NovelToon NovelToon
Warisan Dewa: Misteri Benua Tianyun

Warisan Dewa: Misteri Benua Tianyun

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Balas Dendam / Epik Petualangan
Popularitas:14.2k
Nilai: 5
Nama Author: Sang_Imajinasi

Setelah menaklukkan Turnamen Alam Dewa dan mencapai ranah Ascendant, Zhao Xuan dan raksasa perunggu Long Chen kembali ke Benua Fana Tianyun tempat di mana legenda mereka berdua dimulai. Tujuan utama mereka adalah Lautan Kematian, sebuah wilayah terlarang yang menyimpan artefak legendaris.

Namun, turunnya Kunci Asal telah mengubah keseimbangan Benua Tianyun. Energi kuno yang bocor dari Lautan Kematian memicu kebangkitan berbagai warisan rahasia di benua fana. Para jenius lokal tingkat puncak yang merasa diri mereka tak tertandingi mulai bermunculan. Di saat yang sama, pasukan elit dari "Tujuh Penghancur Surga" diam-diam telah menyusup dan memanipulasi sekte-sekte raksasa benua fana untuk menggali Lautan Kematian.

Bagi Zhao Xuan dan Long Chen, Benua Tianyun kini tak ubahnya seperti taman bermain yang terbuat dari kaca tipis. Mereka harus menekan kekuatan destruktif mereka agar tidak menghancurkan benua tersebut, sambil menghadapi arogansi para jenius fana.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sang_Imajinasi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 3

Kota Pelabuhan Ujung Darah – Geladak Kapal Raksasa Sekte Pedang Langit.

Angin laut yang berembus dari arah Lautan Kematian membawa aroma garam yang bercampur dengan bau anyir darah purba. Di atas geladak kapal raksasa yang terbuat dari Kayu Besi Seribu Tahun tersebut, ratusan murid Sekte Pedang Langit berlutut gemetar dengan wajah pucat pasi.

Di depan mereka, Long Chen duduk bersila di atas tumpukan peti, mengunyah sepotong daging monster panggang sambil menatap mereka dengan seringai buas. Pilar hitamnya tergeletak di sampingnya, masih meneteskan sisa-sisa niat membunuh yang membuat jiwa para murid fana itu ciut.

Tiba-tiba, ruang di sebelah Long Chen beriak pelan. Tanpa ada suara angin atau fluktuasi Qi sedikit pun, Zhao Xuan melangkah keluar dari ketiadaan, jubah hitam pekatnya berkibar pelan.

Long Chen langsung melompat turun, menelan dagingnya bulat-bulat, dan menepuk dadanya. "Rajaku! Urusanmu sudah selesai? Kapal ini sudah sepenuhnya dalam kendaliku. Serangga-serangga ini siap mengemudikannya ke mana pun kau perintahkan!"

Zhao Xuan mengangguk pelan, matanya yang sedalam jurang menyapu geladak kapal yang luas itu. "Bagus. Suruh mereka mengangkat layar. Kita berangkat sekarang."

Namun, tepat saat Long Chen hendak berteriak memberikan perintah, alis Zhao Xuan sedikit terangkat. Roda Ruang di dalam matanya berputar sepersekian detik.

Zhao Xuan tidak menoleh, ia hanya membelakangi sebuah tumpukan tong kayu tua di sudut paling gelap dari geladak buritan.

"Teknik persembunyian Qi yang lumayan untuk ukuran benua fana," gumam Zhao Xuan datar, suaranya membelah keheningan geladak. "Tapi di mataku, kau bersinar seterang bintang meledak. Keluarlah dari balik tong itu dalam tiga hitungan, atau aku akan merobek ruangmu dan memotongmu menjadi dua."

Long Chen mengerutkan kening, insting liarnya langsung mengunci sudut yang ditunjuk Zhao Xuan. Ia bahkan tidak menyadari ada penyusup di kapalnya sendiri!

"Satu."

Tidak ada gerakan.

"Dua."

Zhao Xuan mengangkat dua jarinya, ujung jarinya mulai memancarkan cahaya perak ketiadaan.

"T-Tunggu! Tolong jangan membunuhku! Aku tidak bermaksud bermusuhan!"

Sebuah suara merdu namun bergetar hebat terdengar. Dari balik bayangan tong kayu itu, sebuah ilusi cahaya memudar. Sesosok gadis muda berbalut jubah yang lusuh dan robek di beberapa bagian melangkah keluar dengan terhuyung-huyung.

Gadis itu menjatuhkan tudungnya, memperlihatkan wajah yang luar biasa cantik namun seputih kertas. Keringat dingin membasahi pelipisnya. Fluktuasi Qi nya sangat kacau, berada di batas ranah Core Formation Puncak, namun ada sebuah energi Yin purba yang sangat aneh mengalir di nadinya energi yang beresonansi langsung dengan kabut Lautan Kematian di kejauhan.

Long Chen mendengus, mengangkat pilarnya. "Penyusup! Rajaku, biar aku yang meremukkan kepalanya dan melemparnya ke laut!"

"Tahan," perintah Zhao Xuan santai. Matanya menatap gadis itu dengan penuh selidik. "Konstitusi yang sangat aneh. Darahmu memancarkan hawa kematian murni, tapi kau masih hidup. Kau bukan manusia biasa."

Gadis itu menggigit bibirnya, menahan rasa sakit dari luka dalam di dadanya, lalu langsung menjatuhkan diri, berlutut dengan dua kaki di hadapan Zhao Xuan.

"Tuan yang luar biasa kuat... Aku mohon, berikan aku perlindungan di kapal ini!" pintanya dengan suara parau. "Aku melihat bagaimana Tuan mengalahkan Jian Wushuang hanya dengan satu jentikan jari. Hanya Tuan yang bisa melindungiku dari monster-monster yang mengejarku!"

Zhao Xuan memasukkan tangannya ke dalam saku jubah, menatap gadis itu dengan senyum merendahkan. "Aku bukan dewa penolong yang mengabulkan doa orang putus asa. Beri aku satu alasan mengapa aku tidak membiarkan temanku ini mematahkan lehermu dan membuangmu ke laut sekarang juga."

Gadis itu menelan ludah. Ia tahu pemuda berjubah hitam ini adalah iblis yang jauh lebih menakutkan dari mereka yang mengejarnya. Ia harus memberikan nilai tawar yang absolut.

"Namaku Su Qingxue," ucap gadis itu tegas, menengadah menatap Zhao Xuan. "Aku adalah Saintess terakhir dari Sekte Mata Air Kematian... sebuah sekte rahasia yang telah dihancurkan semalam oleh sekelompok pria berjubah hitam yang menggunakan kekuatan ketiadaan!"

Mendengar deskripsi "pria berjubah hitam" dan "kekuatan ketiadaan", mata Zhao Xuan dan Long Chen seketika bertatapan. Itu adalah ciri-ciri yang sangat cocok dengan Tujuh Penghancur Surga! Pasukan dari Alam Dewa ternyata sudah mulai bergerak menghancurkan faksi lokal untuk menutupi jejak mereka.

Su Qingxue melanjutkan dengan tergesa-gesa, "Aku memiliki Konstitusi Teratai Kematian. Mataku bisa melihat riak energi dari pusaran maut dan monster purba di bawah Lautan Kematian! Jika Tuan berlayar tanpa penunjuk jalan, bahkan kultivator Soul Transformation pun akan tersesat dan ditelan pusaran waktu di dalam kabut itu!"

Gadis itu menundukkan kepalanya dalam-dalam. "Jadikan aku penunjuk jalanmu, Tuan! Aku tahu rute teraman menuju pusat Lautan Kematian, tempat di mana artefak itu berada. Sebagai gantinya, izinkan aku berlindung di bawah bayanganmu!"

Keheningan kembali menyelimuti geladak. Hanya suara ombak yang menghantam lambung kapal yang terdengar.

Zhao Xuan menatap Su Qingxue dalam diam. Di Alam Dewa, ia tidak membutuhkan penunjuk jalan. Namun di Lautan Kematian ini, di mana hukum alamnya dirancang untuk menjebak dan menyegel indra para dewa, memiliki "kompas lokal" yang bisa membaca petunjuk perairan adalah keuntungan tak terduga. Terlebih lagi, sekte gadis ini baru saja dihancurkan oleh musuh utamanya.

Zhao Xuan tertawa pelan. Tawa seraknya membuat bulu kuduk Su Qingxue merinding.

"Kau cukup pintar untuk menawarkan nyawamu sebagai kompas," ucap Zhao Xuan, berjalan mendekat hingga ujung kakinya berada tepat di depan lutut Su Qingxue. "Baiklah. Kau boleh tinggal di geladak ini. Tapi ingat ini baik-baik, Saintess..."

Zhao Xuan menunduk, matanya yang hitam legam menatap langsung ke kedalaman jiwa Su Qingxue. Niat Asura yang bocor seukuran lubang jarum menembus mental gadis itu.

"Jika kau salah membaca arah... atau mencoba memainkan trik bodoh di kapalku... aku tidak akan membuangmu ke laut. Aku akan merobek jiwamu dan membiarkanmu menyaksikan tubuhmu dimakan oleh binatang ketiadaan peliharaanku secara perlahan."

Su Qingxue gemetar hebat, air mata ketakutan nyaris jatuh dari matanya. Ia mengangguk dengan cepat. "A-Aku mengerti, Tuan! Aku bersumpah dengan Hati Dao-ku tidak akan berkhianat!"

Zhao Xuan menegakkan tubuhnya kembali, membalikkan badan menghadap haluan kapal. Hamparan Lautan Kematian dengan kabut hitam legamnya telah menanti di depan mata, menutupi batas cakrawala.

"Long Chen!" raung Zhao Xuan. "Angkat sauhnya! Suruh serangga-serangga sekte pedang ini memompa formasi kapal dengan sisa Qi mereka! Kita belah lautan ini sekarang juga!"

"TINJUKU SIAP!" Long Chen berteriak girang, memukul pilar hitamnya ke geladak.

Diiringi jeritan panik para murid sekte yang dipaksa menjadi budak kapal, kapal terbang raksasa itu mulai bergetar. Formasi pendorong dinyalakan. Lambung kapal yang besar membelah ombak dengan kecepatan luar biasa, meluncur lurus ke dalam mulut raksasa Lautan Kematian.

1
Ahmad Nasir
katanya dah jadi dewa... dikit-dikit kalah, dikit-dikit mau mati...🙄😏😏😏
saniscara patriawuha.
sikattttt....
saniscara patriawuha.
sikattttt.,
saniscara patriawuha.
serappppp sampeeee keringggg...
saniscara patriawuha.
sikatttty manggg guuuu,, tunjukann kejantananmuuu...
saniscara patriawuha.
sikattttt dannn serapppppppp....
saniscara patriawuha.
mangapppp manggg otorrrr,,, gasssss
eka suci
syafakillah Thor, semoga cepat sembuh 🤲🏻 biar bisa beraktifitas normal n crazy up lagi💪
eka suci
semakin naik ranah yg dibutuhkan pun semakin sulit tapi bukan berarti tidak bisa💪
saniscara patriawuha.
zrasssdsssss....
saniscara patriawuha.
gasssddd deuiiii...
saniscara patriawuha.
jarahhhh harta sektenya...
saniscara patriawuha.
hancurrrkannnn sudahhhhh
saniscara patriawuha.
istirahat dulu....
saniscara patriawuha.
gassddd pokokerr
Sang_Imajinasi
2 BAB UNTUK HARI INI YA PARA READER, KARENA AUTHOR DEMAM JADI TIDAK FOKUS UNTUK MEMBUAT LANJUTAN NYA. DOAKAN AUTHOR CEPAT SEMBUH SUPAYA BISA CRAZY UP 🤭
saniscara patriawuha.
gasssdd polllll...
saniscara patriawuha.
sikatttty dan hsncurrrrksnnn sudahhhh
saniscara patriawuha.
gasss pollll pokokeee manggg...
saniscara patriawuha.
serappppp kabehhhhh...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!