Alesha rela mengorbankan impian dan kebahagiannya demi rumah tangga yang ia perjuangkan sepenuh hati dan menerima hinaan dan cacian oleh keluarga suaminya.
Namun semua pengorbanannya berakhir sia-sia ketika ia mengetahui suaminya berselingkuh dan mengaku belum menikah.
Memilih pergi adalah langkah paling menyakitkan yang pernah ia ambil. Tetapi tanpa disadari, keputusan itu justru membawanya pada kehidupan baru yang lebih baik.
Alesha mulai bangkit. Ia ingin membuktikan bahwa keputusannya meninggalkan masa lalu adalah pilihan yang tepat.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nona Jmn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bukti terakhir
"Sah!"
Satu kata itu membuat senyum Risa langsung mengembang lebar.
Kini ia dan Aldo telah resmi menjadi suami istri.
Di antara para tamu yang hadir, Helena tampak menjadi salah satu orang yang paling bahagia.
Senyum tak pernah lepas dari wajahnya.
Akhirnya putranya menikah dengan Risa.
Dalam hati Helena, pernikahan ini adalah awal dari kehidupan yang lebih baik bagi keluarganya.
Bagaimanapun, Risa adalah putri pemilik pabrik tempat Aldo bekerja.
Jika semuanya berjalan sesuai harapannya, masa depan putranya akan jauh lebih terjamin.
Renata yang berdiri tidak jauh dari sana juga terlihat bahagia.
Sesekali ia tersenyum sambil menatap kakaknya dan Risa yang duduk di pelaminan.
Sementara itu, berbeda dengan keluarga Aldo, kedua orang tua Risa tidak menunjukkan kebahagiaan yang sama.
Robi dan Rosa tetap berdiri di tempat mereka dengan ekspresi datar.
Hanya senyum tipis yang menghiasi wajah keduanya.
Namun senyum itu tidak sampai ke mata mereka.
Mereka tidak ingin putrinya kecewa di hari pernikahannya.
Karena itulah keduanya tetap berusaha menunjukkan wajah yang tenang di depan para tamu.
Acara pun mulai berlangsung.
Satu per satu tamu undangan berdatangan memenuhi gedung pernikahan.
Ucapan selamat terus mengalir kepada kedua mempelai.
Helena yang sedang berbunga-bunga kemudian menghampiri Rosa.
"Wah, akhirnya anak-anak kita menikah juga ya, Bu Rosa," ucap Helena dengan senyum lebar.
Rosa hanya tersenyum tipis.
"Iya."
Helena kembali membuka percakapan.
"Risa cantik sekali hari ini. Saya sampai terharu melihatnya."
"Terima kasih."
Jawaban Rosa tetap singkat.
Helena yang tidak menyadarinya terus mengajak besannya berbincang.
Namun Rosa terlihat tidak terlalu tertarik.
Pandangannya beberapa kali mengarah ke sekelompok wanita yang sedang mengobrol tidak jauh dari sana.
"Itu teman-teman saya," ucap Rosa akhirnya.
Tak menunggu lama, ia tersenyum tipis lalu berpamitan.
"Maaf, Bu Helena. Saya permisi dulu."
Setelah mengatakan itu, Rosa langsung berjalan menghampiri teman-teman sosialitanya.
Meninggalkan Helena yang masih berdiri di tempatnya.
"Nata, akhirnya selamat ya atas pernikahan kakakmu," ucap Putri sambil tersenyum pada Renata yang ikut hadir di acara tersebut.
Renata tersenyum tipis lalu mengangguk pelan.
"Aku yakin kamu juga ikut bahagia, Nata. Kakakmu menikah dengan pewaris pabrik tempat dia bekerja," tambah Citra dengan nada antusias.
"Tentu saja," jawab Renata tanpa ragu. "Aku yakin setelah ini Kak Aldo bakal nambah uang jajanku."
Putri dan Citra langsung tertawa kecil mendengar jawaban itu.
Renata tetap saja Renata.
Di tengah suasana haru pernikahan kakaknya, yang terlintas di kepalanya justru uang jajan.
Pesta berlangsung semakin meriah.
Suara musik lembut mengalun di antara obrolan para tamu yang memenuhi ruangan. Satu per satu orang naik ke pelaminan untuk memberikan ucapan selamat kepada Aldo dan Risa.
Di atas pelaminan, Aldo dan Risa tampak tersenyum bahagia menerima ucapan dari para tamu yang datang.
Namun, tidak semua orang memandang mereka dengan tatapan penuh selamat.
Di tengah ramainya acara, seorang pria berdiri sambil menatap kedua mempelai yang berada di atas pelaminan.
Wajahnya tampak tenang, tetapi tatapannya menyiratkan sesuatu yang berbeda.
Sudut bibirnya terangkat membentuk senyum tipis.
Tatapannya berhenti pada Aldo yang wajahnya tampak begitu berseri hari ini.
Lalu, pria itu menggeleng pelan.
"Aldo... Kau telah membuat keputusan yang sangat bodoh."
——
"Kakak Leon..."
Suara melengking Lea membuat Leon yang sedang fokus pada tabletnya langsung mengepalkan tangannya. Ia mengangkat kepala dan menatap tajam adiknya.
"Lea, apa kau harus berteriak seperti itu?"
Lea malah tersenyum lebar seolah tidak menyadari gangguan yang baru saja ia buat. Ia segera menghampiri kakaknya yang masih duduk sambil menatap layar tablet.
"Kakak marahnya tunda dulu. Aku ada informasi lebih penting."
Leon menyandarkan tubuhnya ke kursi.
"Jika informasimu tidak berguna, jangan salahkan kakak kalau ATM-mu kakak blokir sekarang."
Lea langsung cemberut.
"Kakak Leon, ih. Ngancam itu mulu. Padahal aku cuma mau menyampaikan sesuatu tentang Alesha."
Leon yang semula terlihat tidak tertarik langsung menoleh.
"Apa yang kau dapat?"
Lea berdecak kesal.
"Giliran Alesha..."
"Lea! Tas baru itu kau masih ingin atau tidak?"
"Tentu masih ingin lah, Kak."
"Cepat katakan. Apa kau sudah menjalankan apa yang aku perintahkan?"
Lea mengangguk. Wajahnya yang tadi penuh keluhan langsung berubah serius.
"Iya, Kak," jawabnya.
Ia lalu mengeluarkan ponselnya dari dalam tas, mengotak-atik layar beberapa saat sebelum menyerahkannya kepada Leon.
"Kak..."
Lea menatap Leon beberapa detik sebelum melanjutkan.
"Aku melihatnya sendiri."
Jantung Leon seakan berhenti berdetak.
"Tanda lahir itu ada."
Lea mengangguk pelan.
"Alesha... benar-benar gadis yang selama ini kakak cari."
ayoookkkk semangat
semangat
💪💪💪💪💪
😤😤😤😤😤😤😤😤😤kuweseeellleee rekkk...
yg Suai siapa tapi yg dituntut nafkahi siapa. kan gendeng yaaa.. ga DA kewajibannya mantu atau istri menafkahi keluarga nya apa lagi menafkahi kluarga suami.😄😄😄
ibu ini lupa minum obat inii pastii makanya rada kumat 🤭
mending sekalian beneran kerja jadi babu luar negri makan gratis tinggal gratis digaji besar. sama aja kan kayak kau tinggal dirumah kluarga suami mu, macam babu. bedanya babu luar negri digaji🤣🤣🤣🤣
lahhh ini sudah lah dihina dijelekkan dibabuin ga dihargai, dinafkahi ala kadarnya saja. boro boro mau beli berlian segunung🤣🤣🤣🤣
lanjut lahhhhhh
Thor kira kira kalau buat cerita, LG anteng2 baca sudah dibuat darah tinggi thorrrrrrr teganya dikau pada daku. 🤣🤣🤣🤣
coba Thor masukin aku kedalam novel mau aku geprek itu mertua dan ipar laknatnyaaa... sudah ga dinafkahi kok masih mau aja punya suami modelan gitu....
astaghfirullah
astaghfirullah
astaghfirullah
sabarrrr sabarrr... orang sabar rejekinya lebaaarrrrrrrrrrrr😁