NovelToon NovelToon
HOT Duda Itu Majikan Hatiku

HOT Duda Itu Majikan Hatiku

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / CEO / Duda
Popularitas:8.8k
Nilai: 5
Nama Author: kikyoooo

WARNING ⚠️
(untuk umur 17 keatas)

...
Arkeas InjitAsmo hidup dalam keteraturan yang mewah. Baginya, hidup adalah tentang estetika dan wangi yang presisi. Namun, dunianya runtuh saat istrinya pergi dan ia harus mengurus Alisya sendirian di tengah kesibukan peluncuran parfum terbaru. Sepuluh pengasuh profesional sudah ia pecat dalam sebulan karena "bau badan mereka tidak estetik."

Masuklah Zollana, melamar pekerjaan. Karena sebuah insiden di mana Zollana tidak sengaja memecahkan Vas bunga kristal itu hingga hancur berkeping-keping, Arkeas justru menyadari satu hal: Alisya anaknya berhenti menangis saat berada di dekat Zollana.

Arkeas terpaksa mempekerjakan Zollana sebagai nanny sekaligus asisten rumah tangga dengan kontrak "Dilarang Ceroboh". Namun, nyatanya? Zollana justru membawa kekacauan yang berwarna di rumah minimalis Arkeas yang dingin.

...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kikyoooo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 31 Ujian Iman Sang CEO 15+

...🌹🌹🌹...

Acara Gala Dinner masih berlangsung meriah di dalam ballroom. Musik klasik berganti menjadi jazz yang lebih santai. Zolla, yang merasa tenggorokannya kering kerontang setelah menghadapi rentetan pertanyaan wartawan dan kolega Arkeas, melipir ke arah meja prasmanan minuman.

Di sana, berjajar gelas-gelas cantik berisi cairan berwarna merah muda transparan dengan hiasan buah stroberi dan daun mint di atasnya.

"Wah, jus stroberi mewah nih kayaknya," gumam Zolla. Tanpa melihat label atau bertanya pada waiter, ia langsung mengambil satu gelas dan meneguknya sampai setengah. "Seger banget, tapi kok... ada rasa anehnya ya? Kayak agak anget-anget gimana gitu di tenggorokan."

Zolla tidak tahu kalau yang ia minum bukan jus stroberi biasa, melainkan Strawberry Champagne Cocktail dengan kadar alkohol yang cukup "nendang" buat orang yang jarang menyentuh minuman keras seperti dia.

Lima menit kemudian, dunia Zolla mulai berputar. Lampu kristal di langit-langit ballroom tampak seperti diskotik di matanya. Pipinya yang tadi sudah merona karena blush-on, kini berubah merah padam secara alami.

"Zol? Kamu kenapa?" Arkeas muncul dari kerumunan, ia baru saja selesai bicara dengan rekan bisnisnya. Ia mengerutkan kening melihat Zolla yang sedang asyik memutar-mutar tubuhnya sendiri sambil tersenyum lebar.

"Mas... Mas Arkeas kok... kepalanya ada tiga?" Zolla tertawa cekikikan, lalu ia menunjuk hidung Arkeas. "Terus kenapa hidung Mas jadi lucu banget? Kayak kelinci!"

Arkeas langsung merebut gelas di tangan Zolla, mencium aromanya, dan seketika wajahnya mengeras. "Zollana! Ini cocktail! Kamu minum ini berapa banyak?!"

"Cuma satu... eh dua... atau sepuluh? Nggak tahu, Mas. Rasanya kayak permen karet tapi bikin melayang," jawab Zolla, ia kemudian hilang keseimbangan dan hampir jatuh kalau Arkeas tidak sigap menangkap pinggangnya.

...🌹🌹🌹...

Arkeas segera membawa Zolla keluar dari ballroom melalui pintu samping menuju area parkir VIP. Ia tidak mau ada media yang memotret "miliknya" dalam kondisi mabuk begini. Di dalam mobil Rolls-Royce yang meluncur membelah kemacetan Jakarta menuju penthouse, perjuangan Arkeas yang sebenarnya baru saja dimulai.

Zolla, yang biasanya pemalu dan sopan, berubah menjadi sangat clingy dan berani. Ia merangkak dari kursinya, mendekat ke arah Arkeas yang sedang berusaha tetap fokus menatap jalanan.

"Mas Arkeas... Mas wangi banget sih malam ini," bisik Zolla tepat di telinga Arkeas, tangannya mulai berani menyentuh rahang tajam bosnya itu.

"Zolla, duduk yang tenang. Kita hampir sampai," Arkeas mencoba menepis tangan Zolla dengan lembut, tapi Zolla justru makin menjadi-jadi.

"Mas dingin banget sih... padahal saya panas," Zolla mulai menarik-narik dasi Arkeas hingga wajah mereka sangat dekat. "Mas tahu nggak? Mas itu... gantengnya jahat. Bikin saya overthinking tiap malam. Mas beneran suka saya... atau cuma mau asisten gratisan?"

Arkeas menahan napas. Wangi stroberi dan alkohol ringan dari napas Zolla bercampur dengan parfum mahalnya. "Zolla, kamu lagi mabuk. Kita bahas ini besok pagi."

"Nggak mau! Mau bahas sekarang!" Zolla tiba-tiba mencium pipi Arkeas secara acak. "Mas... peluk..."

...🌹🌹🌹...

Begitu sampai di unit penthouse, Arkeas menggendong Zolla bridal style masuk ke kamar tamu. Ia meletakkan Zolla di atas tempat tidur dengan sangat hati-hati. Ia bermaksud mengambilkan air putih dan handuk basah, tapi Zolla menahan kemejanya, membuat Arkeas ikut jatuh di atas tubuh Zolla—tangannya menumpu di sisi kepala Zolla agar tidak menindihnya.

"Mas... jangan pergi," gumam Zolla, matanya sayu dan bibirnya mengerucut lucu.

Arkeas menelan ludah dengan susah payah. Di bawah lampu kamar yang temaram, Zolla yang masih mengenakan gaun hijau zamrud itu terlihat sepuluh kali lipat lebih menggoda. Gaunnya sedikit tersingkap, memperlihatkan jenjang kakinya yang mulus.

"Zolla... lepas tangan kamu," ucap Arkeas, suaranya kini terdengar sangat serak dan berat. Ia sedang bertarung melawan egonya sendiri. Sebagai pria dewasa yang sudah lama "puasa", melihat wanita yang ia cintai dalam kondisi pasrah begini adalah ujian tingkat dewa.

"Mas... cium saya," pinta Zolla tanpa sadar.

Arkeas memejamkan mata rapat-rapat. Urat di lehernya menonjol. "Zol, kalau saya turuti permintaan kamu sekarang, saya bakal jadi laki-laki paling brengsek. Kamu nggak sadar apa yang kamu omongkan."

"Saya sadar... saya sayang Mas Arkeas..." Zolla menarik leher Arkeas, membuat bibir mereka hanya berjarak satu milimeter.

Arkeas melepaskan paksa tangan Zolla, lalu berdiri dengan napas terengah-engah. Ia berlari ke kamar mandi, menyalakan keran air dingin, dan membasuh wajahnya berkali-kali. "Sial... dia beneran mau bikin saya gila," umpat Arkeas pelan.

...🌹🌹🌹...

Keesokan paginya, Zolla terbangun dengan kepala yang terasa seperti dihantam palu godam. Ia mengerjap, melihat dirinya masih memakai gaun pesta semalam, tapi tanpa sepatu.

"Aduh... gue semalam... ngapain aja ya?" Zolla mencoba mengingat, tapi memorinya terputus saat ia minum jus stroberi "ajaib" itu.

Ia berjalan keluar kamar dengan langkah gontai dan menemukan Arkeas sudah duduk di meja makan dengan wajah yang sangat datar—lebih dingin dari biasanya. Ada dua gelas air kelapa hijau di atas meja.

"Minum ini. Biar racun di otak kamu keluar," ucap Arkeas tanpa menoleh.

Zolla duduk dengan kikuk. "Mas... maaf ya kalau semalam saya... merepotkan."

Arkeas menaruh tabletnya, lalu menatap Zolla dengan tatapan yang sulit diartikan. "Merepotkan? Itu kata yang terlalu halus, Zolla. Kamu semalam hampir bikin saya kehilangan kendali diri saya sendiri."

Zolla melongo. "Hah? Emang saya ngapain?!"

Arkeas menyodorkan ponselnya, memperlihatkan grafik detak jantung dari smartwatch Zolla semalam yang menyentuh angka 140 saat mereka berada di kamar. "Ini buktinya. Kamu minta saya cium kamu. Berkali-kali. Dan kamu bilang kamu sayang saya."

Zolla langsung menutup wajahnya dengan kedua tangan. "HUA!! MAS!! HAPUS DATA ITU!! SAYA MAU PINDAH PLANET!!"

Arkeas berdiri, mendekati Zolla, lalu berbisik di telinganya. "Datanya nggak akan saya hapus. Biar kamu ingat... kalau lain kali kamu mabuk lagi, saya nggak akan menahan diri sekeras semalam. Paham, Dokter Pribadi?"

...🌹🌹🌹...

(Bersambung ke Episode 32...)

1
falea sezi
alahh alah mas duda bucenn/Curse//Curse/
falea sezi
lanjooot
kikyoooo: wokey
total 1 replies
Indri
Terlalu berani karakter zolla
falea sezi
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!