Fiana Adams tak pernah menduga akan jatuh cinta pada pandangan pertama. Pertemuan yang singkat di reuni sebuah SMA telah membuatnya terus memikirkan Arjuna Zefanya Tekins. Siapa sangka keduanya justru tak bisa dipisahkan sejak malam itu walaupun mereka harus menghadapi kenyataan bahwa keluarga mereka adalah orang yang paling berkuasa dan paling bermusuhan sejak zaman dulu. Berbagai tantangan datang dan berusaha memisahkan keduanya. Sampai akhirnya keduanya berada di sebuah pilihan yang sulit. Mempertahankan cinta mereka atau menjaga nama baik keluarga.
Ceritanya di jamin sangat romantis dan bikin baper. Walaupun memang penuh dengan tantangan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Henny, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Rahasia Dokter Edgar
Melupakan Rina yang sangat dicintainya, rasanya sangat sulit. Karena Rina adalah wanita yang Edgar inginkan sejak lama. Sayangnya hubungan mereka kandas saat Rina tahu latar belakang keluarga Edgar.
"Tak mungkin kita bersama, Edgar. Ibuku dan papa kandungmu masih saudara sepupu."
"Dia bukan papaku. Papaku adalah seorang penjaga kubur."
Rina menggeleng. "Sebaiknya, kita akhiri saja hubungan ini. Lagi pula, aku sudah dekat dengan Jordy Adams. Sudah sejak lama dia mendekatiku. Aku tahu kalau dia tulus."
"Berikan aku kesempatan untuk membuktikan bahwa aku layak untukmu."
"Aku ingin mengakhiri hubungan kita bukan karena menganggap bahwa kamu tak layak. Kamu pintar dan aku yakin kalau kamu akan menjadi dokter yang hebat. Namun hubungan kita sebaiknya tak diteruskan karena kita sebenarnya masih ada hubungan darah walaupun tak ada yang tahu selain mama kandungmu."
Rina pergi bersama dengan Jordy. Ia tertawa bahagia saat mengumumkan pada dunia bahwa akhirnya ia menikah dengan salah satu keluarga terkaya di kerajaan itu.
Jordy memang lelaki yang mencintai Rina. Ia sama sekali tak pernah memiliki skandal dengan perempuan lain. Tak ada celah dalam dirinya yang membuat Edgar bisa menjatuhkannya. Edgar pernah menui Jordy dan meminta lelaki itu untuk menjauhi Rina namun Jordy tidak mau karena dia sudah lama menginginkan Rina. Makanya Edgar ingin menghancurkan kehidupan mereka melalui adiknya yang tinggal di Amerika. Saat di Amerika, Edgar sudah memantau kehidupan Fiana. Sayangnya, rencana Edgar gagal sehingga akhirnya ia harus pergi dari Amerika karena melakukan kesalahan atas percobaan obat buatannya. Edgar bersembunyi selama 1 tahun lebih di tempat pamannya. Desa terpencil yang tak diketahui orang lain keberadaannya. Di sanalah Edgar banyak membantu penduduk desa itu. Sampai akhirnya Edgar mengenal Diana yang menjadi murung karena wajahnya rusak akibat kecelakaan. Edgar membantu Dina dengan mengoperasi wajahnya. Entah mengapa Edgar ingin wajahnya mirip Fiana karena ia bermaksud menculik Fiana dan menukarnya dengan Diana. Awalnya Diana tak terima karena wajahnya berubah. Namun karena semua orang memujinya karena wajah Diana yang baru lebih cantik dari wajahnya yang dulu, Diana lun akhirnya bisa menerima perubahan wajahnya itu.
Ternyata rencana Edgar dipermudah saat Jelita memohon bantuannya menolong Fiana. Sayangnya rencana itu diketahui Deissy. Ia mengancam akan melaporkan Edgar dan meminta Edgar untuk membuat Fiana mati untuk selama-lamanya. Namun papanya Roman tak mengijinkan Edgar melakukan itu. Papa Roman ternyata sudah mendapatkan ancaman dari Jelo yang juga tahu rencana itu. Jelo berjanji akan membawa Fiana pergi jauh dari kerajaan karena dia memang tak suka Fiana akan bersama dengan Arjuna.
Di malam saat Jelita dan Tita membongkar kuburan Fiana, gadis itu sebenarnya tidak mati. Edgar berbohong agar Deissy tahu bahwa Fiana memang mati.
Kedua gadis itu mengubur kembali tubuh Fiana dan pulang dengan tangan hampa. Pak Roman menggali kubur Fiana, memberikan obat penawar pada gadis itu. Sayangnya, karena terlalu terburu-buru memberikan obat itu, tak sengaja pak Roman menuangkan obat itu di wajah Fiana dan menyebabkan kulit wajah gadis itu menjadi rusak.
Jelo kemudian menyuruh anak buahnya menjemput Fiana di rumah pak Roman kemudian membawa gadis itu ke Korea untuk pengobatan. Butuh waktu sebulan lebih untuk menyembuhkan luka di wajah Fiana sebelum akhirnya bisa dilakukan operasi. Jelo sengaja memberikan sebuah foto yang dibuatnya melalui aplikasi AI. Sehingga wajah bule Fiana justru tampak seperti gadis Asia.
Saat Arjuna datang ke rumah Roman, lelaki itu menelpon Edgar. Edgar menyarankan agar Arjuna di bawah ke desa terpencil saja agar bisa bersama dengan Diana. Edgar juga tak menyukai keluarga Pekins karena ia pernah memohon topangan untuk perusahaan obatnya namun papanya Arjuna menolak karena kurang yakin dengan penelitian yang Edgar lakukan.
Kini, Edgar sudah berhasil membuat Arjuna ada dalam pelukan Diana. Tugas Edgar adalah membalas dendam pada keluarga kerajaan. Raja yang dulu memperkosa mamanya yang bertugas sebagai pelayanan istana. Edgar sudah membuat pangeran Jeremi patah hati karena tak bisa menikah dengan gadis impiannya yang bernama Fiana Adams.
***********
Ling yang adalah petugas kesehatan di desa itu, terkejut saat melihat kedatangan Arjuna di rumahnya.
"Ada apa, Arjuna? Apakah Diana sakit lagi?" tanya Ling.
Arjuna menggeleng. "Tidak. Dia sudah lebih baik sekarang."
"Kalau dokter Edgar datang, mintalah agar Diana dibawah ke kota saja. Aku takut karena waktu kecelakaan kepalanya pernah terbentur, sehingga ia sering mengalami sakit kepala."
"Akan ku bicarakan dengan dokter. Namun, aku ingin bertanya sesuatu padamu, Ling. Aku mohon agar kamu menjawabnya dengan jujur. Apakah wajah Diana dulunya bukan seperti ini?"
Ling nampak kaget. Wajahnya terlihat gugup. "Siapa bilang?"
"Diana tak sengaja mengatakannya padaku. Namun kemudian ia membantahnya."
Ling menggeleng. "Aku tidak tahu."
"Ling, aku berjanji tak akan mengatakan pada siapapun kalau kamu yang mengatakannya. Aku hanya butuh jawaban yang jujur darimu."
Ling menarik napas panjang. Ia melihat sekeliling rumahnya yang saat ini sepi. Karena ayah Ling sedang pergi ke kebun dan ibunya sudah meninggal.
"Wajah Diana memang dulunya bukan seperti itu." Ling kemudian membuka laci di lemari ruang tamunya dan mengeluarkan sebuah foto. Ini wajah Diana sebelum mengalami kecelakaan."
Arjuna melihat seorang gadis yang berdiri di samping Ling. Wajah gadis itu memang berbeda dengan wajah Diana yang sekarang. Gadis itu bermata sipit, dengan wajah bulat, hidungnya juga tak begitu mancung. Wajah yang terlihat sederhana namun tetap cantik.
"Jadi dokter Edgar yang membawanya untuk di operasi?"
"Iya. Bahkan mama Diana tak diijinkan untuk ikut. Kurang lebih satu bulan, Diana akhirnya kembali dengan wajahnya yang sekarang."
"Terima kasih, Ling. Aku tak akan mengatakan pada siapapun apa yang kamu ceritakan sekarang." Arjuna pulang dengan sebuah tanda tanya besar. Apakah Edgar mengenal Fiana? Bagaimana mungkin ia harus membuat wajah Diana sama dengan Fiana? Siapa sebenarnya dokter Edgar?
Arjuna tiba di rumahmya bersama Diana. Nampak Diana yang baru saja selesai mandi sore.
"Kamu dari mana? Saat aku bangun, kamu tidak ada."
"Aku jalan-jalan sebentar. Bosan juga berada di sini terus. Aku terbiasa hidup di kota modern. Rasanya sangat sulit beradaptasi di sini."
Diana mendekati Arjuna. "Berusahalah untuk mencintai tempat ini. Ingatlah bahwa kamu sekarang sudah menjadi penduduk desa ini semenjak menikah denganku. Aku tak mau kalau kamu tak bahagia." kata Diana sambil memeluk Arjuna dengan erat. Lelaki itu tak membalas perlakukan Diana. Dia kini bingung dengan apa yang dialaminya di desa ini.
"Diana, apakah kita boleh jalan-jalan di kota?" tanya Arjuna.
"Boleh. Tapi tetap harus berhati-hati. Kamu memang buronan dari kerajaan sebelah namun bukan berati kita di negara ini aman bagimu. Karena bisa saja ada mata-mata dari kerajaan mu yang datang ke negara kami."
"Baiklah. Jika kamu sudah sehat benar, kita akan jalan-jalan ke kota walaupun hanya sehari."
Diana mengangguk. "Aku akan ke rumah ibu untuk mengambil makanan."
"Eh, tak dapatkah kamu memasak sendiri di sini? Aku ingin melihat bagaimana keahlian memasak mu." Arjuna memang sudah merasa ada yang aneh dengan makanan yang selalu di bawah ke rumah ini. Ia ingin tahu apakah dengan memakan makanan sendiri, dia akan bergairah atau tidak.
"Oke. Aku sangat suka memasak. Ayo kita ke dapur."
Arjuna pura-pura membantu Diana dalam menyiapkan makanan. Saat ibu Inara datang membawa makanan, ia kaget melihat Diana yang memasak.
"Memangnya kamu sudah sehat?" tanya Inara.
"Sudah, Bu. Suamiku ingin makan makanan buatanku."
"Ibu sudah terlanjur membawa makanan ini. Jangan lupa di makan ya?" pesan Inara sebelum pulang.
Arjuna yang membawa makanan ke dalam rumah dengan sengaja menjatuhkan makanan yang dibawakan ibu Inara.
"Maafkan aku, Diana. Aku tak sengaja menjatuhkannya."
Diana tersenyum. "Tidak apa-apa. Kan ada makanan buatanku."
Mereka pun makan siang bersama. Biasanya setelah makan, tak sampai 1 jam, Arjuna akan merasakan gairah yang membakar tubuhnya. Namun kali ini tidak. Arjuna semakin yakin kalau makanan yang biasa dibawakan oleh ibu Inara mengandung obat perangsang.
*************
"Ini identitas barumu."
Gadis itu menatap tanda pengenal yang diberikan padanya. Namanya Kirana Dewi. Ia dilahirkan di Bali, Indonesia. Namun dibesarkan di Amerika.
"Bagaimana jika ada gadis yang bernama sama dengan aku?" tanya gadis itu yang kini akan disebut Kirana.
"Mungkin ada karena itu nama khas gadis Indonesia. Foto yang aku berikan pada dokter juga adalah wajah gadis Indonesia yang dimodifikasi sedikit melalui kecanggihan aplikasi AI."
Kirana menatap Jelo. "Mengapa kamu melakukan semua ini padaku?"
"Karena aku tak akan pernah mengijinkan keluarga Adams yang sudah membunuh sahabat baikku, Zack akan menikah dengan Arjuna."
"Kami saling mencintai."
Jelo tertawa sinis. "Cinta? Tak ada cinta dalam dendam keluarga kita. Kamu akan pergi ke Amerika. Arjuna akan menikah dengan gadis lain. Dendam diantara kita selesai. Lagi pula, Arjuna sekarang adalah buronan kerajaan. Aku yakin saudaraku itu tidak mati bunuh diri seperti yang orang-orang katakan."
"Arjuna lari dari tempat pengasingan?"
"Ya. Dan sampai sekarang keberadaannya tidak diketahui. Ia terakhir terlihat mendatangani lembah hitam tempat kamu dimakamkan."
Kirana menangis. "Arjuna pasti sudah bunuh diri. Dia pernah mengatakan padaku kalau dia tak akan bisa hidup di dunia ini jika aku tak ada."
Jelo meletakan sebuah koper. "Di sini ada beberapa potong pakaian dan uang. Pergilah ke Amerika. Karna saat kamu kembali ke Kerajaan pun tak akan ada yang mengenali kamu. Karena bukan hanya wajahmu yang berubah tapi juga suaramu."
Tangis Kirana semakin dalam. "Arjuna.....kamu di mana?" bisiknya sedih sambil memeluk dirinya sendiri.
Di desa terpencil....
Arjuna tersentak bangun. Ia seperti mendengar suara Fiana yang menangis dan memanggil dirinya. Perlahan lelaki itu turun dari ranjang dan mengambil foto Fiana. "Sayang, mengapa tiba-tiba aku mengingatmu?"
Akankah mereka bertemu?