NovelToon NovelToon
Dicintai Sang Berandal Tampan

Dicintai Sang Berandal Tampan

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu / Bad Boy
Popularitas:7.5k
Nilai: 5
Nama Author: elaretaa

Rachel adalah definisi dari kesempurna, masa depannya begitu cerah, hidupnya sudah diatur sedemikian rupa oleh Ibunya, hingga banyak yang merasa iri pada Rachel. Namun, tanpa mereka tahu, Rachel merasa hidupnya seperti boneka, terutama setelah perceraian Ayah dan Ibunya.

Hingga akhirnya, Rachel sudah muak dengan hidupnya yang selalu diatur oleh Ibunya dan memutuskan untuk pergi menemui Ayahnya dan memilih tinggal bersamanya, Rachel yang terbiasa dengan kemewahan, begitu tersiksa ketika berada di tempat Ayahnya yang jauh berbeda dengan kehidupan mewahnya bersama Ibunya.

Tanpa Rachel sadari, kedatangannya untuk menemui Ayahnya membawa sebuah takdir yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya, di mana ia dipertemukan dengan seorang pria dengan seribu macam permasalahan dalam hidupnya.

Bagaimana kelanjutannya? Apakah Rachel mampu bertahan tanpa kemewahan dari Ibunya? Siapakah pria dengan seribu macam permasalahan tersebut.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon elaretaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jangan Ganggu Dia!

Sepanjang hari, Rachel hanya berdiam diri di dalam rumah, ia duduk di sofa kain yang sudah menipis busanya dan menatap keluar jendela kecil ke arah pelabuhan yang hiruk pikuk.

Ketakutan dari kejadian semalam masih membekas, suara gedoran pintu penginapan kumuh itu seolah masih terngiang di telinganya setiap kali ada tetangga yang menutup pintu dengan keras.

​"Rachel, makan dulu. Tante buatkan mi goreng kesukaan Tio, tapi nggak pedas," ajak Anna lembut sambil meletakkan piring plastik di meja.

Rachel tersenyum kaku, "Terima kasih, Tante. Tapi Rachel belum lapar," jawab Rachel dan diangguki Anna.

"Habis ini Tante mau ke pasar, kamu mau ikut?" tawar Anna.

"Boleh, Tante?" tanya Rachel.

"Boleh, tadi pas Tante ke kedai, Tante izin sama Daddy kamu dan Daddy kamu bilang katanya kamu gapapa ikut. Tapi, itupun kalau kamu mau ikut, Tante nggak akan maksa kok," jawab Anna.

"Kalau gitu, Rachel ikut," ucap Rachel.

"Yasudah, nunggu Leo mandi dulu ya," ucap Anna dan diangguki Rachel.

Beberapa saat kemudian, Rachel melangkah keluar dari rumah susun itu mengikuti Anna yang dengan lincah menggendong Leo di pinggang kirinya, sementara tangan kanannya menenteng beberapa kantong belanjaan kosong dari kain.

Rachel sendiri mengenakan kaos putih polos dan rok selutut berwarna cream, meski ia merasa penampilannya sudah sangat sederhana. Namun, tetap saja di mata penduduk distrik pelabuhan, Rachel tetap terlihat seperti berlian yang jatuh di tumpukan kerikil, kulitnya yang putih bersih dan cara jalannya yang anggun membuatnya tampak mencolok di tengah kerumunan.

​"Jalanan ke pasar agak becek, Rachel. Hati-hati langkahnya ya," ucap Anna sambil menunjuk gang sempit yang menuju ke arah jantung pasar tradisional.

​Begitu memasuki area pasar, Rachel refleks menutup hidungnya, bau amis dar*h ikan yang bercampur dengan aroma daging mentah yang digantung di udara terbuka langsung menyergap.

Lantai pasar itu bukan ubin, melainkan tanah dan semen yang tertutup genangan air limbah berwarna kehitaman, lalat-lalat berpesta di atas sayuran yang mulai layu dan suara teriakan para pedagang dalam bahasa lokal menciptakan kebisingan yang memusingkan kepala.

​"Ayo, Rachel! Kita harus cepat sebelum ikan-ikannya habis," ajak Anna tanpa beban.

Rachel berusaha berjalan dengan berjinjit, namun roknya tetap saja terpercik lumpur saat seorang pedagang menyiramkan air ke lapak ikannya. Rachel merasa beribu pasang mata tertuju padanya, pria-pria yang sedang duduk di warung kopi pinggir jalan berhenti bicara, mata mereka menatap Rachel dari ujung kepala hingga kaki dengan pandangan yang sulit diartikan, campuran antara kagum, heran dan predator.

​"Tante... orang-orang itu kenapa ngelihatin aku kayak gitu?" bisik Rachel sambil merapatkan diri ke arah Anna.

​"Abaikan saja, Rachel. Mereka hanya jarang melihat wanita secantik kamu di tempat seperti ini, tetap di samping Tante dan jangan menoleh jika dipanggil," pesan Anna dengan nada waspada.

​Namun, ketenangan itu terusik saat mereka melewati area pemotongan ayam. Seorang pria muda dengan rambut yang dicat kuning kusam berdiri menghalangi jalan Rachel, ia bersiul panjang dan mencoba menyentuh ujung rambut Rachel yang tergerai.

​"Hey, beautiful! Mau ke mana?" goda pria itu dengan bahasa Inggris yang aneh.

​Rachel tersentak dan mundur selangkah, napasnya mulai tidak teratur. "Jangan ganggu dia!" bentak Anna dalam bahasa lokal dengan suara yang cukup lantang.

​Pria itu tertawa mengejek, namun melihat kemarahan Anna yang sudah dikenal sebagai istri Daddy Brian si pemilik kedai, ia akhirnya menyingkir meski tetap memberikan tatapan nakal pada Rachel.

Setelah hampir satu jam berputar di pasar, peluh membasahi dahi Rachel. Kipas angin di rumah susun tadi terasa mewah dibandingkan hawa panas dan pengap di pasar ini, ia merasa harga dirinya perlahan terkikis di setiap langkah, kakinya kotor, bajunya bau amis dan ia merasa sangat tidak berdaya.

​"Sudah semua, ayo kita pulang," ajak Anna yang menyadari wajah Rachel sudah mulai pucat.

Mereka pun pergi meninggalkan pasar dan mampir ke kedai Brian. Sesampainya di kedai, suasana jauh lebih hiruk-pikuk dibanding pagi hari, aroma uap kaldu yang kental bercampur dengan aroma keringat dari puluhan buruh yang sedang mengantre.

Daddy Brian hampir tidak memiliki waktu untuk menyapa, ia hanya memberikan anggukan cepat kepada Rachel sebelum kembali bergelut dengan mangkuk-mangkuk panas.

Rachel duduk di pojokan, di kursi plastik yang sama dengan kemarin. Rachel hanya diam dan menatap high heels yang kini penuh dengan noda lumpur pasar, tangannya yang biasa memegang pena mahal dan berkas kontrak kini terasa lengket, ia merasa seperti makhluk asing yang tidak memiliki fungsi apa pun di sini. Rachel ingin membantu, tapi ia bahkan tidak tahu cara memegang nampan besar itu tanpa gemetar.

​Waktu berlalu hingga matahari mulai turun, namun keramaian di kedai seolah tidak ada habisnya. Anna sudah pulang lebih dulu bersama Leo untuk memasak makan malam, sementara Daddy Brian masih sibuk dengan sisa pelanggan terakhir, Rachel merasa kepalanya mulai berdenyut karena kebisingan yang tiada henti.

"Dad, Rachel pulang duluan ke rumah ya? Rachel capek banget," pamit Rachel sambil berdiri mendekati Daddy Brian di balik etalase.

Daddy ​Brian menoleh sebentar dan menyeka keringat di dahinya dengan lengan baju, ia melihat jam dinding yang menunjukkan pukul lima sore.

"Jaraknya dekat, tapi kamu tahu jalannya kan? Lewat jalan besar ya, jangan lewat gang yang kita lewati semalam bersama Daniel, kamu berani?" tanya Daddy Brian.

​"Berani, Dad. Rachel masih ingat jalannya," jawab Rachel berusaha meyakinkan diri sendiri, ia hanya ingin segera mandi dan merebahkan punggungnya.

​"Hati-hati, sayang. Langsung ke rumah ya," pesan Daddy Brian sambil kembali menuangkan kuah.

"Iya, Dad," jawab Rachel.

Rachel berjalan dengan langkah gontai, kakinya yang terbiasa menginjak karpet lembut kini terasa lecet akibat sandal yang tidak didesain untuk medan berat. Rachel mencoba mengingat setiap belokan, mengabaikan bau sampah dan suara mesin kapal yang seolah menjadi detak jantung distrik ini.

​Saat ia hampir mencapai mulut gang menuju gedung rumah susun, langkahnya mendadak terhenti. Di tengah suasana kumuh yang didominasi warna abu-abu dan cokelat, berdiri tiga orang pria yang tampak aneh.

Mereka mengenakan setelan jas hitam rapi, lengkap dengan kacamata hitam dan sepatu pantofel yang masih mengkilap, sangat kontras dengan lingkungan sekitar yang penuh debu.

​Rachel awalnya mengira mereka adalah investor asing atau tamu pejabat yang tersesat. Namun, saat tatapan salah satu dari mereka mengunci arah pandangnya, insting Rachel berteriak untuk lari. Sayangnya, tubuhnya terlalu lelah untuk bereaksi cepat.

​"Nona Rachel," panggil salah satu pria yang bertubuh paling tegap.

​Rachel membeku dengan panggilan mereka pada Rachel, "Siapa kalian?" tanya Rachel dengan suara yang tertahan di tenggorokan.

.

.

.

Bersambung.....

1
Aidil Kenzie Zie
apa sekarang mau kabur lagi Rachel 🤔🤔🤔
Djuniati 123
kpn mak ny dpt karma
dome🌬️🌀🌀🌀
sumpah muak banget dengan tingkah laku emaknya Rachel, kenapa ga diracun aja sih. toh Rachel juga yg akan mewarisi harta kekayaan emaknya. itung2 mempercepat keberangkatan nya ke neraka🤭🤭🤭🤭
yaaa kaaannnnn
lia juliati
setiap anak orng kaya walau d atur hidup yang pasti slalu ada cela ntk berbuat apapun karna mrk kaya n punya kuasa
Eva Tigan
aku juga yakin seperti Ana
bahwa suatu saat Rachel akan kembali kepada Cintanya yg tinggal di Vietnam
dome🌬️🌀🌀🌀
crazyyyyy up nya ditunggu yaaaa thorrrr🤗🤗🤗🤗🤗🤗
dome🌬️🌀🌀🌀
kecewa karena penolakan dan dia merasa bahwa dia hanya menjadi beban bagi semua orng yg berusaha melindungi nya. heeemmmm

akankah Daniel mengejar Rachel ke Indonesia
dome🌬️🌀🌀🌀
mungkin yg membuat sosok Daniel tak mau mengingat sosok ibu, bisa jadi ibunya pergi jauh tanpa membawa dirinya. bentuk kekecewaan yg dipendam hingga kini mungkin.
dome🌬️🌀🌀🌀
cemunguuuuutyt eeeaaaaa thor🤭🤭😁😁😁
dome🌬️🌀🌀🌀
Daniel lebih ke bukti buka omon omon apalagi janji janji busuk🤣🤣🤣
like lah Daddy Bryan sudak lampu ijo😁😁🤗
Eva Tigan
Pasti Daniel menyesal setelah tau Rachel pergi..entah kapan mereka bisa bertemu kembali
dome🌬️🌀🌀🌀
lanjutkan thorrr. up yg banyakkk... banyaakkk.... yaa😁🤗
dome🌬️🌀🌀🌀
sudah kuduga ini cerita bakalan bagus bangettt... aku tahan sampe nunggu babnya agak banyakan.. tapi cepet banget habis nya tiap bab😄😄😄
dome🌬️🌀🌀🌀
yaaaa... ampun... kalau uang sudah bertindak yaaa.. apa saja bisa dilakukan.
ini emaknya Rachel bener2 kebangetan deh, nyari anak kayak nyari tahanan yg kabur. gila sih udah kayak psikopat aja emaknya.😤😤😤
dome🌬️🌀🌀🌀
nahhhh,,,, akhirnya yg ditanya kan Rachel udah bener2 kisal kelam yg ditutup rapat rapat dan perlahan mulai dibongkar
hemmmm bakal ngamuk nih nanti si daniel
Aidil Kenzie Zie
yah si Rachel nyerah
dome🌬️🌀🌀🌀
semangat Thor ceritamu bagus banget.. ga salah aku baca. keren alurnya bener2 berimajinasi seperti sedang menonton serial drama bagus banget 🤗🤗🤗
dome🌬️🌀🌀🌀
Rachel adalah bidadari yg LG nyasar jatoh ke sarang serigala 😄😄😄
dan sang alpha yg menjaga 🤭
dome🌬️🌀🌀🌀
ini yg namanya cinta mulai berkembang 🤭🤭🤭
dr interaksi kecil, sentuhan ringan, obrolan yg menjurus keranah pribadi. akhirnya nyaman😄😄😄
dome🌬️🌀🌀🌀
teganggggg.... sumpah, berasa lagi nonton drama asia 🤣🤣🤣🤣

lanjut thorrr😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!