Rani tanpa sadar dijadikan taruhan oleh Wira karena kalah balapan liar dengan Arlo. Arlo rela memberikan motor sport barunya untuk Wira demi untuk mendapatkan Rani.
Arlo memasukkan sesuatu ke dalam minuman dan makanan Rani. Arlo hampir melecehkan Rani. Tapi sesuatu terjadi.
Rani berhasil melarikan diri bersama seseorang dan mengalami kecelakaan. Rani menghilang. Arlo dan Wira mencari Rani karena mereka takut Rani membocorkan rahasia mereka.
Rahasia apa yang tersembunyi?
Apa yang akan terjadi kepada Rani?
Apakah Wira dan Arlo tidak akan melepaskan Rani?
Ikuti kelanjutan ceritanya?!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yenny Een, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 32
Tubuh Rani masuk ke dalam air. Rani berteriak minta tolong. Jeritan terakhirnya tertelan gemuruh air menyisakan gelembung-gelembung air yang muncul di permukaan.
Rani berusaha melepaskan tangan yang masih berpegangan di kakinya. Tangan itu semakin erat mencengkram kaki Rani. Rani tidak berani melihat ke bawah. Rani terus menggerakkan kedua tangannya agar bisa naik ke permukaan.
Semakin Rani berusaha, semakin berat bebannya. Rani kehabisan tenaga. Entah berapa banyak air sungai yang dia telan.
Rani sudah kehabisan napas. Rani pasrah tubuhnya semakin masuk ke dalam sungai. Setidaknya ada seseorang di bawah sana yang menemaninya.
Bima terjun ke dalam sungai. Bima menyelam. Bima melihat Rani bersama seseorang tenggelam ke dalam sungai. Bima menarik tangan Rani dan berusaha membawanya naik ke permukaan.
Kepala Bima muncul ke permukaan. Bima berteriak minta tolong. Teman-temannya membantu menarik Bima. Susah payah mereka mengeluarkan Bima dari sungai karena beratnya beban.
"Tolong, Tolong! Rani bersama seseorang!" Teriak Bima.
Akhirnya, Bima, Rani dan seorang pemuda berhasil dikeluarkan dari sungai. Rani dan pemuda itu tidak sadarkan diri.
Bima melakukan CPR kepada Rani. Dan guru PJOK juga melakukan hal yang sama pada pemuda itu. Rani dan pemuda itu terbatuk memuntahkan air sungai.
Rani dan pemuda itu dipindahkan ke dalam sebuah ruangan yang memang khusus disediakan untuk keadaan darurat. Dokter Elfian dan juru rawat memeriksa kondisi Rani dan pemuda itu.
Pemuda itu mengalami gangguan pernapasan, dia segera dilarikan ke rumah sakit terdekat. Dokter Elfian bersama pengurus bumi perkemahan ikut ke rumah sakit.
Sementara Rani, setelah berganti pakaian, hanya cukup berisitirahat sebentar untuk menghilangkan rasa kagetnya.
Rama, Dita dan Bima menyusul Rani. Mereka melihat Rani menangis di atas tempat tidur. Rani merasa takut saat masuk ke dalam sungai. Rani teringat kecelakaan yang menimpanya dulu.
"Kenapa ya, kejadian ini terus saja berulang," isak Rani.
"Rani, kamu harus bisa menghilangkan traumamu," kata Dita.
Rani, Dita, Bima dan Rama menuju tempat perkemahan. Setelah menaruh tas di tenda masing-masing, mereka bergabung bersama teman-teman yang lain ke gazebo besar tidak jauh dari tenda-tenda.
Di sana ada Kepala Sekolah yang memberikan kata sambutan disambung kata sambutan dari pemilik bumi perkemahan.
Pemilik bumi perkemahan meminta maaf karena ada kejadian yang sedikit mengejutkan. Seorang petugas kebersihan mereka tercebur ke dalam sungai pada saat melaksanakan tugasnya.
Saat ini, petugas kebersihan mereka, sudah sadarkan diri di rumah sakit. Dia beberapa hari ke depan harus beristirahat di rumah sakit. Beliau meminta doa untuk kesembuhan petugasnya.
Pemilik dan semua staf pengurus bumi perkemahan juga menyambut hangat kedatangan siswa siswi SMKN 1 KOTA JADE beserta guru dan staf lainnya.
Setelah kata-kata sambutan dan pembacaan doa, semua dipersilakan menikmati hidangan selamat datang dari bumi perkemahan.
Makanan dihidangkan secara prasmanan. Makanan kali ini disponsori oleh Demian. Berbagai macam masakan terbuat dari ayam, daging, ikan, mie, capcay, aneka sop, buah, kue, puding. Semuanya disesuaikan dengan selera anak remaja.
Demian juga meminta pemilik bumi perkemahan menyediakan freezer untuk menaruh aneka es krim. Showcase cooler juga diisi dengan berbagai minuman mineral, susu dan minuman lainnya.
"Kemping kali ini jauh berbeda. Kita punya donatur kaya raya," bisik Kepala Sekolah pada guru-guru dan stafnya.
Kepala Sekolah, guru, staf dan siswa siswi semua dengan tertib mengambil hidangan yang telah disediakan.
Rama, Bima, Rani dan Dita makan bersama. Mereka duduk santai di atas tikar. Sepertinya mereka berempat belum pernah piknik sebelumnya.
"Kayaknya kita perlu piknik deh," ucap Dita.
"Boleh, boleh, nanti kita ke vila keluargaku dekat pantai," sahut Bima.
Mereka sangat menikmati pemandangan di sekitar. Suasana asri, sejuk, dipenuhi pohon-pohon pinus dan dekat dengan sungai.
Teman-teman mereka juga terlihat sangat senang. Tidak hanya pemandangan, mereka juga dimanjakan dengan berbagai makanan.
Sebelumnya mereka enggan ikut kemping setelah mendengar cerita kaka kelas pendahulu mereka. Kata mereka, kempingnya sangat membosankan. Tapi kemping mereka kali ini sungguh berbeda.
Setelah istirahat makan siang, semua kembali berkumpul di halaman luas dekat dengan tenda-tenda. Masing-masing siswa siswi dibagi menjadi beberapa kelompok.
Acara pertama akan diadakan lomba mancing. Masing-masing kelompok harus mencari peralatan pancing yang disembunyikan panitia di sekitar area perkemahan.
Bima, Rani dan delapan orang teman-temannya mulai mencari alat pancing. Mereka berpencar mengitari area perkemahan.
Rani menemukan ember, Bima menemukan jaring serokan. Mereka menaruhnya di kotak khusus kelompok 4. Teman-teman mereka juga menemukan umpan, kail, tali pancing, timah, pelampung.
"Tinggal joran pancing, gaaaeeeesss. Ayo semangat!" Bima memberi semangat teman-temannya.
Kelompok 4 kembali berpencar mencari joran pancing. Rani dan Bima sedikit menjauh dari teman-temannya. Mereka terus mencari. Rani memeriksa belakang pohon pinus.
Bima memperhatikan kelompok lain juga kesulitan mencari joran pancing. Bima terus mengitari sekitarnya. Bima menemukan sebatang kayu yang ada di semak-semak.
Bima mengambil kayu itu dan mengajak Rani kembali ke kelompoknya. Bima memanggil teman-temannya yang ada di kelompok 4. Bima bertanya adakah di antara mereka yang bisa memasang tali pancing ke kayu yang dia temukan.
Salah seorang temannya mencoba memasang tali pancing, timah, pelampung dan juga kail. Dia juga memasang umpan yang bentuknya seperti ikan terbuat dari plastik.
Kelompok 4 mulai melempar kail ke sungai. Satu persatu ikan mulai memakan umpan. Kelompok 4 sudah mendapatkan ikan Nila, ikan patin.
Kelompok lain yang masih belum menemukan joran pancing mulai memperhatikan kelompok 4. Mereka juga mulai mencari batang kayu atau apapun itu untuk bisa dijadikan joran pancing.
Kelompok lain juga mulai melempar kail ke sungai. Ikan di sungai itu lumayan banyak. Masing-masing kelompok mendapatkan ikan.
Nampak kebahagiaan di wajah siswa dan siswi SMKN 1 Kota Jade. Mereka benar-benar datang untuk bersenang-senang. Keakraban terjalin di antara guru dan murid.
Dan lomba pertama selesai. Juri yang terdiri dari guru dan staf menghitung jumlah ikan yang didapat, melihat benda apa yang dipakai untuk mereka mancing.
Setelah melihat, mendengar alasan dari masing-masing kelompok, diputuskan pemenang lomba mancing hari ini jatuh kepada kelompok 4.
Rani, Bima dan teman-teman di kelompok 4 bersorak kegirangan. Bima menjadi inspirasi kelompok lain karena menggunakan kayu sebagai alat pancing.
Joran pancing memang sengaja disembunyikan oleh panitia untuk melatih otak siswa siswi bagaimana cara menangkap ikan. Ikan bisa ditangkap dengan jaring serokan ataupun dengan dipancing.
"Selamat untuk kelompok 4," juri memberikan bingkisan kepada Bima.
Bima membagikan bingkisan berupa sejumlah uang dan dibagikan kepada teman-temannya kelompok 4.
Lomba pancing berakhir. Ikan hasil tangkapan masing-masing kelompok akan dimasak esok pagi dan dinilai.
Semua kembali beristirahat. Ada yang memanfaatkan waktu istirahat mereka dengan mandi di sungai. Ada yang kembali makan karena hidangan masih banyak tersisa.
Rani merasakan perutnya sakit. Rani memutuskan pergi ke kamar mandi. Letak kamar mandi sedikit agak jauh dari area tenda. Rani berjalan sendiri.
Rani berdiri di depan kamar mandi. Rani pergi ke arah kiri. Rani masuk ke dalam toilet. Setelah beberapa menit kemudian, Rani keluar dari toilet dan mencuci tangannya di wastafel.
Rani keluar dari kamar mandi. Rani merasa ada yang mengikutinya dari belakang. Rani sedikit berlari tapi lengannya ditarik seseorang.
Rani dengan cepat menoleh ke arah belakang. Rani kaget saat melihat seseorang yang dia kenal tersenyum sambil melambaikan tangan ke arahnya.
"TOLOOOOOOONG!" Teriak Rani.
Seketika sebuah semprotan membasahi wajah Rani. Pandangan mata Rani menghitam. Rani jatuh tidak sadarkan diri.
BRUUUUKK!
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...