NovelToon NovelToon
Benih Satu Malam Tuan Cassanova

Benih Satu Malam Tuan Cassanova

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Cinta Seiring Waktu / Diam-Diam Cinta
Popularitas:43.6k
Nilai: 5
Nama Author: Nita.P

Bayu Rangga Alexander, seorang pengacara handal yang banyak memenangkan kasus persidangna di usianya yang masih terbilang muda. Semuanya terlihat sangat sempurna, jika saja dia bukan seorang cassanova.

Bermain wanita hanya untuk kepuasan semalam sudah biasa dia lakukan. Alasannya hanya satu, dia tidak pernah mau terikat dengan siapapun. Menganggap jika semua wanita hanya akan menginginkan hartanya, Bayu tidak percaya akan ketulusan cinta.

Hingga suatu malam seorang wanita beranjak naik ke atas ranjangnya, menemani malamnya, memuaskannya, tapi sama sekali tidak meminta bayaran, hal yang membuat Bayu merasa aneh hingga dia cukup penasaran.

Wanita bernama Viona itu menolak kehadirannya, menolak keras untuk tidur kembali dengan Bayu meski pria itu akan membayarnya mahal. Dia memilih untuk pergi dan tidak berurusan dengan Bayu lagi.

"Aku tidak meminta bayaran, karena aku sengaja memanfaatkanmu untuk tidur denganku. Jangan ganggu aku lagi!"

"Sial wanita itu berani sekali menolakku!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nita.P, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Velia Hanya Anakku!

Ini mimpi buruk, datangnya orang dari masa lalu yang sudah menghancurkan hidupnya. Sama dengan dia kembali harus mengingat apa yang pernah terjadi. Tentang masa lalu yang begitu menakutkan, masa lalu yang menghancurkan. Tubuh Viona membeku, tangannya mengepal erat di sisi tubuhnya. Pria yang pernah menjadi suaminya selama 5 tahun, namun berakhir dengan pengkhianatan karena Viona tidak bisa hamil juga.

"Viona, kamu sedang apa disini?"

"Papa, ini Ibunya teman aku yang pernah aku ceritakan"

Semakin diam Dani mendengar ucapan anaknya itu. Berpikir jika Viona mempunyai anak, dan usia anaknya tidak jauh dengan usia Sherly, anaknya dari Tari.

"Sherly, sebaiknya cepat masuk. Sebentar lagi bel" ucap Viona. Dia ingin segera pergi, tapi karena ada anak kecil disana, dia tidak mau sampai ada keributan di depan anak kecil.

Setelah Sherly masuk, Viona sudah berbalik dan ingin pergi tanpa berkata apapun lagi pada Dani. Rasanya untuk berbicara satu kata saja, Viona tidak sanggup. Melihat Dani yang berdiri di depannya saja sudah cukup membuatnya sakit.

"Tunggu Vio!" Seperti dugaannya, Dani tidak mungkin melepaskannya begitu saja. Dia mengejar Viona dan menahan tangannya, segera Viona menepis kasar tangan pria itu. "Kamu punya anak? Viona, apa kamu sudah menikah lagi? Tapi usia anak itu sama dengan Sherly, jadi siapa Ayah anak itu, Vio?"

Viona menghembuskan napas kasar, tatapannya dingin menusuk. "Dia anakku! Dan kau tidak perlu tahu, tidak perlu bertanya apapun. Dia hanya anakku!"

Taksi yang dia pesan akhirnya sampai, Viona segera masuk ke dalam mobil taksi itu. Tidak menghiraukan Dani yang terlihat bingung dengan semua ini.

Viona mengusap wajahnya, mengacak rambutnya dengan frustasi. Satu persatu orang dari masa lalunya muncul. "Velia hanya anakku, dan kenapa semua orang seolah ingin tahu siapa Ayahnya. Selama ini dia baik-baik saja hidup denganku"

Masih ada ego yang besar dalam dirinya, Viona merasa Velia cukup bersama dengan dirinya saja tanpa harus hadirnya seorang Ayah. Karena dia tidak ingin memberitahu Ayah Velia tentang keberadaannya itu. Meski terdengar sangat egois, tapi itu adalah nyata jika Viona merasa Velia cukup bersama dengannya saja.

*

Dani kembali ke rumahnya dengan pikiran yang cukup kacau. Bertemu dengan mantan istri yang ternyata mempunyai anak. Jika usia anak itu tidak sama dengan Sherly, mungkin Dani hanya berpikir Viona sudah menikah lagi dan mempunyai anak. Tapi ... usia anak itu sama dengan Sherly.

"Mas, kenapa pulang lagi ke rumah? Bukannya mau ke Kantor ya?" tanya Tari, dia baru saja kembali dari butik tempat dia bekerja. Ada pekerjaan yang mengharuskannya pergi begitu pagi. "Yang antar Sherly siapa? Aku minta Pak Sopir yang antar"

Dani langsung menoleh pada Tari, menatapnya tajam. Sejak Sherly masuk sekolah, Tari seperti sengaja melarangnya mengantarkan anaknya sekolah. Selalu saja dia yang pergi antar, dan hari ini barulah Dani punya kesempatan untuk mengantar anaknya sekolah, meski ternyata Tari sudah meminta sopir untuk mengantar anaknya ke sekolah.

"Apa karena kamu sudah bertemu dengan Viona, sampai kamu melarang aku mengantarkan Sherly sekolah?"

Suara dengan penuh pertanyaan itu, membuat Tari terdiam dengan sangat takut. Hal yang dia takutkan adalah suaminya bertemu lagi dengan mantan istrinya yang ternyata juga punya anak, tapi Tari juga belum tahu siapa Ayah dari anak itu. Namun, kemungkinan besar anaknya Viona adalah anaknya suaminya ini.

"Mas, bukan begitu. A-aku bisa jelasin semuanya"

"Tari, jika Viona memang mengandung anakku saat bercerai denganku. Seharusnya aku mengetahui itu, aku harus bersikap adil pada anak-anakku"

"Apa? Viona mengandung anakmu?" Suara Ibu Dani terdengar sangat kaget ketika mendengar ucapan anak laki-lakinya barusan. Dia berjalan mendekat pada Dani. "Apa maksudnya ini? Viona punya anak darimu?"

Dani menghembuskan napas kasar, dia mengusap frustasi wajahnya. "Aku bertemu dengan dia di sekolahnya Sherly, dia juga mengantarkan anaknya yang seusia Sherly"

Ibunya terlihat cukup terkejut, dia sampai memegang dadanya yang berdenyut nyeri dengan tiba-tiba. "Apa mungkin itu adalah anak kamu juga, Dani?"

"Ma, Mama tenang dulu. Jangan sampai sakit jantung Mama kambuh lagi" ucap Tari, mencoba menenangkan Ibu mertuanya.

"Benar kata Tari Ma, tenang dulu. Aku juga belum tahu pasti, Viona sama sekali tidak berbicara. Dia hanya bilang jika itu adalah anaknya"

"Dani, kamu harus cari tahu. Kalau benar itu adalah anakmu, kau juga harus bertanggung jawab padanya" ucap Ibu.

Dani mengangguk, dia masih memikirkan tentang Viona. Semua bayangan saat dulu bersama Viona terbesit dalam ingatan, masa-masa indah yang Dani juga tidak menyangka akan berakhir seperti ini. Namun semuanya juga memang salahnya, dia memilih untuk mendua hanya karena Viona tidak bisa hamil. Tapi jika benar Viona hamil anaknya, maka Dani sudah benar-benar bodoh karena melepaskannya dan rela menduakannya.

*

Malam ini Viona berjalan kaki sambil menunggu ada taksi yang lewat atau yang bisa dia pesan di aplikasi. Pulang terlalu larut, membuatnya sulit mendapatkan taksi online. Bahkan untuk membeli kendaraan sendiri, Viona tidak bisa, karena biaya hidupnya dan anaknya tidak sedikit. Setiap bulan pengeluarannya terkadang lebih besar dari gaji yang dia dapatkan.

Viona berjalan sudah cukup jauh dari Kantornya, dan dia menikmati perjalanan malam ini, cukup menenangkan pikirannya yang sedang kacau. Sampai akhirnya dia melewati Restoran mewah yang dulu pernah dia datang kesini seorang diri dan tidak sengaja bertemu Bayu. Sudah berlalu begitu lama dan Viona masih belum membawa anaknya pergi kesini.

"Aku pernah berjanji membawa Vei kesini, tapi masih belum. Akhir pekan ini aku akan membawa Velia makan disini"

Kebetulan akhir pekan ini Viona sudah mendapatkan gajinya. Jadi dia bisa membawa Velia untuk pergi ke Restoran mewah ini.

"Setidaknya anakku juga bisa merasakan makan di Restoran mewah seperti anak-anak lain di sekolahnya"

Viona tahu memilih sekolah itu memang cukup berat, selain dari biaya yang besar, tapi Viona hanya melihat bagaimana sekolah itu sangat baik di Kota ini. Viona hanya ingin memberikan yang terbaik untuk anaknya juga. Dia sudah banyak menabung selama ini untuk bisa membayar pendaftaran sekolah Velia. Sejak awal Viona sudah bertekad untuk menyekolahkan anaknya disana. Karena Viona ingin yang terbaik untuk anaknya, meski dia hanya seorang Ibu tunggal.

"Vei pasti senang sekali bisa makan disini, apalagi menu eskrimnya begitu banyak varian rasa"

Viona tersenyum, berdiri di seberang jalan menatap bangunan mewah Restoran berbintang itu. Sampai sebuah notifikasi di ponselnya berbunyi, Viona mendapatkan taksi online. Dan dia menunggu disana sambil menatap bangunan Restoran itu. Lampu yang terang semakin menunjukan kemewahan dari tempat itu.

"Siapa pemilik Restoran ini ya? Pasti orang kaya, kalau aku jadi pemilik Restoran ini pasti aku akan makan disini sesuka hati. Tanpa takut harus bayar mahal. Haha... Vio, hayalanmu terlalu jauh"

Viona menertawakan dirinya sendiri yang bermimpi bisa menjadi pemilik Restoran mewah itu.

Bersambung

1
Oma Gavin
ngga sabar nunggu vio ketemu dani dan tari pasti mereka terkejut lihat anak viona mirip bayu pastinya jiwa pelakor tari meronta lagi lihat suami viona lebih kaya dari dani
Sarinah Quinn
semoga author bisa memberikan kebahagiaan untuk viona dan vei
Meri Meri
♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️
Ari Atik
di usahakn😊😊
Sri Widiyarti
saya selalu tunggu up-nya kak...
Ari Atik
semangat bayu...
semoga lekas luluh vionanya.. .
MamDeyh
Gk nabung bab kak Nita. Malah kurang ini up nya😄
Ilfa Yarni
sabar ya vio nanti km jg akan dapat pasangan sejati
Indriani Kartini
untuk sekarang jangan menyerah vio, pertahankan Bayu untuk ankmu ,jangan mau mengalah lagi PDA keluarga mereka.
nayla tsaqif
Siapa yg menyebarkan berita itu,,?? 🤔
Ari Atik
semangat bayu....
Nessa
tenang vio seribu kali wanita2 di luar sana yang naksir dan ngejar bayu tapi hanya kamu seorang di hati bayu apalagi sudah ada vei di antara kalian jadi jangan perna takut
Susma Wati
bayu cinta pertama viona dalam diam, rendi cinta yang tidak mendapatkan restu, danì cinta viona yang di khianati karena selingkuh q, memang percintaan viona sangat di sayang kan
Oma Gavin
curiga boleh vio tapi seperti perkataan bayu berikan kesempatan untuk berubah seiring berjalannya waktu kamu bisa menilai keseriusan bayu terhadap mu bila memang bayu tidak berubah jadi baik lupakan
olyv
ikut senang untuk vei
Nessa
akhirnya trima kasih thor udah mempertemukan vei dan ayah bayu 🥰
Ari Atik
penasaran reaksi mantan saat melihat mereka ber3 di acara sekolah...🤔
Ari Atik
itu restoran bapaknya veli
Isna Wati
jgn lama lama ya kak thor
Mita Paramita
lanjut Thor 💪💪💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!