggu, tambah dua hari seudha kaisar pergi sampe fisik berubah, ya kali nyebut racun semalam. ngaco
Amber Mist: Yang Mulia, sepertinya harus baca ulang ya
total 1 replies
Amber Mist
Halo Yang Mulia Ratu pembaca setia Permaisuri Lin, Salam Kenal.

Yuk, voting, kalian lebih suka aku upload di jam brp?

Yang setia ikutin, pencet " ikuti" + kasih 💫 bintangmu ya.

Hamba butuh dukungan kalian
Alia Chans
suka.... like + bunga😉
semangat thor nulisnya nya🤭




kalo berkenan mampir thor😉
Amber Mist: 😍👍 siap kak
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!