NovelToon NovelToon
Dicerai Saat Mengandung

Dicerai Saat Mengandung

Status: tamat
Genre:Single Mom / Anak Genius / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:1.6M
Nilai: 4.9
Nama Author: Eli Priwanti

Niat hati merayakan ulangtahun pernikahan kedua dengan kejutan manis, Cakra justru dihantam kenyataan pahit. Di dalam apartemen mereka, ia menemukan Hana terlelap dalam pelukan sepupunya sendiri. Tanpa tahu bahwa ini adalah jebakan licik sang ibu mertua yang tak pernah merestui mereka, Cakra terbakar api cemburu.
Malam itu juga, tanpa ruang untuk penjelasan, talak dijatuhkan. Hana hancur. Di balik kehancuran itu, ia menyimpan rahasia besar: sebuah kabar kehamilan yang baru saja ingin ia sampaikan sebagai hadiah anniversary mereka.
Tahun-tahun berlalu, Hana bangkit dan berjuang membesarkan putra mereka sendirian. Namun, waktu adalah saksi yang paling jujur. Akankah kebenaran tentang rencana jahat sang ibu mertua akhirnya terungkap? Dan saat penyesalan mulai menghujam Cakra, mampukah Hana memaafkan pria yang lebih memilih percaya pada amarah daripada cintanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eli Priwanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jabatan CEO untuk Hana

Keheningan di koridor itu pecah saat suara langkah kaki cepat mendekat. Tama muncul dengan map besar di tangannya, wajahnya yang semula tenang berubah pucat saat melihat pemandangan di depannya.

"El...!" seru Tama panik. Ia langsung berlari dan berlutut di samping El, mengabaikan segala hal lain di sekitarnya.

Cakra, yang masih terpaku menatap wajah El, langsung tersadar. Ia menoleh dan sedikit bergeser untuk memberikan ruang bagi Tama. Ada rasa bersalah yang tidak biasa menyusup di hatinya.

"Maafkan kami, Pak. Barusan keponakan saya tidak sengaja menabrak El," ucap Cakra dengan nada suara yang lebih lembut dari biasanya.

Namun, Tama seolah tak memedulikan permintaan maaf itu. Fokusnya hanya pada darah yang mengucur di lutut mungil El. Dengan sigap, ia menggendong tubuh El ke dalam pelukannya.

"Lain kali tolong diperhatikan keponakannya, Pak. Jangan lengah saat mengawasi!" ucap Tama tegas, matanya menatap tajam ke arah Cakra sebelum akhirnya ia berbalik dan bergegas membawa El pergi dari sana untuk mendapatkan pengobatan.

Cakra berdiri diam, terpaku menatap punggung Tama dan anak kecil itu yang perlahan menjauh. Ada denyut aneh di dadanya, seperti ada sesuatu yang baru saja terenggut darinya.

"Om, ayo cepat antar aku sampai kelas! Aku takut diomelin Bu Guru karena telat masuk!" rengek Axel sambil menarik-narik ujung jas Cakra.

Cakra tersentak, lalu mengangguk kecil. "Iya, ayo."

Sembari berjalan menuju kelas Axel, pikiran Cakra melayang. Sosok bocah tadi tidak mau pergi dari ingatannya. Di sisi lain, El yang berada di gendongan Tama justru menyandarkan kepalanya di bahu Tama sambil tersenyum tipis.

'Kenapa Om yang tadi mirip sekali dengan foto Ayah, ya? Apakah mungkin Om itu adalah ayahku?' batin El penuh tanya. 'Besok jika aku bertemu lagi, aku ingin menanyakan siapa namanya. Kalau Om yang tadi adalah Cakra Ardiwinata, itu berarti dia benar-benar ayahku!'

Sementara itu, di kediaman Pak Sutoyo, suasana jauh lebih produktif. Indah baru saja menutup laptopnya setelah sesi pembelajaran intensif bersama Hana. Ia menoleh ke arah Pak Sutoyo yang sudah menunggu hasil evaluasi.

"Sepertinya Nona Hana sudah sangat siap untuk bergabung di perusahaan kita, Pak," lapor Indah dengan nada kagum. "Kemampuan analisanya luar biasa. Apakah Bapak tidak keberatan jika minggu ini Nona Hana sudah mulai bergabung?"

Pak Sutoyo tersenyum lebar, rasa bangga terpancar jelas dari wajahnya. "Oh, tentu saja Indah! Mulai sekarang, Hana akan menjadi CEO di perusahaan ku. Aku yakin perusahaan 'Global Energi' akan semakin berkembang pesat di tangannya."

Hana tertegun mendengar keputusan ayahnya. Menjadi CEO bukanlah tanggung jawab yang kecil, namun ia membalas tatapan ayahnya dengan anggukan mantap.

"Besok aku akan mengadakan rapat direksi dan mengumpulkan para pemegang saham untuk pengangkatan Hana secara resmi," lanjut Pak Sutoyo. Ia kemudian menatap Indah dengan serius. "Dan aku minta padamu, Indah... bimbinglah putriku. Aku ingin ia menjadi wanita yang pintar, hebat, kuat, dan tidak tertandingi!"

Hana menggenggam jemarinya sendiri, merasakan kekuatan baru mengalir dalam dirinya. Di saat yang sama, Pak Sutoyo menatap ke arah jendela, memikirkan masa lalu yang pahit.

'Aku ingin Hana menunjukkan kemampuannya. Dia memiliki darahku, dia cerdas dan tangguh. Selama ini dia sudah cukup menderita di tangan mereka,' batin Pak Sutoyo dengan emosi yang tertahan. 'Hana harus bangkit, dan melalui tangan putriku inilah, keluarga Ardiwinata akan merasakan pembalasan yang setimpal atas setiap tetes air mata yang pernah ia jatuhkan!'

.

.

Pagi itu menjadi babak baru bagi keluarga kecil Hana. Di sebuah gedung pencakar langit, Pak Sutoyo telah bersiap dengan setelan formalnya. Meski sudah pensiun dari jabatannya sebagai Jenderal bintang dua, karisma dan pengaruhnya tidak memudar sedikit pun. Hari ini, Global Energi, perusahaan yang ia rintis setahun belakangan, akan meresmikan pemimpin barunya.

Perusahaan Global Energi

Di ruang rapat yang kedap suara, suasana terasa sangat formal. Pak Ardiwinata dan Pak Sony hadir di sana sebagai calon investor besar yang ingin menanamkan modal. Pak Sutoyo belum menyadari siapa sosok Ardiwinata sebenarnya.

Pak Sutoyo berdiri di ujung meja panjang, menatap satu per satu peserta rapat dengan tajam. "Terima kasih atas kehadiran kalian. Langsung saja, hari ini saya mengumumkan pengangkatan CEO baru untuk perusahaan Global Energi. Dia adalah orang yang saya percayai sepenuhnya untuk membawa perusahaan ini ke puncak tertinggi."

Para pemegang saham saling berbisik, namun tak satu pun berani membantah. Bagi mereka, suara Pak Sutoyo adalah perintah. Pak Ardiwinata dan Pak Sony hanya bisa mengangguk setuju, mereka tahu melawan keputusan pensiunan Jenderal ini sama saja dengan menutup pintu rezeki mereka sendiri.

"Saya ingin segala administrasi diselesaikan hari ini. Besok, CEO baru kita akan mulai bertugas," tegas Pak Sutoyo, membayangkan wajah Hana yang akan segera mengguncang dunia bisnis.

.

.

TK Tunas Bangsa

Sementara itu, sebuah mobil meluncur menuju sekolah elit El. Karena Tama sedang sibuk dengan tugas kepolisiannya, Hana yang mengantar El pagi ini.

"El, jika nanti Bunda tidak bisa antar El ke sekolah, apakah El keberatan?" tanya Hana lembut sambil membelai rambut putranya.

El tersenyum lebar, menunjukkan deretan giginya yang rapi. "Tentu saja tidak Bunda! Bukankah Bunda akan bekerja di perusahaannya Kakek? Aku bisa kok diantar sama Mbak Pur!"

"Terima kasih sayang. Nanti kalau Bunda benar-benar sibuk, Mbak Pur yang akan jaga El, ya?"

"Siap, Bunda!" seru El dengan gaya hormat layaknya seorang prajurit.

Setibanya di depan gerbang, El turun dengan langkah yang sedikit tertatih. Perban putih masih melilit di lututnya akibat insiden tabrakan kemarin.

"Sebaiknya kamu tidak usah masuk hari ini, El. Kau lihat saja kakimu masih sakit seperti itu," ucap Hana khawatir melihat putranya berjalan pelan.

El tertawa kecil, "Yaelah Bunda, ini sih luka tidak seberapa. Dulu aku sering mendapatkan luka seperti ini, apalagi saat bermain layangan sama Ghazi!"

Seketika, raut wajah El berubah sendu. "Aku sangat merindukan Ghazi, Bun..."

Hana terenyuh. Ia segera berjongkok agar bisa sejajar dengan putranya, menggenggam tangan kecil El. "Nanti kapan waktu kita main ke sana, sekalian menjenguk Eyang Minah dan juga Aunty Rahma, ya?"

Mata El kembali berbinar. Ia memeluk leher ibunya erat-erat dan menciumi kedua pipi Hana dengan gemas.

'Ah, kebetulan aku masih berutang cokelat Cadbury sama Kak Ros. Akan aku belikan satu dus untuknya nanti!' batin El sambil tertawa geli dalam hati.

Tiba-tiba, langkah mereka terhenti saat seorang anak laki-laki mendekat dengan malu-malu. Itu adalah Axel. Ia membawa sebuah kotak bekal di tangannya.

"Kamu... anak yang kemarin aku tabrak. Tolong maafkan aku ya? Ini aku buatkan roti sandwich sebagai permintaan maafku," ucap Axel pelan sambil menyodorkan kotak bekalnya.

Hana tersenyum manis melihat sikap sopan anak itu. Namun, Axel tampak sangat gugup, ia tidak berani menoleh sedikit pun ke arah Hana dan terus menundukkan kepalanya dalam-dalam.

"Terima kasih ya, Nak. El pasti suka," sahut Hana lembut.

Baru saja El hendak membalas ucapan Axel, sebuah suara berat yang sangat familiar terdengar memanggil dari kejauhan.

"Axel! Kau di mana?"

Hana tersentak. Suara itu... suara yang pernah sangat ia kenali. Ia menoleh ke arah sumber suara dengan jantung yang berdegup kencang.

Bersambung...

1
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Eng ing eengng... apaksh El mau manggil si tepung papah atau justru diem saja ya.🤔🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
owh Tama bukan sodara sedarah ternyata, pantesan di awal kok bisa Tama jadi kakanya sedangkan pak Sutoyo menikahi Lestari lebih dulu dan hamil Hana sebelum nikah dengan Miranti... sekarang terjawab sudah.
untung Tama baik ga kayak almh. ibunya yang egois sampe mau bantu pak Sutoyo buat menemukan Hana.🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
ternyata takdir pernikahan Hana sama dengan ibunya, karna perbedaan Kasta.
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: betul kak
total 1 replies
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Waaahh apa Hana sodaraan sama Tama ya.. kalaupun bener syukur lah berarti dia ada sosok pelindung.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Weeehh ada pemeran baru yang bakal jadi saingannya si tepung Cakra....😆😆
pepet terus saja pelan² Tama ga apa².🤭🤭🫣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Waduuuhh El kamu mau ngapain nyari tau bapakmu, kasihan ibu mu masih trauma tuh sama tepung Cakra.🤭🤭🤭
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: /Facepalm//Facepalm//Facepalm/
total 1 replies
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Preeettlah nyeselmu ga guna tepung Cakra karna intinya kamu lebih percaya pada Ibumu da asumsimu sendiri dan ga pernah percaya Hana sama sekali.
coba saja kamu percaya bahwa kamu percaya pada istrimu dan melihat upaya dia selama menjadi iatrimu mungkin kamu ga akan dengan mudah jatuhin langsung kata talak saat Hana jelasin apa yang sebenarnya terjadi.😤
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Hmmm.. biar lah Hana pergi bahagia dengan babynya dan biarkan si tepung Cakra nyesel kebangetan biar si ny.Inggrid jadi ikutan sutrrs anaknya terpuruk.🤭🤭🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎: 😂😂 Iya alnya Kak Author ngasih namanya bikin Aku inget sama merk itu sih😂😂😂
total 2 replies
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Baru juga ngintip udah adegan yang bikin dag dig dug Thor..🤭🤭
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: terimakasih sudah mampir, kak 🙏😘
total 1 replies
syska
ᴋᴇʀᴇɴ ᴄᴇʀɪᴛᴀɴʏᴀ...
ʀɪɴɢᴀɴ ᴛᴀᴘɪ ᴍᴀsᴜᴋ ᴋᴇ ʜᴀᴛɪ...
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: terimakasih kak 🙏😘
total 1 replies
aurora
yang menjadi korban jelas El
Rosita Tumbelaka
aq suka sekali krn foto2 visual nya wajah2 Indonesia..beda dgn novel2 lain selalu pake waja wajah Sarangho...
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: wah, terimakasih Bunda 🙏😘
total 1 replies
Rosita Tumbelaka
Senang nya lihat pasangan yg gagah tampan dan cantik...
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: terimakasih Bunda 🙏😘
total 1 replies
Opung Boru Caroline Pasaribu
msu apa lagi dia datang
Opung Boru Caroline Pasaribu
kau yg buang lalu kuambil.siapa yg salah kata tama
Opung Boru Caroline Pasaribu
pertanda baik ini
💕£LI P®iwanti ✍️⃞⃟𝑹𝑨: /Smile//Smile/
total 1 replies
Opung Boru Caroline Pasaribu
pengantin baru dan tenaga baru
Opung Boru Caroline Pasaribu
jgn lups bahagia para pembaca
Opung Boru Caroline Pasaribu
gimana kabar jessika dan inggit ya
Opung Boru Caroline Pasaribu
diriku serasa ikut terlibat dlm pertempuran bersama tama
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!