NovelToon NovelToon
Warisan Kaisar Tiga Keahlian

Warisan Kaisar Tiga Keahlian

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi / Epik Petualangan
Popularitas:5k
Nilai: 5
Nama Author: Nur Hali

Di wilayah Provinsi Langit Hijau, Klan Long adalah salah satu kekuatan terbesar yang menjunjung tinggi bakat di atas segalanya. Long Yue, pemuda berusia lima belas tahun dari keluarga cabang, dianggap tidak memiliki bakat sama sekali dalam tiga jalur kekuatan utama klan—kultivasi, alkimia, maupun pembentukan formasi. Ia hidup dalam keterasingan, penghinaan, dan diasingkan oleh seluruh anggota klan bahkan keluarganya sendiri karena dianggap beban yang tidak berguna. Saat kepala klan mengusulkannya untuk dibuang di pertemuan tahunan, Long Yue dengan berani mengumumkan kepergiannya secara sukarela dan bersumpah akan kembali sebagai sosok terhebat yang pernah ada.

apa yang akan terjadi selanjutnya.?
dan akankah Long Yue berhasil membuktikan kepada klan nya.?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur Hali, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 7:Ular Sisik Zamrud — Binatang Buas Tingkat Empat.

Long Yue menelan ludah. Tingkat Empat berarti setara dengan ahli kultivasi tingkat Penyatuan Energi Tingkat 1. Jarak kekuatan antara Pembentukan Energi Tingkat 2 dan Penyatuan Energi Tingkat 1 sangat jauh, bagaikan langit dan bumi. Binatang Tingkat Empat sudah mampu menyatukan energi di dalam tubuhnya, sehingga kekuatan serangan dan pertahanannya berlipat ganda dibandingkan Tingkat Tiga. Kulit atau sisik mereka sudah cukup kuat untuk menahan senjata biasa, dan mereka bisa mengeluarkan serangan energi jarak jauh.

"Dia jauh lebih kuat dibandingkan babi hutan itu," batin Long Yue sambil mengerutkan kening, matanya mengamati gerak-gerik binatang itu dengan cermat. "Babi hutan hanya mengandalkan kekuatan kasar dan insting. Tapi Ular Sisik Zamrud ini cerdas, gesit, beracun, dan memiliki kendali energi yang jauh lebih baik. Jika aku menyerang sembarangan, aku akan mati dalam sekejap."

Namun, keinginan untuk mendapatkan Rumput Roh Tujuh Warna terlalu besar untuk dilewatkan. Kesempatan seperti ini mungkin hanya datang sekali seumur hidup. Jika ia pulang dengan tangan kosong, ia harus menghabiskan waktu berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun untuk mencapai kemajuan yang sama seperti jika ia menggunakan tanaman ini.

"Aku punya pengetahuan tiga keahlian. Aku tidak perlu bertarung secara kekuatan kasar," pikir Long Yue, tekadnya kembali bulat. "Aku punya Jalur Formasi dan Jalur Alkemis. Aku bisa gunakan lingkungan dan kelemahan musuh untuk mengalahkannya."

Ia mundur perlahan menjauhi bibir tebing, lalu duduk bersila di balik semak belukar yang aman. Ia mulai mempelajari situasi lembah itu dengan teliti. Dinding lembah itu curam dan tertutup lumut, tanah di dasar lembah cukup lunak, dan ada aliran air kecil yang mengalir melewati tempat tanaman itu tumbuh.

Berdasarkan pengetahuannya tentang Jalur Formasi, Long Yue mulai melihat aliran energi alam di tempat itu. Ternyata, lembah itu sendiri adalah sebuah formasi alami. Bentuk tebing dan aliran air mengumpulkan energi alam di tengah lembah, itulah sebabnya tanaman ajaib bisa tumbuh di sana. Ular Sisik Zamrud itu tinggal di sana karena ia memakan energi yang terakumulasi itu setiap hari, membuatnya semakin kuat.

"Kalau begitu, aku akan mengubah sedikit aliran energi di sini, mengganggu keseimbangan yang ia andalkan," gumam Long Yue.

Ia mulai mengambil beberapa batu kecil dan ranting kering di sekitarnya. Menggunakan teknik dasar pembentukan formasi, ia menempatkan benda-benda itu di posisi tertentu sesuai dengan pola yang ia hafal. Pola ini bernama Formasi Pengacau Arus, formasi paling dasar namun sangat efektif untuk mengganggu kestabilan energi di dalam suatu wilayah. Ia tidak butuh bahan mahal atau kekuatan besar untuk membuatnya, cukup penempatan yang tepat dan sedikit energi untuk mengaktifkannya.

Sambil menyiapkan formasi itu, Long Yue juga mengeluarkan beberapa jenis tanaman biasa yang ia kumpulkan di sepanjang jalan. Dari pengetahuan alkeminya, ia tahu bahwa Ular Sisik Zamrud sangat kuat dan hampir kebal terhadap senjata, tetapi ia memiliki satu kelemahan fatal: ia sangat sensitif terhadap aroma tanaman berjenis Daun Beracun Pahit. Aroma tanaman ini tidak berbahaya bagi manusia, tetapi bagi makhluk berdarah dingin seperti ular, aroma itu terasa sangat menyakitkan dan mengganggu indra mereka.

Long Yue mengambil daun-daun itu, lalu menggunakan tenaganya untuk meremas dan menghancurkannya sampai cairan dan aromanya keluar sepenuhnya. Ia tidak membuangnya, melainkan menaruhnya di dalam kantong kecil yang terbuat dari kulit pohon, siap untuk digunakan kapan saja.

Setelah segalanya siap, saat matahari berada tepat di atas kepala dan energi alam berada di puncak kestabilannya, Long Yue mulai bergerak.

Pertama, ia mengaktifkan Formasi Pengacau Arus yang ia buat di atas tebing. Dengan sedikit tenaga yang disalurkan ke batu-batu penanda, aliran energi yang selama ini mengalir tenang dan stabil ke dalam lembah tiba-tiba berubah menjadi kacau dan bergejolak, berputar liar dan menabrak dinding lembah.

Di bawah sana, Ular Sisik Zamrud yang sedang beristirahat tiba-tiba mengangkat kepalanya. Ia mendesis keras, matanya yang berwarna emas menyala terang karena marah dan bingung. Energi yang selama ini ia serap dengan nyaman tiba-tiba menjadi kacau dan menyakiti tubuhnya. Ia merasa lingkungannya berubah menjadi tidak bersahabat.

Saat perhatian ular itu teralihkan, Long Yue melompat turun dari tebing dengan gerakan ringan menggunakan teknik langkah dasar Jalur Formasi. Ia mendarat pelan di tanah lunak tanpa menimbulkan suara apa pun. Jaraknya tinggal sekitar dua puluh langkah dari kumpulan Rumput Roh Tujuh Warna.

Namun, Ular Sisik Zamrud itu sangat waspada. Begitu mendeteksi kehadiran asing, tubuhnya yang panjang melesat secepat kilat ke arah Long Yue. Mulutnya terbuka lebar, menunjukkan taring beracun yang panjang dan tajam, sementara di sekujur tubuhnya, energi berwarna hijau pekat bersinar terang, membuat sisiknya sekeras baja.

Desss!

Angin berhembus kencang saat ular itu menyerang. Kecepatannya jauh lebih tinggi dibandingkan Babi Hutan Berduri. Jika Long Yue masih berada di tingkat sebelumnya, ia pasti sudah tertangkap. Tapi sekarang, dengan Pembentukan Energi Tingkat 2 dan pemahamannya tentang aliran gerak, ia bisa mengikuti pergerakan musuhnya.

"Sekarang!" seru Long Yue dalam hati.

Tepat saat ular itu hampir menyambar tubuhnya, Long Yue melempar kantong berisi daun-daun pahit yang sudah ia hancurkan tadi tepat ke arah kepala ular itu. Kantong itu pecah saat terkena udara, menyebarkan aroma yang sangat tajam dan menyengat ke seluruh udara di sekitarnya.

Ular Sisik Zamrud itu seketika berhenti bergerak di udara. Matanya menyipit kesakitan, mulutnya menganga lebar mengeluarkan suara desisan panjang yang menyakitkan. Aroma itu langsung menyerang indra penciuman dan indra energinya, membuat kepalanya terasa pening dan terbakar. Serangan yang penuh kekuatan tadi menjadi kacau dan meleset jauh, tubuhnya jatuh ke tanah dan berguling-guling karena rasa tidak nyaman yang luar biasa.

Kesempatan emas itu tidak disia-siakan Long Yue. Ia tidak menyerang kepala atau tubuh ular itu, karena ia tahu sisiknya masih terlalu keras untuk ditembus pedang tuanya. Sebaliknya, ia berlari memutar, langsung menuju lokasi Rumput Roh Tujuh Warna.

Namun, Ular Sisik Zamrud itu belum kalah. Meski terganggu, insting menjaga harta miliknya sangat kuat. Dengan sisa kesadarannya, ia mengayunkan ekornya yang panjang dan berat ke arah Long Yue, diperkuat oleh energi Tingkat Empat yang masih tersisa. Ayunan ekor itu mampu merobohkan pohon besar seketika.

Long Yue sudah menduga serangan balasan ini. Di saat yang sama saat ia meraih tanaman ajaib itu, ia juga mengaktifkan pola formasi dasar yang ia gambarkan dengan cepat di tanah dengan ujung pedangnya — Formasi Penahan Sederhana. Formasi ini hanya cukup untuk memperlambat gerakan musuh sepersekian detik saja, tapi bagi Long Yue, waktu sesingkat itu sudah sangat cukup.

Bummm!

Ekor ular itu menghantam tanah tepat di belakang tumit Long Yue, meledakkan tanah dan lumpur ke mana-mana, tetapi Long Yue sendiri sudah melompat mundur membawa lima tanaman Rumput Roh Tujuh Warna yang paling besar dan matang.

"Sudah cukup!" teriak Long Yue. Ia tidak serakah. Membawa semua tanaman sekaligus akan membuatnya sulit bergerak dan berat. Lima tanaman itu sudah lebih dari cukup untuk keperluannya.

Ular Sisik Zamrud itu kini sudah mulai beradaptasi dan mengusir aroma gangguan itu dari tubuhnya. Ia mengangkat kepalanya kembali, matanya memancarkan kemarahan yang membara, hawa kekuatannya meledak semakin kuat seolah ingin menghancurkan seluruh lembah itu. Ia siap menyerang lagi dengan kekuatan penuh yang mematikan.

Long Yue tahu ia tidak mungkin bisa mengalahkan binatang Tingkat Empat ini sepenuhnya dengan kekuatannya saat ini. Ia sudah mendapatkan apa yang ia cari. Bertahan lebih lama hanya akan menjerumuskannya ke kematian.

Dengan cepat, Long Yue berlari mundur menjauh, kembali mendaki tebing yang curam dengan bantuan teknik langkah ringannya. Ia terus melempar sisa daun beracun yang ia bawa ke belakang untuk menahan laju ular itu. Ular itu terus mengejar sampai ke dasar tebing, tetapi dinding batu yang tinggi dan aroma yang masih tertinggal membuatnya tidak bisa naik ke atas. Ia hanya bisa mendesis marah, menggigit dan memukulkan tubuhnya ke dinding tebing sampai retak-retak, sebelum akhirnya kembali ke tengah lembah untuk menjaga sisa tanaman yang ada.

Sesampainya di tempat aman yang cukup jauh dari lembah itu, Long Yue baru berhenti dan bersandar pada sebatang pohon besar. Napasnya memburu, keringat dingin membasahi seluruh tubuhnya, dan kakinya terasa lemas karena adrenalin yang terlalu tinggi. Ia menyadari bahwa tadi ia berada di ambang kematian. Sedikit saja kesalahan perhitungan atau gerakan yang terlambat, nyawanya pasti melayang.

Namun, saat ia membuka tangannya dan melihat lima helai Rumput Roh Tujuh Warna yang masih bersinar indah dan memancarkan energi murni yang kuat, senyum lebar terukir di wajahnya. Kelelahan dan rasa takut tadi seketika hilang digantikan rasa gembira dan harapan besar.

"Ini... ini adalah harta yang nyata," gumamnya sambil memegang tanaman itu dengan hati-hati, takut sedikit saja rusak. "Dengan Rumput Roh Tujuh Warna ini, aku akan bisa menyuling Ramuan Pemurnian Energi. Dan dengan ramuan itu, aku akan bisa melompat jauh lebih cepat menuju tingkat berikutnya, bahkan meletakkan dasar yang jauh lebih kokoh dibandingkan siapa pun."

Long Yue menatap ke arah dalam hutan yang semakin gelap dan misterius. Ia tahu, semakin dalam ia pergi, semakin banyak bahaya yang menunggu, tapi juga semakin banyak harta dan peluang yang tersembunyi. Pertemuan dengan Ular Sisik Zamrud tadi memberinya satu kesadaran penting: meskipun perbedaan tingkat kekuatan sangat besar, dengan pengetahuan yang tepat, strategi yang cerdas, dan pemanfaatan tiga keahlian yang ia miliki, ia bisa menghadapi musuh yang jauh lebih kuat.

"Aku belum bisa mengalahkan Tingkat Empat sepenuhnya, tapi aku sudah bisa menghadapinya dan mendapatkan apa yang aku inginkan," batin Long Yue sambil menyimpan dengan hati-hati kelima tanaman ajaib itu ke dalam kotak kayu kecil yang ia buat sendiri dengan teknik penempaan dasar. Kotak itu memiliki pola penyimpanan energi sederhana agar sinar dan khasiat tanaman tidak hilang atau rusak.

Setelah napasnya kembali teratur dan rasa lemasnya hilang perlahan, Long Yue tidak langsung pergi dari tempat itu. Ia duduk bersila di atas akar pohon yang besar, matanya tertuju pada kotak kayu di tangannya, pikirannya mulai menyusun rencana selanjutnya. Rumput Roh Tujuh Warna ini bukan sekadar barang berharga, melainkan kunci untuk melompat jauh ke depan dalam jalur kultivasinya. Namun, untuk menggunakannya dengan benar dan mendapatkan manfaat maksimal, ia tidak boleh memakannya mentah-mentah seperti memakan buah biasa. Itu hanya akan membuang separuh bahkan lebih dari khasiatnya, dan mungkin menyebabkan energi yang masuk menjadi kacau karena terlalu murni dan kuat.

Di dalam Kitab Tiga Keahlian Kultivasi, bagian Jalur Alkemis menjelaskan secara rinci langkah-langkah menyuling Ramuan Pemurnian Energi. Ramuan ini membutuhkan Rumput Roh Tujuh Warna sebagai bahan utama, ditambah beberapa bahan pendamping lain yang lebih umum dan mudah ditemukan, seperti Akar Rumput Panjang Umur, Bunga Embun Pagi, dan Daun Penenang Hati. Bahan-bahan pendamping ini berfungsi menyeimbangkan energi yang terlalu liar dari tanaman utama, membuatnya lebih lembut, lebih mudah diserap, dan menyebar ke seluruh bagian tubuh secara merata tanpa melukai pembuluh energi.

"Kabar baiknya, sebagian besar bahan pendamping itu sudah aku kumpulkan di sepanjang jalan," gumam Long Yue sambil mengeluarkan bungkusan kain berisi tanaman kering yang ia simpan. Ia memeriksa satu per satu, dan wajahnya semakin cerah. "Hanya kurang satu jenis saja: Akar Sumber Air. Tanaman itu tumbuh di dekat mata air yang memiliki energi alam tinggi, tempat yang biasanya dihuni makhluk air."

Mengingat kembali peta dan pengetahuannya tentang Hutan Kabut Hitam dari cerita orang-orang klan dan penjelasan tambahan di kitab, Long Yue tahu bahwa tidak jauh dari posisinya sekarang, di bagian barat daya wilayah tengah hutan, terdapat sebuah danau besar yang dikenal sebagai Danau Kabut Putih. Di sana, konsentrasi energi alam sangat tinggi, airnya jernih dan dingin, dan di pinggir-pinggirnya banyak tumbuh tanaman air berkhasiat tinggi. Namun, sama seperti tempat berharga lainnya, danau itu dijaga oleh binatang buas yang kuat, setidaknya setara dengan Tingkat Empat atau bahkan lebih tinggi.

"Tapi aku harus ke sana," pikir Long Yue dengan tekad bulat. "Aku tidak bisa berhenti hanya karena ada bahaya. Jika aku ingin menjadi kuat, aku harus berani mengambil risiko. Dan lagipula, dengan kemajuan yang aku miliki sekarang, ditambah pengetahuan tiga keahlian, aku punya peluang besar untuk lolos atau mendapatkan apa yang aku cari."

Setelah memantapkan hati, Long Yue membereskan semua barang bawaannya, memastikan kotak penyimpan Rumput Roh Tujuh Warna terikat aman di pinggangnya, lalu bergerak ke arah barat daya menuju lokasi Danau Kabut Putih.

Perjalanan kali ini memakan waktu sekitar setengah hari. Sepanjang jalan, ia bertemu dengan beberapa kelompok binatang buas Tingkat Dua dan Tingkat Tiga, seperti Serigala Kabut dan Babi Hutan biasa. Berkat pengalaman bertarung melawan Babi Hutan Berduri dan Ular Sisik Zamrud, serta peningkatan kekuatannya ke Pembentukan Energi Tingkat 2, binatang-binatang ini tidak lagi menjadi ancaman serius. Long Yue bisa mengalahkan mereka dengan cepat, efisien, dan hampir tanpa cedera. Ia mulai terbiasa menggabungkan teknik gerakan dari Jalur Formasi, ketajaman indra dari Jalur Alkemis, dan kekuatan serangan yang terpusat dari Jalur Penempaan dalam setiap ayunan pedangnya.

Menjelang sore, kabut di sekelilingnya semakin tebal dan berwarna agak keputihan, suhu udara menjadi lebih dingin, dan suara gemercik air yang samar mulai terdengar jelas di telinga. Long Yue memperlambat langkahnya, bergerak senyap di balik semak belukar rapat, dan mengintip ke depan.

Di hadapannya terbentang sebuah danau luas yang permukaannya tenang seperti cermin besar. Airnya berwarna biru muda jernih, memantulkan cahaya langit yang mulai senja, dan uap air putih naik perlahan dari permukaannya, menciptakan kabut tipis yang menyelimuti seluruh pinggiran danau. Energi alam di sini sangat kental, terasa berat dan padat, membuat napas terasa segar seolah menghirup udara kehidupan. Di sepanjang pinggiran danau, tumbuh banyak sekali tanaman berwarna hijau cerah, berdaun lebar dengan akar yang menjuntai masuk ke dalam air — itulah Akar Sumber Air yang ia cari.

Namun, pandangan Long Yue segera tertuju ke tengah danau. Di sana, di atas sebuah batu besar yang menjulang sedikit di atas permukaan air, terbarung seekor makhluk besar berwarna abu-abu kebiruan. Tubuhnya menyerupai buaya purba, namun lebih besar dan lebih panjang, dengan kulit yang tebal dan keras bertekstur seperti batu karang, empat kaki kokoh dengan cakar tajam, dan kepala besar yang memiliki sepasang tanduk pendek melengkung ke belakang. Di punggungnya, terdapat deretan duri tajam yang memancarkan cahaya biru samar.

1
Nanik S
👍👍👍👍👍
Nanik S
Coba menyuling Ramuan ya
Nanik S
shiiip👍👍
Nanik S
Binatang apa yang menjaga Tanaman Rumput Roh
Nanik S
Cuuuuuuuust
Nanik S
Semakin menarik
Nanik S
Lanjutkan
Nanik S
Menarik
Nanik S
Hadir
Nanik S
Awal yang cukup menarik
Deevy Tresiyana
💪👍mantap Thor cerita nya lanjutkan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!