NovelToon NovelToon
Cinta Ribuan Duri

Cinta Ribuan Duri

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Duda / CEO
Popularitas:509
Nilai: 5
Nama Author: bidadari

“Alasan untuk mencintaimu hanyalah soal sosial.”

Kalimat itu menghantam hatiku seperti ribuan duri. Aku terdiam, seakan waktu menarikku kembali ke masa lalu.Andai saja saat itu aku tidak menuruti egonya.
Andai saja aku lebih berani mengikuti kata hatiku… untuk menolak perjodohan itu. Mungkin sekarang, hatiku tidak akan dipenuhi luka.

— Cinta Ribuan Duri —

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bidadari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 33 – Malam yang Mengasikkan

Pesta yang sangat meriah, dihadiri banyak tamu istimewa dari kalangan atas. Dua pasangan yang telah bertahun-tahun mengikat janji suci itu, malam ini tampak begitu berbahagia.

Atau… setidaknya terlihat seperti itu.

Ardila menatap sinis layar televisi di dalam kamarnya. Ia dilarang keluar dari biliknya. Hanya bisa menyaksikan keharmonisan itu dari kejauhan.

Namun di balik tatapan itu… ada luka yang sudah terlalu lama dipendam.

“Aku nggak akan biarin kalian bahagia…” bisiknya lirih.

Tangannya meraih ponsel. Jemarinya gemetar, tapi matanya penuh tekad. Ia menghubungi seseorang.

“Langsung tayangkan semuanya.”

“Baik, Bu.”

---

Acara berjalan dengan meriah. Musik, tawa, dan kilau lampu menghiasi ruangan.Hingga— Semua lampu tiba-tiba mati.

“Eh? Ada apa ini?”

Layar besar yang sebelumnya menampilkan kenangan indah… mendadak berubah.

Foto panas.

Video yang tak pantas.

“APA-APAAN INI?!” teriak Laras histeris.

Ruangan langsung ricuh.

Rafa membeku. Wajahnya pucat seketika. Ia menutup wajahnya dengan tangan, seolah berharap bisa menghilang dari situasi itu.

“Pak Rafa…?” bisik tamu dengan nada tak percaya.

“Parah… di hotel lagi…”

“Kasihan istrinya…”

Cemooh mulai berdatangan, tajam seperti pecahan kaca.

“Dajal keluarga dajal… pesta mewah tapi kelakuannya menjijikkan!”

Rafa mencoba bicara, “Ini nggak seperti—”

Tapi suaranya tenggelam dalam keramaian.

---

Di dalam kamar— Ardila menatap layar dengan napas berat. Matanya berkaca-kaca.

Bukan karena lemah… tapi karena akhirnya ia berhenti menahan.

Air mata jatuh satu per satu, tapi di balik itu ada senyum tipis yang pahit.

“Selama ini aku diam… bukan karena aku nggak tahu, Rafa…” Suaranya bergetar.

“Aku cuma nunggu kamu sadar.”Ia tertawa kecil. Hancur.“Tapi ternyata… kamu nggak pernah benar-benar pulang.”

---

Kembali ke aula. Pintu terbuka perlahan.

Semua orang menoleh.

Ardila keluar.

Langkahnya pelan… tapi penuh wibawa.

Gaun yang ia kenakan tetap anggun, meski hatinya sedang runtuh.

Rafa menatapnya, panik.“Ardila… aku bisa jelasin—”

“Cukup.”

Satu kata.

Tapi langsung membungkam segalanya.

Ardila berdiri di hadapannya. Tatapannya lurus. Tidak ada lagi cinta di sana… hanya sisa luka.

“Yang aku lihat… sudah lebih dari cukup.”

Sunyi.

Bahkan musik pun tak lagi terdengar.

“Aku capek, Rafa.”

Kalimat sederhana… tapi beratnya seperti dunia runtuh. “Aku capek pura-pura bahagia… di hubungan yang cuma aku perjuangkan sendiri.”

Rafa melangkah maju, “Aku janji bakal berubah—” Ardila menggeleng pelan.

“Terlambat.”

Satu kata itu seperti pintu yang dikunci dari dalam. “Mulai malam ini…” suara Ardila melembut, tapi justru semakin menusuk,

“aku berhenti jadi istri kamu.”

Deg.

Semua orang terdiam.

Ardila menarik napas panjang, lalu berbalik.

Tidak ada tangisan lagi.Karena kali ini…

yang pergi bukan hanya tubuhnya.Tapi juga seluruh perasaannya.

Dan Rafa—

ditinggalkan di tengah pesta megah…yang kini berubah jadi panggung kehancurannya sendiri.

" Mereka yang salah, aku cuman mengutarakan rasa kesakitan ku! " Gumam Ardila Ia menatap ponselnya ada rasa bersalah di dalam dadanya, Namun ia harus mematikan rasa tersebut.

\*\*\*\*

_𝘥𝘢𝘯 𝘩𝘢𝘳𝘪 𝘪𝘯𝘪 𝘢𝘬𝘶 𝘣𝘦𝘭𝘢𝘫𝘢𝘳 𝘣𝘢𝘩𝘸𝘢 𝘤𝘪𝘯𝘵𝘢 𝘣𝘶𝘬𝘢𝘯 𝘵𝘦𝘯𝘵𝘢𝘯𝘨 𝘮𝘦𝘮𝘪𝘭𝘪𝘬𝘪, 𝘵𝘢𝘱𝘪 𝘵𝘦𝘯𝘵𝘢𝘯𝘨 𝘮𝘦𝘮𝘣𝘦𝘳𝘪 𝘳𝘶𝘢𝘯𝘨 𝘣𝘢𝘨𝘪 𝘴𝘦𝘴𝘦𝘰𝘳𝘢𝘯𝘨 𝘶𝘯𝘵𝘶𝘬 𝘮𝘦𝘯𝘦𝘮𝘶𝘬𝘢𝘯 𝘬𝘦𝘣𝘢𝘩𝘢𝘨𝘪𝘢𝘢𝘯𝘯𝘺𝘢, 𝘸𝘢𝘭𝘢𝘶 𝘪𝘵𝘶 𝘣𝘦𝘳𝘢𝘳𝘵𝘪 𝘢𝘬𝘶 𝘩𝘢𝘳𝘶𝘴 𝘣𝘦𝘭𝘢𝘫𝘢𝘳 𝘣𝘦𝘳𝘫𝘢𝘭𝘢𝘯 𝘴𝘦𝘯𝘥𝘪𝘳𝘪 𝘭𝘢𝘨𝘪_

- 𝘈𝘳𝘦𝘬𝘴𝘢 𝘸𝘪𝘫𝘢𝘺𝘢 -

“ Kapal yang sudah berangkat tidak ada jalan untuk kembali, pilihannya cuma dua, tiba di pelabuhan atau lenyap di lautan. ”

- 𝘈𝘳𝘥𝘪𝘭𝘢 -

— 𝘴𝘵𝘳𝘦𝘢𝘬 𝘧𝘰𝘳 𝘵𝘰𝘥𝘢𝘺

𝘋𝘪 𝘥𝘶𝘯𝘪𝘢 𝘪𝘯𝘪 𝘬𝘪𝘵𝘢 𝘣𝘦𝘣𝘢𝘴 𝘮𝘦𝘮𝘪𝘭𝘪𝘩 𝘮𝘢𝘶 𝘮𝘦𝘯𝘫𝘢𝘥𝘪 𝘮𝘢𝘯𝘶𝘴𝘪𝘢 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘴𝘦𝘱𝘦𝘳𝘵𝘪 𝘢𝘱𝘢. 𝘔𝘢𝘬𝘢, 𝘮𝘢𝘳𝘪 𝘮𝘦𝘮𝘪𝘭𝘪𝘩 𝘣𝘦𝘭𝘢𝘫𝘢𝘳 𝘢𝘨𝘢𝘳 𝘮𝘦𝘯𝘫𝘢𝘥𝘪 𝘮𝘢𝘯𝘶𝘴𝘪𝘢 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘭𝘦𝘣𝘪𝘩 𝘣𝘢𝘪𝘬 𝘴𝘦𝘵𝘪𝘢𝘱 𝘩𝘢𝘳𝘪𝘯𝘺𝘢 —

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!