NovelToon NovelToon
Penguasa Yang Sesungguhnya

Penguasa Yang Sesungguhnya

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda
Popularitas:28.5k
Nilai: 5
Nama Author: Siti Marina

"Cepat cari cucuku, bagaimanapun caranya ,cucu perempuan ku harus berada disini ...." teriak kakek Suhadi pada pengawalnya...setelah mengetahui kebenarannya dan mimpi-mimpi yang selalu menghantuinya.... kemungkinan besar,ia memiliki seorang cucu perempuan yang tersembunyi.
Najwa...., sepupu Rukayyah, gadis belia yang baru lulus SMA dan lulusan terbaik seorang Hafizah ternyata seorang Cucu konglomerat... almarhumah ibunya, tidak mengatakan siapa ayah Najwa. Najwa di titipkan pada kyai Rahman dan istrinya saat Najwa baru di lahirkan, setelah ibunya menghembuskan nafas terakhirnya.bahkan, Ibu Najwa sendiri tidak mengatakan siapa ayah dari Najwa...namun satu yang perlu Najwa ketahui, ia bukan anak haram, ibunya sempat menikah sirih dan kabur setelah mengetahui bahwa suaminya ternyata menjadikannya istri kedua....





yuk...ikuti cerita nya Saat Najwa bertemu dengan kakek dan ayah kandungnya, serta kehidupan Najwa setelah hidup bersama keluarga ayahnya, sedangkan di sana ada ibu tirinya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siti Marina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

ke-sembilan belas.

Pagi itu, suasana di kantin dan koridor Fakultas Hubungan Internasional terasa berbeda. Mahasiswa yang biasanya asyik berdiskusi, kini berkelompok-kelompok sambil membisikkan sesuatu dan sesekali melirik sinis ke arah Najwa yang baru saja tiba. Tidak ada wajah penuh kekaguman seperti biasa saat Najwa baru turun dari mobil mewahnya.

Raisa duduk di tengah-tengah kelompok mahasiswi paling berpengaruh di kampus. Wajahnya dibuat terlihat sembab, seolah-olah ia adalah korban yang sangat menderita.

"Kalian jangan tertipu sama wajah kalemnya," suara Raisa terdengar parau, cukup keras untuk didengar orang-orang di sekitarnya. "Dia itu bermuka dua. Di depan Kakek dan dosen, dia akting jadi anak pesantren yang suci. Tapi aslinya? Dia merebut semua hakku, bahkan saham yang seharusnya jadi milikku."

"Masa sih, Rai? Tapi dia kelihatan pintar banget di kelas Prof. Malik," tanya salah satu teman Raisa, mulai terhasut.

"Pintar akting maksudnya!" sela Raisa dengan nada tajam. "Kalian tahu nggak kenapa dia tiba-tiba muncul setelah 18 tahun? Karena dia itu anak dari hasil selingkuhan Papaku di desa dulu. Ibunya menggoda Papaku sampai hubungan orang tuaku hancur. Sekarang dia datang ke sini buat menguras harta keluarga Suhadi."

Bisikan-bisikan jahat mulai menyebar seperti api di atas rumput kering. Kata "anak selingkuhan" dan "penipu" mulai melekat pada nama Najwa.

Saat Najwa sedang berjalan menuju kelas bersama Sarah, langkahnya terhenti karena beberapa mahasiswa sengaja menghalangi jalannya.

"Eh, lihat nih, 'Ustadzah' kita datang," sindir Bella, teman dekat Raisa. "Gimana rasanya jadi anak selingkuhan yang berhasil ngerampok harta orang lain? Bangga ya?"

Sarah terkejut dan hendak membela, namun Najwa menahan tangan sahabatnya itu. Najwa tetap berdiri tegak, meski hatinya terasa nyeri mendengar nama ibunya dibawa-bawa dengan cara yang begitu rendah.

"Maaf, Kak Bella," ucap Najwa dengan nada yang sangat terkontrol. "Fitnah itu lebih kejam daripada pembunuhan. Jika Kakak punya bukti atas ucapan Kakak, silakan tunjukkan. Tapi jika hanya mendengar dari satu sisi yang sedang terbakar amarah, bukankah itu merendahkan kecerdasan Kakak sebagai mahasiswi HI?"

Raisa muncul dari balik kerumunan, matanya berkilat penuh kemenangan. "Nggak usah sok tegar, Najwa! Semua orang sudah tahu siapa kamu sebenarnya. Kamu cuma benalu yang masuk ke rumahku dan mencuri kasih sayang Papaku!"

Najwa menatap mata Raisa dengan dalam, tanpa kebencian, melainkan rasa sedih. "Kak Raisa, harta dan kasih sayang bukan barang yang bisa dicuri. Keduanya adalah ketetapan Allah. Jika Kakak merasa kehilangan sesuatu, mungkin Kakak harus bertanya pada diri sendiri, apa yang sudah Kakak lakukan sampai Kakek dan Kak Alen lebih menghargai kejujuran daripada drama?"

"Kau...!" Raisa hendak maju, namun tiba-tiba sebuah suara bariton yang sangat berwibawa memecah kerumunan.

"Ada apa ini?" , Ketua Senat, berdiri di sana dengan wajah serius. "Saya tidak menyangka mahasiswa fakultas kita lebih tertarik pada gosip murahan daripada persiapan seminar nasional besok."

ketua senat itu menatap Raisa dengan tajam. "Raisa, menyebarkan informasi tanpa bukti di lingkungan kampus bisa dikategorikan sebagai pencemaran nama baik. Kamu mau saya bawa masalah ini ke Dekan?"

Raisa terdiam, wajahnya pucat. Ia tidak menyangka ketua senat itu akan ikut campur lagi.

"Najwa, ayo ikut saya ke ruang Senat," ajak ketua senat. "Ada hal lebih penting yang perlu kita diskusikan daripada meladeni ini."

Meskipun ketua senat itu membantunya, Najwa tahu bahwa fitnah ini tidak akan hilang dalam semalam.

Najwa dan Sarah berjalan di belakang ketua senat untuk ke ruangan khusus, walaupun wajahnya terlihat tenang,tapi tidak bisa di pungkiri,ada kecemasan di sana, apalagi teringat kata-kata keji mereka tentang ibunya.

Di dalam ruang Senat, Najwa duduk terdiam.

"Kamu oke?" tanya ketua senat pelan.

"Insya Allah, Kak , Saya hanya sedih karena mereka menghina Ibu saya," jawab Najwa, butiran bening akhirnya jatuh dari sudut matanya. "Tapi saya teringat pesan Abah di pesantren; jika kita difitnah, artinya Allah sedang mentransfer pahala orang yang memfitnah kepada kita. Saya harus kuat."

ketua senat itu mengangguk kagum. "Jangan biarkan mereka menang dengan melihatmu menyerah. Buktikan dengan prestasimu."

" iya kak.. insyaallah" balas Najwa... beberapa saat kemudian, setelah keluar dari ruang senat, Najwa memisahkan diri dari sarah yang akan pergi ke perpustakaan untuk mencari bahan referensi.

Hati Najwa terasa begitu sesak. Ia bisa menahan hinaan untuk dirinya sendiri, namun ketika almarhumah ibunya disebut sebagai "selingkuhan", pertahanannya runtuh. Dengan tangan gemetar, ia mencari tempat sepi di taman kampus dan menghubungi Mbak Rukayyah.

"Halo, Assalamualaikum, Mbak..." suara Najwa pecah di ujung telepon.

"Waalaikumussalam, Najwa? Kamu kenapa, Sayang? Kok suaramu seperti sedang menangis?" tanya Rukayyah dengan nada khawatir yang sangat nyata.

Najwa menceritakan semuanya,tentang fitnah yang disebarkan Raisa di kampus, tentang tuduhan anak selingkuhan, hingga pandangan sinis teman-temannya.

Di seberang sana, Rukayyah menghela napas panjang, mencoba menahan amarahnya. "Najwa, dengarkan Mbak. Raisa itu sedang ketakutan. Dia menggunakan cara kotor karena dia tahu dia tidak punya kualitas untuk melawanmu dengan kecerdasan."

Rukayyah menjeda sejenak, suaranya kini terdengar sangat serius. "Najwa, kita tidak bisa hanya diam dengan kesabaran. Kamu butuh bukti hukum. Meskipun dunia tahu kamu cucu Kakek Suhadi, status pernikahan Ibumu harus ditegaskan. Sekarang juga, hubungi Abah di pesantren. Minta beliau mengirimkan dokumen pernikahan siri yang sah secara agama dan bukti-bukti pendukung lainnya. Dulu, Bu Lik Maryam dan Om Afkar menikah secara sah di hadapan Abah, hanya saja belum sempat terdaftar di KUA karena tekanan keluarga Om Afkar saat itu."

"Tapi Mbak, apakah itu akan memperkeruh suasana?" tanya Najwa ragu.

"Tidak, Najwa. Ini soal kehormatan Bu lik Maryam. Dengan surat itu, kamu bisa membungkam mulut mereka semua. Kamu bukan anak hasil perselingkuhan. Kamu adalah anak dari pernikahan yang sah di mata Allah."

Setelah menutup telepon dari Rukayyah, Najwa segera menghubungi Kyai Rahman. Tak butuh waktu lama bagi Kyai untuk menjawab.

"Assalamualaikum, Najwa. Ada apa, Nak?"

Najwa menjelaskan situasinya dengan bahasa yang paling santun. Kyai Rahman terdiam cukup lama, lalu terdengar helaan napas yang berat.

"Najwa... sudah saatnya rahasia ini dibuka. Dulu, Ibumu memohon agar surat itu disimpan rapat-rapat karena dia tidak ingin merusak rumah tangga Bapakmu dengan istrinya. Tapi jika sekarang kehormatannya diinjak-injak, Abah tidak akan tinggal diam."

Kyai Rahman melanjutkan, "Abah tidak hanya punya surat nikah siri itu, tapi Abah juga punya rekaman video singkat saat akad nikah berlangsung, karena saat itu Abah ingin menjadikannya kenang-kenangan. Abah akan mengirimkan salinan dokumen dan video itu lewat kurir kilat ke alamat Mbak Rukayyah agar lebih aman. Gunakan itu sebagai tamengmu, Nak."tutur kyai Rahman.

1
juwita
pengabdian apa? yg ada malah ngehabisin harta mrk🤣🤣
@Mita🥰
wah yang nolong si Raisa cari mati
isnaini naini
kbenaran itu ibarat air sesulit apapun psti mbemukan jln...smngt njwa....
Dewi kunti
ILu ap thor
Dewi kunti: weeeeehhh 🤭
total 2 replies
Sri Supriatin
didikan harta n kebencian sdh me darah daging di badan Raisa 🤭 tks upnya Thor 🙏🙏
suti markonah
lanjut thorr💪💪💪💪💪👍👍👍👍👍👍
suti markonah
hal yg menegangkan akan terjadi lg..kini raisa merasa di atas krna ada ke kayaan ibu kandungnya..tp aku yakin najwa tidak akan pernah terkalahkan..sekali jari najwa menari di atas keyboad perusahan santi gulung tikar😂
irma hidayat
dikasih kesempatan selamat makin kotor hati dan niatmu raisa dasar udah tabiat setan
vivinika ivanayanti
Heemmmm bearti memang Hati Raisa itu yg sakit 🤭🤭
Mundri Astuti
pretlah afkar ..
kan..kan ..belom tau aja emak kandungnya Raisa, anaknya nggigit klo ditolong
Dewi kunti
lha pengabdian,ap yang dihasilkan 🤔🤔🤔🤔🤔
Mundri Astuti
jangan" org tuanya Raisa
Yuli Budi
waduh malah kecolongan 🤦
Yuyun Srie Herawati
apa ini yg di definisi mafia syariah thor
suti markonah
skrg dah bisa komen lg thorrr🤭..kmrn lg layat..maaf curhat
suti markonah
alendra dan adriansyah dapat kejutan bertubi tubi melihat sisi lain dr adiknya najwa yg seharusnya mereka lindungi..tp malah terbalek..malah adiknya yg pegang kendali keluarga suhadi..😂😂😂
suti markonah
mungkinkah raisa sengaja di persiapkan di buang di depan pagar rumah agar bisa masuk di keluarga suhadi oleh musuh ?hmmm penasaran
Sri Supriatin
tkd upnya 👍👍
irma hidayat
lah si iblis raisa ada yg menyelamatkan harusnya membusuk dipenjara
irma hidayat
yg sebenarnya perempuan iblis tu kamu raisa, karna iblis sombong seperti kamu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!