NovelToon NovelToon
Istriku Mengubah Hidupku

Istriku Mengubah Hidupku

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Sistem / Mengubah Takdir
Popularitas:2.9k
Nilai: 5
Nama Author: Ramirisss

Bumi mengalami kehancuran dengan munculnya banyak Monster melalui retakan dimensi, hingga bencana ini disebut sebagai The Chaos.

Manusia mulai beradaptasi dan berevolusi. Kini setiap manusia punya Status Window sebuah layar hologram mengambang yang hanya dapat dilihat oleh pemiliknya. Dan manusia pun disebut sebagai Userator. Namun tidak semua Userator itu kuat, karena syarat menjadi kuat adalah Awakening.

Arka adalah Userator biasa yang belum Awakening, ia bekerja sebagai kuli bangunan. Tiba-tiba dinikahkan dengan seorang gadis bernama Sisil untuk melunasi hutang Ibunya.

Siapa sangka setelah menikah—Arka malah Awakening, kekuatannya meningkat.

[Bahagiakan Istrimu untuk mendapatkan banyak keuntungan dan meningkatkan kekuatanmu!]

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ramirisss, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 19 Untuk Sisil

​Dua puluh menit berlalu dengan cepat. Hypercar hitam itu akhirnya berhenti dengan anggun di halaman luas kompleks Vila megah milik mereka di PIK 2. Arka dengan sigap keluar dari mobil, lalu membukakan pintu untuk menyambut sang istri keluar.

​Namun, begitu Sisil melangkah turun, langkah kakinya mendadak terhenti. Di hadapan mereka, tepat di depan pintu gerbang utama vila, sudah berdiri berbaris rapi sepuluh orang wanita berpakaian pelayan formal yang sangat elegan dan anggun.

​Begitu melihat kedatangan mereka, kesepuluh wanita itu serempak membungkuk hormat dengan gerakan yang sangat sinkron dan terlatih. "Selamat datang di kediaman baru, Tuan dan Nona!" ucap mereka serentak dengan suara yang merdu.

​Sisil langsung panik dan kebingungan, menyembunyikan tubuhnya di balik lengan Arka. "M-Mas... mereka ini siapa? Kenapa ada banyak orang di rumah kita?"

​Arka mengelus punggung istrinya, tersenyum menenangkan. "Mereka adalah Asisten Rumah Tangga pribadi kita, Sayang. Bukankah kemarin kamu sendiri yang bilang kalau kamu bisa pingsan karena kelelahan jika harus mengurus dan membersihkan rumah sebesar ini sendirian, hm?"

​Kesepuluh asisten rumah tangga profesional itu merupakan produk yang baru saja dibeli Arka dari menu [Toko Istri] sistemnya, guna memastikan kenyamanan hidup Sisil.

​Arka menatap tajam ke arah barisan pelayan tersebut. "Mulai hari ini, tugas utama kalian adalah membantu istriku mengurus seluruh keperluan rumah ini. Patuhi, jaga, dan ikuti apa pun bentuk perintah yang keluar dari mulut istriku, paham?"

​"Siap, Tuan! Kami mengerti dan selalu siap melakukan yang terbaik demi kenyamanan serta menerima perintah apa pun dari Nyonya," jawab kepala pelayan dengan takzim.

​Arka menoleh ke samping, mengecup pelan pelipis istrinya. "Ayo, Sayang. Coba berikan satu perintah awal untuk mereka sebagai tanda perkenalan."

​Sisil menelan ludah canggung, wajahnya merona merah karena belum terbiasa dilayani. Ia meremas jemarinya, lalu berbicara dengan nada selembut mungkin. "Emm... Kalau begitu... Tolong bantu bawakan tas-tas pakaian kami yang ada di bagasi mobil ke dalam, ya? Tolong letakkan di tempatnya masing-masing."

​"Baik, Nyonya. Segera kami laksanakan," jawab para pelayan patuh. Dengan gerakan yang sangat efisien dan cepat, mereka langsung mengosongkan bagasi dan membawanya masuk ke dalam mansion.

​"Nyonya, Tuan, perkenalkan saya kepala juru masak. Kami akan segera menyiapkan hidangan makan siang terbaik di ruang makan utama," ucap pelayan yang lain membungkuk hormat sebelum pamit ke dapur.

​"Gimana, Sayang? Kamu suka dengan hadiah ART ini?" tanya Arka merangkul pinggang Sisil.

​Sisil mengangguk gembira, menyandarkan kepalanya di bahu Arka. "Suka banget, Mas... Pekerjaanku jadi jauh lebih ringan, aku benar-benar merasa dimanjain banget sama kamu sekarang, hehe."

​"Kalau sepuluh orang masih kurang, bilang saja ya. Nanti aku bisa tambahkan lagi untukmu," ucap Arka santai tanpa beban.

​"Eh! Cukup, Mas! Sepuluh saja sudah sangat banyak kok!" seru Sisil panik, membuat Arka membatin puas di dalam hatinya. ‘Pilihan yang tepat dari Toko Istri. Mengambil sepuluh pelayan adalah jumlah yang paling pas agar Sisil tidak merasa risih.’

​"Oh iya, selain mereka, ada satu fasilitas keamanan lagi yang sudah kusiapkan khusus untuk melindungimu," tambah Arka misterius.

​"Apa lagi, Mas?"

​Tap! Tap!

​Dari arah koridor samping, melangkah maju dua orang figur tegap dengan seragam setelan jas hitam yang sangat rapi dan formal—satu pria dan satu wanita. Aura menekan yang memancar dari tubuh keduanya mengindikasikan bahwa mereka bukanlah manusia biasa.

​Sisil kembali dibuat bingung menatap kedatangan kedua orang tersebut. "Mas... ini apa lagi?"

​"Karena beberapa hari lalu kamu sempat berada dalam situasi bahaya akibat serangan monster, aku sengaja merekrut mereka untuk menjadi Bodyguard pribadimu, Sayang," jelas Arka.

​Tentu saja, kedua pengawal elite berkekuatan setara Userator 6 Stars ini dibeli Arka dari Toko Istri.

​Arka menatap kedua pengawalnya. "Perkenalkan diri kalian."

​Keduanya serempak membungkuk dalam dengan satu tangan diletakkan di dada, memancarkan kepatuhan.

​"Selamat siang, Tuan, Nyonya. Perkenalkan, nama saya adalah Julius," ucap sang pengawal pria dengan suara bariton yang tegas.

​"Selamat siang, Tuan, Nyonya. Nama saya adalah Sera," sambung sang pengawal wanita dengan tatapan mata yang tajam namun penuh rasa hormat.

​"Kami berdua bersumpah dengan segenap jiwa dan kekuatan kami untuk selalu menjaga, melindungi, dan membentengi Nyonya Besar dari segala bentuk bahaya apa pun di dunia ini," ucap keduanya serempak.

​Sisil tersenyum hangat, merasa terharu dengan proteksi luar biasa yang disiapkan suaminya. "Mohon bantuannya ya, Julius, Sera."

​"Siap, laksanakan Nyonya!" jawab keduanya mantap.

​"Mari kita masuk ke dalam, Sayang. Rumah baru kita sudah siap sepenuhnya," ajak Arka menggandeng Sisil melangkah melewati pintu gerbang utama.

​Sore pun menjelang. Arka dan Sisil menghabiskan waktu beberapa jam pertama mereka di dalam vila untuk mengatur tata letak, mendekorasi ulang beberapa sudut ruangan sesuai selera estetik Sisil, dan menikmati makan siang mewah yang disiapkan oleh pelayan. Rumah baru mereka kini benar-benar terasa laksana surga dunia yang dipenuhi kehangatan.

​Sekitar pukul tiga sore, Arka dan Sisil tampak berdiri berdampingan di teras depan halaman vila mewah mereka.

​Beberapa menit kemudian, suara deru mesin truk angkut besar terdengar mendekat. Sebuah mobil truk Enclosed Transport berlogo dealer premium masuk melewati gerbang keamanan PIK 2, diiringi oleh sebuah sedan mewah berwarna hitam di belakangnya.

Sisil menoleh ke arah Arka dengan tatapan penasaran, masih memeluk erat lengan suaminya. "Mas, ini ada apa? Kok sampai ada truk besar begitu?"

​Arka hanya tersenyum misterius tanpa menjawab. Ia mengusap kepala Sisil pelan, sengaja menyembunyikan. "Lihat saja sendiri nanti, Sayang."

​Pintu kemudi sedan hitam di belakang truk terbuka. Sosok gadis modis berkacamata hitam turun dengan gaya anggun yang sangat percaya diri. Gadis itu tidak lain adalah Chika. Ia melangkah mendekat sembari memberi instruksi kepada tim mekaniknya untuk bersiap membuka pintu hidrolik truk.

​Di belakangnya, tim mekanik mulai menurunkan sebuah mobil sedan sport Bentley Continental GT berwarna putih salju dari dalam truk pengangkut—sebuah mahakarya otomotif seharga ratusan juta ITD yang memancarkan pendar kemewahan murni di bawah sinar matahari sore.

​Chika melepaskan kacamata hitamnya, mengulas senyum bisnis terbaiknya selagi berjalan menghampiri sang pemilik mobil mewah tersebut yang berdiri di teras. Namun, begitu pandangan matanya fokus menatap dua figur yang menantinya di atas tangga teras, langkah kaki Chika mendadak terkunci total di atas lantai konblok.

​Mata indahnya membelalak sempurna laksana lingkaran cangkir, napasnya seolah terhenti di tenggorokan, dan rahangnya jatuh terbuka karena rasa syok yang teramat sangat.

​Di hadapannya, berdiri sang pembeli—Arka yang ia kagumi. Dan yang membuat jiwa Chika seolah terlempar keluar dari tubuhnya adalah... sahabat karibnya sendiri, Sisil, saat ini sedang berdiri manja sembari memeluk erat lengan kokoh Arka dengan senyuman paling bahagia di dunia.

​"Si... Sisil?!" pekik Chika histeris, suaranya melengking tinggi membelah keheningan halaman vila.

​Otak cerdas Chika mendadak mengalami error total, mencoba mencerna fakta apa yang sedang terjadi di depan matanya sekarang.

​Bersambung...

1
Alia Chans
lanjut thor😣
like+ bunga🌹✍️






kalo berkenan mmpir y thor😉
Arts: makasih udah mampir
total 1 replies
**Maulina**
lanjut thor💪
Arts: siap, ditunggu ya
total 1 replies
Zem Pioneer
namalu dapin bg?
Zem Pioneer: temen cewek gw baru putus namanya sisil ga lama ini,kali aja lu cowoknya yg gamon...sorry dah 🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
Dell AliNka
up yg banyak Tor
Arts: ditunggu ya
total 1 replies
Nyxara_09
keren! btw semangat kak!
Nyxara_09: iya kak, maaf yaa🙏
total 2 replies
sakura
...
Kim Borahae
hii, ceritanya seru.. SUKAAAA😍 Semangat terus ya 💪.


Btw saya pun baru mula menulis novel, kalau ada masa boleh singgah profile dan like .. terima kasih /Grin/
Key Kastara
Halo author, smangat selalu buat cerita kerennya 😍👍
Arts: makasih
total 1 replies
Sahabat Oleng
Hadir thor☝️
Arts: thankyou udah hadir
total 1 replies
Ofu Madu
💪
Ofu Madu
bagus👍..up yg bnyk torr
Arts: ditunggu ya, makasih udah mampir
total 1 replies
Ofu Madu
lanjut 👍
cila_aa
ihh seruu next chapter selanjutnya thor/Smile/
Arts: makasih udah mampir
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!