NovelToon NovelToon
Abang Ojek Sultanku

Abang Ojek Sultanku

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:196.7k
Nilai: 5
Nama Author: Bunda RH

Riyanti Aryani adalah seorang gadis dari keluarga berada. Ia terpaksa jauh dari keluarganya lantaran ingin memenuhi cita-citanya. Sebelum tinggal di Surabaya, Riyanti atau lebih akrab dipanggil Riri itu sebelumnya kuliah di salah satu universitas di Malang. Setelah lulus, Riri diterima kerja di Surabaya. Ia ngekos di salah satu tempat kos yang cukup elit. Sebenarnya orang tuanya bisa saja membeliksnnya rumah di Surabaya, namun mereka khawatir Riri akan semakin betah di sana dan akan lupa pulang ke Lombok. Namun siapa sangka Riri bertemu dengan jodohnya di sana.

Sultan Ahmed Alfahrezi, anak sulung dari pasangan Windi dan Javier. Kegabutannya menjadi seorang driver ojek membuat dirinya akhirnya bertemu dengan jodohnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bunda RH, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mengembalikan bros

Dua hari kemudian.

Setelah shalat Ashar Sultan pulang dari kantor. Ia sengaja pergi ngantor pakai motor matik. Sebelum keluar dari kantor, ia sudah berganti pakaian santai Sedangkan baju kerjanya ia gantung di lemari yang ada di dalam ruangan. Beberapa karyawannya sempat heran melihatnya. Namun Sultan tetap melangkah dengan santainya. Bahkan tak jarang ia menyapa karyawannya.

Setelah Sultan berlalu dari hadapan mereka, tentu saja ia menjadi bahan pembicaraan karyawannya.

Sampai di parkiran, Sultan memakai helm dan jaket kulitnya. Kali ini ia berniat ingin pergi ke kantor tempat Riri bekerja. Bukan tanpa alasan ia ke sana. Selama dua hari ini entah kenapa ia kepikiran bros yang ada pada dirinya. Seakan-akan bros tersebut sangat berharga untuk pemiliknya. Sampai-sampai Sultan terbawa mimpi. Dalam mimpinya ia mengembalikan bros tersebut yang ternyata bros itu berlapis emas.

Sultan melaju dengan kecepatan tinggi karena takut Riri keburu pulang.

Sekitar 15 menit kemudian, ia sampai di kantor Riri. Ia mangkal di samping kantor tersebut seperti beberapa hari yang lalu. Namun kali ini ia tidak mengaktifkan aplikasinya. Ia duduk di bangku panjang sambil makan kacang.

Beberapa saat kemudian, Riri baru saja selesai membereskan meja kerjanya. Hari ini Fira tidak masuk karena sakit. Empat hari yang lalu Fira memang sudah tidak enak badan, namun dua hari ini ia masih memaksakan diri untuk masuk. Bahkan minggu kemarin ia masih sempat ke mall bersama Riri untuk membeli sepatu.

Riri keluar dari kantornya. Ia sengaja tidak memesan ojek online karena biasanya ada ojek yang mangkal di dekat kantornya.

Melihat beberapa orang keluar dari kantor, mata Sultan fokus mencari keberadaan Riri. Pucuk dicinta ulam pun tiba. Sultan melihat Riri sedang berdiri dengan baju setelan berwarna maroon dan jilbab warna hitamnya. Tinggi Riri yang profesional dengan tubuh langsing dan paras yang cantik, tentu saja membuat beberapa mata tidak bisa mengalihkan pandangan darinya. Riri menoleh ke arah ojek yang sedang mangkal.

"Bang Ahmed." Gumamnya.

Dari kejauhan Sultan sudah mengulum senyum.

"Ya Allah ganteng banget suami orang. Kok bisa ya dia jadi tukang ojek, kok nggak jadi model aja gitu." Batin Riri.

Riri melangkah mendekati Sultan.

"Selamat sore, bang."

"Sore juga, mbak. Mau pulang?"

"Iya nih, bang. Kebetulan temanku sedang sakit. Abang narik, kan?"

"Oh iya, mbak."

Sultan mengeluarkan helm penumpang dari dalam joknya.

"Ini helmnya, mbak."

Riri pun memakainya.

"Oh iya mbak, maaf sebelumnya. Apa mbak kehilangan sesuatu saat terakhir ikut saya?"

Riri berpikir sejenak. Ia pun langsung ingat dengan brosnya yang hilang.

"Ada bang, saya kehilangan bros."

Sultan mengulum senyum seraya meraba saku jaketnya. Ia mengeluarkan bros tersebut.

"Ini, mbak?"

"Ya Allah... alhamdulillah, akhirnya ketemu." Ujar Riri dengan wajah sumringah ia menerima bros tersebut dari tangan Sultan.

"Kemarin nyangkut di jaket hijau. Saya rasa itu bros mahal, untung saja tidak jatuh."

"Iya bang, saya cari-cari nggak ketemu. Kok bisa kepikiran kalau ini punya saya, bang?"

"Karena pas hari itu, cuma mbak penumpang perempuan satu-satunya."

"Makasih ya, bang."

"Iya, sama-sama."

"Ya sudah, ayo bang kita berangkat."

"Oke mbak, sebentar saya nyalakan aplikasi dulu."

Setelah menyalakan aplikasinya, Sultan memasang maskernya. Setelah itu, ia naik ke atas motor. Dan Riri pun menyusul bonceng di belakangnya.

Sore ini langit Surabaya agak mendung. Namun perkiraan cuaca tidak turun hujan.

Di pertengahan jalan, Riri minta untuk berhenti di apotek sebentar untuk membeli obatnya Fira. Tadi pagi Fira sempat periksa ke dokter umum dekat kost-an, namun ada satu obat yang kosong dan harus beli di apotek. Sultan meminggirkan motornya di depan apotek.

"Tunggu sebentar ya, bang."

"Siap, mbak."

Riri masuk ke dalam tanpa melepas helmnya. Setelah lima menit kemudian ia pun keluar.

"Sudah, mbak?"

"Iya, bang."

Sultan kembali melajukan motornya.

Agar tidak mengantuk, Riri mengajak Sultan ngobrol saat di lampu merah.

"Bang, waktu hari senin saya lihat abang."

"Di mana, mbak?"

"Di depan restoran XY. Abang lagi gendong anak. Itu anaknya ya, bang? Cantik sekali, kayak orang Arab."

Belum sempat Sultan menjawab, lampu sudah merah. Dan bunyi klakson di belakangnya sudah bersahutan. Sultan pun langsung tarik gas. Ia lupa untuk menjawab pertanyaan Riri karena fokus dengan jalan. Saat jam sore memang cenderung macet, karena waktunya orang pulang kerja. Sedangkan Riri masih penasaran menunggu jawaban Sultan. Namun ia enggan untuk mengulang pertanyaannya.

Riri merasa matanya sangat mengantuk, sehingga tanpa sadar kepalanya membentur kepala Sultan. Sadar akan hal itu, Sultan langsung mengecek dari spion.

"Mbak, ngantuk ya?"

"Duh iya, maaf bang.Cuacanya bikin ngantuk."

"Apa kita berhenti dulu mbak? Saya takut mbak jatuh."

"Eh tidak perlu, bang. Ini udah melek kok, hehe.... "

"Coba bisa pegangan ke perut abangnya gitu, kan jadi aman. Astaghfirullah... Riri, bisa-bisanya kamu mikirnya ke sana. Mentang-mentang abang ojeknya ganteng. Coba kalau abang ojeknya tua gitu." Riri cekikikan sendiri.

10 menit kemudian, mereka sampai di kost-an.

"Alhamdulillah, sudah sampai mbak."

"Iya, bang."

Riri turun dari sepeda motor dan membuka helmnya.

"Berapa, bang?"

"Lima belas ribu."

Riri memberikan selembar uang dua puluh ribuan.

"Kembaliannya, mbak."

"Buat abang saja."

"Kalau begitu terima kasih."

"Saya juga terima kasih, bang. Abang sudah mengembalikan bros saya."

"Sama-sama, mbak."

"Bang, boleh kan jadikan abang langganan saya?"

"Oh tentu saja, mbak. Monggo... mari saya permisi dulu. Assalamu'alaikum."

"Wa'alaikum salam."

Riri masuk ke dalam dan naik ke atas menuju kamarnya. Ia membuka pintu kamarnya. Ternyata temannya Fira sedang telponan dengan pacarnya.

"Hem, aku udah khawatir, yang dikhawatirkan malah pacaran." Gumamnya.

Riri menggantung tasnya. Setelah itu ia masuk ke kamar mandi. Sore ini ia akan bersuci karena sudah habis masa haidnya.

Setelah keluar dari kamar mandi, Riri pun segera shalat.

Sultan baru saja sampai di rumah anak jalanan. Seperti biasanya, ia akan membawa makanan atau jajanan untuk anak-anak di sana.

"Makasih, Om Sultan. Semoga om Sultan banyak rezekinya."

"Aamiin... "

"Makasih ya, om. Om Sultan memang Sultan. "

Sultan hanya bisa mengulum senyum mendengar ucapan yang tulus dari mereka.

Saat termenung Sultan baru ingat dengan pertanyaan Riri saat di lampu merah.

"Oh, berarti dia mengira Mire anakku." Gumam Sultan sambil menggelengkan kepala dan tersenyum.

"Bang, kok senyum-senyum sendiri?" Tegur Lukman.

"Ah tidak apa-apa, hanya ingat seseorang."

"Cie.... seseorang katanya. Apa sudah ada yang berhasil mengetuk pintu hatinya, bang?"

"Nggak juga, kamu ini. Cuma merasa konyol saja."

"Oh, kirain gitu."

Bersambung....

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

1
Les Tary
arga kyknya ga iklas minta maafnya
Sri Rahayu
wah mesti nunggu Riri menggunakan testpec nya...semoga positif hamidun 😘😘😘
secret
calon debay tau bgt muka2 org ngeselin plus bikin gedek jd riri lgsng mual liat muka si arga😂😂
dewi rofiqoh
Riri segera pakai tespecknya! Biar gk penasaran lagi🤔🤔🤔🤔
Ngadepin Si Arga emang wajib pakai perjanjian hitam di atas putih biar gk diulang lagi
Novita Sari
bikin penasaran thor....riri hamil...
Tatiw
kpn nih ketauan garis 2 nya🤭 gk sbr
Bunda RH: sabar atuh kak 😄
total 1 replies
Teh Euis Tea
ga sabar bgt riri tespec dan hasilnya positif, mumpung lg kumpul semua tuh buruan ri tespec
Bunda RH: ntar dulu 😄
total 1 replies
Sri Rahayu
ditunggu lanjutan nya Thorr😘😘😘
Bunda RH: siap kak
total 1 replies
dewi rofiqoh
Namanya orangtua pasti khawatir tahu anaknya terkena musibah, belum tenang klo belum lihat sendiri
Bunda RH: betul sekali 🙏
total 1 replies
secret
ummi abi pasti khawatir bgt sm anak laki2 satu2nya😁 smg riri segera cek, mumpung lg kumpul semuanya
Bunda RH: iya kan 😍
total 1 replies
Lisa
ya nih apakah Riri udh test dgn test packnya
Bunda RH: belum kak 😂
total 1 replies
Novita Sari
kapan kbr riri hamil thor, pasti keluarga kedua pihak bahagia lanjut thor.m
Bunda RH: sabar, tenang dulu kak
total 1 replies
Supryatin 123
otw si junior nich.lnjut thor 💪💪
Bunda RH: aamiin 😇
total 1 replies
Les Tary
wah tokcer sultan riri langsung hamil🤣
Bunda RH: serius ini 😄
total 1 replies
secret
yeeayy fiks ini mahh Sultan n Riri juniorr coming soon😁😁 si arga masi blm nyerah jg😒
Bunda RH: wkwkwkk masa' sih kak
total 1 replies
dewi rofiqoh
Ganti parfumnya sultan! Biar riri bisa dekat kamu terus, karena riri lagi hamil itu
Bunda RH: Gak usah pakai parfum katanya
total 1 replies
Novita Sari
otw sultan junior..
Bunda RH: aamiin 😇
total 1 replies
Teh Euis Tea
arga udah ketahuan salah msh aj egonya tinggi ga mau minta maaf
Bunda RH: maklum gak tahu malu 🤭
total 1 replies
Teh Euis Tea
arga siap2 besok di jemput polisi, bikin gara2 trs sih km arga
Rahmawati
bagus ceritanya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!