NovelToon NovelToon
SISTEM PILIHAN ANGKA

SISTEM PILIHAN ANGKA

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Mengubah Takdir / Action
Popularitas:15.1k
Nilai: 5
Nama Author: less22

Angka bukan sembarangan Angka, Angka yang di pilih semuanya menunjukkan hadiah besar kecilnya yang di dapat.

Tapi jika kamu beruntung, kau akan mendapatkan hadiah besar.

Dan itulah yang di alami oleh Alneo setelah ia mendapatkan penyiksanya oleh ayah jika ia tidak mendapat uang.

Bukan hanya itu, yang membuatnya murka adalah Adik perempuan ingin di jual ayahnya pada rentenir untuk membayar hutang, saat ia mencoba menghalangi, ia malah mendapatkan pukulan berat oleh ayahnya hingga pingsan.

Dan saat itulah, ia mendapatkan sebuah sistem misterius yang mengubah hidupnya.

Ia memenjarakan ayahnya karena sang ayah agar tidak menganggu kehidupan mereka lagi.

Dengan sistem pilihan angka, ia bagaikan menemukan jetpot di hidupnya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon less22, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

32

Riani berjalan mendekati area gym yang berdinding kaca transparan.

Di dalamnya, alat-alat olahraga tampak modern dan masih sangat baru. "Kak! Ada gym-nya! Gak salah ini? Kontrakan seberang boro-boro ada begini, jemuran baju aja rebutan!"

Danu tertawa kecil mendengar celetukan Riani.

 "Betul, Nona Riani. Target pasar kontrakan ini memang para profesional muda dan ekspatriat. Manajemen kami juga menerapkan aturan yang sangat ketat dan terarah. Setiap komplain penghuni wajib diselesaikan dalam waktu maksimal 15 menit oleh tim teknisi kami yang bersiaga di kantor depan," kata Danu profesional

Alneo manggut-manggut, hatinya kegirangan. Nilai investasi tempat ini jelas berkali-kali lipat dari apa yang ia bayangkan sebelumnya.

"Lalu, bagaimana dengan tingkat keterisian unit saat ini, Mas Danu?" tanya Alneo penasaran.

"Saat ini tingkat keterisian sudah mencapai 95%, Pak. Hanya tersisa satu unit kosong yang sengaja kami persiapkan jika sewaktu-waktu pemilik, yaitu Bapak Alneo, ingin berkunjung atau menginap. Semua laporan keuangan bulanan, pembayaran sewa dari penghuni, dan biaya operasional akan langsung masuk ke aplikasi Bapak setiap tanggal satu," jawab Danu dengan sangat profesional dan transparan.

"Luar biasa. Kerja bagus, Danu. Saya sangat puas dengan manajemen kalian," puji Alneo, kini benar-benar merasa seperti seorang orang kaya muda.

"Terima kasih atas kepercayaannya, Pak Alneo. Tugas kami adalah memastikan aset Anda tetap menghasilkan keuntungan maksimal dengan perawatan terbaik," balas Danu dengan senyum hormat.

Dari kejauhan, di seberang jalan raya, tampak Pak Harto dan pengurusnya, Jo, berdiri di depan gerbang kontrakan mereka yang usang.

Dengan menggunakan kacamata, Pak Harto mengintip ke seberang jalan, melihat Alneo yang sedang dipandu oleh Danu yang berseragam rapi, berjalan di antara fasilitas-fasilitas mewah bercahaya hologram.

Riani yang menyadari hal itu, langsung melambaikan tangannya ke seberang jalan dengan senyum kemenangan yang sangat lebar.

"Kak, lihat deh ke seberang. Bapak tua itu terus melihat kita," bisik Riani cekikikan.

Alneo menoleh sekilas ke seberang jalan sambil tersenyum tipis.

"Sudahlah, Riani. Biarkan saja. Mungkin dia penasaran aja," kata Alneo.

Setelah berbincang agak lama dengan Danu mengenai urusan kontrakan baru, Alneo melirik jam di ponselnya.

"Danu, terima kasih banyak bantuannya. Kami pamit dulu, ya, sudah sore. Besok-besok kita sambung lagi," kata Alneo sambil berdiri dan menjabat tangan sahabatnya.

"Baik Pak Alneo. Kabari kalau ada apa-apa," balas Danu ramah.

Alneo beralih menatap adiknya yang sejak tadi duduk tenang di sampingnya. "Riani, ayo kita pergi makan. Kamu pasti sudah lapar, kan?"

Mata Riani seketika berbinar. "Makan di luar, Kak?"

"Bukan sekadar di luar. Kita ke restoran yang bagus," ujar Alneo sambil tersenyum hangat, mengacak rambut adiknya pelan.

"Wah, serius, Kak? Aku sudah lama sekali tidak makan di restoran bagus! Ayo kita pergi, Kak! Aku mau pesan banyak makanan nanti, ya? Jangan dilarang!" seru Riani riang.

Alneo tertawa kecil melihat tingkah manja adiknya. "Pesan saja apa pun yang kamu mau. Perutmu itu harus diisi makanan enak."

Mobil mereka pun melaju di jalanan kota yang mulai padat.

Namun, di tengah perjalanan, Alneo melihat sebuah butik pakaian yang cukup berkelas.

 Ia mendadak menginjak rem dan membelokkan mobil ke area parkir butik tersebut.

"Eh? Kok berhenti di sini, Kak? Kita tidak langsung ke restoran?" tanya Riani bingung, menempelkan wajahnya ke kaca mobil.

"Makan malam di restoran bagus harus pakai baju yang cantik. Ayo, kita turun. Pilih baju baru untukmu," ajak Alneo.

Riani sempat ragu melangkah masuk begitu melihat deretan pakaian yang terpajang elegan di balik kaca butik. Selama ini, ia hanya terbiasa membeli baju di pasar loak, tapi Alneo yang menggandengnya masuk.

Di dalam toko, Riani langsung terpukau oleh sebuah gaun terusan berwarna pastel dengan potongan sederhana namun sangat anggun. Ia mengambilnya dengan hati-hati, lalu berbalik menghadap Alneo.

"Kakak... menurut Kakak, apa baju ini bagus untukku?" tanya Riani sedikit ragu, menempelkan gaun itu ke tubuhnya sendiri di depan cermin.

Alneo memandangi adiknya dari atas ke bawah. "Bagus sekali. Jangankan baju itu, semua baju di toko ini akan kelihatan bagus di tubuhmu kalau di mata Kakak."

Pipi Riani merona merah, setengah malu setengah gemas. "Ah, Kakak bisa saja merayu!"

"Kakak serius. Pilihlah semua baju yang kamu suka. Satu lusin pun boleh. Ambil saja, Kakak yang akan bayar semuanya hari ini," kata Alneo menepuk pundak Riani

"Beneran, ya? Kakak tidak boleh menyesal nanti kalau tagihannya membengkak!" ancam Riani dengan nada bercanda dan matanya memancarkan kebahagiaan yang luar biasa.

"Tidak akan. Buruan pilih," sahut Alneo terkekeh.

"Terima kasih! Kak Alneo memang kakak terbaik di dunia!"

Hari itu, Riani benar-benar memanfaatkan momen. Ia memilih beberapa pasang pakaian kasual, rok, dan gaun baru.

Ia membayangkan betapa menyenangkannya bisa berganti baju baru setiap hari.

1
Ambu Rinddiany Thea
duuuh ikut degdegan, ka less berasa nonton depan mata ini teh 🤭
less22: anggap aja beneran lihat🤣🤣🤣
total 1 replies
Ambu Rinddiany Thea
bakal seru lagi kalo pas d restoran ada manusia oleng lagi yg ngehina s alneo 🤣biiih seru lah
irena
lanjut thor
Wega Luna
bisa nyewa ruko buat food court beli tas 30 juta GK bisa 🤣🤣🤣🤣🤣, dasarnya si Roni itu pelit 🤭🤭🤭🤭,,takut duitnya habis diporotin ,
irena
lanjut thor
Ambu Rinddiany Thea
sekarang ambu yg balik ketawa paling keras ya roni Hahahahahaha, tuh di food court mba d bawah ,🤣🤣🤣🤣
irena
lanjut thor
Ambu Rinddiany Thea
alneooo tunggu ambuu ikut 🤭
Ambu Rinddiany Thea: hooh ih bt kan 😤😩
total 2 replies
Ambu Rinddiany Thea
makan tuh jabatan supervisor Kevin,🤣🤣🤣
Wega Luna
adiknya ini terlalu kepo , jadi GK suka aku 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣,
Ambu Rinddiany Thea: /Shhh//Shhh/
total 3 replies
irena
lanjut thor..
irena
banyakin upnya thor.. tak kasih vote nanti
Ambu Rinddiany Thea
gasss pooool ka lessss . makanan nya kan belum d makan masa udh pulng aja itu mana mahal2 iih sayang kaan😩
Ambu Rinddiany Thea
lanjuuut ka leeeessss
Ambu Rinddiany Thea
borong riani borong , awas bawain ambu ya steak nya 😆
Ambu Rinddiany Thea: bialin haratis ini ath ka leesss 😆😆 mumpung ada yg bayalin 🤭
total 2 replies
Night Watcher
heleh Less... kebanyakan cerita yg digarap, jd upnya irit bin pelit wal sakndulittt...🤭🤭
Ambu Rinddiany Thea
hadeeeeeh dasar hama
Ambu Rinddiany Thea
beliin buat ambu juga alneo 1 aja ya , ada ga ukuran jumbo 😩🤣
Ambu Rinddiany Thea: /Grievance/
total 2 replies
irena
iya.. setelah dilunasi peringatkan untuk tidak meminjamkannya lagi.. krn setelah itu sudah bukan urusannya alneo klo ternyata dikasih pinjam lagi.. alneo harus tegas
irena
lanjut thor
less22: siapppp
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!