NovelToon NovelToon
Karma Suami Durhaka

Karma Suami Durhaka

Status: sedang berlangsung
Genre:Pelakor / Keluarga / Selingkuh
Popularitas:56.9k
Nilai: 5
Nama Author: Miss Ra

​"Aku menceraikanmu, Hana. Hari ini, detik ini, saat ini juga."

​Hana Anindita terpaku, tangannya yang gemetar mengusap perutnya yang sudah memasuki bulan ketujuh.

Di hadapannya, Bima Erlangga - pria yang berjanji akan menjaganya sehidup semati - menatapnya dengan sorot mata penuh kebencian.

Demi mengejar cinta masa lalunya yang kembali, Bima tega membuang belahan jiwanya sendiri. Bima mengira Hana akan bersimpuh di kakinya, memohon agar tidak ditinggalkan demi janin di rahimnya.

Namun, dugaannya salah besar. Hana hanya tersenyum tipis, mengemasi barang-barangnya, dan pergi tanpa menoleh lagi.

​Saat Bima mulai menyadari bahwa Clarissa tidak sesempurna bayangannya, dan saat Hana mulai bersinar di tangan pria lain, sanggupkah Bima menjilat kembali ludah yang telah ia buang?

Atau selamanya ia hanya akan menjadi orang asing bagi anak yang dulu ia tolak kehadirannya?

Kita simak cerita selanjutnya yuk di karya Novel => Karma Suami Durhaka.
By: Miss Ra.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miss Ra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 32

"Terkadang, semesta memiliki cara yang sarkastik untuk menghentikan langkah manusia yang keras kepala. Di episode ini, Bima menyadari bahwa kemewahan yang ia banggakan tak berdaya di depan sebatang paku di jalanan, sementara sang ibu akhirnya memilih untuk menyelamatkan diri dari kapal yang karam. Saat sang putra mengejar bayang-bayang masa lalu, sang ibu bersiap memutus rantai penderitaan dengan melarikan diri ke belahan dunia lain. Mari saksikan bagaimana satu per satu pilar kehidupan keluarga Erlangga roboh diterjang badai ego mereka sendiri."

.

.

Matahari sedang berada tepat di puncaknya, memanggang aspal jalan raya yang menghubungkan Jakarta dengan daerah pinggiran menuju Jawa Tengah.

Bima melajukan mobil sport mewahnya dengan kecepatan yang tidak masuk akal. Di kepalanya, hanya ada satu visualisasi - ia masuk ke ruko Hana di Sukamaju, menarik tangan Hana, dan membawanya pergi.

Namun, takdir sepertinya sedang ingin tertawa pagi ini.

**CIIIIITTTTT** !!

Suara decitan ban yang bergesekan kasar dengan aspal terdengar memekakkan telinga. Bagian belakang mobil Bima oleng ke arah kiri, membuat setir di tangannya bergetar hebat.

Bima terpaksa menginjak rem dalam-dalam hingga mobilnya berhenti secara paksa di bahu jalan yang gersang, jauh dari pemukiman warga.

"Sial! Apa lagi ini?!" geram Bima sambil memukul kemudi.

Ia keluar dari mobil dengan wajah yang merah padam akibat emosi dan suhu udara yang menyengat. Begitu ia sampai di belakang mobil, matanya menangkap pemandangan yang membuat dadanya sesak.

Ban belakang sebelah kiri benar-benar kempis, robek akibat melindas potongan besi yang tercecer di jalan.

"AAARRGGHHH!!" Bima berteriak frustrasi.

Tanpa pikir panjang, ia melayangkan tendangan keras ke arah ban tersebut.

DUAK!

"Aduh! Sialan!" Bima langsung terhuyung, memegangi kakinya yang mengenakan sepatu pantofel mahal namun tipis. Rasa sakit menjalar dari ujung jempol kaki hingga ke pangkal paha.

Ia meringis, terduduk di pinggir aspal sambil memaki-maki benda mati itu. Penyesalan, rasa malu, dan amarah bercampur menjadi satu, membuatnya tampak menyedihkan, seorang CEO besar yang kini terduduk di tanah seperti gelandangan.

Setelah rasa sakitnya mereda, ia merogoh saku jasnya dan menghubungi bengkel langganannya.

"Halo! Jemput saya sekarang di Tol KM 78! Mobil saya bocor ban! Bawa ban cadangan dan derek jika perlu! Cepat, ini masalah hidup dan mati!" teriak Bima ke arah ponselnya sebelum mematikan sambungan secara sepihak.

Ia menatap ke arah utara, ke arah Sukamaju yang masih berjam-jam jauhnya. "Hana... tunggu aku. Kamu hanya milikku," bisiknya dengan ego yang masih tersisa di antara debu jalanan.

Di saat Bima sedang terdampar di pinggir jalan, rumah besar keluarga Erlangga justru terasa sepi secara mengerikan. Bu Sarah berdiri di tengah ruang tengah, menatap lukisan suaminya dengan mata yang kering.

Ia sudah berhenti menangis. Baginya, tangisan tidak akan mengembalikan saham yang terjun bebas atau memulihkan nama baik yang sudah diludahi publik akibat ulah Clarissa.

Ia melihat ponselnya di atas meja. Ada lebih dari tiga puluh panggilan keluar kepada Bima, dan tak satu pun yang dijabat oleh putranya.

"Anak itu benar-benar sudah kehilangan akal," desis Bu Sarah.

Ia memanggil asisten pribadinya yang paling setia, seorang wanita bernama Ratih yang sudah mengabdi selama dua puluh tahun.

"Ratih, sudah kau siapkan semuanya?" tanya Bu Sarah dengan suara yang sangat tenang, namun dingin.

"Sudah, Nyonya. Semua dokumen legal perusahaan di London sudah saya amankan. Dana darurat yang tersisa di rekening pribadi Nyonya sudah dipindahkan ke bank Swiss," jawab Ratih pelan.

Bu Sarah mengangguk. "Bagus. Pesankan dua tiket First Class untuk penerbangan ke London malam ini juga. Pukul sepuluh malam."

Ratih tertegun sejenak. "Nyonya... bagaimana dengan Pak Bima? Apakah beliau akan ikut?"

Bu Sarah menoleh ke arah jendela, menatap taman depan rumahnya yang kini dijaga oleh beberapa petugas keamanan untuk menghindari wartawan.

"Dia sudah memilih jalannya sendiri, Ratih. Dia lebih memilih mengejar wanita yang sudah membencinya daripada menyelamatkan martabat keluarganya. Biarkan dia merasakan bagaimana rasanya hidup tanpa penyangga. Biarkan dia merasakan tanah yang selama ini ia injak dengan sombong."

Bu Sarah mengambil paspornya. Ia menyadari bahwa menetap di Jakarta hanya akan membuatnya hancur perlahan.

Satu-satunya aset yang tidak bisa disentuh oleh kehancuran di Jakarta adalah properti dan bisnis tekstil kecilnya di London.

Itu cukup untuk hidup mewah di hari tua, tapi tidak cukup untuk menanggung hutang Perusahaan yang di tangan Bima yang menggunung.

"Ini adalah hukuman untuknya, dan pelarian untukku," gumam Bu Sarah. "Bima harus belajar bahwa ketika dunia runtuh, tidak ada yang bisa membantunya kecuali dirinya sendiri, sesuatu yang selama ini selalu disediakan oleh Hana, tapi ia buang sia-sia."

Berbeda dengan ketegangan di jalan raya dan rumah Erlangga, Sukamaju justru sedang diselimuti kabut sore yang tenang. Di ruko Anindita Pastry, Hana sedang duduk di teras kecilnya bersama dr. Adrian.

Mereka sedang mendiskusikan daftar menu untuk syukuran kecil-kecilan mereka.

"Mas, apa tidak terlalu berlebihan jika kita memesan kambing guling juga?" tanya Hana sambil tertawa kecil melihat catatan Adrian.

Adrian menggeleng, menatap Hana dengan tatapan yang sangat dalam. "Ini adalah bentuk syukurku, Hana. Mendapatkanmu dan Saka adalah anugerah terbesar dalam hidupku. Aku ingin seluruh warga desa merasakannya."

Hana menunduk, merapikan ujung jilbabnya. "Terima kasih, Mas. Terkadang aku masih merasa ini seperti mimpi. Setelah semua rasa sakit itu..."

"Mimpi burukmu sudah berakhir, Hana," potong Adrian lembut. "Besok lusa, kamu bukan lagi wanita yang terluka. Kamu adalah nyonya di rumah kita yang baru."

Saka merangkak mendekati mereka, dan Adrian segera menggendong bayi itu, mengangkatnya tinggi-tinggi hingga Saka tertawa riang. Pemandangan itu begitu sempurna, begitu damai.

Mereka tidak tahu bahwa beberapa kilometer dari sana, seorang pria yang penuh obsesi sedang menunggu ban mobilnya diperbaiki, siap datang dan menghancurkan kedamaian tersebut.

~~

Pukul delapan malam. Bima akhirnya berhasil melanjutkan perjalanan setelah berjam-jam menunggu di pinggir jalan. Wajahnya tampak liar, matanya cekung karena kelelahan, namun tekadnya tidak luntur.

Sementara itu, di Bandara Soekarno-Hatta, Bu Sarah melangkah dengan anggun melewati gerbang imigrasi. Ia tidak menoleh ke belakang. Ia telah mematikan ponselnya secara permanen.

"*Selamat tinggal, Bima. Semoga kau menemukan apa yang kau cari di Sukamaju, meskipun yang akan kau temukan hanyalah cermin dari kesalahanmu sendiri*," batin Bu Sarah saat ia duduk di kursi pesawat.

Dua sisi kehidupan yang sangat berbeda sedang terjadi. Bima melaju menuju masa lalu yang sudah terkunci, sementara Bu Sarah melaju menuju masa depan yang sunyi namun aman.

Bagaimana reaksi Bima saat sampai di Sukamaju dan mendapati ibunya telah pergi meninggalkan negara ini? Dan mampukah Adrian melindungi Hana saat Bima muncul di depan ruko dengan kondisi yang sudah tidak stabil secara mental?

Cerita semakin panas, pantengin terus kisah Bima yaaa ...

...----------------...

**To Be Continue** ....

1
Thewie
lanjut thor💪
Miss Ra: 💪siaaaapppp

🤗
total 1 replies
Arieee
menguras emosiiii,,,, /Determined//Determined//Determined//Determined//Determined//Determined/
Miss Ra: 🤗🙏
/Heart//Kiss/
total 1 replies
Ma Em
Akhirnya Bu Sarah akan datang untuk bertemu dgn Bima .
sunaryati jarum
Hatimu sungguh mulia Hana menyelamatkan orang yang telah menia,,- nyiakanmu
Ma Em
akhirnya masalah yg Bima hadapi sdh selesai , semoga Bima berjodoh dgn. Nadin .
༄⃞⃟⚡R⁹
gaassss terus thooorrrr🏃‍♀️🏃‍♀️🏃‍♀️
Eva Karmita
semangat Bima ...semoga cepat ketemu Hana dokter Adrian sama Saka ya Bim
Eva Karmita
Hana kamu wanita yang baik... walaupun Bima pernah jahat tapi Hana tidak pernah dendam ataupun benci
Ma Em
Semangat Bima semoga kebenaran cepat terungkap , emang Hana orang baik meskipun sdh disakiti sama Bima tapi msh simpati dan merasa kasihan pada Bima .
Lee Mba Young
Bima lupa dng anak nya dpt gadis daun muda 🤣. gk ingat ngirim nafkah anak nya juga.
Dr sini dah kelihatan bima gk Ada tanggung jawab. sekarang dah ketutup gadis ting ting siapa yg nolak. palagi bima suka free sex dng mantan pa gk nyut nyut itu minta buru buru kawin.
☠ᵏᵋᶜᶟ Қiᷠnꙷaͣŋͥ❁︎⃞⃟ʂ⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔
kasian juga sih sama bima . tapi mau gimana lagi
Yuliana Tunru
kasihan bima apa hrs berhenti saat akan bnemulai hidup x yg hancur ..ayo thorr jgn gitu kasihan hana bantu dgn klarifikasi z lewat medsos biar jgn sampai.kelak rekam jejak ayah saka sangat buruk krn.pasti suatu saat saka akan tau siapa ayah x jg sebagai.manusia pasti tak tega
Lee Mba Young
Anggap saja karma mu krn lalai nafkah anakmu. Dr Lahir blm kau kasih lo anakmu.
mkne usaha mu kali ini gagal lagi. ntar kl punya usaha lagi ingat nafkah anakmu jng ingat perempuan tok, lihat Ada yg deketin bening daun muda lngsung lupa kl punya anak.
Lee Mba Young
Mungkin cobaan ini krn km gk ngirim nafkah buat anakmu pdhl anak sah kan.
mkne rejekimu di mati kan lagi krn Ada hak anakmu yg tak kau berikan.
walau ibunya gk nerima saat kau beri tp itu kewajibanmu lo sbgai bpk. mkne rejekimu di mati kan lagi krn hak anakmu tak kau sampaikan. mlh sibuk main cewek dng nadin gk ingat anak dulu.
hrse tobat, bikin usaha gede buat warisan anak dulu, nafkah kl sdh baru mikir cewek lain.
Yuliana Tunru: jgn terpancing bima krn itu malah yg diharapkam rendy dan jalang x..smoga bima bisa mbalik fakta biar yg jahat dapat karma kasihan bima ..ayo nadin bantu bima
total 1 replies
sunaryati jarum
Ngapain Bima harus menanggapi Clarissa , seharusnya nBima menuntut.harta yang dihabiskan Clarissa,apa ini strategi untuk bisa menghancurkan Randy dan Clarissa tanpa mereka sadari
sunaryati jarum
Cepat amat ,dari membuang Hana lalu memelihara Clarrissa ular kobra rakus harta sekarang diincar Nadin
sunaryati jarum
Emak lega jika Bima sudah berjanji tidak mengusik kehidupan Hana
Ma Em
Semoga Hana selalu bahagia bersama Adrian , semangat Bima kamu juga semoga cepat sukses dan mungkin Nadin akan menjadi pengganti Hana .
anju hernawati
Bima dan Hana harus bahagia menurut versinya masing masing ........................
Machmudah
maaf ye Thor, masih blm rela aja k bima bisa bangkit Dan kaya lg apalagi dpt wanita lg .....karmanya terlalu enak Thor...cm jd miskin, sedangkan pengorbanan Hana diusir kondisi hamil ...itu sesuatu banget Thor perjuangan banget
Miss Ra: iya kak...

tenang ajah, masih banyak kesusahan bima di episode ke depannya...
🤗
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!